Connect with us

Tekno

Nokia 6.1 Plus, Teman Nge-Vlog Andalan Berbekal Kamera AI dan Bothie

Published

on

www.ekbizz.com – HMD Global, produsen ponsel Nokia, memperkenalkan Nokia 6.1 Plus untuk melengkapi kehidupan sehari-hari para kreator konten melalui foto atau video blog yang dipamerkan lewat media sosial. Bagian paling menarik tentu saja adalah Dual-Sight atau lebih populer dengan sebutan Bothie yang membuka cakrawala baru dengan mengaktifkan dua kamera secara bersamaan sehingga menghasilkan konten yang tidak hanya unik, tapi juga terlihat lebih hidup dan interaktif.

Dengan fitur Bothie, kita bisa membuat konten yang lebih kreatif dengan tangkapan gambar yang tak terjangkau mata secara bersamaan. Misalnya, ketika sedang menonton sebuah pertunjukan, kamera depan bisa menangkap ekspresi wajah pengguna, sementara kamera belakangnya mampu menangkap keseruan di panggung pertunjukkan.

Miranda Vania Warokka, Head of Marketing Indonesia for HMD Global, mengatakan Vlog sangat populer di kalangan milenial Indonesia. Menyadari akan pentingnya kamera yang luar biasa untuk memenuhi gaya hidup tersebut, Nokia 6.1 Plus dilengkapi fitur kamera uniknya. Seperti, mode Dual-Sight memungkinkan pengguna untuk mengambil Bothie, yaitu foto dan video menggunakan kamera depan dan belakang secara bersamaan, dan dapat melakukan streaming Bothie secara live di Facebook dan YouTube untuk berbagi kedua sisi cerita saat membuat vlog.

Kreasikan konten media sosialmu dengan lebih maksimal. Nokia 6.1 Plus dilengkapi dengan sensor ganda 16MP/5MP yang memberikan level ketajaman dan detail yang tinggi. Dengan depth sensing pada kamera belakangnya, kini kamu dapat mengambil gambar dengan teknik profesional menggunakan pilihan blur bokeh dan menjadikan foto lebih hidup dengan HDR. Hasilnya dapat kamu bagikan langsung dengan teman atau keluargamu selagi jauh dari rumah.

Desain Indah dan Mengagumkan

Nokia 6.1 Plus menampilkan desain layar penuh yang indah dengan kualitas meyakinkan yang diharapkan dari smartphone Nokia, mengutamakan ketajaman gambar dan akurasi warna dengan layar Full HD+ 5,8 inci yang terang dengan rasio layar 19:9 yang lebih lengkap untuk menghadirkan hiburan terbaik dalam kehidupan sehari-hari kamu melalui perangkat mobile.

Kreasi Konten dan Hiburan Sepanjang Hari

Nokia 6.1 Plus memberimu lebih banyak kenyamanan untuk selalu terhibur sepanjang hari, dan memungkinkan kamu menjadi lebih kreatif dengan kontenmu. Kamu juga dapat melakukan multitasking dengan mudah secara bersamaan. Nokia 6.1 Plus dioptimalkan untuk para pencerita dan pembuat konten agar dapat membantumu mengabadikan setiap momen yang ingin kamu hidupkan lagi, dan lagi.

Didukung oleh Qualcomm® Snapdragon™ 636 Mobile Platform terbaru, yang mampu membuat smartphone Nokia 40% lebih cepat dari generasi sebelumnya, Nokia 6.1 Plus sangat optimal untuk streaming, vlog, dan game. Platform ini menghadirkan grafis kelas atas dan kinerja gaming bersama dengan peningkatan efisiensi baterai, sehingga kamu dapat menikmati audio dan video lebih lama. Kombinasi antara perangkat keras yang telah dioptimalkan dan juga teknologi pengisian daya secara cepat melalui USB type-C, kamu dapat membuat, mengedit, dan multitasking dengan mudah tanpa harus khawatir baterai kamu tak akan bertahan sepanjang hari. Nokia 6.1 Plus mendukung Quick Charge 4.0, fitur yang umumnya ditemukan pada perangkat high-end, sehingga pengisian daya perangkat ini bisa mencapai 50% hanya dalam waktu 30 menit.

