Perbankan
Gaji Nett Nambah! Simak Hitungan Ahli UGM Soal Dampak Pembebasan PPh 21 ke Kantong Anda
Pemerintah kembali memberikan insentif fiskal berupa pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) pada 2026. Kebijakan ini menyasar pekerja di sektor padat karya dengan penghasilan tetap bruto hingga Rp10 juta per bulan (pegawai tetap) atau Rp500 ribu per hari (pegawai tidak tetap). Dosen Departemen Akuntansi FEB UGM, Dr. Rijadh Djatu Winardi, menilai langkah ini sebagai instrumen fiskal yang tepat sasaran, berkeadilan, dan langsung menyentuh pendapatan riil pekerja tanpa membebani dunia usaha.
Rijadh menjelaskan bahwa kebijakan ini berfungsi sebagai bantalan sosial yang menjaga daya beli rumah tangga sekaligus stabilitas pasar tenaga kerja, terutama di sektor yang sedang tertekan. “Dalam konteks sektor padat karya, kebijakan ini mampu meredam risiko pemutusan hubungan kerja dan penurunan pendapatan,” jelasnya di FEB UGM, belum lama ini.
Insentif ini difokuskan pada lima sektor strategis: alas kaki, tekstil dan pakaian jadi, furnitur, kulit, serta pariwisata. Pemilihan sektor ini didasarkan pada karakteristiknya yang padat karya, rentan terhadap siklus ekonomi, dan memiliki efek pengganda besar terhadap konsumsi serta penyerapan tenaga kerja. “Ini merupakan instrumen yang relatif efisien untuk mencegah kontraksi ekonomi lebih dalam di sektor-sektor tersebut,” tegas Sekretaris Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM ini.
Dari sisi fiskal, Rijadh menilai risiko defisit anggaran dari kebijakan ini relatif terbatas. Nilai insentif PPh 21 DTP jauh lebih kecil dibandingkan belanja perpajakan lainnya yang didominasi insentif PPN dan PPnBM. “Yang perlu diwaspadai adalah akumulasi berbagai insentif pajak tanpa evaluasi efektivitas yang memadai, karena dapat menggerus basis penerimaan negara,” imbuhnya.
Secara makro, kebijakan ini berpotensi menciptakan efek pengganda ekonomi yang signifikan. Tambahan pendapatan disposabel pekerja di lima sektor sasaran—yang memiliki kecenderungan konsumsi tinggi—diharapkan dapat menggerakkan kembali aktivitas ekonomi. “Sebagian kehilangan penerimaan pajak berpotensi dikompensasi secara tidak langsung melalui peningkatan basis pajak konsumsi,” ujar Rijadh.
Namun, ia mengingatkan pentingnya komunikasi kebijakan yang jelas agar tidak menimbulkan kesan ketimpangan atau ekspektasi permanen. Masyarakat perlu memahami bahwa insentif ini bersifat sementara dan diprioritaskan pada sektor dengan kerentanan tertinggi, sementara sektor lain dapat didukung melalui instrumen fiskal berbeda seperti belanja sosial atau dukungan UMKM.
Ke depan, Rijadh menekankan perlunya penajaman arah kebijakan fiskal yang lebih terarah dan adaptif. Insentif pajak harus bersifat temporer, berbasis data, dan dievaluasi berkala, diiringi dengan penguatan belanja produktif serta perluasan basis pajak. “Tujuannya agar stabilisasi ekonomi jangka pendek tidak mengorbankan keberlanjutan fiskal negara dalam jangka menengah-panjang,” pungkasnya.
Perbankan
Awal Tahun Penuh Promo, Adira Finance Hadirkan Solusi Finansial Serba Bisa di Solo
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mengawali tahun 2026 dengan menggelar Adira Expo Serba Seru di Pakuwon Mall Solo Baru, pada 23-25 Januari. Pameran ini bertujuan untuk mendekatkan solusi pembiayaan yang mudah, cepat, dan menguntungkan bagi masyarakat di awal tahun. “Kami ingin masyarakat bisa memulai tahun dengan peluang yang lebih cuan,” ujar Agus Hartanto, Kepala Wilayah Jawa Tengah Adira Finance.
Dalam expo tersebut, Adira Finance menyajikan beragam promo menarik untuk berbagai produk pembiayaan. Pelanggan berkesempatan mendapatkan bonus hingga 1 juta adirapoin, suku bunga ringan untuk pembiayaan mobil, serta uang muka ringan dan persetujuan di tempat untuk pembiayaan motor, baik baru maupun bekas.
Adira Finance juga secara resmi memperkenalkan produk terbarunya, HASANAH, yaitu solusi pembiayaan syariah untuk memperoleh Nomor Porsi Haji Plus dengan cara mencicil. Produk ini menggunakan Akad Ijarah Multijasa, menawarkan tenor fleksibel hingga 60 bulan tanpa memerlukan jaminan. Lima pengaju pertama yang disetujui berhak mendapatkan hadiah smartphone dan adirapoin.
Sebagai bagian dari program loyalitas, Adira menghadirkan undian “UMRAH Untuk Sahabat 2026”. Pelanggan yang melakukan transaksi pembiayaan berhak mendapatkan kupon untuk memenangkan perjalanan ibadah umrah. Peluang menang bisa ditingkatkan dengan menukarkan adirapoin atau membeli produk asuransi dari mitra.
Expo di Solo tidak hanya fokus pada layanan keuangan, tetapi juga menyuguhkan beragam hiburan untuk keluarga. Pengunjung dapat menikmini mini games, live music, dan talkshow seputar otomotif dan kendaraan listrik. Acara ini merupakan hasil sinergi dengan Bank Danamon, Zurich Insurance, serta jaringan dealer.
