Travel
KAI Commuter Gelar Sosialisasi Peraturan Perlintasan Serentak
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) KAI Commuter yang ke-16, KAI Commuter melaksanakan sosialisasi peraturan perlintasan serentak di seluruh wilayah operasional Commuter Line pada Selasa (3/9). Kegiatan ini dilakukan di 16 titik wilayah Jabodetabek, Wilayah 2 Bandung, Wilayah 6 Yogyakarta, dan Wilayah 8 Surabaya.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta menggugah kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengutamakan perjalanan kereta api dan keselamatan di perlintasan sebidang. “Kegiatan serentak dalam rangka memperingati HUT KAI Commuter ke-16 ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api dan menggugah kesadaran masyarakat atas pentingnya mengutamakan perjalanan kereta api dan keselamatan di perlintasan sebidang,” tegas Joni.
Dalam sosialisasi ini, KAI Commuter bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan melakukan imbauan melalui pengeras suara, serta membagikan brosur dan stiker berisi ajakan disiplin berlalu lintas kepada para pengguna jalan raya yang melintas di perlintasan sebidang.
KAI Commuter mencatat terdapat 427 perlintasan di wilayah Jabodetabek, dengan 146 di antaranya merupakan perlintasan tidak resmi. Selain itu, telah dibangun 69 flyover dan bypass untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan raya.
Perlintasan sebidang, yang merupakan titik perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya, menjadi perhatian utama KAI Commuter mengingat tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut. Selama tahun 2024 hingga 3 Juli, telah terjadi 195 kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang mengakibatkan 68 korban jiwa. “Tingginya angka kecelakaan pada perlintasan lantaran para pengendara yang tidak disiplin berkendara saat akan melintas di perlintasan,” terang Joni.
KAI Commuter secara proaktif terus mengampanyekan keselamatan di perlintasan sebidang, terutama menjelang HUT ke-16 yang jatuh pada 15 September mendatang. Kegiatan serupa sebelumnya juga telah dilakukan bersama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas.
Di Wilayah VI, kegiatan sosialisasi dilakukan di Jaga Pintu Lintas (JPL) Stasiun Lempuyangan, JPL Stasiun Brambanan, JPL Stasiun Gawok, dan Stasiun Delanggu, berkolaborasi dengan Daerah Operasi 6 dan Semboyan Satoe Community. Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang, sehingga potensi kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.
“Kegiatan ini memang terus kami lakukan secara berkala, konsisten, agar keselamatan di perlintasan dapat menjadi perhatian bersama dan nantinya terbangun kesadaran dalam berlalu lintas, terutama di perlintasan,” lanjut Joni.
Joni juga mengingatkan, sesuai dengan UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan Raya, semua kendaraan harus berhenti dan mendahulukan kereta api yang akan melintas di perlintasan sebidang. “Sering kali, meskipun sudah ada peringatan melalui rambu-rambu di perlintasan resmi, pengendara jalan raya tidak mengindahkannya. Tindakan tersebut tentu saja dapat membahayakan pengendara jalan dan juga perjalanan kereta api,” tutup Joni.
Travel
Peken Klangenan Resmi Berusia Satu Tahun
Udah genap satu tahun Peken Klangenan Kotagede menemani hari-hari masyarakat dengan suasana yang hangat dan penuh cerita. Untuk merayakan perjalanan yang indah ini, Peken Klangenan menggelar perayaan spesial bertema “Setahun Kembali ke Akar” pada Sabtu–Minggu, 30–31 Mei 2026.
Sepanjang satu tahun terakhir, Peken Klangenan Kotagede telah tumbuh menjadi tempat yang hidup dan dicintai banyak orang. Banyak yang datang hanya untuk jajan camilan khas, ada pula yang asyik mendengarkan cerita dari para tetua, menikmati pertunjukan seni, melihat pameran, belajar tradisi, atau sekadar duduk santai di bawah pohon sambil ngobrol santai dengan teman dan keluarga. Tempat ini memang berhasil menciptakan ruang di mana tradisi bertemu dengan keseharian masyarakat secara alami dan menyenangkan.
Puncak perayaan satu tahun ini akan dipenuhi dengan berbagai kegiatan seru yang memadukan warisan budaya dengan sentuhan kekinian. Beberapa acara yang akan menghiasi akhir pekan tersebut antara lain:
Pameran Keris Pusaka
Cerita di Kebon
Workshop Panahan
Pertunjukan Wayang Kontemporer
Tari
Musik
Live Music Coding
Parade DJ
Selain rangkaian acara utama, kabar gembira lainnya adalah Sabandalu Kotagede yang kini resmi dibuka! Sabandalu hadir sebagai ruang baru yang bisa dinikmati masyarakat setiap hari di luar akhir pekan Peken Klangenan. Jam operasional Sabandalu Kotagede: Selasa hingga Minggu, pukul 15.00–22.00 WIB.
