Connect with us

Events

Adira Finance Ajak Ribuan Warga Rasakan Sensasi Pesona Lokal

Published

on

Pada hari ini, Adira Finance bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata (Pesona Indonesia) dan RCTI menggelar Festival Pesona Lokal untuk pertama kalinya di Yogyakarta. Bertempat di Alun Alun Utara Kota Yogyakarta, Festival Pesona Lokal Yogyakarta 2019 menghadirkan berbagai ragam budaya dan kearifan lokal Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ribuan pengunjung datang untuk merasakan sensasi pesona lokal mulai dari aneka kreasi kostum parade karnaval, tarian tradisional kontemporer, hingga kuliner dan produk khas daerah tersebut.

Hafid Hadeli selaku Direktur Utama Adira Finance mengatakan, ”Kami sangat senang bahwa pada hari ini kami dapat menggelar Festival Pesona Lokal untuk pertama kalinya di Yogyakarta menampilkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta. Semoga kegiatan yang bertajuk Rasakan Sensasi Pesona Lokal ini semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan juga peran aktif kita semua untuk turut serta mempromosikannya.”

Festival Pesona Lokal Yogyakarta 2019 dibuka oleh Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli beserta jajaran direksi Adira Finance, Kepala Wilayah Area Jawa Tengah Adira Finance Irfan Budianto, dan Chief Financial Officer Adira Insurance Meryati Bandjarnahor. Diisi dengan berbagai perlombaan dan hiburan untuk masyarakat, kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 21.00 waktu setempat ini berhasil menarik sedikitnya 7500 pengunjung. Tidak hanya masyarakat umum, ekosistem Adira Finance yang terdiri dari karyawan, dealer, agen, dan mitra bisnis, serta komunitas dan pelajar, turut ambil bagian dalam memeriahkan Festival Pesona Lokal Yogyakarta.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Parade Karnaval Budaya yang diikuti oleh lebih dari 700 peserta. Menampilkan atraksi kekayaan budaya Yogyakarta dan juga Jawa Tengah, mulai dari baju adat, musik tradisional hingga pertunjukan kesenian khas, Parade Karnaval Budaya ini mengelilingi Alun-Alun Utara untuk menghibur dan menyapa masyarakat.

Selain Parade Karnaval Budaya, ada juga Lomba Tari Lokal Kontemporer yang diikuti sekitar 100 peserta, Lomba Desain Motif Khas Lokal Kontemporer pada media desain topeng kayu dengan jumlah 30 peserta, dan Kompetisi ala Selebgram Lokal yang bisa diikuti oleh seluruh pengunjung. Puncak dari kegiatan pada hari ini adalah penampilan dari Langit Sore dan Siti Badriah.

Tidak hanya sejumlah perlombaan yang dapat diikuti, para pengunjung Festival Pesona Lokal Surabaya juga disuguhkan dengan pasar rakyat yang dimeriahkan oleh booth-booth dari para sponsor serta puluhan UMKM terpilih dengan berbagai produk kuliner dan kerajinan khas Yogyakarta yang inovatif dan kreatif. Area Festival Kuliner dan Foodtruck menjajakan berbagai makanan termasuk makanan khas, tidak ketinggalan, terdapat pula area test drive untuk masyarakat yang ingin menjajal kendaraan roda dua dari berbagai merk.

Hadiah senilai total ratusan juta rupiah menanti para pemenang lomba di ajang Festival Pesona Lokal 2019 Yogyakarta. Pemenang Lomba Karnaval Budaya akan mendapatkan: juara 1 Rp. 15.000.000,- , juara 2 Rp. 10.000.000,- , dan juara 3 Rp.5.000.000,-. Pemenang Lomba Tari Kontemporer akan mendapatkan; juara utama uang tunai Rp. 5.000.000, dan juara favorit Rp. 2.000.000,- . Untuk para pemenang Lomba Desain Motif Khas Lokal Kontemporer masing-masing akan mendapatkan uang tunai sejumlah ; juara 1 uang tunai Rp. 3.000.000,- , juara 2 Rp. 2.000.000,-, juara 3 Rp. 1.000.000,-.

Sementara untuk pemenang Lomba Kompetisi ala selebgram akan mendapatkan uang tunai Rp. 2.000.000,- untuk pemenang utama dan Rp. 1.000.000,- untuk pemenang favorit, yang akan diumumkan H+7 di akun Instagram resmi Adira Finance di @adirafinanceid.

