Properti
Habis Rakerda, DPD HIMKI DIY, Bubar
DPD HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya bubar setelah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Hotel Pesonna Malioboro-Ngupasan, Yogyakarta. Para pengurus yang berjumlah 70 tersebut akhirnya sudah tidak bergabung lagi dengan DPP HIMKI pusat.
Hal ini terjadi lantaran DPD HIMKI DIY seperti di pecah belah oleh DPP HIMKI pusat lantaran membentuk DPD HIMKI Sleman Raya dan wacana DPD HIMKI Bantul Raya yang sebenarnya sudah melanggar AD-ART organisasi.
Pemecahan DPD dalam satu provinsi ini membuat para perajin mebel tak solid dan makin lemah. “Kinerja menjadi turun tak fokus dan makin tidak terkonrol,” jelas ketua DPD HIMKI DIY, Timbul Raharjo.
Hal yang tak sejalan ini berawal dari kritik yang sering disampaikan oleh DPD HIMKI DIY kepada DPP HIMKI pusat dianggap sebagai sebuah ancaman bagi HIMKI pusat. Padahal masukan-masukan itu sebenarnya untuk meluruskan yang tidak sesuai dengan track-nya. Hal itu diperkuat oleh tim Jogja yang sering sukses menggelar acara-acara menarik yang pastinya dapat mendatangkan buyers dan investor.
“Ide kreatif dan terobosan inovasi baru, cara pemasaran produk mebel dan kerajinan Jiffina untuk mengangkat perekonomian daerah ini telah dianggap sebagai suatu pembangkangan perintah dari DPP HIMKI, tidak patuh terhadap perintah DPP HIMKI pusat,” kata Timbul.
keberadaan DPD HIMKI Sleman Raya sejak dua tahun lalu, sebagai hasil rekayasa DPP HIMKI, dinilai tidak dapat menggoyahkan DPD HIMKI DIY, maka dimunculkanlah tandingan baru yaitu DPD HIMKI Bantul Raya, namun pengurus yang ditunjuk oleh DPP HIMKI ditaungguhkan sambil melakukan komunikasi dengan DPD HIMKI DIY. Tujuannya sama, yakni untuk mengkerdilkan keberadaan DPD HIMKI DIY.
Properti
Progres Pembangunan Tol Jogja-YIA Memasuki Tahap Sosialisasi Pengukuran Lahan Terdampak
Proyek pembangunan Tol Jogja-YIA (Yogyakarta International Airport) kini memasuki babak baru dengan dimulainya tahap sosialisasi rencana pengukuran lahan terdampak. Tahap sosialisasi ini dilakukan secara bertahap di tujuh kalurahan pada tahap awalnya, yang kemudian akan dilanjutkan ke 11 kalurahan lainnya. Total ada 18 kalurahan dengan 1.880 bidang tanah yang terdampak di Kulonprogo.
Sosialisasi pengukuran lahan terdampak dimulai pada Selasa, 23 April 2024, di Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo. Pada Rabu, 24 April 2024, giliran Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo untuk menerima sosialisasi yang sama.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo, termasuk ruang Jogja-YIA, Dian Ardiansyah, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Izin Penetapan Lokasi (IPL) yang telah diterbitkan oleh Gubernur DIY. “Selain itu, dengan diterbitkannya seluruh IPL, kami juga sudah melakukan inventarisasi dan identifikasi terhadap lahan-lahan yang terdampak, serta akan dilakukan pengukuran lahan terdampak,” ungkapnya.
Pengukuran lahan terdampak Tol Jogja-YIA dijadwalkan akan dimulai pada tanggal 2 Mei mendatang. “Saat ini, kami masih dalam tahap sosialisasi untuk tujuh kalurahan pertama, dan akan dilanjutkan ke kalurahan lain yang terdampak setelahnya,” tambahnya.
Pengukuran lahan terdampak tol ini akan dipimpin oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo, dengan pembentukan tim panitia pengadaan tanah (P2T). “Tim yang dibentuk akan dipimpin oleh Kepala Kantor Pertanahan Kulonprogo,” jelas Dian.
Dian juga memprediksi bahwa jumlah bidang tanah yang sudah didata, yakni sebanyak 1.880 lahan terdampak Tol Jogja-YIA, kemungkinan akan bertambah selama proses pengukuran. “Kemungkinan akan bertambah karena adanya kemungkinan pemecahan bidang di lokasi, dan semuanya akan terdata melalui proses pengukuran ini,” paparnya.
