Connect with us

Events

1000 Orang Mudik Gratis Kembali Seru Bersama #Kurma

Published

on

PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. (Adira Finance) bersama Mahaka Radio Integra (MARI) memberangkatkan 1000 peserta mudik gratis Kembali Seru Bersama #Kurma pada hari Kamis, 20 April 2023 di Area Menara Imperium, Jakarta. Terdapat 20 bus yang siap membawa peserta mudik gratis menuju Kota Solo melalui 3 pilihan rute yaitu Jalur Utara, Jalur Tengah dan Jalur Selatan. Rute Utara melewati Kota Brebes, Tegal, Pekalongan, Semarang dan Solo. Rute Tengah melewati Kota Prupuk, Bumiayu, Ajibarang, Kebumen, Purworejo, Yogya dan Solo. Sedangkan Rute Selatan melewati Kota Tasikmalaya, Banjar, Karang Pucung, Wangon, Gombong, Kebumen, Purworejo, Yogya dan Solo.

Pelepasan peserta mudik dilakukan oleh Bapak Dewa Made Susila selaku Direktur Utama Adira Finance, Bapak Antonius Danny Hendarko selaku Wakil Direktur Adira Finance dan Denny J. Sompie selaku Direktur Bisnis MARI.

“Kami tidak menyangka antusiasme pendaftar mudik tahun ini begitu tinggi, peserta mudik gratis tahun ini naik lebih dari 5 kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada hari ini kami bahagia bisa melepas seribu Sahabat peserta mudik gratis bareng Adira Finance #Kurma. Program ini kami jalankan sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) dalam payung Adira Peduli yang memberikan solusi bagi ekosistem perusahaan yaitu karyawan, pelanggan dan masyarakat untuk bisa mudik ke kampung halaman. Hal ini sejalan dengan janji brand kami, Sahabat Setia Selamanya” ujar Dewa Made Susila selaku Direktur Utama Adira Finance.

Denny J. Sompie selaku Direktur Bisnis MARI juga turut menambahkan, “Ini merupakan tahun ke-dua kami bersama Adira Finance mengadakan program mudik gratis, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Adira Finance kepada MARI melalui HOT 93.2 FM untuk menyelenggarakan kegiatan mudik ini. Teman HOT dan Sahabat Adira juga dapat terus memantau perjalanan mudik ini, melalui radio dan media sosial HOT 93.2 FM, karena akan ada laporan secara langsung dari peserta mudik sepanjang perjalanan.”

Berdasarkan prediksi dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, tahun ini bakal ada lebih dari 25 juta orang yang berencana mudik menggunakan sepeda motor, dimana hal ini berpotensi rentan terhadap terjadinya kecelakaan lalu lintas. Program mudik gratis yang diadakan oleh Adira Finance sebagai salah satu bentuk upaya dalam mendukung program pemerintah untuk meminimalisir potensi risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pemudik yang akan menggunakan sepeda motor.

Untuk menjaga semangat dan antusias para peserta mudik selama di perjalanan, Adira Finance telah menyiapkan berbagai aktivitas permainan dan hiburan dengan berbagai hadiah menarik bagi para peserta mudik. Tidak hanya itu, sebagai bentuk perlindungan ekstra selama di perjalanan, para peserta juga mendapatkan polis Personal Accident (PA) dengan nilai perlindungan sampai dengan 25 juta rupiah per peserta dari Zurich Indonesia selaku mitra bisnis Adira Finance.

Salah satu peserta mudik, Iis Sugiarti mengatakan “Saya sangat antusias begitu tahu Adira Finance mengadakan kegiatan mudik gratis. Terima kasih Adira Finance, Saya dan seluruh anggota keluarga bisa mudik gratis tahun ini dengan aman dan nyaman ke kampung halaman di Yogyakarta.

Tidak hanya mudik, Adira Finance juga mengadakan kegiatan donasi dengan melakukan pembagian paket sembako selama di perjalanan. “Kami membagikan 150 paket sembako yang diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang bertugas di Rest Area KM 147 dan KM 207. Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat dan meningkatkan semangat para penerima dalam menjalankan tugasnya selama momen Hari Raya Idulfitri”, tutup Dewa Made Susila.

