Events
Penyanyi “Yang Tak Kembali” Charity di Purworejo
Sosok penyanyi muda, Witrie, berkunjung ke Panti Plandi, Sebuah tempat yang menangani orang dengan gangguan mental di Wangunrejo, kec Banyuurip, kab Purworejo Jateng. Selain sibuk menyanyi, sosok cantik ini pun tak mau menghabiskan waktu luangnya hanya berpangku tangan, namun, kegiatan charity semacam ini pun ia jalani dengan baik.
Vokalnya yang lembut membuat sosok cantik ini patut untuk diperhitungkan dikancah musik nasional. Melalui single itu, setiap lirik yang ada menjadi syahdu untuk didengarkan bersama. Baru-baru ini pun ia menghibur para penghuni panti serta menyapa seluruh 70 an orang penghuni panti tersebut.
“Saya sadar bahwa kesehatan mental itu penting, jadi semacam menyadarkan ke masyarakat lah ya agar kita semua perlu menjaga kesehatan mental dan perlu sekali memperhatikan mereka yang ada di panti ini,” ungkapnya.
witrie pun mengajak masyarakat yang ada diluar sana untuk terus memberikan empatinya bagi mereka yang sedang sakit terkena gangguan mental tersebut. Uluran tangan pun sangat mereka perlukan agar beban panti pun menjadi lebih ringan. “Orang-orang seperti mereka sebenarnya tidak berbahaya, hanya stigma dari masyarakat masih banyak yang negatif, mereka kan juga manusia seperti kita, butuh hiburan, kasih sayang dan tolong menolong antar sesama manusia” tutur Witrie.
Ngomong-ngomong soal single dia yang bertajuk “Yang Tak Kembali” sudah bisa kalian dengarkan di gerai digital platform favorit seperti Spotify dan Apple Music. Pada single inilah kemasan musik Pop dengan dominasi alunan piano dan vokal syahdu dari Witrie menambah elemen dramatis yang bisa membuat kita terbuai seketika.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

