Events
Adeira Diaz Kamila: Pantang Menyerah, Disiplin, dan Optimis
Bagi gadis cilik kelahiran Sleman, 19 Januari 2016 ini, membagi waktu antara belajar di sekolah dan mengikuti berbagai kegiatan non-akademik sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Adeira Diaz Kamila, atau akrab disapa Ara, sejak kecil telah ditempa kedisiplinan oleh orang tuanya. Cara ini membuatnya terbiasa menghadapi segudang aktivitas tanpa mengorbankan prestasi.
Siswi kelas 4 SD ini membuktikan bahwa kemampuan mengatur waktu bisa menjadi kunci sukses. Sejak duduk di bangku playgroup, Ara sudah mencicipi berbagai olahraga, mulai dari inlineskate hingga wall climbing. Namun, sejak kelas 1 SD, pilihannya mantap terarah ke olahraga basket. Tekun berlatih di klub dan mengikuti berbagai turnamen, beragam prestasi pun ia dapatkan.
Tak hanya piawai di lapangan, prestasi akademiknya pun bersinar. Ara kerap meraih nilai sempurna pada beberapa mata pelajaran. Terbaru, ia berhasil membawa pulang Medali Perak dalam ajang International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2025, sebuah pencapaian membanggakan bagi dirinya dan keluarga.
Prestasinya yang gemilang di dua bidang sekaligus mengantarkan Ara meraih beasiswa prestasi basket dan pendidikan. Kesempatan ini membuatnya harus pindah sekolah dan klub basket untuk mendukung masa depan dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.
“Seneng banget bisa dapat beasiswa, apalagi ini hal yang sangat aku sukai, jadi menjalaninya lebih happy. Harus lebih giat belajar dan disiplin lagi, dan yang paling penting keluarga sangat mendukung,” ungkap Ara, tersenyum.
Kisah perjuangan Ara menjadi bukti bahwa pantang menyerah, disiplin, dan optimis adalah kunci untuk meraih impian. Ia menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya untuk terus melangkah, fokus, dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil.
Seperti yang diyakininya, kesuksesan hari esok adalah hasil dari usaha yang dilakukan hari ini.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

