Connect with us

Events

Tegsa Adventure hadirkan bikeXperience

Published

on

Tegsa Adventure hadirkan bikeXperience yakni paket wisata sepeda dengan berbagai rute alam terbuka pilihan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute wisata sepeda yang ditawarkan pun terbilang ‘unik’ terbagi antara rute pendek (10 Km) dan rute panjang (15-20 Km) sehingga mampu menciptakan petualangan tak terlupakan bagi pesertanya dari berbagai kalangan.

Tidak hanya itu, jenis paket wisata lain seperti trekking dan touring dengan berbagai rute perjalanan ‘nyentrik’ pun ditawarkan dan menjadi incaran wisatawan. Tak ayal Tegsa Adventure pun menjadi salah satu agensi wisata alam di Jogja yang memiliki pengaruh dan menjadi primadona masyarakat lokal, artis ibukota, hingga turis mancanegara. Ada apa saja paket yang ditawarkan?

  1. BikeXperience Tour de Nature ‘Nanggulan’
    Olahraga sepeda dan wisata persawahan yang memanjakan mata di Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, DIY menjadi salah satu paket wisata unggulan Tegsa Adventure. Dengan
    panorama Bukit Menoreh berjarak 25 kilometer sebelah barat Kota Yogyakarta, anda akan mendapatkan pengalaman wisata bersepeda di tengah areal persawahan hijau dengan suasana yang tidak kalah indah dengan Canggu, Bali. BikeXperience Tour de Nature ‘Nanggulan’ memanjakan wisata sepeda melewati rute aspal yang lebih dikenal oleh masyarakat setempat dengan ‘Jalur Luna Maya’. Rute ini melewati tepi areal persawahan milik warga, menyusuri tepi Selokan Kalibawang, hingga sampai di ‘Ruang Teduh’ Tegsa untuk menyantap sajian nikmat khas Kulon Progo.

Menariknya di saat cuaca cerah, wisatawan sekaligus dapat menjumpai sekelompok burung kuntul yang hinggap di antara areal persawahan antara pagi atau sore hari. Keberadaan burung-burung pemakan hama sawah ini menambah pengalaman visual tak terlupakan dalam menikmati wisata sepeda bersama Tegsa Adventure.

  1. BikeXperience Tour de Candi ‘Prambanan’
    Jika ingin mencoba rute unik di kawasan warisan budaya benda bersejarah yang ada di Jogja, anda wajib mencoba BikeXperience Tour de Candi yang menawarkan wisata di kawasan Sleman sisi Timur seperti Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Bubrah, Candi Plaosan, Candi Barong, dan lain-lain. Selain menyehatkan, anda juga dapat belajar mengenal kawasan wisata candi di sekitar dengan suasana yang hangat dan menyenangkan.

Bersepeda dan berbudaya sembari melestarikan warisan budaya kekayaan Indonesia dalam BikeXperience Tour de Candi ‘Prambanan’ adalah pilihan yang tepat. Paket ini menjadi salah satu paket unggulan BikeXperience yang tak kalah menarik karena menawarkan sensasi petualangan tak terlupakan yakni adrenalin (olahraga), rekreasi (wisata), dan edukasi (sejarah). Semua paket wisata sepeda Tegsa Adventure telah dilengkapi dengan jasa antar jemput, fasilitas mobil, pemandu wisata sepeda, makan, dan dokumentasi. Peserta tidak perlu khawatir melewatkan momentum berharga pada saat berepeda di kawasan candi karena tim pemandu dari Tegsa Advertising siap membantu mendokumentasikan keceriaan perjalanan anda.

  1. Trekking de Nature & Trekking de Boko
    Tidak hanya paket wisata sepeda yang ditawarkan oleh Tegsa Adventure. JIka anda penikmat olahraga kaki santai sambil menikmati keindahan alam yang ada, Tegsa Adventure juga menyediakan paket wisata ‘trekking’ atau pendakian. Paket wisata ‘Trekking de Nature’ menjadi pilihan menarik bagi anda yang tertarik untuk melakukan pendakian dengan tingkat kesulitan sedang dan pemandangan alam Jogja yang masih perawan. Lokasi pendakiannya masih di daerah Nanggulan Kulon Progo dengan rute persawahan
    dan Bendung Kahyangan.