Hasil jepretan foto yang sangat mendetail dan mirip cermin bisa kamu dapatkan dengan kamera depan 16MP yang sempurna dan memaksimalkan #Bothie kamu dengan perangkat tambahan AI pada kedua kamera secara bersamaan. Kamu bisa menggunakan fitur Dual-Sight yang inovatif untuk menayangkan #Bothie secara live ke media sosial dan membagikan kedua sisi ceritamu secara real time. Nokia 6.1 Plus juga memiliki perangkat tambahan AI yang menghidupkan kisah kamu dengan filter, masker, dan persona 3D yang menyenangkan, serta pengaturan cahaya potret yang menambahkan efek pencahayaan menawan pada gambar kamu.

Shanedy Ong, Country Director for Indonesia, Qualcomm Technologies, Inc, mengatakan “Snapdragon 636 adalah solusi Qualcomm untuk menghadirkan grafis dan kinerja permainan kelas atas, dukungan terhadap standar teknologi terbaru antara lain tampilan dengan rasio 19:9, fitur AI, ditambah efisiensi baterai yang lebih baik sehingga pengguna dapat menikmati audio dan video lebih lama. Dipadu dengan optimalisasi perangkat keras dan Fast Charging USB tipe-C, Anda dapat membuat, mengedit konten, dan multitasking dengan mudah, tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai sepanjang hari”.

Murni, Aman, dan Mutakhir dengan Komitmen Android One

Nokia 6.1 Plus bergabung dengan Android One Family, yang akan tetap fresh seiring waktu dengan patch keamanan bulanan selama tiga tahun, dan dua tahun pembaruan OS yang terjamin setelah peluncuran. Nokia 6.1 Plus juga telah dilengkapi dengan Android Oreo™ sehingga pengguna dapat menikmati fitur-fitur terbaru, termasuk Google Lens, picture-in-picture untuk multitasking, Google Play Instant agar dengan mudah menemukan dan menjalankan aplikasi, dan fitur penghemat baterai seperti pembatasan pada penggunaan background aplikasi. Perangkat ini juga siap untuk Android Pie.

Nokia 6.1 Plus hadir dalam tiga warna elegan yaitu Gloss Black, Gloss White dan Gloss Midnight Blue. Mulai tersedia pada September ini melalui jaringan mitra penjualan di Indonesia. Nokia 6.1 Plus akan dijual dengan harga Rp3.399.000.

Shopping

SATSPAM+ IM3 Lindungi Pejuang Ramadan dari Penipuan DigitalFitur WhatsApp Call Anti-Scam Pertama di Tanah Air

Published

on

By

Ramadan membawa perubahan ritme yang signifikan. Dalam satu hari, volume chat, telepon, dan notifikasi digital meningkat drastis akibat urusan mudik, pembagian THR, belanja kebutuhan Lebaran, hingga sedekah digital. Di tengah kesibukan tersebut, para Pejuang Ramadan—pekerja kantoran, pelaku UMKM, driver ojol, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa—tetap bekerja keras agar bulan suci ini tetap bermakna bagi keluarga dan orang tercinta.

Namun, peningkatan aktivitas digital juga meningkatkan risiko penipuan. Data 2025 menunjukkan kasus penipuan digital selama Ramadan naik hingga 34,7%, dengan 89% terjadi melalui WhatsApp dan 64% melalui panggilan telepon. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, tercatat 7.034 laporan penipuan hingga November 2025 dengan total kerugian mencapai Rp143,88 miliar.

Menjawab tantangan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Kampanye ini memperkenalkan inovasi terbaru: perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus).

Fitur SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call. Fitur ini dilengkapi deteksi otomatis, pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi. SATSPAM+ didukung teknologi jaringan AIvolusi 5G yang lebih cepat dan aman, kombinasi kecanggihan AI dan kekuatan 5G IOH.

Di Yogyakarta, layanan 5G IOH telah menjangkau 24 kecamatan (14 di Kota Yogyakarta, 3 di Bantul, dan 7 di Sleman) dengan 305 BTS aktif yang terintegrasi AI. Konektivitas tetap stabil meski trafik melonjak di pusat perbelanjaan, area pendidikan, kawasan pemukiman, serta hub transportasi selama Ramadan.

