Connect with us

Events

Bangkitkan Semangat Perubahan Menuju Indonesia Bebas Kanker Payudara

Published

on

Lovepink, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosialisasi deteksi dini dan pendampingan bagi perempuan dengan kanker payudara, tahun ini kembali dengan kegiatan tahunan yang ketujuh dalam rangka Breast Cancer Awareness Month, yaitu Indonesia Goes Pink (IGP) 2023. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sepanjang bulan Oktober 2023 nanti akan mengangkat tema ”Make the Change, Be the Change”.

“Tema yang diangkat tahun ini merupakan sebuah semangat ajakan kepada seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam pergerakan menuju Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut 2030. ‘Make The Change, Be The Change’ adalah seruan untuk membuat perubahan dengan mengingatkan, dan menjadi perubahan dengan melakukan,” papar Dede Gracia, Ketua Pelaksana Indonesia Goes Pink 2023.

Untuk merealisasikan ajakan ini, IGP 2023 akan hadir dengan dua kegiatan utama.

Kegiatan yang pertama adalah SHE The Forum, sebuah acara komprehensif dalam satu hari, terdiri dari beberapa kegiatan interaktif dengan fokus pada konsep SHE (Share, Heal, & Empower), yang akan berlangsung pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023 di Function Hall A-D Level 2 Plaza Indonesia. Forum ini akan menghadirkan seminar edukatif seputar masa depan pengobatan kanker payudara, metode pemulihan lewat musik, dan kisah inspiratif dari para warriors dan survivors yang merupakan pelaku kreatif di bidang masing-masing. Narasumber yang diundang adalah Dr. Jeffry B. Tenggara, Sp.PD-KHOM (Medical Oncologist), Maya Hasan (Harpist, Actress, Practitioner), dan Merry Riana (Entrepreneur, Investor, Content Creator). Selain itu, ada Gerakan 10.000 USG Payudara Gratis yang diperuntukkan bagi perempuan Indonesia dengan keterbatasan finansial. Lovepink juga memberikan sarana untuk mempromosikan aktivitas bisnis UMKM para warriors dan survivors melalui THE PINK MARKET. Siapapun yang berminat untuk ikut serta dalam SHE The Forum dapat melakukan pembelian tiket di https://bit.ly/SHETheForum .

Kegiatan kedua adalah PINK CARNIVAL, yaitu kampanye peduli kanker payudara berwujud parade di jalan protokol, sekaligus sebuah perayaan kehidupan bersama para Breast Cancer Warriors & Survivors, dengan mengenakan kostum dan atribut serba pink yang meriah. Acara akan berlangsung pada hari Minggu, 15 Oktober 2023 di Thamrin Lobby Plaza Indonesia. Acara ini didukung dengan penampilan spesial Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memeriahkan parade jalan bersama Chelsea Islan, peserta UI Fashion Week, 2ICONS, dan Reza Andriyanto (L-Men of the Year 2022). Lalu, ada olahraga bareng Riana Bismarak (Founder Geng Gobyos), dan penampilan SADARI dance oleh RDC Dancers. Akan ada door prize menarik dan games berhadiah. Mari ikut ramaikan PINK CARNIVAL, dengan mendaftar langsung ke sini: https://bit.ly/PendaftaranPinkCarnivalIGP2023

Dalam penyelenggaraan IGP 2023, Lovepink mendapatkan dukungan public figure dari berbagai latar belakang, di antaranya Chelsea Islan (Actress & Caregiver), Bubah Alfian (Make Up Artist, Director Jember Fashion Carnaval), dan Anggi Wirya Diputra (Founder dan Creative Director 2ICONS).

Pemeriksaan USG Payudara Gratis untuk 10.000 Perempuan dengan keterbatasan finansial
Tahun ini Lovepink kembali mengadakan USG Payudara Gratis untuk mendorong peningkatan kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini yang dapat mengurangi potensi paparan kanker payudara stadium lanjut. Sampai akhir Agustus 2023, Gerakan 10.000 USG Payudara bekerjasama dengan beberapa rumah sakit, sudah dilakukan di wilayah Padang, Banjarbaru, Jabodetabek, Yogyakarta, Bandung, Jember, Surabaya dan Malang. Untuk pemeriksaan payudara secara klinis, yang dirujuk berdasarkan data lokasi masing-masing peserta dan telah berlangsung sejak Oktober 2021, sudah menjangkau lebih dari 8200 perempuan.

