Connect with us

Tekno

GO-JEK Perluas Bisnis di Vietnam

Published

on

www.ekbizz.com – GO-JEK, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, hari ini, meresmikan perluasan operasional di kota Merauke, Papua. Perluasan ini menjadikan operasi GO-JEK tersedia dari Sabang, ujung paling barat Indonesia sampai Merauke, ujung paling timur Indonesia. Perluasan ini merupakan bentuk komitmen GO-JEK untuk mendukung Indonesia yang lebih baik, lebih cepat dan lebih berkembang. Dengan perluasan ini, GO-JEK sekarang hadir di 70 kota di seluruh Indonesia. Acara peresmian kantor operasi Merauke ini dihadiri oleh Budi Karya Sumadi – Menteri Perhubungan RI, dan Rudiantara – Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. 

Nadiem Makarim, CEO dan Founder GO-JEK mengatakan, “GO-JEK percaya pemanfaatan teknologi merupakan cara yang paling cepat dan tepat untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraannya. Dengan operasional yang diperluas dari Sabang hingga Merauke, GO-JEK  berharap  lebih banyak UMKM dan pengusaha mikro seperti mitra-mitra driver yang bisa merasakan manfaat teknologi.”

Nadiem juga menambahkan bahwa perayaaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini terasa sangat istimewa buat GO-JEK. Tahun ini tidak hanya menandakan perluasan GO-JEK dari ujung paling barat ke ujung paling timur Indonesia, namun juga ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara. “Kami bersyukur dan bangga bisa menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat di negara Asia Tenggara lainnya untuk dapat merasakan manfaat GO-JEK dalam mempermudah kehidupan sehari-hari mereka.”

Kehadiran GO-JEK di luar Indonesia mendapatkan respon positif dari konsumen, terutama konsumen di Vietnam. “GO-VIET, merek yang digunakan Vietnam, telah melakukan soft launch di kota Ho Chi Minh, Vietnam minggu lalu dan mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. GO-VIET berhasil meraih 15% pangsa pasar di Ho Chi Minh hanya dalam waktu sepuluh hari sejak soft launch.

Sebelumnya, GO-JEK telah mengumumkan peluncuran dua perusahaan yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand, yang merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional ke negara-negara Asia Tenggara. Melalui ekspansi internasional ini, GO-JEK ingin memperluas dampak positifnya yang telah terbukti di Indonesia ke negara-negara lain.

Keberhasilan GO-JEK membawa dampak positif di luar Indonesia adalah dengan menggabungkan keahlian GO-JEK di bidang teknologi, operasional serta pengembangan bisnis  dan keahlian tim lokal yang memahami cara terbaik melayani kebutuhan konsumen di negara masing-masing.

Masyarakat di Asia Tenggara, kata Nadiem, saat ini memerlukan alternatif pilihan layanan ride-hailing. Tak hanya konsumen yang membutuhkan pilihan tetapi juga para pengemudi. “Adanya kompetisi selalu bisa membuat pasar menjadi lebih bertumbuh dan berkembang. Aspirasi kami adalah menjadi aplikasi pilihan untuk membantu kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia Tenggara,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nadiem menambahkan, “Hal lain yang penting dari ekspansi internasional kami adalah membuat Indonesia bangga. Kami ingin membuktikan bahwa #AnakBangsaBisa menempatkan Indonesia pada peta inovasi global dan kepemimpinan di bidang teknologi. Ini tidak dapat kami lakukan tanpa dukungan dari semua pihak, dari mitra driver, konsumen dan juga pemerintah.”

Aplikasi GO-JEK saat ini telah memfasilitasi lebih dari 100 juta transaksi setiap bulan dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Bahkan, GO-FOOD telah menjadi layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia di luar Cina.

Dalam acara hari ini, GO-JEK juga memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan lokal yang mengharumkan nama Indonesia hingga ke mancanegara, salah satunya Telkomsel. Sebagai partner yang mendukung kesejahteraan mitra driver lewat paket komunikasi dengan harga terjangkau, Telkomsel juga mendukung peresmian perluasan operasional GO-JEK dengan menyediakan akses konektivitas untuk sambungan langsung ke Sabang dan Merauke.

Mengenai hal tersebut Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi mengungkapkan rasa terima kasih kepada GO-JEK yang telah memberikan kepercayaan kepada Telkomsel MyBusiness sebagai penyedia solusi layanan korporasinya. “Kami bangga menjadi bagian dari keluarga besar GO-JEK, terlebih lagi karena Telkomsel memiliki semangat yang sama dengan GO-JEK dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk memberikan dampak sosial yang positif kepada masyarakat.”

“Sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel sendiri selalu berkomitmen untuk memberikan akses komunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke, termasuk ke daerah terpencil, dan pulau terluar, serta daerah perbatasan negara,”  tutur Sukardi.

