Tekno
iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Dibundling IM3 Platinum Plus, Cicilan Mulai Rp499 Ribu
Jakarta, 16 Oktober 2026 — Buat kamu yang sudah mantap upgrade ke iPhone 18 Pro atau iPhone 18 Pro Max, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) lewat IM3 Platinum bersama Apple menghadirkan bundling IM3 Platinum Plus. Konsepnya simpel: perangkat baru, kuota besar, dan benefit ekstra biar pengalaman digital kamu nggak cuma sekadar “cukup”, tapi maksimal.
Kuota Besar, Cicilan Lebih Ringan
Melalui IM3 Platinum Plus, pelanggan bisa membawa pulang iPhone 18 Pro atau iPhone 18 Pro Max dengan total kuota 175GB per bulan. Isinya 100GB kuota utama, 50GB kuota 5G, dan 25GB kuota eSIM—cocok buat streaming, gaming, kerja, sampai upload konten tanpa mikirin sisa kuota.
Harganya juga dibuat lebih ramah di kantong. Cicilan dimulai dari Rp499 ribu per bulan, dengan opsi trade-in melalui mitra resmi. Ada pula harga khusus Apple 20W Charger sebesar Rp18 ribu, potongan harga paket Platinum Plus, promo bayar 12 bulan untuk langganan IM3 Platinum selama 24 bulan, serta cicilan 0% lewat mitra pembayaran pilihan.
Bisa Dibeli Mulai 16 Oktober
iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max dengan bundling IM3 Platinum Plus sudah tersedia sejak 16 Oktober 2026. Kamu bisa memesannya lewat mitra resmi seperti Digimap, iBox, Hello Store, dan Blibli.com.
Menurut Apoorva Mehrotra, Director & Chief Growth Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan bahwa bundling ini dirancang lebih dari sekadar paket data. “Seiring dengan hadirnya iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di Indonesia, pelanggan juga membutuhkan konektivitas dan layanan yang mampu mengimbanginya. Melalui IM3 Platinum Plus, kami menghadirkan lebih dari sekadar bundling perangkat dan paket data. Dengan memadukan iPhone terbaru, konektivitas jaringan yang andal, serta fleksibilitas benefit dan layanan Platinum dalam satu pengalaman, inilah cara kami memaksimalkan pengalaman ke tingkat berikutnya,” ujar Apoorva.
Benefit Ekstra untuk yang Sering Jalan
Platinum Plus juga membawa Platinum Experience, termasuk Platinum Network berbasis AI yang didukung jaringan 5G Indosat. Fitur ini memberi akses prioritas ke jaringan Indosat untuk mendukung konektivitas yang lebih lancar dalam berbagai aktivitas.
Buat yang hobi traveling, ada roaming gratis di 20 negara. Kuota utama otomatis aktif saat pelanggan berada di Malaysia dan Singapura, sementara 18 negara lainnya—termasuk Thailand, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, Qatar, Uni Emirat Arab, Australia, dan Amerika Serikat—mendapat tambahan kuota khusus.
iPhone 18 Pro: Kamera Makin Niat
Di sisi perangkat, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max menghadirkan Kamera Utama Fusion 48 MP baru dengan variable aperture, yang disebut sebagai kamera paling canggih yang pernah dihadirkan Apple. Fitur kontrol Pro terbaru juga memungkinkan pengguna menyesuaikan pengalaman penggunaan sesuai kebutuhan.
Kedua model ditenagai chip A20 Pro, dengan peningkatan daya tahan baterai dan performa. Warna pilihannya ada empat: black, silver, glacier, dan burgundy sebagai warna terbaru.
Dengan semangat “Maksimalkan dengan Platinum”, IM3 Platinum Plus hadir sebagai opsi buat Gen Z yang ingin iPhone baru, kuota lega, jaringan andal, dan benefit travel dalam satu paket. Informasi lengkap harga dan ketersediaan bisa dicek di im3.id/iphone18pro.
Tekno
5 Tips Sukses Pakai Dating Apps bagi Perempuan di Atas 40 Tahun
Dating apps bukan cuma untuk anak muda. Bagi perempuan di atas 40 tahun, aplikasi kencan juga bisa jadi cara yang menyenangkan untuk bertemu orang baru, apalagi kalau dipakai dengan sadar dan tetap menjaga diri.
Kuncinya bukan banyaknya match, tapi seberapa nyaman dan sehat prosesnya. Berikut lima tips simpel yang bisa kamu coba.
1. Tahu Dulu Kamu Cari Apa
Sebelum mulai swipe, tanyakan dulu ke diri sendiri: apakah kamu ingin hubungan serius, sekadar kenalan, atau hanya ingin bertemu orang baru tanpa tekanan?
Kalau tujuannya jelas, kamu jadi lebih mudah memilih dan tidak gampang kecewa. Tidak ada aturan baku—yang penting, jangan paksa diri untuk segera berkomitmen kalau memang belum siap.