Apabila anda ingin merasakan jalur pendakian yang berbeda, anda dapat memilih Paket wisata ‘Trekking de Boko’. Paket wisata Candi Boko ini menawarkan keindahan pemandangan magis kerajaan masa lalu yakni Kerajaan Boko yang konon kisahnya mewujudkan cikal bakal adanya Candi Prambanan. Menariknya, paket wisata trekking Tegsa Adventure ini sudah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti akomodasi antar jemput, pemandu, welcome snack, makan, dan asuransi. Wisata pendakian ini pun dapat dilakukan minimal pemesanan 2 orang

  1. Tour de Jogja ‘Garis Imajiner’ dan Mubeng Jogja
    Belajar mengenal Kota Yogyakarta tidak terlepas dari adanya filosofi Garis Imajiner. Garis yang melambangkan keselarasan hubungan manusia dengan manusia, alam, dan Sang Pencipta ini sarat akan pelajaran bermakna dalam kehidupan. Tegsa Adventure ikut mengenalkan filosofi ini dalam sebuah paket wisata ‘Tour de Jogja Garis Imajiner’.

Perjalanan mengenal filosofi Garis Imajiner ini dapat dilakukan mulai dari jam 8 pagi hingga jam 8 malam. Anda akan diajak untuk melakukan wisata Merapi Lava Tour, mengenal Monumen Tugu Yogyakarta lebih dekat, mengunjungi Kraton Yogyakarta, mengabadikan nilai bersejarah Panggung Krapyak, mengunjungi Pantai Parangkusumo, dan Gumuk Pasir dalam 12 jam perjalanan.

Jika anda merasa kurang cukup, anda dapat mencoba paket wisata ‘Mubeng Jogja’ yang menawarkan paket wisata 3 hari 2 malam dengan berbagai pilihan wisata seru yang ada di Jogja. Paket wisata ‘Mubeng Jogja’ ini menawarkan berbagai pilihan wisata alam, sejarah, budaya, dan bangunan monumental yang pastinya akan melengkapi liburan seru di Jogja. Sejumlah paket ini tersedia untuk minimal pemesanan 4 orang. Dalam paket ini anda tidak perlu lagi memikirkan akses akomodasi antar jemput, harga tiket masuk di setiap obyek wisata, termasuk snack dan air mineral. Tegsa Adventure siap menjemput anda di lokasi anda menginap.

  1. Hidden Story
    Yogyakarta memiliki destinasi wisata bersejarah yang menarik wisatawan. Salah satu jenis paket wisata ‘nyentrik’ yang ditawarkan oleh Tegsa Advertising lainnya adalah ‘Hidden Story’. Jenis paket wisata yang menawarkan ‘uji nyali’ ini akan mengantarkan anda ke sebuah bangunan wisata bersejarah di Kotagede dan Kaliurang.
    Sensasi wisata yang terkesan mistis ini akan mengajak anda untuk dapat mengenal sejarah bangunan tua di Jogja yang saat ini viral di dunia maya. Tegsa Adventure bersama seorang ‘juru kunci’ pemandu akan membantu meluruskan cerita keberadaan sejarah bangunan tua bersejarah yang kini disalahartikan menjadi lokasi wisata mistis. Tanpa perlu khawatir akan tersesat, paket ini sudah menyediakan berbagai fasilitas diantaranya akomodasi, makan, pemandu, dan snack serta air mineral. Paket ‘Hidden Story’ ini dapat dijalankan dengan minimal pemesanan 4 orang. Apakah anda cukup nyali untuk menikmati paket wisata ini?
  2. Ambyar Sehari
    Bukan Tegsa Advertising jika tidak menawarkan paket wisata unik yang berbeda dengan yang lain. Melihat hasrat untuk healing yang tinggi pada saat patah hati, Tegsa Adventure hadirkan Paket ‘Ambyar Sehari’. Paket wisata yang siap menemani anda jalan-jalan keliling Jogja saat patah hati ini siap mengantarkan ke beberapa lokasi favorit bersama bestie. Perjalanan ‘Ambyar Sehari’ ini akan mengantarkan anda ke lokasi favorit seperti Nglanggeran, Pinus Pengger, Pantai Parangtritis, dan Malioboro. Paket yang disediakan pun all in sudah termasuk akomodasi, tiket masuk, snack dan mineral. Patah hati? Piknikin aja.
  3. Sunset dan Sunrise Package
    Temukan cara ‘unik’ dalam menikmati keindahan panorama alam saat matahari terbit atau tenggelam di Jogja atau Jawa Tengah bersama Tegsa Adventure. Berbagai pilihan lokasi menarik ditawarkan oleh Tegsa Advertising dengan paket perjalanan minimal 4 orang. Jika anda penikmat sunrise atau matahari terbit, anda dapat menikmati ‘Sunrise Package’ Tegsa Adventure yang akan menyusuri keindahan diantara Puthuk Setumbu, Gereja Ayam, Borobudur, Manohara Resort, Kebun Buah Mangunan, Pinus Mangunan, Jurang Tambelan, Pinus Pengger, Bukit Panguk, atau Pinus Sewu Watu. Anda dapat memilih dan menikmati paket ini dengan rute sesuai keinginan.

