Home Promo Menjelang 3 Hari Menuju Ramadhan

Menjelang 3 Hari Menuju Ramadhan

91
0
SHARE

www.ekbizz.com – Sahabat, Wabah pandemi covid-19 demikian kerasnya menghantam dunia, sehingga hampir seluruh sektor usaha di seluruh belahan dunia mengalami dampaknya, termasuk negara kita Indonesia. Akibatnya ekonomi melemah dan jumlah orang miskin bertambah serta masyarakat pun agak kesulitan dalam menjelankan ritual ibadah. Sementara di sisi yang lainnya, kita semua sekarang berada di ambang pintu bulan yang mulia, yaitu bulan Ramadhan, yang segala keutamaan dalam ibadah berada di dalamnya.

Sehingga kaum muslimin akan berlomba-lomba untuk meningkatan amal ibadah dan amal shaleh lainnya, demi menggapai keutamaan dan kemuliaan yang terkandung di bulan ini. Dan juga umumnya bahwa di bulan Ramadhan, kebutuhan konsumsi masyarakat akan meningkat. Tentu tidak terbayangkan ketika kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat, sementara tingkat ekonominya melemah. Kekhawatiran terjadinya ketimpangan sosial pun menjadi isu tersendiri di tengah wabah covid-19 ini.

Oleh karenanya, di tengah kondisi pandemi covid-19 dengan segala dampaknya yang ada, perlu kiranya kita memiliki kesiapan tersendiri dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1441 H, yaitu sebagai berikut :

Al-I’dad Al-Ilmy, yaitu persiapan dari sisi keilmuan tentang fiqh puasa Ramadhan. Karena ilmu sangat penting dalam melandasi suatu amal ibadah seseorang, agar seluruh rangkaian ibadah shaum Ramadhan sudah memenuhi rukun dan syaratnya, serta ketentuan-ketentuan fiqhnya.

Al-I’dad Al-Amaly, yaitu pesiapakan dari sisi amalan-amalan yang perlu dilakukan menjelaang ibadah puasa Ramadhan. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Saw memperbanyak puasa sunnah di sebelum Ramadhan, yaitu di bulan Sya’ban. Bahkan dalam hadits riwayat Muslim disebutkan oleh Aisyah ra bahwa Nabi SAW berpuasa penuh di bulan Sya’ban, kecuali beberapa hari sebelum Ramadhan. Disamping itu, tedapat juga riwayat bahwa para sahabat dan tabi’in memperbanyak membaca Al-Qur’an di bulan Sya’ban, bahkan ada riwayat yang menyebutkan bahwa “sya’ban merupakan bulannya para pembaca Al-Qur’an.

Al-I’dad Ar-Ruhy, yaitu persiapan dari sisi ruhiyah dan keimanan seseorang. Substansinya adalah agar ketika memasuki bulan Ramadhan, kondisi hati, mental, keimanan dan ketakwaan seseorang sedang dalam kondisi prima, siap untuk menjalan moment ibadah-ibadah besar di bulan Ramadhan. Dahulu salafuna shaleh, mememperbanyak doa meminta kepada Allah SWT, agar usia mereka disampaikan hingga ke bulan Ramadhan. Dan doa merupakan sarana untuk menguatkan ruhiyah. Di samping doa, sarana lain untuk menguatkan ruhiyah adalah dengan cara memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT. Agar ketika memasuki bulan Ramadhan, minimal dosa-dosa seseorang sudah banyak yang gugur, dan jangan sampai justru dosa-dosa yang dilakukan menjadi penghalang diterimanya amal shaleh yang dilakukan di bulan Ramadhan.

Al-I’dad Al-Jasady, yaitu persiapan dari sisi fisik agar ketika memasuki bulan Ramadhan fisik seseroang benar-benar dalam kondisi baik dan prima, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan maksimal. Setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan dalam rangka mempersiapkan fisik sebelum Ramadhan, yaitu pertama rutin berolah raga, meskipun di dilakukan dari rumahnya, kedua jika diperlukan chek up kesehatan, dan ketiga adalah mengkonsumsi vitamin, suplemen, madu, dsb.

Al-I’dad Al-Maly, yaitu persiapan dari sisi finansial, agar ketika memasuk bulan Ramadhan, kita siap secara finansial untuk menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Karena dari satu sisi tingkat konsumsi keluarga akan meningkat, dan sisi lainnya keutamaan infak shadaqah yang paling besar dan paling mulia adalah di bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat, “Sedekah yang paling baik adalah sedekah yang dilakukan di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi). Maka setidaknya ada berberapa hal yang perlu dipersiapkan menjelang Ramadhan dari sisi finansial, yaitu :

Finansial untuk konsumsi keluarga selama Ramadhan, Idul Fitri dan pasca Idul Fitri. Sebaiknya karena kondisi pandemi covid-19, konsumsi keluarga tidak telalu boros dan berlebihan, karena kita tidak tahu bagaimana nanti kondisi selanjutnya. Usahakan tetap memiliki tabungan untuk jaga-jaga kebutuhan di masa mendatang.

Dana zakat, dengan cara menghitung jumlah kekayaan simpanan berupa tabungan, deposito, surat berharga, investasi-investasi, emas, dsb. Kemudian dihitung berupa jumlah keseluruhannya lalu keluarkan 2,5% sebagai zakatnya. Karena zakat atas harta tersebut adalah wajib, dan merupakan hak fakir miskin yang Allah SWT titipkan kepada kita.

Dana infak shadaqah. Di bulan Ramadhan justru kita sangat dianjurkan untuk berinfak shadaqah. Karena infak shadaqah yang paling afdhal dilakukan adalah di bulan Ramadhan. Sementara itu banyak orang yang lupa berinfak shadaqah di bulan Ramadhan lantaran merasa sudah mengeluarkan zakat. Padahal berbeda antara zakat dengan infak shadaqah. Maka baiknya budgetkan juga untuk infak shadaqah di bulan Ramadhan, di luar zakat.

Inilah diantara beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan, dan mudah-mudahan meskipun di tengah wabah covid-19 seperti ini, kita semua masih dapat memaksimalkan ibadah kita di bulan Ramadhan 1441 H serta kita semua bisa mendapatkan segala keutamaan dan kemuliaan yang terkandung di dalamnya.