Events
Merayakan Keistimewaan Yogyakarta Melalui Budaya
Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggelar Babad Siti Kemantren #2, sebuah perhelatan akbar yang menyajikan kekayaan budaya dan sejarah dari 14 kemantren di kota ini. Acara yang berlangsung di Taman Budaya Embung Giwangan Yogyakarta pada tanggal 31 Agustus hingga 5 September 2024 ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat branding kota dan memperingati 12 Tahun Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Babad Siti Kemantren #2 menyajikan beragam eksibisi yang menampilkan artefak, figur sejarah, sosial budaya, dan karya seni dari masing-masing kemantren. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk memvisualisasikan potensi dan keunikan setiap kemantren. “Ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga sebuah upaya untuk menggali potensi ekonomi kreatif dari masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menambahkan bahwa acara ini sangat penting dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Yogyakarta. “Dengan memberikan ruang bagi para seniman dan budayawan, kita berharap dapat membangun ekosistem budaya yang kuat dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Salah satu daya tarik utama Babad Siti Kemantren #2 adalah pameran tentang figur-figur penting dalam sejarah Yogyakarta dan Indonesia, seperti Kusbini, Kassian Cephas, Ahmad Dahlan, dan Mgr. Soegijapranata. Kurator acara, Sri Margana, mengungkapkan bahwa pameran ini disajikan dalam beberapa kluster tematik agar lebih mudah dipahami oleh pengunjung.
Selain pameran, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, salah satunya adalah wayang cinema dengan judul “Amanat 5 September”. Sutradara pementasan, Aneng Kiswantara M.Sn, melibatkan beberapa dalang anak dalam proses kreatifnya. Cerita ini mengisahkan tentang penggabungan Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Babad Siti Kemantren #2 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya Yogyakarta. Dengan mengangkat potensi lokal, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata budaya.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

