Connect with us

Tekno

Aplikasi Penyedia Sewa Ruang, Hadirkan Pilihan Lebih dari 3.600 Ruang di Indonesia

Published

on

Hari ini PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), menekankan kembali kepemimpinan dan inovasi terdepan yang dihadirkan oleh salah satu produk digtal perusahaan yakni SpotQoe.com di industri pemesanan online sewa ruang di Indonesia. Dengan memberikan pilihan sewa ruang meeting di lebih dari 3.600 ruang yang tersebar di seluruh Indonesia menjadikan SpotQoe.com sebagai Platform Online Layanan Pemesanan Ruang Meeting dan Event terbesar dan terbaik di Indonesia saat ini.

Merujuk pada informasi yang dilansir dari salah satu media nasional, SpotQoe.com memimpin pasar sewa ruang meeting di Indonesia dengan ketersediaan sewa untuk lebih dari 3.600 ruang. Sejak diluncurkan pada 2018 lalu, SpotQoe.com terus menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten meningkat. Hal ini tentu erat kaitannya dengan data dari Strategic Analytic Report pada Global Mobile Workforce Forecast Update 2017 – 2023, pelaku bisnis dunia yang memilih untuk bekerja di mana saja, tanpa terikat di satu ruangan akan meningkat sebanyak 43,3% atau sejumlah dengan 1,88 miliar pengguna di tahun 2023.

Sahat M. Sihombing, Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) mengatakan, “Seiring dengan misi Indonesia untuk menjadi negara dengan kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia pada 2020, AXI terus fokus mengembangkan SpotQoe.com sebagai portofolio bisnis digital kami. Kami harap, dengan peningkatan jumlah ruang yang ditawarkan SpotQoe.com, kami dapat memberikan nilai tambah dan memberikan pilihan yang lebih banyak kepada setiap pelaku bisnis di seluruh wilayah Indonesia yang membutuhkan ruangan guna aktivitas bisnisnya. Hal ini tidak terlepas dari riset Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia yang menyebut bahwa industri penyewaan perkantoran terus tumbuh sejak kuartal IV/2018 hingga kuartal I/2019 pertumbuhannya meningkat 34 persen atau sebanyak 160.000 meter persegi.”

Saat ini spaces SpotQoe.com tersebar di 62 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia yang mencakup 29 provinsi, antara lain Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Jayapura. Untuk memperoleh informasi tentang pilihan sewa paket meeting online yang dibutuhkan, pelanggan bisa mengakses via web di www.SpotQoe.com atau dengan mengunduh aplikasi SpotQoe.com di App Store dan Play Store.

Sahat menambahkan, “Era digital mengubah tren cara bekerja menjadi lebih fleksibel dimana para pelaku bisnis dapat bekerja dimanapun dan kapanpun. Selaras dengan tagline AXI untuk menjadi one click office solution, kami yakin SpotQoe.com hadir sebagai solusi dalam memberikan kemudahan dan kecepatan dalam memesan ruang kerja, ruang meeting, dan event untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Kami berharap SpotQoe.com mendapatkan tempat spesial di mata para pelaku bisnis di Indonesia.”

Suyanni Sapoetro, Head of SpotQoe.com mengatakan, “SpotQoe.com mempermudah para pelaku bisnis seperti karyawan perusahaan, freelancer, digital nomad, para startup dan UMKM serta event organizer dalam mencari, membandingkan, memilih, dan memesan space untuk meeting, event, maupun untuk bekerja. Dengan tagline kami connecting space, SpotQoe.com menghubungkan pelaku bisnis dengan berbagai macam ruangan di hotel, kafe, restoran, serta coworking space di seluruh Indonesia.”

Beragam keuntungan menggunakan aplikasi SpotQoe.com untuk kebutuhan sewa ruang meeting, event, dan kantor, antara lain:

1. Gratis biaya jasa pemesanan
SpotQoe.com tidak memungut biaya apapun kepada setiap pelanggan yang memesan ruangan. Pelanggan hanya akan membayar sesuai dengan harga yang diberikan oleh pihak penyedia ruangan.

