Travel
Hotel Kotta GO Meriahkan Ramadan 2024 dengan Konsep Ketupat Ramadan
Yogyakarta, 20 Maret 2024 – Ramadan tahun ini kembali menjadi momen bersejarah bagi industri pariwisata dan perhotelan di kota Yogyakarta, terutama dengan kehadiran Hotel Kotta GO Yogyakarta yang turut memeriahkan suasana Ramadan 2024 dengan sajian istimewa untuk berbuka puasa. Hotel Kotta GO Yogyakarta, sebuah hotel bintang 3 yang terletak di tengah kota Yogyakarta, telah menyiapkan konsep unik “Ketupat Ramadan” yang menghangatkan hati para tamu dan memperkaya pengalaman berpuasa mereka.
Marketing Communication Hotel Kotta GO Yogyakarta, Rivan Sodiq Jagatnoto, menjelaskan bahwa hidangan berbuka puasa di hotel ini akan mempersembahkan konsep all you can eat buffet (prasmanan) dengan lebih dari 50 jajaran item menu khas nusantara yang lezat. Dengan harga terjangkau mulai dari 99 ribu rupiah untuk harga regular dan promo early bird seharga 89 ribu rupiah bagi para Kottalites (sebutan untuk tamu Hotel Kotta GO Yogyakarta) yang melakukan reservasi sebelum tanggal 9 Maret 2024.
“Konsep ‘Ketupat Ramadan’ yang kami usung bertujuan untuk membawa kembali nuansa Ramadan yang kental dengan citra nusantara kepada para Kottalites,” ujar Rivan. “Kami telah menyiapkan beragam sajian khas nusantara seperti Ikan Sambal Dabu-dabu, Gulai Ayam, Ikan Bakar Spesial, Kolak Pisang, Sup Ayam Klaten, Soto Mie Bogor, dan masih banyak lagi. Setiap pemesanan 10 Pax, para Kottalites akan mendapatkan gratis 1 Pax.”
Promo spesial “Ketupat Ramadan: Iftar Buffet All You Can Eat” dapat dinikmati setiap hari mulai pukul 17.30 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB di Piyama Café, Hotel Kotta GO Yogyakarta.
Kotta GO Hotel Yogyakarta, yang terletak hanya 400 meter dari Tugu Yogyakarta, menawarkan pengalaman menginap yang unik dengan memadukan budaya Jogja yang kaya dengan sentuhan modernisme. Lukisan-lukisan yang menghiasi setiap sudut hotel menggambarkan keindahan budaya lokal, dari koridor hingga tiap kamar, menciptakan atmosfer yang memikat bagi para tamu.
Piyama Café, yang terletak di dalam lobi hotel, menjadi pusat perhatian bagi para tamu dan pengunjung dengan suasana yang menyenangkan. Dengan beragam pilihan menu sarapan yang lezat dan suasana yang cocok untuk nongkrong, Piyama Café menjadi destinasi yang ideal bagi kaum milenial maupun wisatawan yang ingin menikmati momen istimewa di Yogyakarta.
Hotel Kotta GO Yogyakarta tidak hanya menawarkan pengalaman menginap yang berkesan, tetapi juga menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi para pecinta masakan nusantara di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah.
Bagi informasi lebih lanjut dan reservasi, kunjungi situs web resmi Hotel Kotta GO Yogyakarta di www.kottagoyogyakarta.com atau hubungi +62 123456789.
Tentang Hotel Kotta GO Yogyakarta:
Hotel Kotta GO Yogyakarta adalah hotel bintang 3 yang terletak di tengah Kota Yogyakarta. Dengan konsep yang memadukan budaya Jogja dengan modernisme, hotel ini menawarkan pengalaman menginap yang unik dan layanan berkualitas bagi para tamu.
Kontak Media:
Rivan Sodiq Jagatnoto
Marketing Communication Hotel Kotta GO Yogyakarta
Email: rivan@kottagoyogyakarta.com
Telepon: +62 123456789
Travel
Bikin Matcha di Rumah Nggak Gagal Lagi, Ini 4 Tips dari Matcha Expert
Matcha memang lagi jadi favorit, mulai dari yang diminum di kafe sampai yang dicoba bikin sendiri di rumah. Tapi, ternyata bikin matcha yang enak nggak semudah nge-brew kopi sachet. Ada teknik dan detail kecil yang bisa bikin hasilnya pahit kalau salah langkah.