Secara berkala, Lovepink akan meningkatkan target penerima manfaat agar semakin banyak perempuan dengan keterbatasan finansial di Indonesia yang mendapatkan akses untuk melakukan deteksi klinis. Gerakan ini sejalan dengan WHO Global Breast Cancer Initiative yang bertujuan mengurangi angka kematian akibat kanker payudara global sebanyak 2,5% antara 2020 sampai 2040 dengan melakukan deteksi dini melalui SADARI dan SADANIS (Periksa Payudara secara Klinis), diagnosis tepat waktu, dan manajemen kanker payudara yang menyeluruh . Tahun ini, Plaza Indonesia hadir sebagai Official Venue Indonesia Goes Pink 2023, dan seluruh rangkaian acara juga didukung penuh oleh United Tractors dan Tupperware.

Events

Menelusuri Jejak Sejarah dan Kehidupan Kotagede

Published

on

By

Setelah cukup lama vakum, program Cerita di Kebon akhirnya kembali digelar dengan edisi yang lebih kaya dan mendalam. Kali ini, melalui tajuk “Niti Lampah Kotagede”, acara akan mengajak peserta menyusuri kawasan Cepuri sambil bercengkerama tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Kotagede.

Cerita di Kebon #3 ini bukan sekadar mengulang catatan sejarah lama. Melalui percakapan santai, peserta diajak melihat lebih dalam jejak pengaruh Mataram Islam, perubahan tata ruang, serta cara masyarakat Kotagede hidup berdampingan dengan warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dibahas bukan hanya peninggalan fisik, melainkan bagaimana Kotagede terus dijalani, diingat, dan dihidupkan dalam keseharian masyarakat saat ini.
Acara ini akan menghadirkan tiga narasumber berkompeten:

M. Yaser Arafat
Ki Supriyadi Sapta
Madha Soentoro

Ketiganya akan berbagi perspektif berbeda tentang pengalaman ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kotagede yang terus tumbuh dan berkembang.
Cerita di Kebon #3 merupakan bagian dari rangkaian perayaan “Setahun Kembali ke Akar” — peringatan satu tahun perjalanan Peken Klangenan Kotagede.
Detail Acara:

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2026
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Kotagede
Biaya : Gratis untuk umum

Acara ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Kotagede lebih dalam — baik warga setempat, pelajar, mahasiswa, maupun pecinta sejarah dan budaya. Datanglah dengan santai, siapkan hati dan telinga untuk mendengar cerita yang penuh makna di tengah suasana kebun yang asri.

“Melalui Cerita di Kebon, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya melihat Kotagede sebagai masa lalu, tapi juga sebagai ruang hidup yang terus bernapas hingga hari ini,” ujar panitia penyelenggara.

Jangan lewatkan momen langka ini. Mari datang, mendengar, dan ikut merawat ingatan serta warisan budaya Kotagede bersama.

Continue Reading

Events

Membaca Ulang Lahirnya Indonesia yang Inklusif dan Kritis

Published

on

By

Sejumlah akademisi, penulis, dan aktivis berkumpul dalam forum Dialog Republik: Lahirnya Negara Indonesia yang diselenggarakan di Ballroom University Club UGM, Kamis (30/4/2026).

Diskusi yang diprakarsai Forum 2045 bersama Dewan Guru Besar UGM, LAB45, Nalar Institute, dan Institut Harkat Negeri ini membahas sejarah sebagai pembacaan kritis terhadap pembentukan, ingatan, dan praktik republik Indonesia saat ini.

Para pembicara menekankan bahwa persoalan republik tidak hanya bersifat politik, melainkan juga menyangkut cara pengetahuan dan konstruksi sejarah dibangun.

Pinurba Parama Pratiyudha selaku Ketua Forum 2045 membuka diskusi dengan mengingatkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan ‘titik nol’ Indonesia yang melampaui kemerdekaan politik, mencakup pula kemerdekaan ekonomi, ekologi, dan epistemologi.

Ia menyoroti pentingnya memahami peristiwa tersebut secara menyeluruh, termasuk peran Ibu Fatmawati dalam menjahit Bendera Merah Putih yang sering terlupakan dari ingatan kolektif.

Sementara itu, Prof. Muhammad Baiquni, Ketua Dewan Guru Besar UGM, menekankan perlunya membangun masa depan bangsa dengan mengintegrasikan kecerdasan, nurani, dan kepedulian lingkungan. “Solidaritas dengan hati menjadi pilar agar Indonesia bisa bangkit,” ujarnya.

Dra. Jaleswari Pramodhawardani, Kepala LAB45, menyatakan bahwa proklamasi bukan peristiwa yang selesai, melainkan proses berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan dalam republik berasal dari rakyat dan harus dipertanggungjawabkan.