2. Harga Dapat Ditawar
SpotQoe.com menyediakan customer support untuk membantu pelanggan mendapatkan harga termurah dibandingkan dengan publish rate ataupun corporate rate.

3. Proses Pencarian Ruang Lebih Efektif dan Efisien
Pencarian ruang akan menjadi lebih cepat tanpa harus mengunjungi atau menelepon masing-masing lokasi tempat satu persatu, karena customer support SpotQoe.com akan menawarkan berbagai pilihan ruang sesuai kebutuhan pelanggan.

4. Fasilitas Lengkap
SpotQoe.com melalui para merchantnya juga menyediakan fasilitas lengkap untuk meeting, kerja maupun event seperti fasilitas multimedia, furniture, jaringan, food & beverage hingga fasilitas menarik lainnya.

5. Pelayanan Terbaik
SpotQoe.com selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan kepuasan para pelanggan, mulai dari layanan customer support yang ramah, hingga situs web dan aplikasi mobile yang mudah diakses.

Tekno

UGM Juara Dunia, Inovasinya Pakai Drone untuk Selamatkan Korban Bencana

Published

on

By

Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Tim Tycoon berhasil meraih First Prize dalam ajang Global Sustainability Challenge (GSC) tahap Regional Final yang diselenggarakan pada 17–18 Januari 2025 di Zhejiang University, Hangzhou, China.

Global Sustainability Challenge (GSC) merupakan kompetisi tahunan berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh dunia untuk merancang, menerapkan, dan memamerkan solusi inovatif bagi isu keberlanjutan. Pada tahap regional final Asia Pasifik kali ini, kompetisi diikuti oleh 66 tim dari berbagai negara.

Kolaborasi Internasional dengan Solusi Teknologi Tanggap Bencana

Tim Tycoon merupakan tim kolaboratif yang terdiri atas empat mahasiswa UGM: Najwa Waqiah Saleh (Manajemen 2022), Nikita Dinda Azizah (Manajemen 2022), Gustav Susanto (Manajemen 2022), dan Satwika Nino Wandhana (Ilmu Komputer 2023). Mereka berkolaborasi dengan dua mahasiswa dari The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), yaitu Pranavi Kuntrapakam (Computer Engineering + AI) dan Anuk Ranaweera (Mechanical Engineering).

Dalam kompetisi tersebut, Tim Tycoon menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di negara berisiko tinggi seperti Indonesia. Gagasan mereka berupa sebuah aplikasi mobile yang terintegrasi dengan teknologi drone.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terdampak bencana alam, tetapi dari tahun 2004 hingga sekarang, belum terlihat perubahan signifikan baik dari sisi rapid response maupun proactive prevention,” ungkap Najwa Waqiah Saleh, salah satu anggota tim.

Sistem yang mereka rancang memanfaatkan drone untuk memetakan area terdampak bencana dan mendistribusikan bantuan darurat seperti makanan, minuman, dan perlengkapan P3K. Sementara itu, aplikasi mobile berfungsi sebagai pusat koordinasi dan penyebaran informasi yang menghubungkan masyarakat, relawan, dan pihak berwenang untuk merespons bencana dengan lebih efektif.

Menaklukkan Tantangan Waktu dan Koordinasi Lintas Negara

Proses kompetisi dimulai sejak tahap preliminary pada Oktober 2024, dilanjutkan dengan pengembangan prototipe selama kurang lebih satu bulan. Najwa mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengintegrasikan dua platform teknologi yang berbeda.

“Selain tantangan teknis, dinamika kerja tim lintas negara juga menjadi ujian tersendiri. Kami harus berkoordinasi secara daring dari berbagai zona waktu tanpa pernah bertemu fisik,” tambah Najwa. Namun, hal ini justru menjadi pembelajaran berharga. Kunci keberhasilannya, menurutnya, adalah pemberian ruang bagi setiap anggota untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama atas ide yang diusung.

Validasi Ide dan Bukti Kesiapan Bersaing di Tingkat Global

Pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan dosen pendamping, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., M.P.U., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UGM. Menurut Prof. Wakhid, solusi yang dipresentasikan tim telah menunjukkan kedalaman analisis dan relevansi dengan kondisi aktual.

