Events
Dies Natalis ke-21 UKM Campoer Seni UTY
www.ekbizz.com – Arteria merupakan event yang diselenggarakan oleh UKM Campoer Seni UTY dalam rangka dies natalis ke 21. Mengusung tema Melangit dan Membumi dengan tagline Gemah Ripah Loh Jinawi. Tema tersebut diambil dengan tujuan setiap individu dapat menselaraskan diri dengan alam semesta dan sesama.
Arteria mencoba meleburkan unsur seni dengan isu sosial yang sedang berkembang di tengah – tengah masyarakat. Masalah akan keberlangsungan atau penghijauan di suatu daerah yang merujuk pada pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan serta mewujudkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan yang dituangkan melalui media seni.
Arteria akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2019 di gedung PKKH UGM dengan berbagai macam kegiatan antara lain pertunjukan tari, modeling, teater, musik, pameran fotografi dan seni rupa. Selain menampilkan bakat-bakat mahasiswa anggota UKM Campoer Seni, Arteria juga mengundang tiga bintang tamu yang akan memeriahkan Dies Natalis UKM Campoer Seni 21: Arteria, yaitu Fstvlst, Rubah di Selatan, dan Langit Sore.
Open gate acara ini dimulai pukul 14.00 WIB dan akan close gate pada pukul 18.00 WIB. Tiket Arteria dibagi menjadi dua kategori pada presale 1 dengan harga Rp 20.000 untuk kategori reguler dan Rp 40.000 untuk kategori VIP. Dalam kesempatan tertentu juga dibagikan beberapa tiket gratis yang diinformasikan melalui akun resmi instagram arteria yaitu @arteria2019.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

