Connect with us

Promo

Mendung Tanpo Udan, Lagu Jawa Ala Kukuh

Published

on

www.ekbizz.com – Lagu berbahasa Jawa beberapa tahun belakangan cukup memberikan warna pada belantika musik Indonesia. Mulai dari genre Dangdut hingga Pop dan Jazz. Meskipun berbahasa Jawa, pengaruhnya selain bagi penuturnya juga meluas hingga ke manca negara.

Fenomena itupun menarik seorang aktor bernama M. Kukuh Prasetya yang akrab disapa Kukuh, untuk merilis lagu berbahasa Jawa. Menurutnya, meski menggunakan Bahasa Jawa, ia tak bermaksud ikut-ikutan tren, dirinya lebih mengikuti intuisinya dalam berkarya, Kukuh mengikuti kecintaan pada “Bahasa Ibu” nya.

“Bukan karena ikut-ikutan, ya. Bahasa Jawa adalah bahasa ibu saya, dan sampai kapan pun tidak akan bisa lepas dari karya-karya saya,” tutur pria kelahiran Madiun pada 1992.

Kukuh menuturkan, sejak awal kuliah ia menyadari betapa besar pengaruh Bahasa Jawa pada dirinya. Hal itu ia temukan dalam teater, saat bergabung dengan sebuah komunitas. Momen tersebut, hingga saat ini masih membekas dan mempengaruhi proses kreatifnya dalam setiap karya.

Satu di antara karyanya itu berupa lagu berjudul “Mendung Tanpo Udan” yang dirilis di YouTube melalui akun Kukuh Prasetya Kudamai pada Jumat (12/02/2021). Hingga berita ini ditulis, video klip tersebut telah ditonton lebih dari 5000 viewers.

Dengan memilih genre Pop, Kukuh membuat lirik lagunya penuh elegi. Berkisah tentang sepasang kekasih yang telah menjalin cinta bertahun-tahun, bahkan membayangkan masa-masa indah ketika kelak berumah tangga, namun bayangan itu lenyap, bersama karamnya hubungan keduanya.

“Mendung tanpa udah/ketemu lan kelangan/kabeh kui sing diarani perjalanan/awak dewe tau ndwe bayangan/besok yen wes wayah omah-omahan/aku moco koran sarungan/kowe blonjo dasteran/nanging saiki wes dadi kenangan/aku karo kowe wes pisangan/aku kiri kowe kanan/wes bedo dalan”.

(Mendung tanpa hujan/pertemuan dan kehilangan/semua itu yang dinamakan kehilangan/kita sudah pernah punya bayangan/besok jika sudah berumah tangga/aku membaca koran memakai sarung/kamu belanja memakai daster/tapi sekarang sudah menjadi kenangan/aku dan kamu sudah berpisah/aku kiri kamu kanan/sudah beda jalan)

Lirik lagu tersebut menandakan bahwa hubungan sepasang kekasih itu telah terjalin begitu lama dan sudah menahun, bahkan dalam potongan lirik lainnya, berkali-kali putus-nyambung. Ada ikatan yang membuat keduanya saling bertahan. Rupanya, cinta saja tak cukup untuk bisa melangkah Bersama menuju pelaminan.

“Dalam lagu ini, saya ingin mengembalikan pada pendengar bahwa sepasang kekasih yang sudah bertahun-tahun menjalani hubungan, susah dan kebahagiaan tidak menjamin mereka akan menuju pelaminan karena kita juga enggak tahu kalau selama ini ternyata salah satu mereka mungkin menahan atau menyimpan ketidaknyamanan. Nah, salah satu dari mereka kemudian harus tega melukai agar kekasihnya lebih bahagia. Dan ikhlas dalam proses kehilangan ini kemudian tertanam pada mereka untuk memilih jalan masing-masing,” ungkap Kukuh.

Dalam produksi lagu itu, Kukuh dibantu oleh Krist Segara (vocal director, recording, dan music director), Teguh Moonext Studio (mixing dan mastering), Balung (bassist), Yoyon (guitar), dan Anas (terompet). Narahubung: Ari Popo Prabowo (Manager | +62 819-0413-3777). (Ari Prabowo/Arel Sodewo – Ekbizz.com)

Promo

Rayakan Hari Bumi 2026 dengan Bermain dan Berkreasi

Published

on

By

Dalam rangka memperingati Hari Bumi (Earth Day) 2026, Sekolah Ceria Timoho menggelar kegiatan spesial yang mengajak para siswa menyelami kepedulian terhadap lingkungan melalui cara paling alami bagi anak-anak, yaitu bermain dan berkreasi.

Selama tiga bulan, siswa Sekolah Ceria Timoho dengan penuh semangat mengubah botol plastik bekas – yang selama ini sering dianggap sebagai sampah – menjadi instalasi seni berbentuk pohon yang indah. Karya tersebut dihiasi dengan aneka warna cerah di atas kain putih, mencerminkan imajinasi anak-anak tentang dunia yang berwarna, adil, dan harmonis dengan alam.