“Kasus yang diangkat Tim Tycoon adalah kasus negara berkembang yang memiliki potensi menuju negara maju. Solusi yang disampaikan sudah mengaitkan isu keberlanjutan termasuk aspek lingkungan, sehingga penyampaian solusi bisnisnya komprehensif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa capaian First Prize ini membuktikan kesiapan mahasiswa UGM untuk bersaing di tingkat internasional.

Bagi Najwa dan tim, penghargaan ini lebih dari sekadar kemenangan kompetisi. “Ini menjadi sarana untuk memvalidasi gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap kondisi negara sendiri. Proses ini juga memberikan pembelajaran sangat berharga tentang pengambilan risiko dan pengembangan diri,” tutupnya.

Keberhasilan Tim Tycoon membuktikan bahwa kolaborasi internasional dan inovasi berbasis teknologi dapat menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan global, khususnya dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Continue Reading

Tekno

Cetak Lulusan Siap Kerja, Kemenperin & Sailun Group Gelar Wisuda Perdana Program Internasional

Published

on

By

Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) mencatatkan tonggak bersejarah dalam pengembangan sumber daya manusia industri nasional. Angkatan pertama mahasiswa program internasional Indonesia-Luban·Mozi College (Sailun Group) telah resmi menyelesaikan studi mereka. Upacara kelulusan digelar secara hybrid dari Qingdao Technical College (QTC) di Tiongkok dan disambungkan secara daring ke Indonesia, Selasa (20/1).

Program unggulan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Politeknik ATK Yogyakarta (di bawah BPSDMI Kemenperin), Qingdao Technical College (QTC), dan raksasa industri ban Sailun Group. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, menekankan bahwa momen ini adalah perayaan sebuah pencapaian bersejarah. “Kemitraan ini membuktikan bahwa pendidikan dan industri dapat bersinergi melintasi batas negara,” ujarnya.

Program ini dinilai berhasil menjadi jembatan efektif yang menghubungkan teori di kampus dengan praktik nyata di lantai produksi. Wulan memberikan apresiasi tinggi kepada QTC dan Sailun Group yang telah menjadi ‘rumah kedua’ bagi para mahasiswa. “Dengan mendekatkan kampus ke industri, kita sedang membangun pemimpin masa depan untuk industri karet dan ban di Indonesia,” tambahnya.

Para wisudawan angkatan pertama ini disebut sebagai pionir yang tangguh karena berhasil beradaptasi dengan budaya, bahasa, dan teknologi manufaktur canggih selama studi di Tiongkok. Lebih dari sekadar lulusan, mereka dipastikan langsung terserap ke dunia kerja. Wulan berpesan agar mereka bekerja dengan giat dan disiplin, serta mengingat bahwa mereka membawa nama bangsa dalam karier di Sailun Manufacturing Indonesia.

Acara kelulusan ini didukung penuh dan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi, antara lain Kepala BPSDMI Kemenperin Dr. Ir. Doddy Rahadi, M.T., dan Presiden QTC Xing Guanglu. Kemenperin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperluas program ini, termasuk bersiap mengirimkan angkatan mahasiswa berikutnya guna memperkuat ikatan bilateral Indonesia-Tiongkok.

Agenda wisuda juga diisi dengan laporan akademik, penyerahan sertifikat, serta testimoni transformatif dari perwakilan mahasiswa, M. Akbar Maulana, yang berbagi pengalaman berharganya selama menempuh pendidikan di Tiongkok. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi Kemenperin dalam menciptakan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global.

Continue Reading

Tekno

Perkuat Fondasi Ekonomi Digital, IDCamp 2025 Hadirkan Dua Jalur Pembelajaran Khusus AI Engineer

Published

on

By

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) telah menjadi pendorong utama transformasi global, menciptakan peluang ekonomi yang masif sekaligus menuntut kehadiran profesi krusial: AI Engineer. Profesi ini berperan vital dalam mengembangkan sistem cerdas yang mampu mendorong efisiensi, akurasi pengambilan keputusan, dan inovasi lintas industri. Namun, Indonesia saat ini menghadapi tantangan signifikan berupa kesenjangan talenta digital, khususnya di bidang engineering.