“Sejak diluncurkan Agustus 2025, aktivasi SATSPAM+ di Jawa Tengah dan DIY terus bertumbuh positif. Di periode Ramadan ketika komunikasi dan transaksi meningkat tajam, kami ingin pelanggan dapat fokus beribadah dan beraktivitas dengan tenang. Fitur ini memperkuat komitmen IOH sebagai AI North Star di Indonesia, memberdayakan dan melindungi masyarakat secara inklusif, termasuk lansia dan warga di daerah rentan.” jelas Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison.

Paket Ramadan SATSPAM+ IM3
Seluruh pelanggan IM3 otomatis mendapatkan perlindungan SATSPAM+ tanpa biaya tambahan selama periode Ramadan. Pilihan paket:

Paket Unggulan

  • 150GB/28 hari Rp150.000
  • 300GB/28 hari Rp200.000
    (masing-masing + 5.000 menit & SMS ke sesama IM3/Tri + akses gratis Viu atau Vidio Ultimate Mobile)
    Paket Harian-Mingguan
  • 20GB/3 hari Rp20.000
  • 30GB/5 hari Rp30.000
  • 75GB/10 hari Rp50.000
    (masing-masing + 1.000 menit & SMS ke sesama IM3/Tri)

Khusus Pelanggan IM3 Platinum
Perlindungan SATSPAM+ sudah termasuk dalam layanan pascabayar, ditambah bebas roaming di Malaysia dan Singapura menggunakan kuota utama. Tersedia juga paket Platinum 50 (50GB Rp100.000/bulan) dengan promo Ramadan: tambahan kuota 25GB hanya Rp25.000 (7 hari).

“Dengan SATSPAM+ dalam setiap Paket Ramadan IM3, pelanggan tidak hanya mendapatkan kuota internet, tetapi juga ketenangan. Karena di bulan suci ini, koneksi yang cepat saja tidak cukup—koneksi juga harus aman,” tutup Fahd.

Continue Reading

Tekno

UGM Juara Dunia, Inovasinya Pakai Drone untuk Selamatkan Korban Bencana

Published

on

By

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Tim Tycoon berhasil meraih First Prize dalam ajang Global Sustainability Challenge (GSC) tahap Regional Final yang diselenggarakan pada 17–18 Januari 2025 di Zhejiang University, Hangzhou, China.

Global Sustainability Challenge (GSC) merupakan kompetisi tahunan berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh dunia untuk merancang, menerapkan, dan memamerkan solusi inovatif bagi isu keberlanjutan. Pada tahap regional final Asia Pasifik kali ini, kompetisi diikuti oleh 66 tim dari berbagai negara.

Kolaborasi Internasional dengan Solusi Teknologi Tanggap Bencana

Tim Tycoon merupakan tim kolaboratif yang terdiri atas empat mahasiswa UGM: Najwa Waqiah Saleh (Manajemen 2022), Nikita Dinda Azizah (Manajemen 2022), Gustav Susanto (Manajemen 2022), dan Satwika Nino Wandhana (Ilmu Komputer 2023). Mereka berkolaborasi dengan dua mahasiswa dari The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), yaitu Pranavi Kuntrapakam (Computer Engineering + AI) dan Anuk Ranaweera (Mechanical Engineering).

Dalam kompetisi tersebut, Tim Tycoon menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di negara berisiko tinggi seperti Indonesia. Gagasan mereka berupa sebuah aplikasi mobile yang terintegrasi dengan teknologi drone.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terdampak bencana alam, tetapi dari tahun 2004 hingga sekarang, belum terlihat perubahan signifikan baik dari sisi rapid response maupun proactive prevention,” ungkap Najwa Waqiah Saleh, salah satu anggota tim.

Sistem yang mereka rancang memanfaatkan drone untuk memetakan area terdampak bencana dan mendistribusikan bantuan darurat seperti makanan, minuman, dan perlengkapan P3K. Sementara itu, aplikasi mobile berfungsi sebagai pusat koordinasi dan penyebaran informasi yang menghubungkan masyarakat, relawan, dan pihak berwenang untuk merespons bencana dengan lebih efektif.

Menaklukkan Tantangan Waktu dan Koordinasi Lintas Negara

Proses kompetisi dimulai sejak tahap preliminary pada Oktober 2024, dilanjutkan dengan pengembangan prototipe selama kurang lebih satu bulan. Najwa mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengintegrasikan dua platform teknologi yang berbeda.