Setelah Solo, Adira Expo Serba Seru akan berlanjut ke sejumlah kota lain di Indonesia. Untuk wilayah Jawa Tengah, jadwal berikutnya adalah di Ambarukmo Plaza Yogyakarta pada 6-8 Maret 2026 dan di Java Mall Semarang pada Juli 2026. Informasi lengkap dapat diakses melalui situs web dan media sosial resmi Adira Finance.
Perbankan
Bank Jakarta Gass Poll ke Kampus! KCP UNS Resmi Dibuka, Siap Support Mahasiswa Jadi Smart Finansial
SOLO – Bank Jakarta makin serius mendekatkan diri ke Gen Z dan komunitas kampus! Sebagai komitmen untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan, Bank Jakarta secara resmi membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, pada hari Jumat, 24 November 2025. Langkah strategis ini bukan cuma buat memperluas jaringan, tapi juga menegaskan peran Bank Jakarta dalam mendukung ekosistem pendidikan tinggi, termasuk peningkatan literasi keuangan di kalangan civitas kampus UNS.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyampaikan bahwa pembukaan KCP UNS ini adalah bagian dari effort Bank Jakarta agar lebih dekat dengan komunitas kampus dan generasi muda. Tujuannya, biar seluruh sivitas akademika—mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, sampai masyarakat sekitar—gampang banget mengakses layanan keuangan modern Bank Jakarta. Kehadiran mereka di UNS juga diharapkan jadi langkah nyata untuk memperluas inklusi keuangan dan bikin mahasiswa makin smart finansial.
KCP UNS ini menawarkan full fasilitas perbankan, lho! Mulai dari buka rekening, transaksi setor dan tarik tunai, sampai layanan digital banking dan pembiayaan. Khusus untuk ekosistem pendidikan, Bank Jakarta juga menyediakan kemudahan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) via virtual account dan mobile banking JakOne Mobile. Biar makin seamless, Bank Jakarta juga aktif bikin program promosi dan edukasi keuangan digital buat mahasiswa baru, termasuk penyediaan layanan QRIS di berbagai tenant kampus.
Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, menyambut baik dan berharap banget kehadiran KCP Bank Jakarta di kampus bisa kasih manfaat dan kemudahan transaksi buat mahasiswa, plus ada produk-produk yang menarik juga. Mahasiswa seperti Widi Nugroho juga merasakan betul manfaatnya. Menurutnya, hadirnya KCP UNS ini nggak cuma bikin urusan finansial jadi gampang, tapi juga bikin mereka terdorong belajar kelola keuangan dengan bijak. Apalagi, urusan pembayaran UKT dan buka rekening yang tadinya harus ke luar kampus sekarang jadi lebih mudah dan efisien.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa Bank Jakarta berupaya banget buat tetap up-to-date dan relevan bagi generasi muda, apalagi mahasiswa yang memang butuh banget layanan keuangan yang praktis dan sesuai gaya hidup digital mereka. Bank Jakarta pengin hadir bukan cuma sebagai penyedia layanan bank, tapi sebagai partner buat Gen Z dalam kelola keuangan. Lewat kehadiran di kampus, tujuannya buat menumbuhkan kesadaran literasi keuangan sejak dini dan mengenalkan layanan digital Bank Jakarta yang user-friendly.
Intinya, pembukaan KCP UNS ini adalah langkah nyata Bank Jakarta memperkuat posisinya sebagai bank daerah yang modern, inovatif, dan customer-oriented. Kolaborasi bareng institusi pendidikan kayak UNS ini juga jadi bagian dari strategi jangka panjang Bank Jakarta buat bikin ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Perbankan
Danamon Syariah dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Ekosistem Muhammadiyah
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), melalui unit usahanya yang bergerak di bidang perbankan syariah, Danamon Syariah, menjalin kerja sama strategis dengan Majelis Pustaka dan Informasi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kerja sama ini memiliki tujuan utama untuk mempercepat proses digitalisasi di lingkungan organisasi Muhammadiyah, sebuah langkah yang dinilai sangat penting di era transformasi digital saat ini.
Dalam mendukung visi Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Pustaka dan Informasi sebagai penggerak digitalisasi, Danamon Syariah secara resmi ditunjuk sebagai mitra perbankan digital eksklusif yang menyediakan layanan keuangan terintegrasi dalam ekosistem digital Muhammadiyah bernama SatuMu. Platform ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung transformasi digital sekaligus solusi finansial berbasis syariah dalam lingkungan Muhammadiyah.
Herry Hykmanto, Direktur Syariah & Sustainability Finance Danamon, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari hubungan positif yang telah terjalin sejak tahun 2012.
“Kami telah berkomitmen menghadirkan solusi keuangan yang holistik, terintegrasi, dan berbasis syariah bagi masyarakat, khususnya komunitas Muhammadiyah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa melalui kolaborasi dengan MPI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kerja sama ini diharapkan menjadi katalis bagi percepatan inklusi keuangan digital serta peningkatan literasi finansial berbasis teknologi di lingkungan Muhammadiyah.
Kerja sama ini tak hanya memperkuat kapasitas digital Muhammadiyah dalam menjalankan aktivitas sosial dan keagamaan, tetapi juga membuka akses finansial yang lebih luas bagi anggotanya melalui produk dan layanan perbankan yang sesuai prinsip syariah dan teknologi terkini. Ini menjadi bagian dari upaya Danamon Syariah dalam mendukung pengembangan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan sinergi ini, Muhammadiyah yang merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan terbesar di Indonesia diharapkan dapat semakin adaptif dalam menghadapi era digital dan mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