Head Tearista Matchaya Indonesia, Ziyan, membagikan tips praktis supaya matcha buatan rumah tetap segar, berbuih halus, dan punya rasa umami. Berikut panduannya yang bisa langsung kamu coba.
1. Wajib Punya Chasen
Buat kamu yang baru mau mulai, nggak perlu langsung borong alat matcha yang lengkap. Ziyan menekankan bahwa alat paling penting sebenarnya hanya satu: chasen atau pengocok bambu khusus matcha.
“Kebanyakan orang-orang yang fomo bikin matcha itu terlalu fokus sama perlatan. Sebenarnya nggak perlu terlalu banyak. Kayak bowl (mangkuk) itu bisa apa saja, timbangan, seringan, semuanya nggak terlalu penting. Intinya, harus punya chasen,” ujarnya saat ditemui tim detikFood di Matchaya Gandaria City.
Kalau mengocoknya pakai alat yang kurang tepat, matcha bisa gagal berbuih dan rasanya jadi pahit. Jadi, chasen adalah investasi pertama yang paling worth it.
2. Pilih Bubuk Matcha yang Tepat
Jangan asal beli bubuk hijau, ya. Matcha punya banyak jenis, mulai dari culinary sampai ceremonial. Untuk diminum langsung, Ziyan menyarankan memilih matcha ceremonial.
“Matcha ceremonial itu dari daun yang paling atas, paling muda. Penanamannya juga melalui proses shading sehingga pembentukan klorofilnya memang maksimal,” jelasnya.
Cara paling gampang mengenali matcha yang bagus adalah dari warnanya. Pilih yang hijau gelap dan cerah, bukan yang hijau muda atau kekuningan.
3. Perhatikan Suhu Air
Ini kesalahan yang paling sering terjadi: pakai air terlalu panas. Padahal, panas berlebih bisa merusak rasa asli matcha dan membuatnya terasa pahit.
Ziyan menyarankan suhu air sekitar 70 derajat Celsius, atau yang hangat kuku. “Matcha itu nggak bisa pakai suhu yang terlalu panas. Maksimal banget 74 derajat celcius agar rasanya umami, nggak pahit, dan lebih segar,” ujarnya.
4. Kocok dengan Teknik yang Benar
Mengocok matcha bukan soal lama, tapi soal teknik. Pertama, pastikan chasen menyentuh dasar wadah untuk melarutkan bubuk matcha dengan air.
Setelah itu, kocok dengan chasen dalam posisi mengambang dan gerakan secepat mungkin sampai matcha berbuih halus. Semakin tepat tekniknya, warna matcha akan semakin gelap dan rasanya makin segar tanpa rasa pahit.
Jadi, kunci matcha anti gagal sebenarnya sederhana: punya chasen, pilih matcha ceremonial, jaga suhu air, dan kocok dengan teknik yang benar. Dengan empat langkah ini, kamu bisa bikin matcha kafe-quality langsung dari dapur.
Travel
Naik Kereta Bisa Lebih “Me Time”: KAI Siapkan Kursi Ekstra Diskon 50 Persen
Jakarta – Buat kamu yang sering merasa perjalanan kereta terasa kurang privat, kabar ini bisa jadi kabar baik. PT Kereta Api Indonesia (KAI) sedang menyiapkan layanan extra seat atau kursi tambahan dengan potongan harga 50 persen. Intinya, penumpang berpeluang membeli kursi kosong di sebelahnya supaya perjalanan terasa lebih lega, tenang, dan bebas dari rasa sesak.
Program ini direncanakan mulai diperkenalkan pada periode Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2026/2027. Direktur Komersial KAI, Dendy Kurniawan, menyebut pihaknya masih menyelesaikan platform pendukung agar layanan tersebut bisa segera dijalankan. Jadi, bukan cuma soal beli tiket, tapi juga soal menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman.
Layanan ini diproyeksikan cocok bagi penumpang yang ingin punya ruang lebih, terutama saat menempuh perjalanan jauh selama tiga hingga lima jam atau lebih. KAI juga menyebut fasilitas ini relevan bagi penumpang yang ingin perjalanan lebih tenang, termasuk mereka yang mengidentifikasi diri sebagai introvert. Jadi, kalau kamu tipe orang yang butuh “me time” di perjalanan, opsi ini layak ditunggu.
Tapi tenang, ini bukan berarti semua kereta akan langsung menyediakan kursi ekstra. KAI akan memilih rute atau relasi tertentu dengan mempertimbangkan tingkat keterisian penumpang. Artinya, kalau suatu perjalanan memang sudah penuh, kursi tambahan kemungkinan besar tidak akan tersedia.
