Tekno
Ramadan, realme Luncurkan realme 8 Pro Illuminating Yellow & realme Watch S Master Edition
ekbizz.com – realme secara resmi memperkenalkan warna spesial Ramadan, realme 8 Pro Illuminating Yellow dan realme Watch S Master Edition yang dirancang oleh Grafflex – desainer ternama dunia. Dengan #BeTheLight, realme ingin mengajak anak muda untuk berbuat kebaikan dan menjadi cahaya di lingkungannya dengan teknologi dan style dari realme.
Hal inilah yang menginspirasi kami untuk memperkenalkan realme 8 Pro Illuminating Yellow sebagai warna spesial Ramadan kami serta realme Watch S Master Edition dengan desain bergaya pop culture yang unik dan berbeda dari smartwatch lainnya.
Palson Yi, Marketing Director realme Indonesia kepada media mengatakan bahwa kedua produk tersebut akan meningkatkan style anak muda yang ingin tampil menonjol di antara yang lainnya saat menjalani aktivitas baik di Bulan Ramadan maupun Lebaran. Unsur paling menonjol dalam desain fashion adalah warna. Dengan realme 8 Pro Illuminating Yellow, realme memberikan sensasi warna yang unik, menjadi bukti bahwa teknologi berkualitas tinggi dapat menyatu dengan fashion.
realme 8 Pro Illuminating Yellow mengadopsi Infinite Bold Design dengan Infinite Starry Design melalui efek starry yang mempesona melalui proses AG Crystal, menciptakan tekstur mikro yang memberikan kesan dimensi yang dalam. Hasilnya adalah lapisan kristal alami yang memadukan glossy dan matte, kasar dan halus dengan ketebalan 8.1 mm dan berat hanya 176 g.
Untuk membuatnya berbeda, realme 8 Pro Illuminating Yellow menggunakan bahan fluorescent khusus yang dapat menyerap cahaya dan menciptakan cahaya magis di sekitar modul kamera dan slogan “DARE TO LEAP” dalam gelap. Hal ini membuat realme 8 Pro Illuminating Yellow akan memancarkan style anak muda di malam hari dan siap menjadi simbol kepribadian yang trendi.
Unbox dan Dapatkan Karya Seni Kelas Dunia dari Master Designer dengan realme Watch S Master Edition
Untuk membuat realme Watch S Master Edition, realme berkolaborasi dengan Grafflex untuk memadukan kreasi street culture dan teknologi agar mendorong anak muda berani mendobrak batas antar budaya yang berbeda. Grafflex membuat dua strap khusus dan tampilan jam yang serasi sebagai wujud dari bakat visual Grafflex yang luar biasa dan memberikan sensasi seperti mengenakan karya seni pada pergelangan tangan.
Grafflex adalah Director di realme Design Studio dan style artistiknya secara kreatif menggabungkan kartun, hip-hop, dan street culture. Melalui reinterpretasi dan rekonstruksi berbagai objek, ia berhasil menuangkan bakat visualnya dalam bentuk garis-garis tebal dan warna grafis. Sekarang, pengguna menjadi lebih pintar dan bergaya sepanjang waktu karena realme Watch S hadir lebih trendi dari sebelumnya.
Dibalut dengan tampilan street design, realme Watch S masih menjadi asisten kesehatan paling trendi di harga Rp 1 jutaan. realme Watch S Master Edition mengusung alat ukur denyut jantung real-time, monitor oksigen dalam darah yang sangat akurat, mendukung 16 mode olahraga dan baterai yang tahan hingga 15 hari dalam penggunaan terus menerus.
Anak muda bisa mendapatkan warna spesial Ramadan realme 8 Pro Illuminating Yellow 8GB+128GB dengan harga Rp 4,499,000 eksklusif hanya di Tokopedia mulai 3 Mei hingga 7 Mei dengan gratis realme Buds Q, gratis bundling Telkomsel Max, gratis Tec Protec 1 tahun, cashback OVO Points senilai Rp 200,000 per pengguna dan diskon Rp 300,000 dari mitra bank.
Sementara realme Watch S Master Edition akan tersedia eksklusif di Tokopedia seharga Rp 999,000 dengan gratis Tec Protec 1 tahun dan cashback OVO Points senilai Rp 100,000 per pengguna mulai 3 Mei hingga 7 Mei. Cek lebih lanjut warna spesial Ramadan realme 8 Pro Illuminating Yellow dan realme Watch S Master Edition di Tokopedia.
Shopping
SATSPAM+ IM3 Lindungi Pejuang Ramadan dari Penipuan DigitalFitur WhatsApp Call Anti-Scam Pertama di Tanah Air
Ramadan membawa perubahan ritme yang signifikan. Dalam satu hari, volume chat, telepon, dan notifikasi digital meningkat drastis akibat urusan mudik, pembagian THR, belanja kebutuhan Lebaran, hingga sedekah digital. Di tengah kesibukan tersebut, para Pejuang Ramadan—pekerja kantoran, pelaku UMKM, driver ojol, tenaga kesehatan, hingga mahasiswa—tetap bekerja keras agar bulan suci ini tetap bermakna bagi keluarga dan orang tercinta.
Namun, peningkatan aktivitas digital juga meningkatkan risiko penipuan. Data 2025 menunjukkan kasus penipuan digital selama Ramadan naik hingga 34,7%, dengan 89% terjadi melalui WhatsApp dan 64% melalui panggilan telepon. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sendiri, tercatat 7.034 laporan penipuan hingga November 2025 dengan total kerugian mencapai Rp143,88 miliar.
Menjawab tantangan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”. Kampanye ini memperkenalkan inovasi terbaru: perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus).
Fitur SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call. Fitur ini dilengkapi deteksi otomatis, pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi. SATSPAM+ didukung teknologi jaringan AIvolusi 5G yang lebih cepat dan aman, kombinasi kecanggihan AI dan kekuatan 5G IOH.
Di Yogyakarta, layanan 5G IOH telah menjangkau 24 kecamatan (14 di Kota Yogyakarta, 3 di Bantul, dan 7 di Sleman) dengan 305 BTS aktif yang terintegrasi AI. Konektivitas tetap stabil meski trafik melonjak di pusat perbelanjaan, area pendidikan, kawasan pemukiman, serta hub transportasi selama Ramadan.
“Sejak diluncurkan Agustus 2025, aktivasi SATSPAM+ di Jawa Tengah dan DIY terus bertumbuh positif. Di periode Ramadan ketika komunikasi dan transaksi meningkat tajam, kami ingin pelanggan dapat fokus beribadah dan beraktivitas dengan tenang. Fitur ini memperkuat komitmen IOH sebagai AI North Star di Indonesia, memberdayakan dan melindungi masyarakat secara inklusif, termasuk lansia dan warga di daerah rentan.” jelas Fahd Yudhanegoro, EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison.
Paket Ramadan SATSPAM+ IM3
Seluruh pelanggan IM3 otomatis mendapatkan perlindungan SATSPAM+ tanpa biaya tambahan selama periode Ramadan. Pilihan paket:
Paket Unggulan
- 150GB/28 hari Rp150.000
- 300GB/28 hari Rp200.000
(masing-masing + 5.000 menit & SMS ke sesama IM3/Tri + akses gratis Viu atau Vidio Ultimate Mobile)
Paket Harian-Mingguan - 20GB/3 hari Rp20.000
- 30GB/5 hari Rp30.000
- 75GB/10 hari Rp50.000
(masing-masing + 1.000 menit & SMS ke sesama IM3/Tri)
Khusus Pelanggan IM3 Platinum
Perlindungan SATSPAM+ sudah termasuk dalam layanan pascabayar, ditambah bebas roaming di Malaysia dan Singapura menggunakan kuota utama. Tersedia juga paket Platinum 50 (50GB Rp100.000/bulan) dengan promo Ramadan: tambahan kuota 25GB hanya Rp25.000 (7 hari).
“Dengan SATSPAM+ dalam setiap Paket Ramadan IM3, pelanggan tidak hanya mendapatkan kuota internet, tetapi juga ketenangan. Karena di bulan suci ini, koneksi yang cepat saja tidak cukup—koneksi juga harus aman,” tutup Fahd.
Tekno
UGM Juara Dunia, Inovasinya Pakai Drone untuk Selamatkan Korban Bencana
Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Tim Tycoon berhasil meraih First Prize dalam ajang Global Sustainability Challenge (GSC) tahap Regional Final yang diselenggarakan pada 17–18 Januari 2025 di Zhejiang University, Hangzhou, China.
Global Sustainability Challenge (GSC) merupakan kompetisi tahunan berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh dunia untuk merancang, menerapkan, dan memamerkan solusi inovatif bagi isu keberlanjutan. Pada tahap regional final Asia Pasifik kali ini, kompetisi diikuti oleh 66 tim dari berbagai negara.
Kolaborasi Internasional dengan Solusi Teknologi Tanggap Bencana
Tim Tycoon merupakan tim kolaboratif yang terdiri atas empat mahasiswa UGM: Najwa Waqiah Saleh (Manajemen 2022), Nikita Dinda Azizah (Manajemen 2022), Gustav Susanto (Manajemen 2022), dan Satwika Nino Wandhana (Ilmu Komputer 2023). Mereka berkolaborasi dengan dua mahasiswa dari The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), yaitu Pranavi Kuntrapakam (Computer Engineering + AI) dan Anuk Ranaweera (Mechanical Engineering).
Dalam kompetisi tersebut, Tim Tycoon menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di negara berisiko tinggi seperti Indonesia. Gagasan mereka berupa sebuah aplikasi mobile yang terintegrasi dengan teknologi drone.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terdampak bencana alam, tetapi dari tahun 2004 hingga sekarang, belum terlihat perubahan signifikan baik dari sisi rapid response maupun proactive prevention,” ungkap Najwa Waqiah Saleh, salah satu anggota tim.
