Connect with us

Perbankan

Mau Mulai Koleksi Emas? BCA Syariah Buka Pembiayaan dari 5 Gram

Published

on

Nasabah BCA Syariah kini memiliki lebih banyak pilihan untuk membeli emas secara bertahap melalui layanan Emas iB. Selain Antam, tersedia emas Galeri 24 Pegadaian dan Hartadinata. Batas minimum pembiayaan juga diturunkan dari 10 gram menjadi 5 gram agar layanan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Direktur BCA Syariah Pranata menjelaskan, perubahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan layanan perseroan. Menurut keterangannya yang dikutip ANTARA, nasabah maupun calon nasabah kini bisa mengajukan pembiayaan mulai 5 gram. Pilihan mereknya juga bertambah dibandingkan sebelumnya yang hanya mencakup Antam.

Untuk mengajukan pembiayaan, nasabah dapat mendatangi kantor cabang atau menggunakan aplikasi BSya. Jalur digital ini memberikan pilihan bagi nasabah yang ingin mengurus pengajuan tanpa harus datang langsung ke bank.

Emas iB menggunakan akad murabahah, yakni jual beli berdasarkan prinsip syariah. Berdasarkan informasi BCA Syariah, layanan ini menyediakan uang muka mulai 10 persen dengan masa cicilan satu hingga lima tahun. Batas pembiayaannya mencapai Rp1 miliar, dengan pilihan kepingan emas berukuran 5, 10, 25, 50, 100, dan 250 gram.

BCA Syariah turut menawarkan gambaran cicilan mulai Rp200 ribuan per bulan. Meski demikian, nominal tersebut bukan patokan untuk semua pengajuan. Dalam materi BCA Expo 2026, perhitungannya menggunakan emas 5 gram dengan harga Rp2,6 juta per gram serta uang muka 10 persen.

Melalui program BCA Expo 2026, bank ini juga mencantumkan promo kartu Flazz senilai Rp100.000 bagi nasabah yang mengajukan pembiayaan emas di booth BCA Syariah. Ada pula voucher belanja hingga Rp500.000 sesuai total gramasi yang diajukan. Pengajuan 10–20 gram memperoleh voucher Rp100.000, sedangkan pengajuan minimal 100 gram mendapat voucher Rp500.000. Pengajuan 5 gram tidak tercantum dalam kelompok penerima voucher belanja tersebut.

Selain menyiapkan uang muka, calon nasabah perlu menghitung biaya lain. Informasi produk BCA Syariah mencantumkan margin setara 9 persen efektif per tahun dan biaya administrasi Rp200.000 untuk setiap pengajuan. Pemohon harus merupakan warga negara Indonesia, memiliki penghasilan, berusia minimal 21 tahun, dan tidak lebih dari 65 tahun ketika pembiayaan berakhir.

Pranata menilai emas dapat menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang. Namun, ia juga mengingatkan bahwa harga emas bisa naik maupun turun mengikuti kondisi ekonomi global. Karena itu, kemudahan membeli emas secara cicilan tetap perlu disertai pemahaman mengenai biaya, risiko harga, serta pentingnya membagi investasi ke beberapa instrumen.

Perbankan

Uang Jajan Cepat Habis? Ini 5 Tips Hemat Ala Gen Z Biar Dompet Tetap Aman

Published

on

By

Uang jajan baru masuk, tapi kok udah tipis sebelum akhir bulan? Tenang, kamu nggak sendirian. Antara bayar kos, makan, transportasi, kuota, dan godaan checkout saat midnight sale, uang bisa langsung “menghilang” tanpa sadar.

Nongkrong bareng teman, beli kopi kekinian, atau lihat diskon di aplikasi belanja memang menggoda. Tapi hemat bukan berarti hidup susah atau nggak boleh seneng-seneng. Intinya, atur dulu kebutuhan, baru nikmati keinginan. Berikut lima tips simpel biar uang jajan nggak cepat habis.

  1. Bagi Uangnya Sejak Awal

Begitu uang jajan masuk, jangan langsung checkout atau ajak teman nongkrong. Pisahkan dulu untuk kebutuhan penting: makan, transportasi, kuota, dan keperluan kuliah.

Cara gampangnya, bagi uang per minggu. Jadi kamu tahu berapa yang boleh dipakai tiap minggu, dan nggak sampai tanggal 15 uangnya sudah habis.

Sisihkan juga sedikit untuk tabungan darurat atau hiburan. Boleh nongkrong, boleh beli kopi, asal jumlahnya sudah kamu batasi dari awal.