Mengutip Hannah Arendt, Jaleswari menegaskan bahwa kekuasaan lahir dari pluralitas, sementara kekerasan muncul saat kekuasaan kehilangan legitimasi. Ia menambahkan pentingnya menjaga ruang kritik sebagai mekanisme demokrasi.

Prof. Alimatul Qibtiyah dari UIN Sunan Kalijaga melengkapi dengan perspektif bahwa proklamasi melibatkan tindakan verbal, simbolik, dan struktural, serta menyerukan pembacaan yang lebih inklusif dengan memasukkan keadilan gender dan kelompok terpinggirkan.

Dosen Fisipol UGM Milda Longgeita Br. Pinem menyoroti kecenderungan sejarah yang hanya mengingat tindakan formal seperti pembacaan teks proklamasi, sementara mengabaikan kerja-kerja nyata yang mendukungnya, termasuk penjahitan bendera oleh perempuan.

“Teks menyatakan kemerdekaan, tetapi bendera yang dijahit membuat kemerdekaan menjadi tampak,” katanya.

Penulis Okky Madasari menambahkan bahwa pemaknaan proklamasi saat ini mengalami depolitisasi dan kekurangan keberanian politik. Ia menyoroti pelemahan demokrasi dan kebebasan berekspresi, serta mendesak agar proklamasi dimaknai kembali sebagai upaya mengembalikan kedaulatan rakyat.

Diskusi ditutup dengan kesepakatan para pembicara bahwa tantangan utama bukan kurangnya pengetahuan sejarah, melainkan bagaimana menghidupkan makna republik dalam kehidupan sehari-hari.

Jaleswari menekankan peran generasi muda untuk terus mengawal praktik bernegara. “Republik bukan sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang harus terus diulang,” ujarnya. Forum ini menegaskan bahwa membaca ulang republik merupakan tindakan penting untuk menjaga nilai keadilan dan memperkuat masyarakat sipil dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia saat ini.

Continue Reading

Events

Warning Gen Z! Skill Menjahit & Masak Bisa Bikin Kamu Punya Side Hustle

Published

on

By

Pada Senin (6 April 2026), UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantul resmi membuka dua pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang super praktis: Menjahit di Wirokerten, Banguntapan, dan Tata Boga di Srimulyo, Piyungan.

Gak perlu nunggu lama atau biaya mahal. Program ini pure buat ningkatin kompetensi anak muda dan masyarakat supaya lebih mandiri, bisa buka usaha sampingan, bahkan jadi content creator fashion atau kuliner yang aesthetic di TikTok & Instagram.

Detail Pelatihan yang Wajib Dicatet:

Pelatihan MTU Menjahit
Tanggal: 7 April – 12 Mei 2026 (sekitar 5 minggu full action)
Tempat: Pusdiklat Mulia, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul
Peserta: 16 orang (kelas intim, beneran hands-on)

Pelatihan MTU Tata Boga
Tanggal: 9 April – 7 Mei 2026
Tempat: Bangsal Pasca Panen Berkah Jaya, Jombor, Srimulyo, Piyungan, Bantul
Peserta: 16 orang

Pembukaan di Piyungan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T., Panewu Piyungan, Kepala UPTD BLK Bantul, dan Lurah Srimartani. Sementara di Wirokerten, Bp. Agus Sofwan selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul ikut hadir bareng Kepala Disnakertrans dan jajaran lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar teori, tapi langsung skill aplikatif yang bisa dipakai buat menciptakan peluang usaha mandiri. “Kami ingin anak muda Bantul punya bekal nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan desa,” ujar Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T. .

Kenapa Harus Ikutan?
Di era digital sekarang, skill menjahit bisa jadi modal bikin custom hoodie, hijab kekinian, atau bahkan brand fashion lokal. Sementara Tata Boga? Bisa langsung bikin konten mukbang, jualan catering aesthetic, atau buka kedai kopi-dessert yang hits di kalangan Gen Z.

Sekedar informasi, Pelatihan MTU merupakan program yang dilaksanakan berdasarkan pengajuan proposal langsung dari masyarakat atau kelompok masyarakat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik dan keinginan warga dalam meningkatkan kompetensi keterampilan sesuai dengan permintaan yang diajukan.

Sementara itu, pelatihan untuk masyarakat umum yang tidak melalui proposal kelompok diselenggarakan melalui program pelatihan institusional. Pelatihan institusional tersebut direncanakan akan dimulai pada sekitar bulan Juni 2026. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi bidang administrasi, otomotif, serta teknisi handphone.

Info lebih lanjut tentang program bisa datang ke UPTD BLK Bantul di Jalan Jenderal Sudirman No.1, Babadan, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul

Continue Reading

Trending