Home Events Giat Literasi Digital Melalui Siberkreasi Netizen Fair 2018

Giat Literasi Digital Melalui Siberkreasi Netizen Fair 2018

183
0
SHARE

Literasi digital notabene adalah hal yang perlu menjadi perhatian serius bagi pengampu kepentingan majemuk (multistakeholder) dalam mengatasi dampak dari maraknya perilaku maupun konten negatif yang ada di Internet. Dari sisi etika privasi hingga penegakan hukum informasi dan transaksi elektronik (ITE), dari tentang perlindungan anak hingga kebebasan berekspresi, dari prolematika hoaks hingga membangun UMKM online, Literasi digital bagi masyarakat informasi dunia adalah salah satu pilar penting pembangunan kebudayaan and ekonomi dewasa ini, dengan mengedepankan kerja bersama secara sinergis dan inklusif.

Bahkan sejumlah prinsip dan inisiatif nyata Indonesia terkait literasi digital telah dan terus digaungkan hingga ke forum dunia yang diampu PBB, khususnya pada World Summit on the Information Society (WSIS) dan Internet Governance Forum (IGF). Semisal yang terkini, pada WSIS di Jenewa, Maret 2018, Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi mendapatkan penghargaan “Champion”. Lalu pada IGF di Paris, awal November 2018, Indonesia sukses menggelar Open Forum menghadirkan panelis dan peserta yang memiliki reputasi internasional, aktif
membahas dan menyepakati tentang pentingnya literasi digital.

Presiden Joko Widodo pun telah menegaskan melalui pidato kenegaraan pada sidang tahunan MPR, 16 Agustus 2018, yang mengatakan bahwa Indonesia harus terus menyiapkan generasi muda agar dapat adaptif di Era Revolusi Industri 4.0 (melalui) pembinaan literasi digital. Seruan Presiden tersebut menunjukkan bahwa dalam menuju Indonesia sebagai negara ekonomi digital yang kian disegani, sekaligus mengatasi dampak negatif dari lalu-lintas informasi yang bergerak cepat nyaris tanpa batas di Internet, maka perlu ada upaya yang terus menerus dalam menggaungkan dan menyampaikan literasi digital, termasuk pada generasi milenial.

Pun berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada 2018 tercatat total ada lebih dari 143 juta pengguna Internet di Indonesia, dengan sekitar 66% dari total tersebut adalah generasi milenial, atau mereka yang usinya di bawah 35 tahun.

Netizen Fair 2018 (#SNF2018)

Untuk itulah maka GNLD Siberkreasi akan menyelenggarakan Netizen Fair 2018 (#SNF2018), pada 23-24 November 2018 di Plaza Tenggara, Gelora Bung Karno, Jakarta. #SNF2018 ini adalah acara puncak tahunan para pegiat literasi digital, kerja kolaborasi jejaring Siberkreasi yang berjumlah 92 lembaga, institusi dan komunitas. Sejumlah figur publik, tokoh pemerintah, pakar / praktisi Internet, social media influencer dan netizen pada umumnya akan dapat saling memberikan aspirasi dan inspirasi guna terus meningkatkan penetrasi edukasi literasi digital di Indonesia.

“Siberkreasi Netizen Fair 2018 merupakan ajang kolaborasi sekaligus pembuktian tentang kerja bersama multistakoehodler menggiatkan literasi digital. Generasi milenial dan netizen kita pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya, perlu kita ajak dan dampingi untuk dapat menggunakan Internet secara positif, kreatif dan produktif,” ujar Ibu Mira Sahid, Dewan Pengurus Siberkreasi, saat acara Media Briefing #SNF2018 di
Kementerian Komunikasi dan Informatika, 21 November 2018.

