Events
YGF 30 Hadirkan Atraksi Tata Cahaya Memukau Lewat Sorot Sumirat
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-30 tahun 2025 menghadirkan program terbaru yang memikat perhatian, yaitu Sorot Sumirat. Program ini menawarkan pertunjukan atraksi tata cahaya yang mempesona, dimana salah satu titik di Taman Budaya Embung Giwangan disulap menjadi objek seni cahaya yang penuh warna dan ragam rupa oleh para seniman tata cahaya terpilih.
Acara Sorot Sumirat akan digelar selama tiga hari, yaitu pada tanggal 23, 24, dan 25 Juli 2025, dengan waktu pertunjukan yang berbeda-beda tiap hari. Masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan cahaya ini secara GRATIS, menjadikannya kesempatan berharga untuk menikmati seni cahaya dengan konsep yang unik dan interaktif.
Yogyakarta Gamelan Festival ke-30 tahun ini terus berinovasi dengan program-program yang menyuguhkan pengalaman seni yang segar, dan Sorot Sumirat menjadi salah satu highlight yang wajib dinikmati oleh para pecinta seni dan masyarakat umum.
Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan keindahan tata cahaya yang membius di Taman Budaya Embung Giwangan, 23-25 Juli 2025. Detail jadwal pertunjukan bisa dicek di kanal publikasi resmi YGF.
Program ini didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk @jogjafestivals, @saabcreative, @ziankamedia, @bsmrental, @evenesia, dan @akaryakreatif. Selain itu, media partner resmi seperti @prodvokatif, @krjogjadotcom, dan banyak lagi turut memeriahkan serta menyebarluaskan informasi mengenai acara ini. Proyektor resmi untuk pertunjukan ini disediakan oleh @epsonindonesia, menjamin kualitas visual terbaik bagi penonton.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

