Events
9. Tya Subiakto
Hai Seamexian!
Kali ini kami akan sedikit memberi informasi tentang Tya Subiakto nih. Apa kalian sudah tau siapa dia?
Tya Subiakto adalah seorang penata musik film di Indonesia. Tya telah membuat banyak jingle sejak tahun 1997 dan memulai orkerstranya yang dikenal dengan T&T Orcherstra sejak 1998. Pengalamannya dalam bermusik sudah tak diragukan lagi lho. Telah banyak karya musik film yang telah ia buat, seperti Ayat-Ayat Cinta (2008) dan Surga Yang Tak Dirindukan (2015). Tak asing bukan?
Kabar baiknya Tya Subiakto akan hadir di SEAMEX 2019 pada sesi Music Talk tanggal 8 September 2019 pukul 16.00 – 18.00. Materi yang akan disampaikannya adalah “Film Scoring & Jingle Music Production”. Segera catat tanggal dan waktunya ya, dan pastikan kamu tidak ketinggalan. Sampai bertemu di SEAMEX 2019!
#music #SEAMEX2019 #tyasubiakto#musicscoring #musicproducer#musicfilm #jinglemusic#jingleproduction #collaboration #education #musictalk#ASEANexhibitor #musically#wonderfulindonesia
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