Untuk cara belinya, mekanismenya direncanakan mirip pembelian tiket daring biasa. Perbedaannya, nama pengguna kursi tambahan harus didaftarkan sejak awal transaksi. Ketentuan ini dibuat untuk mencegah penyalahgunaan tiket, termasuk praktik calo yang membeli tiket dalam jumlah besar lalu menjualnya kembali.
Sampai berita ini diturunkan, KAI belum mengumumkan daftar kereta, rute, maupun detail teknis penggunaan extra seat. Jadi, calon penumpang masih perlu menunggu pengumuman resmi sebelum berencana mengunci kursi sebelah. Sementara itu, KAI juga tengah menghadirkan berbagai layanan lain seperti Nusantara Explorer, Warteg on Train, KAILA, serta Rame Deals untuk memperkaya pengalaman naik kereta.
Travel
Soft Launching Bukan Berarti Sembunyiin Pacar, Cek Tipsnya Dulu
Baru jadian memang sering bikin deg-degan, apalagi soal unggahan di media sosial. Kamu mungkin belum siap pamer wajah pasangan, tapi tetap ingin menunjukkan kalau kalian sedang bahagia. Nah, soft launching jadi pilihan yang sering dipakai—misalnya upload foto tangan, punggung, atau suasana kencan tanpa memperlihatkan wajah secara jelas.
Meski terlihat simpel, cara ini tetap perlu dikomunikasikan dengan pasangan. Tanpa kesepakatan yang jelas, unggahan yang kamu anggap manis bisa jadi sumber salah paham. Berikut tiga tips agar soft launching tetap terasa sehat dan menyenangkan, dikutip dari penelitian Travers di Psychology Today.
1. Bicara Terbuka Sejak Awal
Jangan anggap pasangan otomatis paham alasanmu memilih soft launching. Ceritakan dengan jujur kenapa kamu belum ingin menampilkan hubungan secara terbuka di media sosial.
Kalau tidak dibahas, pasangan bisa merasa tidak dihargai, malu, atau bahkan merasa hubungannya tidak dianggap serius. Komunikasi yang terbuka membantu kalian berada di halaman yang sama sejak awal.
2. Jelaskan Makna di Balik Unggahan
Setiap foto yang diunggah biasanya punya alasan. Mungkin kamu ingin menandakan sedang bahagia, tapi belum merasa perlu memamerkan hubungan secara penuh.
Pastikan pasangan tahu sudut pandangmu, bukan menebak sendiri. Jangan mengambil keputusan sepihak—pastikan kalian sama-sama nyaman dan sepakat dengan makna di balik unggahan tersebut.
3. Sepakati Batasan yang Jelas
Soft launching tetap butuh batasan. Misalnya, hanya memperlihatkan punggung, tangan yang saling menggenggam, atau suasana dinner tanpa wajah yang terlihat.
Bahas batasan itu bersama supaya tidak ada yang merasa tersinggung. Kesepakatan kecil seperti ini bisa menjaga kepercayaan dan mencegah konflik yang tidak perlu.
Pada akhirnya, soft launching bukan soal menyembunyikan pasangan, melainkan soal menghormati privasi dan kenyamanan satu sama lain. Selama komunikasinya jalan dan batasannya jelas, unggahan manis kalian bisa tetap terasa spesial tanpa drama.
-
Perbankan6 hari agoMau Mulai Koleksi Emas? BCA Syariah Buka Pembiayaan dari 5 Gram
-
Events1 minggu agoBorobudur Bukan Sekadar Spot Foto, Nilai Budayanya Juga Perlu Dijaga
-
Travel4 hari agoNaik Kereta Bisa Lebih “Me Time”: KAI Siapkan Kursi Ekstra Diskon 50 Persen
-
Travel5 hari agoSoft Launching Bukan Berarti Sembunyiin Pacar, Cek Tipsnya Dulu
-
Otomotif4 hari agoAndy Setiawan Audioworkshop Yogyakarta Raih Gelar Asia Champion Audio Mobil 2026
-
Travel4 hari agoBikin Matcha di Rumah Nggak Gagal Lagi, Ini 4 Tips dari Matcha Expert
-
Events2 hari agoVolume Sampah Meningkat, Pengangkutan di Pasar Kranggan Direncanakan Tiga Kali Sebulan