2. Buat Profil yang Jujur dan Menarik
Pakai foto terbaru yang wajar, bukan foto yang terlalu diedit sampai sulit dikenali. Tulis bio singkat tentang hobi, hal yang kamu sukai, atau cerita kecil tentang dirimu.
Jangan hanya menulis daftar syarat calon pasangan. Tunjukkan juga siapa kamu, supaya orang yang mendekat lebih tahu karaktermu dan cocok secara alami.
3. Pilih yang Nyaman Diajak Bicara
Penampilan memang bisa jadi daya tarik awal, tapi yang membuat hubungan bertahan biasanya adalah cara dia memperlakukan kamu. Perhatikan apakah dia mendengarkan, menghargai, dan nyaman diajak bicara.
Ajukan pertanyaan sederhana, misalnya tentang hobi, pekerjaan, atau hal yang membuatnya bahagia. Kalau percakapan terasa berat, satu arah, atau membuatmu tidak nyaman, tidak apa-apa untuk berhenti.
4. Tetapkan Batas, Jangan Takut Bilang Tidak
Kamu tidak wajib membalas semua pesan atau melanjutkan percakapan yang membuatmu merasa tidak nyaman. Batasan itu bukan berarti dingin, tapi bentuk menghargai diri sendiri.
Jangan terburu-buru memberi nomor telepon, alamat rumah, atau informasi keuangan. Kalau ada yang memaksa, terlalu cepat, atau terdengar mencurigakan, itu tanda untuk lebih hati-hati.
5. Utamakan Keamanan Saat Bertemu
Sebelum bertemu langsung, coba video call dulu agar kamu lebih yakin dengan identitasnya. Untuk pertemuan pertama, pilih tempat umum seperti kafe atau restoran.
Beri tahu teman atau keluarga tentang rencana bertemu, termasuk lokasi dan waktunya. Dan yang paling penting: percayai instingmu. Kalau ada yang terasa aneh, tidak apa-apa untuk membatalkan.
Dating apps hanya alat untuk bertemu orang. Yang menentukan kualitas hubungan tetap cara kalian berkomunikasi dan saling menghargai.
Jadi, tetap terbuka, tapi jangan lupa sayang diri sendiri. Kamu boleh mencari cinta, selama prosesnya juga membuatmu merasa aman dan nyaman.
Shopping
SATSPAM+ IM3 Lindungi Pejuang Ramadan dari Penipuan DigitalFitur WhatsApp Call Anti-Scam Pertama di Tanah Air
Ramadan membawa perubahan ritme yang signifikan. Dalam satu hari, volume chat, telepon, dan notifikasi digital meningkat drastis akibat urusan mudik, pembagian THR, belanja kebutuhan Lebaran, hingga sedekah digital. Di tengah kesibukan tersebut, para Pejuang Ramadan—pekerja kantoran, pelaku UMKM, driver ojol, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa—tetap bekerja keras agar bulan suci ini tetap bermakna bagi keluarga dan orang tercinta.
Namun, peningkatan aktivitas digital juga meningkatkan risiko penipuan. Data 2025 menunjukkan kasus penipuan digital selama Ramadan naik hingga 34,7%, dengan 89% terjadi melalui WhatsApp dan 64% melalui panggilan telepon. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, tercatat 7.034 laporan penipuan hingga November 2025 dengan total kerugian mencapai Rp143,88 miliar.
Menjawab tantangan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Kampanye ini memperkenalkan inovasi terbaru: perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus).
Fitur SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call. Fitur ini dilengkapi deteksi otomatis, pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi. SATSPAM+ didukung teknologi jaringan AIvolusi 5G yang lebih cepat dan aman, kombinasi kecanggihan AI dan kekuatan 5G IOH.
Di Yogyakarta, layanan 5G IOH telah menjangkau 24 kecamatan (14 di Kota Yogyakarta, 3 di Bantul, dan 7 di Sleman) dengan 305 BTS aktif yang terintegrasi AI. Konektivitas tetap stabil meski trafik melonjak di pusat perbelanjaan, area pendidikan, kawasan pemukiman, serta hub transportasi selama Ramadan.
“Sejak diluncurkan Agustus 2025, aktivasi SATSPAM+ di Jawa Tengah dan DIY terus bertumbuh positif. Di periode Ramadan ketika komunikasi dan transaksi meningkat tajam, kami ingin pelanggan dapat fokus beribadah dan beraktivitas dengan tenang. Fitur ini memperkuat komitmen IOH sebagai AI North Star di Indonesia, memberdayakan dan melindungi masyarakat secara inklusif, termasuk lansia dan warga di daerah rentan.” jelas Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison.