“Selain tantangan teknis, dinamika kerja tim lintas negara juga menjadi ujian tersendiri. Kami harus berkoordinasi secara daring dari berbagai zona waktu tanpa pernah bertemu fisik,” tambah Najwa. Namun, hal ini justru menjadi pembelajaran berharga. Kunci keberhasilannya, menurutnya, adalah pemberian ruang bagi setiap anggota untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama atas ide yang diusung.

Validasi Ide dan Bukti Kesiapan Bersaing di Tingkat Global

Pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan dosen pendamping, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., M.P.U., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UGM. Menurut Prof. Wakhid, solusi yang dipresentasikan tim telah menunjukkan kedalaman analisis dan relevansi dengan kondisi aktual.

“Kasus yang diangkat Tim Tycoon adalah kasus negara berkembang yang memiliki potensi menuju negara maju. Solusi yang disampaikan sudah mengaitkan isu keberlanjutan termasuk aspek lingkungan, sehingga penyampaian solusi bisnisnya komprehensif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa capaian First Prize ini membuktikan kesiapan mahasiswa UGM untuk bersaing di tingkat internasional.

Bagi Najwa dan tim, penghargaan ini lebih dari sekadar kemenangan kompetisi. “Ini menjadi sarana untuk memvalidasi gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap kondisi negara sendiri. Proses ini juga memberikan pembelajaran sangat berharga tentang pengambilan risiko dan pengembangan diri,” tutupnya.

Keberhasilan Tim Tycoon membuktikan bahwa kolaborasi internasional dan inovasi berbasis teknologi dapat menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan global, khususnya dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Continue Reading

Tekno

Cetak Lulusan Siap Kerja, Kemenperin & Sailun Group Gelar Wisuda Perdana Program Internasional

Published

on

By

Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) mencatatkan tonggak bersejarah dalam pengembangan sumber daya manusia industri nasional. Angkatan pertama mahasiswa program internasional Indonesia-Luban·Mozi College (Sailun Group) telah resmi menyelesaikan studi mereka. Upacara kelulusan digelar secara hybrid dari Qingdao Technical College (QTC) di Tiongkok dan disambungkan secara daring ke Indonesia, Selasa (20/1).

Program unggulan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Politeknik ATK Yogyakarta (di bawah BPSDMI Kemenperin), Qingdao Technical College (QTC), dan raksasa industri ban Sailun Group. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, menekankan bahwa momen ini adalah perayaan sebuah pencapaian bersejarah. “Kemitraan ini membuktikan bahwa pendidikan dan industri dapat bersinergi melintasi batas negara,” ujarnya.

Program ini dinilai berhasil menjadi jembatan efektif yang menghubungkan teori di kampus dengan praktik nyata di lantai produksi. Wulan memberikan apresiasi tinggi kepada QTC dan Sailun Group yang telah menjadi ‘rumah kedua’ bagi para mahasiswa. “Dengan mendekatkan kampus ke industri, kita sedang membangun pemimpin masa depan untuk industri karet dan ban di Indonesia,” tambahnya.

Para wisudawan angkatan pertama ini disebut sebagai pionir yang tangguh karena berhasil beradaptasi dengan budaya, bahasa, dan teknologi manufaktur canggih selama studi di Tiongkok. Lebih dari sekadar lulusan, mereka dipastikan langsung terserap ke dunia kerja. Wulan berpesan agar mereka bekerja dengan giat dan disiplin, serta mengingat bahwa mereka membawa nama bangsa dalam karier di Sailun Manufacturing Indonesia.

Acara kelulusan ini didukung penuh dan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi, antara lain Kepala BPSDMI Kemenperin Dr. Ir. Doddy Rahadi, M.T., dan Presiden QTC Xing Guanglu. Kemenperin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperluas program ini, termasuk bersiap mengirimkan angkatan mahasiswa berikutnya guna memperkuat ikatan bilateral Indonesia-Tiongkok.

Agenda wisuda juga diisi dengan laporan akademik, penyerahan sertifikat, serta testimoni transformatif dari perwakilan mahasiswa, M. Akbar Maulana, yang berbagi pengalaman berharganya selama menempuh pendidikan di Tiongkok. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi Kemenperin dalam menciptakan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global.

Continue Reading

Trending