Events
Upaya Mencegah Diabetes Mellitus Sejak Dini
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman dan juga PPPKMI (Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia) Wilayah DIY menggelar hybrid webinar bertajuk “Diabetes Mellitus Mengancam Generasi Muda Yogyakarta”, Kamis (25/5).
Acara yang diselenggarakan di Auditorium Pascasarjana FK-KMK UGM tersebut merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dan juga sebagai salah satu tindaklanjut dari survei rutin yang dilakukan oleh HDSS Sleman. Webinar menghadirkan para pakar dari UGM.
Guru Besar FKKMK UGM, Prof. dr. Hari Kusnanto Josef, S.U., DrPH, menjelaskan bahwa penyakit diabetes mellitus (DM) mengancam terwujudnya Indonesia Emas 2045. Terdapat banyak faktor yang berkontribusi pada terjadinya diabetes mellitus seperti kegemukan (obesitas), pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik dan perilaku sedentari, stress, serta pola tidur yang tidak sehat. Kegemukan sebagai faktor risiko DM semestinya tidak hanya diukur dari indek masa tubuh (IMT), namun akan lebih pas jika diukur dengan lingkar perut.
Saat ini, jumlah penyandang DM terus meningkat, meskipun sebenarnya angka tersebut masih merupakan fenomena gunung es. Masih banyak individu yang sudah menderita DM, namun belum menyadari bahwa kalau menyandang DM.
“Yang lebih memprihatinkan lagi adalah bahwa usia mulainya terdiagnosis DM semakin muda, bahkan remaja pun mulai terdeteksi pre DM,” jelasnya.
Prof Hari Kusnanto yang merupakan ahli Kedokteran Layanan Primer juga menegaskan tentang pentingnya pencegahan dan pengelolaan DM. Bagi masyarakat yang sehat maupun penyandang DM semua perlu untuk bergerak bersama, melakukan pencegahan dan pengelolaan DM melalui DIABETES (DIet seimbang, Aktifkan gerakan badan, Bebas asap rokok dan narkoba, Enyahkan stress, Tidur nyaman, Evaluasi gula darah, dan Selalu berinteraksi positif). Dengan demikian diharapkan bahwa yang sehat tetap sehat, yang sudah terlanjut menyandang DM pun tetap terkendali, tidak semakin parah dan tidak terjadi komplikasi.
Sementara Dosen bagian Ilmu penyakit Dalam FKKMK UGM dr Vina Yanti Susanti, SpPD-KEMD., menjelaskan bahwa terdapat faktor risiko DM yang bisa diubah dan ada faktor risiko DM yang tidak bisa diubah. Usia lebih dari 40 tahun, memiliki riwayat keluarga penyandang DM, kehamilan dengan Riwayat DM, Ibu dengan Riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kg, serta bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) kurang dari 2,5kg merupakan faktor risiko DM yang tidak dapat diubah.
Lebih lanjut dr Vina menjelaskan bahwa DM dapat menyebabkan terjadinya penyakit tidak menular dan juga memparah penyakit tidak menular lainnya seperti penyakit jantung, stroke, penyempitan pembuluh darah, gangguan saraf termasuk saraf mata hingga dapat menimbulkan kebutaan, serta memungkinkan terjadinya kerusakan ginjal. Banyaknya kemungkinkan komplikasi yang dapat terjadi pada seorang penyandang DM mengisyaratkan pentingnya pengelolaan DM dengan baik dan tetap dengan berkonsultasi dengan dokter.
Masyarakat dihimbau agar tidak mudah mempercayai berita-berita yang beredar yang belum dijamin kebenarannya. “Pengelolaan DM secara tepat akan meningkatkan kualitas hidup penyandang DM. Pencegahan dan skrining yang dilakukan secara dini serta penerapan perilaku hidup sehat semestinya dilakukan oleh setiap lapisan masyarakat agar meminimalkan dampak buruk dari DM,”urainya.