Adira Finance mendapatkan banyak dukungan dan bantuan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta. Salah satunya yang menjadi sponsor utama yaitu Adira Insurance dan sponsor lainnya seperti; MUFG Bank, PT Visonet Internasional (OVO), PT Pitoe Sarana Informatika, PT Astra Honda Motor, Coca Cola Amatil Indonesia, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, PT Suzuki Indomobil Sales, PT Triangle Motorindo (VIAR), PT Kawasaki Motor Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Asuransi Raksa Pratikara, PT. Solusi Transportasi Indonesia (Grab Indonesia), Comforta, Bank Danamon Indonesia, Telkom, Artajasa dan Alibaba.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah daerah baik Provinsi maupun Kota Daerah Istimewa Yogyakarta, aparatur setempat, dan para sponsor serta mitra Adira Finance yang telah mendukung dan membantu terselenggarakan kegiatan Festival Pesona Lokal Yogyakarta dengan aman dan tertib, Semoga Festival Pesona Lokal dapat menjadi acara tahunan yang ikonik yang dapat menambah daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung,” tutup Hafid.

 

Events

Media Lokal Didorong Adaptif Hadapi Transformasi Digital Tanpa Tinggalkan Etika Jurnalistik

Published

on

By

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Arus berita yang bergerak sangat cepat menuntut media untuk mampu beradaptasi, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik sebagai fondasi kepercayaan publik.

Sebagai upaya memperkuat daya saing media lokal di era digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menggelar Workshop Media Lokal Berkelanjutan di Isvara Riverside, Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan kemajuan teknologi telah menggeser pola konsumsi informasi masyarakat. Kehadiran berbagai platform digital membuat siapa pun kini dapat memproduksi sekaligus menyebarkan informasi.

Menurutnya, kondisi tersebut membawa tantangan baru berupa banjir informasi yang belum tentu akurat sehingga masyarakat semakin sulit membedakan berita yang benar dengan hoaks. Karena itu, media dituntut tidak hanya cepat menyajikan informasi, tetapi juga memastikan setiap berita telah melalui proses verifikasi.

Farida menegaskan kepercayaan publik merupakan modal utama media. Di tengah algoritma platform digital yang cenderung mengutamakan konten sensasional, media harus tetap menjaga integritas dan profesionalisme agar loyalitas pembaca tetap terpelihara.

Ia juga melihat perubahan algoritma digital membuka peluang bagi media lokal karena konten yang relevan dengan kebutuhan masyarakat daerah kini semakin mendapat ruang. Keunggulan media lokal dalam memahami karakter, budaya, dan persoalan masyarakat dinilai menjadi kekuatan yang harus dimanfaatkan.

Pemerintah mendorong media lokal memperkuat kapasitas newsroom, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengembangkan distribusi multiplatform, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhammad Jazuli, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh mengurangi nilai-nilai dasar jurnalistik. Media profesional tetap harus menjunjung Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, proses penyuntingan, dan tanggung jawab kepada publik.

Ia juga mengajak media mengembangkan jurnalisme yang tidak hanya mengungkap persoalan, tetapi turut menghadirkan solusi serta mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pemberitaan. Melalui workshop ini, diharapkan insan media semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan meningkatkan kualitas jurnalistik, menjaga profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan publik agar media lokal tetap berperan sebagai pilar demokrasi.

Continue Reading

Events

Jamasan Pusaka Kyai Nolobondo Kembali Digelar di Kebondalem Prambanan

Published

on

By

Sleman, 08 Juli 2026 – Masyarakat Dusun Kebondalem, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, kembali akan menyelenggarakan Jamasan Pusaka Tutupan Suran Kyai Nolobondo pada Selasa Pahing, 14 Juli 2026, bertempat di Pendopo Dukuh Kebondalem, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan budaya yang telah menjadi agenda masyarakat ini merupakan wujud pelestarian tradisi leluhur sekaligus penghormatan terhadap pusaka yang diyakini memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi masyarakat Kebondalem. Prosesi jamasan bukan sekadar membersihkan benda pusaka secara fisik, melainkan juga menjadi simbol penyucian diri, introspeksi, serta doa bersama dalam menyambut datangnya Tahun Baru Jawa, bulan Sura.