Lurah Banguncipto, Boiran, menyebutkan bahwa sosialisasi pengukuran lahan di kalurahannya berjalan lancar. “Kami membagi sosialisasi dalam dua klaster, siang dan sore, karena warga yang terdampak di kalurahan kami cukup banyak,” katanya.
Boiran juga menyebutkan bahwa fasilitas umum yang terdampak Tol Jogja-YIA, seperti dua musala dan dua gedung PAUD, sudah didata untuk direlokasi. “Nanti fasilitas umum ini akan direlokasi, administratifnya sedang diurus karena sebagian tanahnya wakaf dan tanah kas desa,” ucapnya.
Secara keseluruhan, lahan yang terdampak di Kalurahan Banguncipto mencapai 536 bidang tanah dengan beragam bentuk, termasuk lahan pertanian, rumah, dan bangunan lainnya. “Harapan warga adalah agar ada kejelasan secepatnya, terutama bagi mereka yang rumahnya terdampak, agar bisa segera direlokasi,” pungkasnya.
Properti
Paradise Indonesia Kolaborasi dengan Club Med
Paradise Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara PT Indonesian Paradise Property Tbk dan Vacances (s) Pte. Ltd. (“Club Med”) pada 25/08. Penandatanganan dilakukan oleh Anthony Prabowo Susilo selaku Presiden Direktur & CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk (“Paradise Indonesia”), dan Ms. Rachael Harding (CEO East, South Asia, and Pacific (ESAP) Markets of Club Med). Penandatanganan bertempat di Residence OnFive, Grand Hyatt Jakarta, yang merupakan unit bisnis di bawah Paradise Indonesia.
Berdasarkan MoU (Nota Kesepahaman), kerja sama antara Paradise Indonesia dan Club Med merupakan kerja sama yang strategis yang dapat menambah portofolio resor “all-inclusive” di Indonesia. Club Med dan Paradise Indonesia memiliki visi yang sama untuk menciptakan liburan yang diidam-idamkan yang dipertemukan dengan hidangan yang istimewa di lokasi yang indah, destinasi ekslusif di dunia. Dengan kerja sama strategis ini, kedua pionir ikonik dalam bidang hospitality memiliki tujuan sebagai leader pariwisata dalam memberikan pengalaman yang tak terlupakan di lokasi eksotis di seluruh Indonesia. Proyek ini akan berlangsung dalam beberapa fase dengan target pengembangan lebih dari lima resor baru, fase pertama terdiri dari tiga resor yang akan dikembangkan dalam lima tahun mendatang di Sulawesi Utara, Bali, dan Jawa Barat.
Telah beroperasi di 40 negara di seluruh dunia dan hampir 70 resor Premium dan Eksklusif, Club Med, perintis konsep all-inclusive premium dengan pengalaman selama 73 tahun, menawarkan pengalaman liburan luar biasa di lokasi yang istimewa, termasuk yang ada di Koleksi Eksklusif yang menawarkan ruang-ruang khas Club Med yang paling bergengsi, resor, vila mewah, dan chale untuk pengalaman yang berbeda, serta kapal pesiar legendaris asal Prancis, Club Med 2.
Selama hampir 40 tahun, Club Med telah mendampingi Indonesia dalam perkembangan pariwisatanya yang luar biasa. Hingga saat ini, Club Med mengoperasikan dua resor di Indonesia; Club Med Bali sejak tahun 1984, operator resor pertama yang menginjakkan kaki di proyek Nusa Dua yang dipimpin oleh ITDC – sebelumnya dikenal sebagai BTDC, dan Club Med Bintan sejak tahun 1997. Dalam ekspansi bisnis global selanjutnya untuk tahun 2023 hingga 2025, Club Med akan membuka 17 resor baru termasuk perluasan atau renovasi 10 resor yang sudah ada. Dengan semangat yang sama, Club Med tetap berkomitmen untuk menjelajahi dan menemukan destinasi luar biasa dengan visi bertanggung jawab. Sebagai pilar strategis utama dari nilai-nilai mereknya, ‘Happy To Care’ menjadi perhatian utama bagi Club Med. Ini mencakup tanggung jawab lingkungan – menghormati dan berkomitmen untuk melindungi lingkungan alami yang murni dimana resor-resor Club Med berada; menciptakan dampak positif dan berkelanjutan dalam komunitas lokal melalui dukungan terhadap pengembangan sosial dan ekonomi, disamping memberikan pengalaman liburan yang bermakna dan berkelanjutan bagi para tamu.
