Home Events Wow! Cuaca Panas dan Potensi Penyakit Selama Musim Pancaroba

Wow! Cuaca Panas dan Potensi Penyakit Selama Musim Pancaroba

7
0
SHARE

Beberapa hari terakhir, cuaca panas terik menyelimuti Kota Jogja. Fenomena ini sering terjadi saat pergantian musim atau musim pancaroba. Dari pagi hingga siang hari, suhu terasa meningkat, sementara sore atau malam hari sering disertai hujan deras.

Dalam menghadapi kondisi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memberikan imbauan kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya heat stroke. Heat stroke adalah kondisi paling serius yang dapat terjadi pada tubuh akibat cuaca panas ekstrem, di mana tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur suhu tubuhnya. Suhu tubuh dapat meningkat drastis hingga mencapai 41° C dalam waktu singkat, dan tubuh tidak lagi mampu mengeluarkan keringat.

Lana Unwanah, Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan asupan cairan tubuh. “Cukup minum 8 gelas air dalam sehari. Ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi risiko terkena heat stroke,” ujarnya.

Selain itu, Lana juga menyarankan agar masyarakat membawa alat pelindung diri seperti payung, topi, jaket, dan mantel. Penggunaan masker juga sangat disarankan, terutama bagi yang memiliki keluhan penyakit seperti batuk atau pilek.

“Penggunaan masker efektif dalam mengurangi risiko penularan penyakit, terutama saat cuaca berubah-ubah seperti ini yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh,” tambahnya.

Dalam upaya pencegahan penyakit selama musim pancaroba, Dinkes Kota Jogja juga mengajak masyarakat untuk menjaga pola makan yang sehat dengan mengikuti panduan Isi Piringku. Konsumsi multivitamin juga dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Vitamin C sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita. Selain itu, kita juga perlu waspada terhadap penyakit-penyakit seperti batuk, pilek, flu, dan nyeri tenggorokan yang umum terjadi saat musim pancaroba,” lanjut Lana.

Di samping itu, Lana juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Data terbaru menunjukkan bahwa kasus DBD di Kota Jogja telah mencapai 100 kasus.

“Kita perlu memperhatikan kasus DBD karena genangan air akibat hujan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD. Meskipun tidak ada laporan kematian, tetapi angka kasus yang cukup tinggi ini perlu menjadi perhatian bersama,” tutup Lana.

Dengan langkah-langkah preventif yang tepat, Dinkes Kota Jogja berharap dapat menjaga kesehatan masyarakat Kota Jogja selama masa pancaroba ini.