Selanjutnya, Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFO, AIFM ahli fisiologi UGM menjelaskan bahwa semua orang perlu sehat dan bugar untuk dapat mencegah dan mengendalikan DM. Sehat dan bugar tersebut dicapai dengan menerapkan perilaku hidup sehat yang meliputi pembiasaan melakukan aktivitas fisik dan olahraga, menjaga nutrisi melalui pemenuhan gizi seimbang termasuk kecukupan air putih, menjaga pola tidur yang berkualitas, serta dengan selalu berpikir positif, menjaga hubungan sosial dengan orang lain serta taat beribadah.
Aktivitas fisik dan olahraga, lanjutnya, sangatlah penting dilakukan oleh semua usia dan perlu dibiasakan sejak dini. Karena kecukupan aktivitas fisik dan olah raga menjadi investasi kita agar dapat terhindar dari berbagai Penyakit dan juga memiliki kualitas hidup yang lebih sehat.
Denny menjelaskan pentingnya pembentukan lingkungan fisik dan sosial yang mendukung untuk mampu melakukan aktivitas fisik dan olah raga menjadi sangat penting. Sekolah-sekolah diharapkan memiliki sarana dan kebijakan yang memungkinkan siswanya untuk aktif bergerak, tidak hanya berpikir tentang prestasi akademik saja. Pembiasaan ini tentu tidak hanya menjadi tugas dari sekolah atau tempat pendidikan saja, namun juga menjadi tugas dari keluarga, untuk membiasakan setiap anggotanya untuk aktif bergerak dan juga melakukan skrining kesehatan secara teratur.
“Sementara itu, pemerintah juga diharapkan mengembangkan berbagai kebijakan yang mendorong masyarakatnya untuk lebih sehat dan bugar, termasuk dengan menyediakan berbagai ruang terbuka yang nyaman untuk melakukan aktivitas fisik dan memberikan regulasi yang lebih memungkinkan masyarakat mengonsumsi makanan sehat,”imbuhnya.
Events
JIFFINA 2026 Resmi Digelar, Indonesia Siap Jadi Pusat Sourcing Eco Lifestyle Products Dunia
Yogyakarta, 4 Maret 2026 – JIFFINA 2026 (Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia) kembali digelar sebagai pameran furnitur dan kerajinan berskala internasional yang mempertemukan produsen, buyer, desainer, serta pelaku industri kreatif dari berbagai negara. Memasuki edisi ke-10, event tahunan ini semakin menegaskan posisinya sebagai pusat sourcing eco lifestyle products Indonesia yang kompetitif dan siap menjawab kebutuhan pasar global. JIFFINA 2026 akan diselenggarakan pada 7–10 Maret 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Mengusung tema “The Right Sources for the Eco Lifestyle Products”, JIFFINA 2026 memperkuat peran strategisnya sebagai platform bagi brand dan produsen yang mengedepankan keberlanjutan, inovasi desain, serta standar kualitas internasional. Tema ini menjadi jawaban atas tren global yang semakin menuntut produk ramah lingkungan tanpa mengorbankan estetika dan fungsionalitas. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang transaksi, melainkan wadah kolaborasi internasional untuk mengembangkan eco lifestyle products yang kian diminati buyer dunia.
Sebagai event business-to-business (B2B), JIFFINA 2026 menghadirkan beragam kategori produk mulai dari furnitur, home décor, kerajinan (craft), hingga perlengkapan rumah tangga berbasis material alami dengan proses produksi ramah lingkungan. Ratusan exhibitor dari seluruh Indonesia akan memamerkan karya terbaiknya, menjadikan JIFFINA sebagai one-stop sourcing destination bagi buyer internasional yang mencari produk berkualitas tinggi dan berkelanjutan.