Dengan pendekatan unik terhadap lifestyle hospitality, Club Med telah mengalami pertumbuhan bisnis yang kuat yang melebihi tahun 2019, menunjukkan bahwa para wisatawan, lebih dari sebelumnya, mencari dan tertarik pada pengalaman liburan yang mewah, akrab, all-inclusive yang ditawarkan oleh resor-resor Club Med baik secara domestik maupun global.
Paradise Indonesia berpengalaman selama 30 tahun dalam mengembangkan dan menciptakan destinasi gaya hidup ikonik di kota-kota besar di Indonesia. Dengan 25 unit bisnis di 8 kota, perusahaan ini merupakan simbol inovasi, profesional, dan unggul. Mulai dari mengembangkan hotel mandiri hingga kompleks ritel mewah, dan yang terbaru adalah apartemen high-rise. Perjalanan Paradise Indonesia merupakan cerminan semangat perintisnya dan komitmennya dalam jangka panjang. Hal ini dibuktikan dengan 100% keberhasilan dalam pengerjaan setiap proyeknya. Dengan pencapaian ini, Paradise Indonesia terus melangkah maju untuk semakin berkembang pada tahun-tahun berikutnya.
Kerjasama ini menegaskan bahwa komitmen kedua belah pihak untuk mendukung tujuan pariwisata pemerintah Indonesia dan agenda untuk menarik wisatawan domestik dan internasional, guna meningkatkan peringkat Indeks Perjalanan dan Pariwisata secara nasional. Setiap lokasi di mana pengembangan berlangsung akan memiliki dampak positif pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya, seperti menciptakan lapangan pekerjaan langsung dan tidak langsung, mengembangkan keahlian warga lokal di industri perhotelan dengan peluang penempatan pekerjaan luar negeri, pertukaran pengetahuan di industri kuliner, membuka distribusi pasokan bahan baku, dan banyak hal lainnya. Ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan sosial, industri pariwisata, dan ekonomi kreatif sektoral.
Anthony Prabowo Susilo, Direktur Utama & CEO Paradise Indonesia, menyampaikan: “Kami sangat senang mengumumkan kolaborasi kami dengan Club Med. Kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan serangkaian pengembangan yang tidak hanya akan mendorong pertumbuhan bagi kedua perusahaan, namun juga memberikan manfaat substansial bagi masyarakat lokal dan daerah di mana kami membangun. Visi kami adalah mengembangkan pengalaman yang berkelanjutan dan memperkaya bagi semua.”
“Selama hampir 40 tahun sejak pembukaan Resort Club Med pertama di Bali, Club Med telah membentuk kehadiran yang harmonis dan terintegrasi dengan baik untuk mendukung perkembangan pariwisata di Indonesia. Indonesia terus menjadi fokus utama bagi Club Med, yang diproyeksikan menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat pada tahun 2030. Pada tahun yang menjelang pandemi, jumlah klien Indonesia kami tumbuh lebih dari 6 kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dan hari ini, pertumbuhannya masih berlanjut. Ini menunjukkan permintaan yang kuat dan berakselerasi untuk resor all-inclusive Club Med serta meningkatnya minat untuk liburan di luar negeri, termasuk ke resor-resor kami di Eropa dan Amerika. Kerja sama strategis ini dengan Paradise Indonesia menggabungkan sinergi merek, keahlian, dan inovasi dari kedua perusahaan, dan selaras dengan misi kami untuk terus memberikan pengalaman luar biasa bagi pelanggan kami, berkontribusi pada jangkauan internasional destinasi menarik Indonesia ini, berkat posisi kami sebagai leader premium all-inclusive space.” ungkap Henri Giscard d’Estaing.
Rachael Harding, CEO East and South Asia & Pacific Markets Club Med menambahkan: “Kerja sama strategis kami dengan Paradise Indonesia menandai tonggak penting dalam strategi pengembangan kami untuk Indonesia. Kami sangat senang telah menemukan mitra yang solid yang sepenuhnya mendukung strategi dan identitas kemewahan Club Med. Kami yakin bahwa Kerja sama ini akan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan mempercepat komitmen kami untuk lebih memperkuat Club Med sebagai leader liburan premium all-inclusive
Properti
Sumitomo Sepakat Kerja Sama dengan PT KHE Bangun PLTA Kayan Cascade
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah terus menjalankan komitmennya dalam penggunaan energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya, pemerintah membidik pencapaian bauran EBT di tahun 2026 sebesar 23 persen.
Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri acara penandatanganan kerja sama antara PT Kayan Hydro Energy (KHE) dengan Sumitomo Corporation terkait pembangunan PLTA Kayan Cascade.