  1. Catat Pengeluaran Sekecil Apa Pun

Beli minuman Rp15 ribu atau cemilan Rp10 ribu memang terasa sepele. Tapi kalau hampir tiap hari, dalam sebulan bisa jadi ratusan ribu.

Cukup catat di notes HP atau pakai aplikasi pencatat keuangan. Yang penting konsisten, bukan harus pakai aplikasi yang ribet.

Setelah beberapa hari, cek catatanmu. Kamu bakal kaget lihat kebiasaan apa yang paling banyak “makan” uang, lalu mulai kurangi pelan-pelan.

  1. Jangan Langsung Checkout Karena Diskon

Diskon, gratis ongkir, dan cashback memang bikin seneng. Tapi ingat: barang murah tetap jadi pengeluaran kalau sebenarnya nggak kamu butuhkan.

Sebelum checkout, tanya dulu: “Ini kebutuhan atau cuma keinginan sesaat?” Kalau masih ragu, simpan dulu keranjangnya selama 24 jam.

Biasanya setelah ditunda, kamu jadi sadar kalau barang itu nggak terlalu penting. Dompet pun selamat.

  1. Kurangi Makan di Luar, Coba Bekal atau Masak Bareng

Makan di luar atau pesan online memang praktis, tapi harganya bisa jauh lebih mahal dibanding makan di rumah atau kos. Kalau dilakukan terus, pengeluaran makan bisa jadi yang paling besar.

Coba bawa bekal beberapa hari dalam sepekan, atau masak bareng teman satu kos. Selain lebih hemat, biasanya juga lebih sehat dan bisa jadi momen seru bareng teman.

Kalau memang ingin makan di luar, pilih sesekali saja dan tetap sesuai budget. Nikmati tanpa harus merasa bersalah.

  1. Nongkrong Boleh, Tapi Ada Batasnya

Nongkrong bareng teman itu penting untuk melepas penat dan jaga pertemanan. Tapi kalau tiap hari dan selalu di tempat mahal, uang bisa cepat habis.

Tetapkan batas, misalnya nongkrong satu atau dua kali sepekan. Pilih tempat yang lebih ramah di kantong, seperti nongkrong di kos, taman, kampus, atau tempat yang punya menu murah.

Nggak perlu malu bilang sedang hemat. Teman yang baik pasti paham, bahkan mungkin ikut ikut hemat juga.

Hemat itu bukan soal pelit, tapi soal tahu prioritas. Kebutuhan dulu, keinginan boleh, asal terukur.

Mulai dari hal kecil: bagi uang, catat pengeluaran, tunda checkout, bawa bekal, dan atur nongkrong. Konsisten saja, dompetmu akan jauh lebih aman sampai akhir bulan.

Continue Reading

Perbankan

Marbot Masjid Jakarta Berangkat Umrah Lewat Adira Finance

Published

on

By

Bagi sebagian besar masyarakat, perjalanan ibadah ke Tanah Suci merupakan mimpi besar yang butuh persiapan panjang. Namun, bagi Bapak Feri Jaenudin, seorang marbot masjid di Jakarta, kesempatan itu hadir secara tak terduga melalui kedisiplinan sehari-hari. Di tengah tugas mulianya merawat rumah ibadah, ia terpilih sebagai pemenang program ‘UMRAH Untuk Sahabat’ Adira Finance dan berkesempatan berangkat Umrah.

Kisah Bapak Feri menjadi bukti nyata bahwa niat tulus menjaga keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak, mampu membuka pintu keberkahan yang luar biasa. Kesetiaan membayar angsuran di Adira Finance justru mengantarkannya mewujudkan impian sujud di depan Ka’bah.

“Saya hanya berusaha menjadi ayah yang bertanggung jawab dengan disiplin membayar cicilan pendidikan anak melalui Adira Finance. Tak pernah terbayang bahwa kedisiplinan itu akan menjadi ‘tiket’ saya untuk beribadah di Tanah Suci. Ini sungguh jawaban doa yang datang lewat jalan tak terduga,” ungkap Bapak Feri dengan haru.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program ‘UMRAH Untuk Sahabat’ semakin menegaskan komitmen Adira Finance dalam menghargai loyalitas pelanggan setia. Setelah berhasil memberangkatkan ratusan konsumen ke Tanah Suci dalam dua tahun terakhir, program ini membuktikan bahwa Adira Finance tidak hanya melihat angka transaksi, melainkan juga perjuangan dan harapan setiap keluarga Indonesia.