 

Dijelaskan pula oleh Ibu Mira bahwa pada pelaksanaan dua hari #SNF2018 tersebut, akan digelar tak kurang dari 8 talkshow inspiratif, 21 kelas lokakarya edukatif dan 70 booth interaktif, yang mengusung tema besar “Make Social Media Fun Again!”. “Acara dapat diikuti oleh masyarakat luas tanpa dipungut biaya apapun,” imbuhnya. Disampaikan pula bahwa #SNF2018 ditargetkan akan dihadiri oleh 5000 pengunjung per harinya.

Adapun Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Bapak Yuliandre Darwis, selaku Dewan Pengarah Siberkreasi, menegaskan pentingnya literasi digital untuk memerangi hoaks dan disinformasi yang marak di Internet. “Dalam mengatasi konten negatif, literasi digital adalah yang paling penting. Kita harus paham bahwa melalui media sosial, komunikasi kita menjadi seakan tak terbatas jarak dan waktu. Maka bijaklah dalam menggunakannya!” ujarnya.

Ditambahkan pula olehnya bahwa edukasi literasi digital dapat dimulai dari lingkungan keluarga sendiri. “Literasi nomor satu adalah dari rumah, memastikan peran dan tanggung-jawab orantua terhadap anak-anaknya, tegasnya. Bapak Yuliandre Darwis bersama Menteri Kominfo Bapak Rudiantara pun dijadwalkan hadir pada #SNF2018, salah satunya pada sesi Awarding Night. “Para pihak perlu kerja bersama dan terus berkreasi untuk memastikan manfaat literasi digital dapat semakin luas diterima masyarakat Indonesia,” pesannya menegaskan.

Berbagi Pengalaman
Pengunjung Siberkreasi Netizen Fair 2018 (#SNF2018) akan dapat berbagi pengalaman dengan sejumlah tokoh dan figur publik, semisal Ibu Mona Ratuliu yang baru saja menerbitkan buku “Digital Parenthink” dalam talkshow digital lifestyle. Bagi pegiat digital markteting, dapat mengikuti talkshow dengan pembicara Bapak Nukman Luthfie dan famous.id. Selain itu Bupati Banyuwangi Bapak Abdullah Azwar Anas, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Bapak Triawan Munaf dan Ketua PARFI56 Ibu Marcella Zalianty pun akan turut urun rembug dalam perhelatan #SNF2018 ini.

Lantas untuk mengiringi acara puncak Netizen Fair 2018, Siberkreasi menggelar beragam kompetisi konten positif dengan hadiah menarik. Di antaranya, sayembara desain kaos dan seni corat-coret (doodle) yang berhadiah total Rp 5 juta. Siberkreasi juga mengadakan kompetisi dan penghargaan kreator “Indonesian Video Creator Awards 2018”. Pemenang kompetisi karya video dan kreator terfavorit Indonesia 2018 bakal dianugerahi Piala Menteri yang langsung diberikan oleh Bapak Rudiantara di acara puncak Awarding Night, 24 November 2018. Tak hanya piala, pemenang kompetisi dan kreator terbaik berkesempatan memenangkan kamera mirrorless Sony RX100, kamera Sony a6500, dan hadiah lainnya dengan total 100 juta rupiah.

Belum lama berselang, rangkaian Road to Siberkreasi Netizen Fair 2018 diawali dengan kegiatan di empat kota: Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan. Selain hadir di tengah-tengah car free day di keempat kota tersebut, Siberkreasi juga mengadakan School of Influencer (SOI). SOI adalah pelatihan berjenjang bagi generasi muda yang berkeinginan menjajaki profesi kreatif di dunia digital. Seribu peserta awal di masing-masing kota diseleksi menjadi
100 orang untuk mengikuti tahapan training of trainers dan dipilih 20 besar untuk melanjutkan ke tahapan coaching clinic. Lalu satu orang yang paling cemerlang akan diundang sebagai tamu istimewa ke acara puncak Siberkreasi Netizen Fair 2018. Berkat antusiasme peserta yang tinggi, Siberkreasi SOI diharapkan mampu menjadi kegiatan reguler yang berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.