Events
Indonesia UFO Festival, Pertama & Terbesar di Indonesia tentang UFO & Sains Antariksa
Pada tahun 2019 silam, di Yogyakarta telah dideklarasikan jaringan lintas komunitas dan lembaga bernama Indonesia UFO Network (IUN). Indonesia UFO Network (IUN) adalah sebuah platform terbuka bagi lintas komunitas dan institusi di Indonesia yang masing-masing aktif melakukan riset serta pusat pembelajaran dan pertukaran informasi dalam bidang Astronomi, ET (Extra-Terrestrial), SETI, UFO/UAP, Sejarah Peradaban, Space Art, maupun Space Science secara umum.
Deklarasi diikuti oleh 28 komunitas, lembaga, serta institusi non profit yang berasal dari seluruh Indonesia, bersamaan dengan diselenggarakannya : International SETI (Search for Extra Terrestrial Intelligence) Conference 2019 di Yogyakarta. Sampai saat ini IUN masih terus menambah jumlah jaringannya dan diharapkan bisa semakin berkembang untuk menciptakan riset bersama dan kolaborasi antar anggotanya.
Venzha Christ, salah satu penggagas IUN ini mengatakan bahwa pihaknya memakai kata UFO untuk penamaan platform terbuka ini karena dinilai menjadi hal yang paling mewakili sekaligus kata paling popular untuk berbagai ranah ketertarikan dan sudut pandang komunitas, lembaga, serta institusi yang tergabung dalam IUN yang mayoritas ada irisan sains dan teknologinya.
Tahun 2022 ini, kali pertama bagi IUN untuk membuat satu festival besar dan lengkap secara topik dan materi programnya yang diberi nama : Indonesia UFO Festival (IUF 2022). Festival yang akan berlangsung dari tanggal 16 – 30 juli 2022 ini terdiri dari banyak kegitan antara lain : Indonesia UFO Conference, workshop sains antariksa, eksplorasi suara, pameran, workshop wayang alien, street art, Indonesia UFO Day, space art, VMARS, peluncuran buku, sampai pada proyek unik yaitu pembangunan monumen crop circle.
Semua kegiatan dilaksanakan di yogyakarta, di 15 tempat, 100 lebih partisipan, serta setidaknya 20 macam agenda kegiatan. Indonesia UFO Festival (IUF) ini akan menjadi satu-satunya Festival UFO yang terbesar di Indonesia. Kerja kolaborasi dari tiga lembaga non profit yang melahirkan Indonesia UFO Festival (IUF) ini adalah : Indonesia Space Science Society (ISSS), Indonesia UFO Network (IUN), dan HONF Foundation.
Menurut Venzha Christ, IUN menjadi wadah berkumpulnya berbagai komunitas dan institusi lintas disiplin. Tidak hanya komunitas yang berkaitan dengan riset tentang UFO/UAP saja, melainkan juga penggiat dan periset di ranah astronomi, ET, SETI, eksplorasi ruang angkasa, sejarah peradaban, maupun space science. Dan Festival ini adalah merupakan bentuk aktifitas nyata dari representasi berbagai riset yang dilakukan oleh banyak institusi di dalamnya.
Beberapa komunitas, lembaga, dan institusi yang akan terlibat dalan Indonesia UFO Festival 2022 ini antara lain : XXLab, Wayang Merdeka, ETI-Research, Teropong Bintang Mangunan, UFO Investigator, Sekolah Eksperimental, LPTI-PM, Cahaya Nusantara, Jogja Astro Club, Betaufo, Lanterha, Human Earth, House of Kybalion, v.u.f.o.c dan tentunya perwakilan dari LAPAN (sekarang BRIN), serta masih banyak lainnya.
Indonesia UFO Festival 2022 ini tidak hanya diikuti oleh kalangan profesional, akademisi, dan peneliti saja, tapi juga para seniman, komunitas periset amatir, serta juga kelompok-kelompok belajar alternatif untuk anak-anak.
Indonesia UFO Festival ini nantinya direncanakan akan rutin dilaksanakan dengan lebih banyak lagi menggandeng komunitas-komunitas lainnya yang bisa bergabung, berkolaborasi, dan berbagi ilmu pengetahuan khususnya dalam ranah Astronomi dan Sains Antariksa.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