Swandajani Gunadi, Wakil Direktur Utama Adira Finance, menekankan, “Program ‘UMRAH Untuk Sahabat’ merupakan wujud strategi kami dalam memperkuat ekosistem yang berpusat pada pelanggan. Kami menjalin hubungan bukan sekadar transaksi pembiayaan, tapi kemitraan jangka panjang berbasis kepercayaan. Dengan menyentuh sisi spiritual, kami berkomitmen memberikan nilai tambah yang bermakna di setiap tahap kehidupan Sahabat Setia Selamanya.”

Adira Finance terus mempermudah masyarakat mewujudkan impian spiritual melalui berbagai kanal, termasuk Adira Expo di berbagai kota. Setiap pengajuan pembiayaan langsung di Adira Expo memberikan peluang menang dua kali lipat dalam program ‘UMRAH Untuk Sahabat’, sebagai bentuk apresiasi bagi konsumen yang memenuhi kebutuhan otomotif maupun SolusiDana.

Kesempatan masih terbuka hingga 30 Juni 2026 bagi seluruh konsumen Adira Finance. Peluang menang dapat ditingkatkan dengan menukar adirapoin menjadi kupon undian melalui aplikasi adiraku, lengkap dengan bonus saldo uang elektronik hingga Rp100.000 untuk penukaran minimal 40 kupon. Bagi yang merencanakan Haji Plus, solusi syariah HASANAH hadir untuk memperoleh Nomor Porsi tanpa harus menunggu tabungan terkumpul penuh.

Continue Reading

Events

Risiko Jadi “Vassal State”? Ekonom UGM Warning soal Bahaya ART Indonesia-Amerika

Published

on

By

Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rimawan Pradiptyo, Ph.D., menyoroti ketimpangan dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani 19 Februari 2026. Menurutnya, perjanjian ini perlu dikaji mendalam menggunakan Regulatory Impact Assessment (RIA) agar dampak jangka pendek maupun panjang terhadap ekonomi nasional bisa dipahami secara utuh.

Rimawan menilai, idealnya pemerintah melakukan RIA sebelum dan selama negosiasi. Namun, akademisi baru mengakses dokumen lengkap setelah perjanjian diunggah ke situs resmi pemerintah AS. “Kita tetap bisa lakukan analisis RIA sambil menunggu konsultasi pemerintah ke DPR,” ujarnya.

Perjanjian ini dinilai asimetris. Bagian mukadimah ART menjanjikan kedaulatan, kemakmuran, dan rantai pasok yang tangguh dengan manfaat bersama. Namun, isi utama perjanjian justru membebani Indonesia lebih berat, sementara keuntungan terbesar mengalir ke Amerika Serikat.

“Indonesia menghadapi risiko lebih tinggi, termasuk gugatan dari negara lain melalui WTO dan kemungkinan retaliasi,” jelas Rimawan. Amerika Serikat memiliki empat klausul pengaman (safeguard clause), sementara Indonesia tidak punya perlindungan setara, sehingga meningkatkan risiko ekonomi dan hukum.

Selain itu, ada potensi pelanggaran terhadap lima pasal UUD 1945, termasuk Pembukaan UUD, yang memerlukan penyesuaian regulasi besar-besaran mulai dari undang-undang hingga peraturan teknis. Rimawan menggunakan pendekatan game theory untuk menganalisis proses negosiasi, yang lebih mirip ultimatum game di mana Amerika Serikat berposisi sebagai pemimpin (leader) dan Indonesia sebagai pengikut (follower).

Beberapa pasal dinilai memberatkan, seperti kewajiban memfasilitasi pembelian barang AS, harmonisasi regulasi, pembatasan kebijakan domestik, hingga kewajiban membuka lapangan kerja dan investasi di Amerika Serikat. Perjanjian ini juga berpotensi mengganggu politik bebas aktif Indonesia dan membatasi ruang Indonesia menjalin FTA dengan negara lain karena hak veto AS.

Rimawan mengingatkan, ART mencerminkan kembalinya semangat merkantilisme era kolonial di tengah perdagangan global modern. Ia mencontohkan pengalaman Konferensi Meja Bundar (KMB) pasca-kemerdekaan, di mana Indonesia menanggung beban ekonomi berat demi kedaulatan. “ART ditandatangani tanpa perang atau krisis, tapi berpotensi menjadikan Indonesia seperti negara bawahan,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending