Home Events Revolusi Industri 4.0 Tak Hanya Soal Teknologi, Tetapi Juga Budaya

Revolusi Industri 4.0 Tak Hanya Soal Teknologi, Tetapi Juga Budaya

94
0
SHARE
Gusti Kangjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam, saat membuka kirab apem

www.ekbizz.com – Masyarakat di Kelurahan Purwokinanti beberapa waktu yang lalu telah menyelesaikan kegiatan apeman dengan sukses. Kegiatan pun semarak yang diisi dengan sejumlah kegiatan mulai dari pelaksanaan tradisi ngapem hingga karnaval yang melibatkan 4 kampung.

Menurut Sugiyono, Ketua Panitia yang ditemui rekan media mengatakan, semenjak tahun 2017, Kelurahan Purwokinanti, Kecamatan Pakualaman masuk dalam kategori Kelurahan Rintisan Budaya. Konsekwensinya yakni harus mengajak warganya untuk bersama-sama melestarikan adat tradisi setempat.

“Rasa greget dan gumregah warga sini cukup terasa saat pada 2 tahun lalu masuk dalam kategori Kelurahan Rintisan Budaya. Sehingga, tradisi yang kami miliki, wajib kita lestarikan secara bersama-sama terutama untuk memberikan pengetahuan bagi generasi muda agar tidak lupa dengan adat budayanya,” tukasnya.

Menurut Kepala Bidang Adat, Seni dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Dra. Mukti Wulandari mengatakan bahwa pemahaman masyarakat akan adat istiadat setempat wajib terus dilestarikan agar generasi milenial dapat terjun langsung bersama dengan sesepuh yang masih ada dan bisa mengarahkan mereka pada upaya menjaga adat istiadat.

“contohnya seperti tradisi Miton ini, kalau pemudanya tidak mau belajar pada yang sepuh, maka bisa saja tradisi ini hilang. Oleh sebab itu perlu adanya dilakukan upaya strategis dalam membangun kesadaran agar generasi saat ini peduli. Sehingga, sepeninggal para sesepuh nanti, mereka dapat menjelaskan seluk-beluk tradisi ngapem. Sehingga, warisan budaya adi luhung ini dapat terus eksis,” tambahnya.

Dalam proses evaluasi ini, Mukti mengajak seluruh elemen masyarakat pada tahun 2020 mendatang agar bersemangat lagi dalam mengajak generasi muda untuk bersama-sama menjadi agen budaya dimasa depan. “Tantangan Revolusi Industri 4.0 tidak hanya pada teknologi, namun akar budaya otentik juga wajib untuk terus dilestarikan,” tutupnya ramah.