Launching agreement PT Kayan Hydro Energy dan Sumitomo Corporation yang digelar di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis (6/10) berlangsung meriah. Selain dihadiri oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala KSP Jendral TNI Purn. Moeldoko, Dubes Jepang untuk Indonesia Mr Kanasugi Kenji, Head of Infrastructure Business Asia and Oceania Sumitomo Satoshi Matsui, Direktur Sumitomo Indonesia Kenichi Ishikawa, Chief Representative Sumitomo Corporation Jakarta Project Coordination Office Eko Permanahadi, Direktur Utama KHE Andrew Sebastian Suryali, Direktur Operasional KHE Khaeroni, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Utara Deddy Sitorus dan juga dihadiri wartawan nasional dan internasional.
PLTA Kayan Cascade terletak di Provinsi Kalimantan Utara, tepatnya di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Kapasitasnya sekitar 9.000 Megawatt, dan bakal menjadi PLTA terbesar di Indonesia. “Pemerintah Indonesia menargetkan 23 persen dari keseluruhan energi yang berasal dari energi renewable di tahun 2026,” ucap Airlangga dalam acara yang berlangsung di Hotel Fairmont Jakarta, Kamis, (6/10/2022).
“Oleh karena itu kerja sama ini diharapkan bisa meningkatkan percepatan dari pekerjaan Kayan Energi, dan tentu saya berharap bahwa di tahun 2023 sudah kelihatan pekerjaan fisiknya,” sambungnya.
Airlangga juga mengatakan, Presiden Joko Widodo juga telah memprioritaskan pengembangan transisi energi, dalam hal ini pengembangan energi yang di Kalimantan. Nantinya jika sudah beroperasi, PLTA Kayan Cascade akan menjadi bagian komitmen Indonesia dalam net zero emission (NZE) di tahun 2060. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI Purn Moeldoko menegaskan bahwa pembangunan PLTA Kayan Cascade merupakan komitmen bangsa Indonesia terhadap green energy. Dikatakan Moeldoko, proyek Kayan Cascade di Kalimantan Utara ini merupakan proyek monumental bagi Indonesia untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya semangat yang kuat dalam transformasi energi.
Sebagai informasi, KHE adalah pemrakarsa dan pengembang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade yang terbagi dalam 5 bendungan. Pada saat ini KHE sedang melakukan pembangunan infrastruktur awal bendungan. PLTA Kayan Cascade di Kalimantan Utara ini merupakan proyek raksasa. Memiliki nilai investasi lebih dari 17 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Jika dikonversi ke dalam rupiah, angka tersebut setara Rp258 triliun (asumsi kurs Rp15.178 per dolar AS). Diperkirakan pada 2023 akan dilanjutkan untuk membangun infrastruktur pendukung bendungan dan bangunan pengelak (diversion channel) bendungan, yang menjadi anak tangga pertama dalam tangga Cascade.
Satoshi Matsui dalam pidatonya sebelum penandatanganan mengatakan, ia percaya bahwa PLTA Kayan Cascade akan menjadi dasar dari sejarah Sumitomo berikutnya yang akan berkontribusi pada program transisi energi nasional di Indonesia untuk pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Hal ini tentunya untuk meningkatkan energi terbarukan dalam bauran energi nasional, dan untuk mengurangi emisi karbon sesuai dengan komitmen nasional dalam Perjanjian Paris dan COP26. Karena itu Sumitomo akan mengembangkan PLTA Kayan Cascade bersama dengan PT Kayan Hydro Energy untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr Kanasugi Kenji percaya bahwa kerja sama antara PT KHE dengan Sumitomo dalam proyek PLTA Kayan Cascade punya potensi besar dan bisa menjadi contoh kerja sama masa depan di bidang energi antara Jepang dan Indonesia. Seperti dikatakan Direktur Utama PT KHE Andrew Sebastian Suryali, listrik yang dihasilkan oleh PLTA Kayan Cascade ini akan menyuplai kawasan industri hijau yang dikembangkan PT. Indonesia Strategis Industri (PT ISI), dan kebutuhan listrik di Pulau Kalimantan pada umumnya.
Dengan terbangunnya PLTA Kayan maka daya tarik kawasan industri hijau ini akan semakin kuat bagi seluruh kalangan industri yang peduli pada pengurangan emisi karbon. Dan pihak Sumitomo Corporation berencana untuk mempromosikan kawasan ini kepada perusahaan- perusahaan Jepang yang sekarang ini mempunyai komitmen yang solid untuk menggunakan energi listrik yang berasal dari sumber energi terbarukan.