Salah satu exhibitor yang turut serta adalah KWaS (Wooden Kitchenware & Sustainable Living). Brand asal Indonesia ini fokus pada pengembangan wooden kitchenware dan produk lifestyle berbahan kayu jati bersertifikasi FSC 100% serta berstandar food grade. Kehadiran KWaS sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperluas penetrasi pasar ekspor melalui pengenalan konsep KWaS Omah Kayoe kepada buyer global.
Dalam ajang ini, KWaS Omah Kayoe menghadirkan rangkaian produk unggulan dengan nilai utama awet, kuat, dan ramah lingkungan. Setiap item diproses melalui kontrol kualitas ketat menggunakan material legal dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya unggul dari segi estetika dan fungsi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Komitmen ini selaras dengan semangat JIFFINA 2026 dalam mendorong pertumbuhan industri eco lifestyle products yang beretika dan berdaya saing tinggi.
Partisipasi KWaS bersama ratusan exhibitor lain semakin memperkuat ekosistem JIFFINA sebagai hub industri kreatif berbasis sustainability. Melalui penyelenggaraan ini, Indonesia kembali menunjukkan potensinya sebagai pusat produksi eco lifestyle products berkualitas dunia. Kehadiran KWaS Omah Kayoe menjadi bukti nyata upaya kolektif menjadikan produk lokal sebagai pilihan utama buyer internasional yang mengutamakan kualitas, desain, dan keberlanjutan.
Events
Super Happy Buka Puasa Bareng di SD Al Azhar 38 Bantul
SD Islam Al Azhar 38 Bantul sukses menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama yang diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 bersama orang tua/wali murid pada Kamis (26/02). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para siswa selama bulan Ramadan 1447 H.
Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua Bidang Keagamaan Al Azhar Yogyakarta World Schools, Dr. H. Yogi E. Ginanjar, MA, Kepala SMP Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni, M.Pd dan Kepala TK Al Azhar 38 Bantul, Latifah Hanum, S.Pd.
Kegiatan diawali dengan penampilan hadroh dari tim Al Lathifah yang membawakan lantunan selawat dan shalawat, disambut antusias oleh para siswa dan orang tua. Suasana semakin meriah dengan penampilan sulap edukatif dari Kak Maulana Ranger yang menyisipkan pesan penting tentang bersedekah dan keikhlasan dalam beramal.
Puncak acara adalah kajian keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Miftahul Khoir atau yang akrab disapa Kak Miko Cak Coy. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan keutamaan dan hikmah berpuasa serta mengajak seluruh siswa untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki akhlak selama Ramadan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga siswa terlihat sangat antusias mengikuti hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Salah satu siswa kelas 3, Sasi Kirana Syahbania, mengungkapkan kegembiraannya “Seru sekali, ada sulap, hadiah, dan berselawat bersama teman-teman sambil menunggu buka puasa.” tukasnya.
Kepala SD Islam Al Azhar 38 Bantul menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai keimanan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menanamkan kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini di kalangan siswa.
“Kami ingin Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” tutupnya.
Events
Mudik Gratis Kereta Api Jateng 2026 Dibuka – Buruan Daftar Sebelum Habis!
Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah bersama program Ngopeni Nglakoni Jateng secara resmi membuka pendaftaran Mudik Gratis Jateng 2026 untuk moda transportasi Kereta Api mulai besok pagi.
Pendaftaran dibuka pada:
Rabu, 18 Februari 2026 pukul 09.00 WIB
Pendaftaran hanya dilakukan secara online melalui dua kanal resmi:
Website resmi: pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id
Aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) – dapat diunduh gratis di Play Store dan App Store.
Tidak ada pendaftaran offline.
Program Mudik Gratis Jateng 2026 ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memudahkan masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Cara Mendaftar
Akses website atau aplikasi JNN
Isi data sesuai ketentuan
Tunggu konfirmasi hasil seleksi
Cetak atau simpan e-ticket secara digital
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi atau media sosial Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Instagram: https://www.instagram.com/penghubungjateng/