Kegiatan ini bukan sekadar seni biasa. Bermain bersama teman sebaya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tertawa, mengekspresikan diri, berdiskusi, dan menyuarakan pendapat tanpa rasa takut dihakimi. Melalui proses ini, mereka diajak merefleksikan hubungan antara manusia dan alam, bahwa bumi ibarat seorang ibu yang melahirkan, merawat, dan memberikan rasa aman serta kenyamanan kepada anak-anaknya.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa bumi adalah bagian tak terpisahkan dari diri kita sendiri. Saat kita mulai merawat diri secara fisik, mental, emosional, dan spiritual, pada saat yang sama kita juga sedang merawat bumi. Alih-alih saling menghakimi, mari kita bayangkan bumi sebagai ruang aman di mana setiap individu dapat bermain dengan penuh daya, menyuarakan suaranya dengan bebas, dan mengekspresikan bakat unik masing-masing,” ujar Mrs. Dillah fasilitator dari Sekolah Ceria.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa keberhasilan sejati bukanlah sesuatu yang harus dicapai di luar sana, melainkan terletak pada esensi menjadi manusia yang utuh, penuh empati, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Sekolah Ceria Timoho merupakan bagian dari Ceria School yang berlokasi di Jl. Polisi Istimewa No. 2, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta. Sekolah ini berkomitmen mendidik anak-anak dengan pendekatan holistik yang mengutamakan kreativitas, permainan, dan pembentukan karakter peduli lingkungan.

Continue Reading

Promo

English Grammar But Make It Whimsical & Delulu-Free

Published

on

By

Sebuah buku grammar bahasa Inggris yang inovatif dan penuh nuansa nostalgia kini telah resmi tersedia di platform Amazon Kindle. Berjudul Easy-Peasy English Grammar: Whimsy Yesteryear, buku ini menghadirkan pendekatan belajar tata bahasa Inggris yang ringan, menyenangkan, sekaligus membawa pembaca menyusuri “keindahan masa lalu” (whimsy yesteryear) melalui penjelasan yang mudah dicerna.

Dirancang khusus untuk membuat proses belajar grammar tidak lagi terasa membosankan, buku ini cocok bagi pelajar, mahasiswa, profesional, maupun siapa saja yang ingin mengasah kemampuan berbahasa Inggris dengan cara yang lebih santai dan berkesan.

Penulis buku ini berhasil menyajikan materi grammar secara “easy-peasy” – sangat mudah – tanpa mengorbankan kedalaman pengetahuan. Dari dasar-dasar parts of speech, struktur kalimat, tenses, hingga aturan tata bahasa yang sering membingungkan, semuanya dibungkus dengan sentuhan cerita nostalgia dan ilustrasi yang whimsical.

Pendekatan unik ini diharapkan dapat membantu pembaca tidak hanya memahami aturan, tetapi juga merasakan keindahan dan sejarah di balik bahasa Inggris, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan melekat di ingatan.

Keunggulan utama buku Easy-Peasy English Grammar: Whimsy Yesteryear terletak pada gaya penulisannya yang ringkas namun kaya contoh, serta format digital Kindle yang memudahkan akses kapan saja dan di mana saja.

Pembaca dapat langsung membuka buku di ponsel, tablet, atau e-reader tanpa perlu menunggu pengiriman fisik. Buku ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang ingin belajar grammar secara mandiri, mempersiapkan ujian TOEFL/IELTS, atau sekadar meningkatkan kepercayaan diri saat berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris.

Dengan rilisnya buku ini di Amazon Kindle, penulis berharap dapat menjangkau lebih banyak pembaca di Indonesia dan mancanegara yang selama ini merasa kesulitan atau bosan dengan buku grammar konvensional. “Belajar grammar tidak harus kaku dan menakutkan. Dengan sentuhan whimsy dari masa lalu, siapa pun bisa menikmati prosesnya,” ujar penulis Joriah Anwar.

Buku Easy-Peasy English Grammar: Whimsy Yesteryear kini sudah dapat dibeli dan diunduh secara langsung melalui Amazon Kindle dengan link berikut: https://www.amazon.com/Easy-Peasy-English-Grammar-Whimsy-Yesteryear/dp/B0GXFZQ341

Continue Reading

Promo

Macam-macam Hak Atas Tanah Menurut UUPA

Published

on

By


Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 (UUPA) menetapkan sistem hak atas tanah yang bersifat limitatif dan terbuka. Pasal 16 ayat (1) UUPA secara tegas menyatakan:
“Hak-hak atas tanah sebagai yang dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) ialah:
a. hak milik,
b. hak guna-usaha,
c. hak guna-bangunan,
d. hak pakai,
e. hak sewa,
f. hak membuka tanah,
g. hak memungut hasil hutan,
h. hak-hak lain yang tidak termasuk dalam hak-hak tersebut di atas yang akan ditetapkan dengan undang-undang serta hak-hak yang sifatnya sementara sebagai yang disebutkan dalam pasal 53.”
UUPA membagi hak atas tanah menjadi 3 kelompok:

Hak tetap (berlaku selama UUPA masih berlaku).
Hak yang akan ditetapkan dengan undang-undang.
Hak sementara (Pasal 53) yang bersifat feodal dan akan dihapuskan.

Tips praktis: Saat memeriksa sertifikat tanah, pastikan hak yang tercantum termasuk dalam Pasal 16. Jika tidak, hak tersebut bisa batal demi hukum.
Bagaimana pendapat Anda? Tulis di komentar jenis hak atas tanah yang paling sering Anda jumpai dalam praktik!

*Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai Pertanahan dan perijinannya, hubungi 085868179298*

Continue Reading

Trending