Data Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mencatat jumlah engineer yang terdaftar baru mencapai sekitar 86.000 orang, dengan rasio 2.670 engineer per satu juta penduduk. Angka ini masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Vietnam (9.000 per juta) dan Korea Selatan (25.000 per juta). Padahal, kebutuhan ideal untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional mencapai lebih dari 10.000 engineer per satu juta penduduk setiap tahunnya. Kesenjangan ini menjadi pengingat bahwa tanpa ketersediaan AI engineer yang memadai, Indonesia berisiko hanya menjadi pengguna teknologi, bukan pencipta inovasi.

Menjawab kebutuhan mendesak ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) secara konsisten mengambil peran strategis dalam mencetak talenta digital siap bersaing melalui program unggulannya, IDCamp 2025.

IDCamp 2025 Hadirkan Jalur Pembelajaran Khusus AI Engineer

IDCamp 2025 secara strategis mengintegrasikan dan menanamkan pembelajaran AI ke dalam kurikulum dasarnya. Tahun ini, Indosat meluncurkan dua kelas baru yang dirancang untuk melahirkan generasi baru talenta AI profesional Indonesia: AI Engineer dan Gen AI Engineer.

Jalur AI Engineer: Peserta akan menjalani pembelajaran intensif selama 440 jam, berfokus pada pengolahan data dan machine learning dari dasar hingga tingkat lanjut. Materi mencakup penguasaan Python, pemodelan end-to-end, evaluasi, dan proyek terapan untuk membangun solusi AI/ML yang aplikatif.

Jalur Generative AI Engineer: Dengan total durasi 456 jam, kurikulum ini menekankan pada pengembangan machine learning menggunakan TensorFlow, dikombinasikan dengan konsep Large Language Models (LLM) dan prompt engineering. Pembelajaran juga mencakup implementasi praktis seperti RAG (Retrieval-Augmented Generation), fine-tuning, dan prinsip responsible AI.

IDCamp 2025 menerapkan model pembelajaran self-paced yang fleksibel, dipadukan dengan pendekatan berbasis proyek dan sesi bimbingan dari fasilitator ahli, memastikan penguasaan kapabilitas praktis siap diterapkan di industri. Program ini juga diperkaya dengan bonus track unggulan, yaitu Cybersecurity bersama Cisco hingga level Advanced dan Automation bersama UiPath hingga level Intermediate.

Sejalan dengan semangat inklusivitas, IDCamp 2025 kembali menyelenggarakan Virtual Bootcamp untuk penyandang disabilitas, serta program pelatihan khusus bagi pengajar dan jurnalis untuk mengakselerasi literasi digital di seluruh lapisan masyarakat.

Vikram Sinha, President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, “Talenta digital merupakan fondasi utama transformasi Indonesia di era global. Oleh karena itu, Indosat berkomitmen untuk membekali 2 juta talenta dengan kemampuan AI, memastikan mereka siap menghadapi masa depan. Didukung penuh oleh ekosistem mitra global kami, komitmen ini terwujud melalui peluncuran program IDCamp 2025.”

Lebih lanjut, Vikram menambahkan, “Dengan menyediakan akses inklusif ke pembelajaran digital, kami tidak hanya meningkatkan daya saing individu, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital global, sejalan dengan tujuan besar kami untuk memberdayakan Indonesia.”

Melalui inisiatif ini, Indosat menegaskan komitmennya sebagai katalisator untuk mengakselerasi lahirnya talenta AI profesional di Indonesia. Sumber daya manusia AI yang kompeten akan menjadi motor penggerak nilai ekonomi baru melalui inovasi, efisiensi, dan solusi berbasis data, mewujudkan kemandirian dan kedaulatan digital bangsa.

Pendaftaran IDCamp 2025 masih dibuka hingga 27 Desember 2025 melalui situs resmi https://idcamp.ioh.co.id/

Continue Reading

Trending