 

Shopping

SATSPAM+ IM3 Lindungi Pejuang Ramadan dari Penipuan DigitalFitur WhatsApp Call Anti-Scam Pertama di Tanah Air

Published

on

By

Ramadan membawa perubahan ritme yang signifikan. Dalam satu hari, volume chat, telepon, dan notifikasi digital meningkat drastis akibat urusan mudik, pembagian THR, belanja kebutuhan Lebaran, hingga sedekah digital. Di tengah kesibukan tersebut, para Pejuang Ramadan—pekerja kantoran, pelaku UMKM, driver ojol, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa—tetap bekerja keras agar bulan suci ini tetap bermakna bagi keluarga dan orang tercinta.

Namun, peningkatan aktivitas digital juga meningkatkan risiko penipuan. Data 2025 menunjukkan kasus penipuan digital selama Ramadan naik hingga 34,7%, dengan 89% terjadi melalui WhatsApp dan 64% melalui panggilan telepon. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, tercatat 7.034 laporan penipuan hingga November 2025 dengan total kerugian mencapai Rp143,88 miliar.

Menjawab tantangan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Kampanye ini memperkenalkan inovasi terbaru: perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus).

Fitur SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call. Fitur ini dilengkapi deteksi otomatis, pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi. SATSPAM+ didukung teknologi jaringan AIvolusi 5G yang lebih cepat dan aman, kombinasi kecanggihan AI dan kekuatan 5G IOH.

Di Yogyakarta, layanan 5G IOH telah menjangkau 24 kecamatan (14 di Kota Yogyakarta, 3 di Bantul, dan 7 di Sleman) dengan 305 BTS aktif yang terintegrasi AI. Konektivitas tetap stabil meski trafik melonjak di pusat perbelanjaan, area pendidikan, kawasan pemukiman, serta hub transportasi selama Ramadan.

“Sejak diluncurkan Agustus 2025, aktivasi SATSPAM+ di Jawa Tengah dan DIY terus bertumbuh positif. Di periode Ramadan ketika komunikasi dan transaksi meningkat tajam, kami ingin pelanggan dapat fokus beribadah dan beraktivitas dengan tenang. Fitur ini memperkuat komitmen IOH sebagai AI North Star di Indonesia, memberdayakan dan melindungi masyarakat secara inklusif, termasuk lansia dan warga di daerah rentan.” jelas Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison.

Paket Ramadan SATSPAM+ IM3
Seluruh pelanggan IM3 otomatis mendapatkan perlindungan SATSPAM+ tanpa biaya tambahan selama periode Ramadan. Pilihan paket:

Paket Unggulan

  • 150GB/28 hari Rp150.000
  • 300GB/28 hari Rp200.000
    (masing-masing + 5.000 menit & SMS ke sesama IM3/Tri + akses gratis Viu atau Vidio Ultimate Mobile)
    Paket Harian-Mingguan
  • 20GB/3 hari Rp20.000
  • 30GB/5 hari Rp30.000
  • 75GB/10 hari Rp50.000
    (masing-masing + 1.000 menit & SMS ke sesama IM3/Tri)

Khusus Pelanggan IM3 Platinum
Perlindungan SATSPAM+ sudah termasuk dalam layanan pascabayar, ditambah bebas roaming di Malaysia dan Singapura menggunakan kuota utama. Tersedia juga paket Platinum 50 (50GB Rp100.000/bulan) dengan promo Ramadan: tambahan kuota 25GB hanya Rp25.000 (7 hari).

“Dengan SATSPAM+ dalam setiap Paket Ramadan IM3, pelanggan tidak hanya mendapatkan kuota internet, tetapi juga ketenangan. Karena di bulan suci ini, koneksi yang cepat saja tidak cukup—koneksi juga harus aman,” tutup Fahd.

Continue Reading

Tekno

UGM Juara Dunia, Inovasinya Pakai Drone untuk Selamatkan Korban Bencana

Published

on

By

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Tim Tycoon berhasil meraih First Prize dalam ajang Global Sustainability Challenge (GSC) tahap Regional Final yang diselenggarakan pada 17–18 Januari 2025 di Zhejiang University, Hangzhou, China.

Global Sustainability Challenge (GSC) merupakan kompetisi tahunan berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh dunia untuk merancang, menerapkan, dan memamerkan solusi inovatif bagi isu keberlanjutan. Pada tahap regional final Asia Pasifik kali ini, kompetisi diikuti oleh 66 tim dari berbagai negara.

Kolaborasi Internasional dengan Solusi Teknologi Tanggap Bencana

Tim Tycoon merupakan tim kolaboratif yang terdiri atas empat mahasiswa UGM: Najwa Waqiah Saleh (Manajemen 2022), Nikita Dinda Azizah (Manajemen 2022), Gustav Susanto (Manajemen 2022), dan Satwika Nino Wandhana (Ilmu Komputer 2023). Mereka berkolaborasi dengan dua mahasiswa dari The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), yaitu Pranavi Kuntrapakam (Computer Engineering + AI) dan Anuk Ranaweera (Mechanical Engineering).

Dalam kompetisi tersebut, Tim Tycoon menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di negara berisiko tinggi seperti Indonesia. Gagasan mereka berupa sebuah aplikasi mobile yang terintegrasi dengan teknologi drone.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terdampak bencana alam, tetapi dari tahun 2004 hingga sekarang, belum terlihat perubahan signifikan baik dari sisi rapid response maupun proactive prevention,” ungkap Najwa Waqiah Saleh, salah satu anggota tim.