Events

Menelusuri Jejak Sejarah dan Kehidupan Kotagede

Published

on

By

Setelah cukup lama vakum, program Cerita di Kebon akhirnya kembali digelar dengan edisi yang lebih kaya dan mendalam. Kali ini, melalui tajuk “Niti Lampah Kotagede”, acara akan mengajak peserta menyusuri kawasan Cepuri sambil bercengkerama tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Kotagede.

Cerita di Kebon #3 ini bukan sekadar mengulang catatan sejarah lama. Melalui percakapan santai, peserta diajak melihat lebih dalam jejak pengaruh Mataram Islam, perubahan tata ruang, serta cara masyarakat Kotagede hidup berdampingan dengan warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dibahas bukan hanya peninggalan fisik, melainkan bagaimana Kotagede terus dijalani, diingat, dan dihidupkan dalam keseharian masyarakat saat ini.
Acara ini akan menghadirkan tiga narasumber berkompeten:

M. Yaser Arafat
Ki Supriyadi Sapta
Madha Soentoro

Ketiganya akan berbagi perspektif berbeda tentang pengalaman ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kotagede yang terus tumbuh dan berkembang.
Cerita di Kebon #3 merupakan bagian dari rangkaian perayaan “Setahun Kembali ke Akar” — peringatan satu tahun perjalanan Peken Klangenan Kotagede.
Detail Acara:

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2026
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Kotagede
Biaya : Gratis untuk umum

Acara ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Kotagede lebih dalam — baik warga setempat, pelajar, mahasiswa, maupun pecinta sejarah dan budaya. Datanglah dengan santai, siapkan hati dan telinga untuk mendengar cerita yang penuh makna di tengah suasana kebun yang asri.

“Melalui Cerita di Kebon, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya melihat Kotagede sebagai masa lalu, tapi juga sebagai ruang hidup yang terus bernapas hingga hari ini,” ujar panitia penyelenggara.

Jangan lewatkan momen langka ini. Mari datang, mendengar, dan ikut merawat ingatan serta warisan budaya Kotagede bersama.

Continue Reading

Events

Membaca Ulang Lahirnya Indonesia yang Inklusif dan Kritis

Published

on

By

Sejumlah akademisi, penulis, dan aktivis berkumpul dalam forum Dialog Republik: Lahirnya Negara Indonesia yang diselenggarakan di Ballroom University Club UGM, Kamis (30/4/2026).

Diskusi yang diprakarsai Forum 2045 bersama Dewan Guru Besar UGM, LAB45, Nalar Institute, dan Institut Harkat Negeri ini membahas sejarah sebagai pembacaan kritis terhadap pembentukan, ingatan, dan praktik republik Indonesia saat ini.

Para pembicara menekankan bahwa persoalan republik tidak hanya bersifat politik, melainkan juga menyangkut cara pengetahuan dan konstruksi sejarah dibangun.

Pinurba Parama Pratiyudha selaku Ketua Forum 2045 membuka diskusi dengan mengingatkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan ‘titik nol’ Indonesia yang melampaui kemerdekaan politik, mencakup pula kemerdekaan ekonomi, ekologi, dan epistemologi.

Ia menyoroti pentingnya memahami peristiwa tersebut secara menyeluruh, termasuk peran Ibu Fatmawati dalam menjahit Bendera Merah Putih yang sering terlupakan dari ingatan kolektif.

Sementara itu, Prof. Muhammad Baiquni, Ketua Dewan Guru Besar UGM, menekankan perlunya membangun masa depan bangsa dengan mengintegrasikan kecerdasan, nurani, dan kepedulian lingkungan. “Solidaritas dengan hati menjadi pilar agar Indonesia bisa bangkit,” ujarnya.

Dra. Jaleswari Pramodhawardani, Kepala LAB45, menyatakan bahwa proklamasi bukan peristiwa yang selesai, melainkan proses berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan dalam republik berasal dari rakyat dan harus dipertanggungjawabkan.

Mengutip Hannah Arendt, Jaleswari menegaskan bahwa kekuasaan lahir dari pluralitas, sementara kekerasan muncul saat kekuasaan kehilangan legitimasi. Ia menambahkan pentingnya menjaga ruang kritik sebagai mekanisme demokrasi.