Paket Ramadan SATSPAM+ IM3
Seluruh pelanggan IM3 otomatis mendapatkan perlindungan SATSPAM+ tanpa biaya tambahan selama periode Ramadan. Pilihan paket:
Paket Unggulan
- 150GB/28 hari Rp150.000
- 300GB/28 hari Rp200.000
(masing-masing + 5.000 menit & SMS ke sesama IM3/Tri + akses gratis Viu atau Vidio Ultimate Mobile)
Paket Harian-Mingguan - 20GB/3 hari Rp20.000
- 30GB/5 hari Rp30.000
- 75GB/10 hari Rp50.000
(masing-masing + 1.000 menit & SMS ke sesama IM3/Tri)
Khusus Pelanggan IM3 Platinum
Perlindungan SATSPAM+ sudah termasuk dalam layanan pascabayar, ditambah bebas roaming di Malaysia dan Singapura menggunakan kuota utama. Tersedia juga paket Platinum 50 (50GB Rp100.000/bulan) dengan promo Ramadan: tambahan kuota 25GB hanya Rp25.000 (7 hari).
“Dengan SATSPAM+ dalam setiap Paket Ramadan IM3, pelanggan tidak hanya mendapatkan kuota internet, tetapi juga ketenangan. Karena di bulan suci ini, koneksi yang cepat saja tidak cukup—koneksi juga harus aman,” tutup Fahd.
Tekno
UGM Juara Dunia, Inovasinya Pakai Drone untuk Selamatkan Korban Bencana
Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Tim Tycoon berhasil meraih First Prize dalam ajang Global Sustainability Challenge (GSC) tahap Regional Final yang diselenggarakan pada 17–18 Januari 2025 di Zhejiang University, Hangzhou, China.
Global Sustainability Challenge (GSC) merupakan kompetisi tahunan berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh dunia untuk merancang, menerapkan, dan memamerkan solusi inovatif bagi isu keberlanjutan. Pada tahap regional final Asia Pasifik kali ini, kompetisi diikuti oleh 66 tim dari berbagai negara.
Kolaborasi Internasional dengan Solusi Teknologi Tanggap Bencana
Tim Tycoon merupakan tim kolaboratif yang terdiri atas empat mahasiswa UGM: Najwa Waqiah Saleh (Manajemen 2022), Nikita Dinda Azizah (Manajemen 2022), Gustav Susanto (Manajemen 2022), dan Satwika Nino Wandhana (Ilmu Komputer 2023). Mereka berkolaborasi dengan dua mahasiswa dari The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), yaitu Pranavi Kuntrapakam (Computer Engineering + AI) dan Anuk Ranaweera (Mechanical Engineering).
Dalam kompetisi tersebut, Tim Tycoon menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di negara berisiko tinggi seperti Indonesia. Gagasan mereka berupa sebuah aplikasi mobile yang terintegrasi dengan teknologi drone.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terdampak bencana alam, tetapi dari tahun 2004 hingga sekarang, belum terlihat perubahan signifikan baik dari sisi rapid response maupun proactive prevention,” ungkap Najwa Waqiah Saleh, salah satu anggota tim.
Sistem yang mereka rancang memanfaatkan drone untuk memetakan area terdampak bencana dan mendistribusikan bantuan darurat seperti makanan, minuman, dan perlengkapan P3K. Sementara itu, aplikasi mobile berfungsi sebagai pusat koordinasi dan penyebaran informasi yang menghubungkan masyarakat, relawan, dan pihak berwenang untuk merespons bencana dengan lebih efektif.
Menaklukkan Tantangan Waktu dan Koordinasi Lintas Negara
Proses kompetisi dimulai sejak tahap preliminary pada Oktober 2024, dilanjutkan dengan pengembangan prototipe selama kurang lebih satu bulan. Najwa mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengintegrasikan dua platform teknologi yang berbeda.
“Selain tantangan teknis, dinamika kerja tim lintas negara juga menjadi ujian tersendiri. Kami harus berkoordinasi secara daring dari berbagai zona waktu tanpa pernah bertemu fisik,” tambah Najwa. Namun, hal ini justru menjadi pembelajaran berharga. Kunci keberhasilannya, menurutnya, adalah pemberian ruang bagi setiap anggota untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama atas ide yang diusung.
Validasi Ide dan Bukti Kesiapan Bersaing di Tingkat Global
Pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan dosen pendamping, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., M.P.U., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UGM. Menurut Prof. Wakhid, solusi yang dipresentasikan tim telah menunjukkan kedalaman analisis dan relevansi dengan kondisi aktual.
“Kasus yang diangkat Tim Tycoon adalah kasus negara berkembang yang memiliki potensi menuju negara maju. Solusi yang disampaikan sudah mengaitkan isu keberlanjutan termasuk aspek lingkungan, sehingga penyampaian solusi bisnisnya komprehensif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa capaian First Prize ini membuktikan kesiapan mahasiswa UGM untuk bersaing di tingkat internasional.
Bagi Najwa dan tim, penghargaan ini lebih dari sekadar kemenangan kompetisi. “Ini menjadi sarana untuk memvalidasi gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap kondisi negara sendiri. Proses ini juga memberikan pembelajaran sangat berharga tentang pengambilan risiko dan pengembangan diri,” tutupnya.
Keberhasilan Tim Tycoon membuktikan bahwa kolaborasi internasional dan inovasi berbasis teknologi dapat menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan global, khususnya dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.

