Connect with us

Events

Wali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan

Published

on

Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan Kota Yogyakarta Tahun 2025 kepada sembilan tokoh yang telah mengabdikan diri secara luar biasa demi kelestarian dan pengembangan budaya kota ini.

Malam penganugerahan yang khidmat berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Embung Giwangan. Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, secara simbolis menyerahkan piagam dan tanda penghargaan kepada para penerima.
Berikut sembilan tokoh yang menerima penghargaan tahun ini:

Pelestari Seni : Siswa – Among Beksa
Pelaku Seni : Kinanti Sekar Rahina
Pelestari Bahasa, Sastra, dan Aksara : Majalah Djaka Lodang
Pelaku Bahasa, Sastra, dan Aksara : Margareth Widhy Pratiwi
Pelestari Adat dan Tradisi : Raden Mas Enggar Pikantoyo
Pelaku Adat dan Tradisi : Joni Wijanarko
Budayawan : Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito
Kreator : Ishari Sahida
Pelestari Warisan Budaya Benda/Tak Benda : Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum.

Proses seleksi dilakukan secara independen oleh dewan juri lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Sri Margana (sejarah), Dr. Revianto Budi Santosa (arsitektur), Dr. Octo Lampito (media), Nanang Arisona (seni pertunjukan), serta R.M. Kristiyadi (adat dan tradisi).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyatakan, “Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pengingat bahwa kebudayaan Yogyakarta hidup karena ada orang-orang yang dengan tulus menjaga dan menggerakkannya. Mereka adalah penjaga napas kota ini.” ungkapnya.

Disisi lain, Wali Kota dr. Hasto Wardoyo menambahkan bahwa “Di tengah gempuran modernisasi yang semakin kuat, keberadaan para penerima penghargaan malam ini menjadi bukti nyata bahwa Yogyakarta tetap teguh sebagai kota budaya dunia. Komitmen kami adalah terus mendukung dan melindungi mereka yang menjaga identitas leluhur.” tukasnya.

Malam semakin semarak dengan penampilan grup musik Paksi Band yang membawakan rangkaian tembang Jawa mulai dari “Lir-Ilir” hingga “Gambirsawit”, yang disambut tepuk tangan meriah dan nyanyian bersama para tamu undangan.

Events

Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026

Published

on

By

Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).

Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.

Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.

Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

Continue Reading

Events

Jadwal YGF 31 Juli 2026 – 2 Agustus 2026

Published

on

By

Continue Reading

Events

Jadwal Event YGF 2026

Published

on

By

Continue Reading

Trending