Sistem yang mereka rancang memanfaatkan drone untuk memetakan area terdampak bencana dan mendistribusikan bantuan darurat seperti makanan, minuman, dan perlengkapan P3K. Sementara itu, aplikasi mobile berfungsi sebagai pusat koordinasi dan penyebaran informasi yang menghubungkan masyarakat, relawan, dan pihak berwenang untuk merespons bencana dengan lebih efektif.
Menaklukkan Tantangan Waktu dan Koordinasi Lintas Negara
Proses kompetisi dimulai sejak tahap preliminary pada Oktober 2024, dilanjutkan dengan pengembangan prototipe selama kurang lebih satu bulan. Najwa mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengintegrasikan dua platform teknologi yang berbeda.
“Selain tantangan teknis, dinamika kerja tim lintas negara juga menjadi ujian tersendiri. Kami harus berkoordinasi secara daring dari berbagai zona waktu tanpa pernah bertemu fisik,” tambah Najwa. Namun, hal ini justru menjadi pembelajaran berharga. Kunci keberhasilannya, menurutnya, adalah pemberian ruang bagi setiap anggota untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama atas ide yang diusung.
Validasi Ide dan Bukti Kesiapan Bersaing di Tingkat Global
Pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan dosen pendamping, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., M.P.U., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UGM. Menurut Prof. Wakhid, solusi yang dipresentasikan tim telah menunjukkan kedalaman analisis dan relevansi dengan kondisi aktual.
“Kasus yang diangkat Tim Tycoon adalah kasus negara berkembang yang memiliki potensi menuju negara maju. Solusi yang disampaikan sudah mengaitkan isu keberlanjutan termasuk aspek lingkungan, sehingga penyampaian solusi bisnisnya komprehensif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa capaian First Prize ini membuktikan kesiapan mahasiswa UGM untuk bersaing di tingkat internasional.
Bagi Najwa dan tim, penghargaan ini lebih dari sekadar kemenangan kompetisi. “Ini menjadi sarana untuk memvalidasi gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap kondisi negara sendiri. Proses ini juga memberikan pembelajaran sangat berharga tentang pengambilan risiko dan pengembangan diri,” tutupnya.
Keberhasilan Tim Tycoon membuktikan bahwa kolaborasi internasional dan inovasi berbasis teknologi dapat menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan global, khususnya dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Tekno
Cetak Lulusan Siap Kerja, Kemenperin & Sailun Group Gelar Wisuda Perdana Program Internasional
Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) mencatatkan tonggak bersejarah dalam pengembangan sumber daya manusia industri nasional. Angkatan pertama mahasiswa program internasional Indonesia-Luban·Mozi College (Sailun Group) telah resmi menyelesaikan studi mereka. Upacara kelulusan digelar secara hybrid dari Qingdao Technical College (QTC) di Tiongkok dan disambungkan secara daring ke Indonesia, Selasa (20/1).
Program unggulan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Politeknik ATK Yogyakarta (di bawah BPSDMI Kemenperin), Qingdao Technical College (QTC), dan raksasa industri ban Sailun Group. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, menekankan bahwa momen ini adalah perayaan sebuah pencapaian bersejarah. “Kemitraan ini membuktikan bahwa pendidikan dan industri dapat bersinergi melintasi batas negara,” ujarnya.
Program ini dinilai berhasil menjadi jembatan efektif yang menghubungkan teori di kampus dengan praktik nyata di lantai produksi. Wulan memberikan apresiasi tinggi kepada QTC dan Sailun Group yang telah menjadi ‘rumah kedua’ bagi para mahasiswa. “Dengan mendekatkan kampus ke industri, kita sedang membangun pemimpin masa depan untuk industri karet dan ban di Indonesia,” tambahnya.
Para wisudawan angkatan pertama ini disebut sebagai pionir yang tangguh karena berhasil beradaptasi dengan budaya, bahasa, dan teknologi manufaktur canggih selama studi di Tiongkok. Lebih dari sekadar lulusan, mereka dipastikan langsung terserap ke dunia kerja. Wulan berpesan agar mereka bekerja dengan giat dan disiplin, serta mengingat bahwa mereka membawa nama bangsa dalam karier di Sailun Manufacturing Indonesia.
Acara kelulusan ini didukung penuh dan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi, antara lain Kepala BPSDMI Kemenperin Dr. Ir. Doddy Rahadi, M.T., dan Presiden QTC Xing Guanglu. Kemenperin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperluas program ini, termasuk bersiap mengirimkan angkatan mahasiswa berikutnya guna memperkuat ikatan bilateral Indonesia-Tiongkok.
Agenda wisuda juga diisi dengan laporan akademik, penyerahan sertifikat, serta testimoni transformatif dari perwakilan mahasiswa, M. Akbar Maulana, yang berbagi pengalaman berharganya selama menempuh pendidikan di Tiongkok. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi Kemenperin dalam menciptakan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global.