Sistem yang mereka rancang memanfaatkan drone untuk memetakan area terdampak bencana dan mendistribusikan bantuan darurat seperti makanan, minuman, dan perlengkapan P3K. Sementara itu, aplikasi mobile berfungsi sebagai pusat koordinasi dan penyebaran informasi yang menghubungkan masyarakat, relawan, dan pihak berwenang untuk merespons bencana dengan lebih efektif.

Menaklukkan Tantangan Waktu dan Koordinasi Lintas Negara

Proses kompetisi dimulai sejak tahap preliminary pada Oktober 2024, dilanjutkan dengan pengembangan prototipe selama kurang lebih satu bulan. Najwa mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengintegrasikan dua platform teknologi yang berbeda.

“Selain tantangan teknis, dinamika kerja tim lintas negara juga menjadi ujian tersendiri. Kami harus berkoordinasi secara daring dari berbagai zona waktu tanpa pernah bertemu fisik,” tambah Najwa. Namun, hal ini justru menjadi pembelajaran berharga. Kunci keberhasilannya, menurutnya, adalah pemberian ruang bagi setiap anggota untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama atas ide yang diusung.

Validasi Ide dan Bukti Kesiapan Bersaing di Tingkat Global

Pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan dosen pendamping, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., M.P.U., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UGM. Menurut Prof. Wakhid, solusi yang dipresentasikan tim telah menunjukkan kedalaman analisis dan relevansi dengan kondisi aktual.

“Kasus yang diangkat Tim Tycoon adalah kasus negara berkembang yang memiliki potensi menuju negara maju. Solusi yang disampaikan sudah mengaitkan isu keberlanjutan termasuk aspek lingkungan, sehingga penyampaian solusi bisnisnya komprehensif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa capaian First Prize ini membuktikan kesiapan mahasiswa UGM untuk bersaing di tingkat internasional.

Bagi Najwa dan tim, penghargaan ini lebih dari sekadar kemenangan kompetisi. “Ini menjadi sarana untuk memvalidasi gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap kondisi negara sendiri. Proses ini juga memberikan pembelajaran sangat berharga tentang pengambilan risiko dan pengembangan diri,” tutupnya.

Keberhasilan Tim Tycoon membuktikan bahwa kolaborasi internasional dan inovasi berbasis teknologi dapat menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan global, khususnya dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Continue Reading

Tekno

Cetak Lulusan Siap Kerja, Kemenperin & Sailun Group Gelar Wisuda Perdana Program Internasional

Published

on

By

Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) mencatatkan tonggak bersejarah dalam pengembangan sumber daya manusia industri nasional. Angkatan pertama mahasiswa program internasional Indonesia-Luban·Mozi College (Sailun Group) telah resmi menyelesaikan studi mereka. Upacara kelulusan digelar secara hybrid dari Qingdao Technical College (QTC) di Tiongkok dan disambungkan secara daring ke Indonesia, Selasa (20/1).

Program unggulan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Politeknik ATK Yogyakarta (di bawah BPSDMI Kemenperin), Qingdao Technical College (QTC), dan raksasa industri ban Sailun Group. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, menekankan bahwa momen ini adalah perayaan sebuah pencapaian bersejarah. “Kemitraan ini membuktikan bahwa pendidikan dan industri dapat bersinergi melintasi batas negara,” ujarnya.

Program ini dinilai berhasil menjadi jembatan efektif yang menghubungkan teori di kampus dengan praktik nyata di lantai produksi. Wulan memberikan apresiasi tinggi kepada QTC dan Sailun Group yang telah menjadi ‘rumah kedua’ bagi para mahasiswa. “Dengan mendekatkan kampus ke industri, kita sedang membangun pemimpin masa depan untuk industri karet dan ban di Indonesia,” tambahnya.

Para wisudawan angkatan pertama ini disebut sebagai pionir yang tangguh karena berhasil beradaptasi dengan budaya, bahasa, dan teknologi manufaktur canggih selama studi di Tiongkok. Lebih dari sekadar lulusan, mereka dipastikan langsung terserap ke dunia kerja. Wulan berpesan agar mereka bekerja dengan giat dan disiplin, serta mengingat bahwa mereka membawa nama bangsa dalam karier di Sailun Manufacturing Indonesia.

Acara kelulusan ini didukung penuh dan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi, antara lain Kepala BPSDMI Kemenperin Dr. Ir. Doddy Rahadi, M.T., dan Presiden QTC Xing Guanglu. Kemenperin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperluas program ini, termasuk bersiap mengirimkan angkatan mahasiswa berikutnya guna memperkuat ikatan bilateral Indonesia-Tiongkok.

Agenda wisuda juga diisi dengan laporan akademik, penyerahan sertifikat, serta testimoni transformatif dari perwakilan mahasiswa, M. Akbar Maulana, yang berbagi pengalaman berharganya selama menempuh pendidikan di Tiongkok. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi Kemenperin dalam menciptakan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global.

Continue Reading

Trending