Events
Ubud Writers and Readers Festival 2023
Yayasan Mudra Swari Saraswati, the organizer of the Ubud Writers and Readers Festival (UWRF), cordially invites you to our press conference in celebration of the 20th anniversary Festival. The conference will take place in Jakarta on Friday, 18 August 2023, at Dia.Lo.Gue Artspace. During this event, we will unveil two exciting announcements: the appointment of former Puteri Indonesia 2022, Laksmi DeNeefe Suardana, as the new Festival Ambassador, and the launch of the anniversary main program lineup.
Details for the Press Conference are as follows:
Date: Friday, 18 August 2023
Time: 2:30 to 4:00 p.m., followed by a networking event and doorstop interview session
Venue: Dia.Lo.Gue. Artspace at Jalan Kemang Sel. No.99A, RT.1/RW.2, Bangka, Kec. Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12730 (see Google Maps)
Our distinguished speakers for the Press Conference include:
Janet DeNeefe, Festival Founder and Director
Laksmi DeNeefe Suardana, Festival Ambassador and Former Puteri Indonesia 2022
Leila S. Chudori, Senior Journalist and Author
Henry Manampiring, 2023 Festival Speaker, Author, and Mental Health Advocate
Lala Bohang, 2023 Festival Speaker, Author and Visual Artist
Join us to connect with our festival team and some of Indonesia’s most dynamic contemporary authors and artists. Your media outlet’s coverage of this event would be greatly appreciated, as your support for Indonesia’s arts and literary scene is invaluable.
Please confirm your attendance by replying to this email or sending a WhatsApp message to Sebastian Partogi (Ogi) at 812 1353 7156.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