Prof. Alimatul Qibtiyah dari UIN Sunan Kalijaga melengkapi dengan perspektif bahwa proklamasi melibatkan tindakan verbal, simbolik, dan struktural, serta menyerukan pembacaan yang lebih inklusif dengan memasukkan keadilan gender dan kelompok terpinggirkan.

Dosen Fisipol UGM Milda Longgeita Br. Pinem menyoroti kecenderungan sejarah yang hanya mengingat tindakan formal seperti pembacaan teks proklamasi, sementara mengabaikan kerja-kerja nyata yang mendukungnya, termasuk penjahitan bendera oleh perempuan.

“Teks menyatakan kemerdekaan, tetapi bendera yang dijahit membuat kemerdekaan menjadi tampak,” katanya.

Penulis Okky Madasari menambahkan bahwa pemaknaan proklamasi saat ini mengalami depolitisasi dan kekurangan keberanian politik. Ia menyoroti pelemahan demokrasi dan kebebasan berekspresi, serta mendesak agar proklamasi dimaknai kembali sebagai upaya mengembalikan kedaulatan rakyat.

Diskusi ditutup dengan kesepakatan para pembicara bahwa tantangan utama bukan kurangnya pengetahuan sejarah, melainkan bagaimana menghidupkan makna republik dalam kehidupan sehari-hari.

Jaleswari menekankan peran generasi muda untuk terus mengawal praktik bernegara. “Republik bukan sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang harus terus diulang,” ujarnya. Forum ini menegaskan bahwa membaca ulang republik merupakan tindakan penting untuk menjaga nilai keadilan dan memperkuat masyarakat sipil dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia saat ini.

Continue Reading

Events

Warning Gen Z! Skill Menjahit & Masak Bisa Bikin Kamu Punya Side Hustle

Published

on

By

Pada Senin (6 April 2026), UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantul resmi membuka dua pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang super praktis: Menjahit di Wirokerten, Banguntapan, dan Tata Boga di Srimulyo, Piyungan.

Gak perlu nunggu lama atau biaya mahal. Program ini pure buat ningkatin kompetensi anak muda dan masyarakat supaya lebih mandiri, bisa buka usaha sampingan, bahkan jadi content creator fashion atau kuliner yang aesthetic di TikTok & Instagram.

Detail Pelatihan yang Wajib Dicatet:

Pelatihan MTU Menjahit
Tanggal: 7 April – 12 Mei 2026 (sekitar 5 minggu full action)
Tempat: Pusdiklat Mulia, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul
Peserta: 16 orang (kelas intim, beneran hands-on)

Pelatihan MTU Tata Boga
Tanggal: 9 April – 7 Mei 2026
Tempat: Bangsal Pasca Panen Berkah Jaya, Jombor, Srimulyo, Piyungan, Bantul
Peserta: 16 orang

Pembukaan di Piyungan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T., Panewu Piyungan, Kepala UPTD BLK Bantul, dan Lurah Srimartani. Sementara di Wirokerten, Bp. Agus Sofwan selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul ikut hadir bareng Kepala Disnakertrans dan jajaran lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar teori, tapi langsung skill aplikatif yang bisa dipakai buat menciptakan peluang usaha mandiri. “Kami ingin anak muda Bantul punya bekal nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan desa,” ujar Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T. .

Kenapa Harus Ikutan?
Di era digital sekarang, skill menjahit bisa jadi modal bikin custom hoodie, hijab kekinian, atau bahkan brand fashion lokal. Sementara Tata Boga? Bisa langsung bikin konten mukbang, jualan catering aesthetic, atau buka kedai kopi-dessert yang hits di kalangan Gen Z.

Sekedar informasi, Pelatihan MTU merupakan program yang dilaksanakan berdasarkan pengajuan proposal langsung dari masyarakat atau kelompok masyarakat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik dan keinginan warga dalam meningkatkan kompetensi keterampilan sesuai dengan permintaan yang diajukan.

Sementara itu, pelatihan untuk masyarakat umum yang tidak melalui proposal kelompok diselenggarakan melalui program pelatihan institusional. Pelatihan institusional tersebut direncanakan akan dimulai pada sekitar bulan Juni 2026. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi bidang administrasi, otomotif, serta teknisi handphone.

Info lebih lanjut tentang program bisa datang ke UPTD BLK Bantul di Jalan Jenderal Sudirman No.1, Babadan, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul

Continue Reading

Trending