Acara ini terbuka bagi masyarakat dan para pecinta budaya yang ingin mengikuti prosesi jamasan. Panitia juga menyediakan layanan reservasi dengan kontribusi ubarampe sebesar Rp50.000 per bilah pusaka bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi pembersihan pusaka secara adat. Salah satu tim panitia, Dwi Eko Purnomo mengatakan bahwa kegiatan ini mampu menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur.

“Tradisi jamasan bukan hanya merawat benda pusaka, tetapi juga merawat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan menjaga identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.” jelasnya singkat.

Tradisi yang Sarat Makna

Dalam budaya Jawa, tradisi jamasan pusaka telah berlangsung selama ratusan tahun dan lazim dilaksanakan setiap bulan Sura. Kata jamas berarti memandikan atau membersihkan. Namun, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar membersihkan logam pusaka. Prosesi biasanya diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembersihan pusaka menggunakan air, jeruk nipis, air bunga, hingga pemberian minyak sebagai bagian dari perawatan. Tradisi ini menjadi simbol penyucian lahir dan batin serta ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Melestarikan Warisan Budaya Lokal

Pelaksanaan Jamasan Pusaka Tutupan Suran Kyai Nolobondo di Dusun Kebondalem menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya lokal di wilayah Prambanan. Selain menjaga eksistensi pusaka yang diwariskan secara turun-temurun, kegiatan ini juga menjadi media mempererat silaturahmi antarwarga, pegiat budaya, dan pemerhati sejarah. Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, masyarakat berharap tradisi ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman serta mampu menjadi daya tarik budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi lokal Sleman kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi jamasan, panitia menetapkan kontribusi ubarampe sebesar Rp50.000 per bilah pusaka. Kontribusi tersebut sudah mencakup seluruh fasilitas selama kegiatan, antara lain prosesi jamasan pusaka, jasa penjamas (tukang jamas) tanpa biaya tambahan, seluruh perlengkapan dan bahan jamasan, konsumsi makan dan minum, serta wedaran pamor dan pembahasan mengenai karakter, filosofi, serta perawatan pusaka yang disampaikan langsung oleh Empu Keris Yogyakarta. Dengan fasilitas tersebut, peserta tidak hanya memperoleh perawatan pusaka secara tradisional, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai sejarah, makna, dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap pusaka.

Continue Reading

Events

Menelusuri Jejak Sejarah dan Kehidupan Kotagede

Published

on

By

Setelah cukup lama vakum, program Cerita di Kebon akhirnya kembali digelar dengan edisi yang lebih kaya dan mendalam. Kali ini, melalui tajuk “Niti Lampah Kotagede”, acara akan mengajak peserta menyusuri kawasan Cepuri sambil bercengkerama tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Kotagede.

Cerita di Kebon #3 ini bukan sekadar mengulang catatan sejarah lama. Melalui percakapan santai, peserta diajak melihat lebih dalam jejak pengaruh Mataram Islam, perubahan tata ruang, serta cara masyarakat Kotagede hidup berdampingan dengan warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dibahas bukan hanya peninggalan fisik, melainkan bagaimana Kotagede terus dijalani, diingat, dan dihidupkan dalam keseharian masyarakat saat ini.
Acara ini akan menghadirkan tiga narasumber berkompeten:

M. Yaser Arafat
Ki Supriyadi Sapta
Madha Soentoro

Ketiganya akan berbagi perspektif berbeda tentang pengalaman ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kotagede yang terus tumbuh dan berkembang.
Cerita di Kebon #3 merupakan bagian dari rangkaian perayaan “Setahun Kembali ke Akar” — peringatan satu tahun perjalanan Peken Klangenan Kotagede.
Detail Acara:

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2026
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Kotagede
Biaya : Gratis untuk umum

Acara ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Kotagede lebih dalam — baik warga setempat, pelajar, mahasiswa, maupun pecinta sejarah dan budaya. Datanglah dengan santai, siapkan hati dan telinga untuk mendengar cerita yang penuh makna di tengah suasana kebun yang asri.

“Melalui Cerita di Kebon, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya melihat Kotagede sebagai masa lalu, tapi juga sebagai ruang hidup yang terus bernapas hingga hari ini,” ujar panitia penyelenggara.

Jangan lewatkan momen langka ini. Mari datang, mendengar, dan ikut merawat ingatan serta warisan budaya Kotagede bersama.

Continue Reading

Trending