Pada hari Sabtu, Peken Klangenan tetap berlangsung seperti biasa hingga pukul 17.00 WIB. Setelah itu, suasana semakin ramai dengan Parade DJ bersama Nyowo Slowbar dan Dapur Trikara yang akan terus mengalun hingga pukul 22.00 WIB.
“Setahun ini seperti perjalanan pulang ke akar. Kami senang sekali melihat Peken Klangenan bukan hanya menjadi tempat wisata, tapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga. Semoga ke depannya semakin banyak orang yang merasakan kehangatan dan nilai-nilai budaya yang masih hidup di Kotagede,” ujar Dani salah satu panitia event tersebut.
Masyarakat luas, keluarga, anak muda, maupun pecinta budaya sangat diharapkan hadir untuk ikut merayakan momen spesial ini. Datanglah, nikmati suasananya, dan mari bersama-sama menandai satu tahun perjalanan yang penuh makna ini.
Events
Coway Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Hadirkan Water Station di Masjid dan Stasiun Jelang Lebaran
Menjelang Ramadan dan musim mudik Lebaran, kebutuhan akan akses air minum bersih yang mudah dijangkau semakin meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat. Menjawab kebutuhan tersebut, Coway megadarra lebih dari 50 Coway Water Station yang tersebar di berbagai ruang publik strategis, mulai dari masjid hingga titik transportasi utama, guna membantu masyarakat menjaga hidrasi tubuh selama berpuasa dan menempuh perjalanan mudik.
Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Coway dalam mendukung keberlanjutan serta memperluas akses masyarakat terhadap air minum yang aman dan berkualitas. Sebagai The First Halal Water Purifier from Korea, Coway juga turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) khususnya SDG 6 Clean Water and Sanitation melalui penyediaan air minum bersih di ruang publik.
Coway Water Station sengaja ditempatkan di lokasi-lokasi strategis agar mudah diakses oleh masyarakat yang sedang beraktivitas maupun melakukan perjalanan jauh. Hal ini sangat penting mengingat selama Ramadan, tubuh tetap kehilangan cairan melalui proses metabolisme, pernapasan, dan keringat meskipun sedang berpuasa. Penelitian dalam jurnal Frontiers in Nutrition menunjukkan bahwa asupan cairan masyarakat selama Ramadan sering kali berada di bawah rekomendasi harian, sehingga dapat memengaruhi tingkat energi dan konsentrasi, terutama bagi yang mudik.
“Bulan Ramadan dan musim mudik merupakan momen penting bagi masyarakat Indonesia di mana mobilitas meningkat dan kebutuhan akan akses air minum bersih menjadi semakin relevan,” ujar Tony Cho, President Director Coway Indonesia. “Melalui Coway Water Station, kami ingin memudahkan masyarakat mendapatkan air minum berkualitas sekaligus mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.”
Di wilayah Jabodetabek dan Bandung, Coway Water Station telah tersedia di berbagai masjid besar seperti Masjid Dzunnuraini Bogor (Rest Area KM 45A), Masjid Raya Al-Musyawarah, Masjid Raya Sunda Kelapa, Masjid Raya Al-Azhar Bintaro, Masjid Al-Jabar ITB Bandung, serta puluhan masjid lainnya. Fasilitas ini juga hadir di titik transportasi ramai seperti Stasiun Gambir, Stasiun Senen, Stasiun Jakarta Kota, Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3, serta berbagai stasiun LRT Jabodebek.
Selain itu, Coway Water Station juga dapat ditemukan di stasiun-stasiun utama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, termasuk Stasiun Bandung, Stasiun Cikampek, Stasiun Solo Jebres, Stasiun Jogjakarta, Stasiun Malang, dan Stasiun Gubeng. Dengan kehadiran fasilitas ini, Coway berharap dapat membantu masyarakat menjalani Ramadan dan perjalanan mudik dengan lebih sehat, bugar, dan tenang.
Events
Mudik Gratis Kereta Api Jateng 2026 Dibuka – Buruan Daftar Sebelum Habis!
Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah bersama program Ngopeni Nglakoni Jateng secara resmi membuka pendaftaran Mudik Gratis Jateng 2026 untuk moda transportasi Kereta Api mulai besok pagi.
Pendaftaran dibuka pada:
Rabu, 18 Februari 2026 pukul 09.00 WIB
Pendaftaran hanya dilakukan secara online melalui dua kanal resmi:
Website resmi: pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id
Aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) – dapat diunduh gratis di Play Store dan App Store.
Tidak ada pendaftaran offline.
Program Mudik Gratis Jateng 2026 ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memudahkan masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Cara Mendaftar
Akses website atau aplikasi JNN
Isi data sesuai ketentuan
Tunggu konfirmasi hasil seleksi
Cetak atau simpan e-ticket secara digital
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi atau media sosial Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Instagram: https://www.instagram.com/penghubungjateng/