Namun jika anda lebih memilih panorama sunset atau matahari tenggelam sebagai salah satu pilihan wisata anda di Jogja, bersiaplah untuk menikmati pilihan wisata Bukit Paralayang, Gumuk Pasir, Queen of The South, Pantai Parangtritis, Candi Ijo, Lava Bantal, Candi Ratu Boko, Watu Kapal, Tebing Breksi, atau Rumah Teletabies. Paket wisata ini dapat anda pilih lengkap dengan driver dan akomodasi.

Pilihan wisata di Jogja anda akan semakin lengkap dan sehat karena Tegsa Adventure turut menyediakan perlengkapan pendukung seperti hand sanitizer, tisu basah, dan tisu kering dalam setiap unit kendaraan yang digunakan. Tanpa perlu khawatir, setiap kendaraan akan dibersihkan secara menyeluruh termasuk penyemprotan desinfektan yang akan menjamin perjalanan anda menjadi lebih aman dan nyaman.

Events

Media Lokal Didorong Adaptif Hadapi Transformasi Digital Tanpa Tinggalkan Etika Jurnalistik

Published

on

By

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Arus berita yang bergerak sangat cepat menuntut media untuk mampu beradaptasi, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik sebagai fondasi kepercayaan publik.

Sebagai upaya memperkuat daya saing media lokal di era digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menggelar Workshop Media Lokal Berkelanjutan di Isvara Riverside, Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan kemajuan teknologi telah menggeser pola konsumsi informasi masyarakat. Kehadiran berbagai platform digital membuat siapa pun kini dapat memproduksi sekaligus menyebarkan informasi.

Menurutnya, kondisi tersebut membawa tantangan baru berupa banjir informasi yang belum tentu akurat sehingga masyarakat semakin sulit membedakan berita yang benar dengan hoaks. Karena itu, media dituntut tidak hanya cepat menyajikan informasi, tetapi juga memastikan setiap berita telah melalui proses verifikasi.

Farida menegaskan kepercayaan publik merupakan modal utama media. Di tengah algoritma platform digital yang cenderung mengutamakan konten sensasional, media harus tetap menjaga integritas dan profesionalisme agar loyalitas pembaca tetap terpelihara.

Ia juga melihat perubahan algoritma digital membuka peluang bagi media lokal karena konten yang relevan dengan kebutuhan masyarakat daerah kini semakin mendapat ruang. Keunggulan media lokal dalam memahami karakter, budaya, dan persoalan masyarakat dinilai menjadi kekuatan yang harus dimanfaatkan.

Pemerintah mendorong media lokal memperkuat kapasitas newsroom, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengembangkan distribusi multiplatform, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhammad Jazuli, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh mengurangi nilai-nilai dasar jurnalistik. Media profesional tetap harus menjunjung Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, proses penyuntingan, dan tanggung jawab kepada publik.

Ia juga mengajak media mengembangkan jurnalisme yang tidak hanya mengungkap persoalan, tetapi turut menghadirkan solusi serta mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pemberitaan. Melalui workshop ini, diharapkan insan media semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan meningkatkan kualitas jurnalistik, menjaga profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan publik agar media lokal tetap berperan sebagai pilar demokrasi.

Continue Reading

Events

Jamasan Pusaka Kyai Nolobondo Kembali Digelar di Kebondalem Prambanan

Published

on

By

Sleman, 08 Juli 2026 – Masyarakat Dusun Kebondalem, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, kembali akan menyelenggarakan Jamasan Pusaka Tutupan Suran Kyai Nolobondo pada Selasa Pahing, 14 Juli 2026, bertempat di Pendopo Dukuh Kebondalem, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan budaya yang telah menjadi agenda masyarakat ini merupakan wujud pelestarian tradisi leluhur sekaligus penghormatan terhadap pusaka yang diyakini memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi masyarakat Kebondalem. Prosesi jamasan bukan sekadar membersihkan benda pusaka secara fisik, melainkan juga menjadi simbol penyucian diri, introspeksi, serta doa bersama dalam menyambut datangnya Tahun Baru Jawa, bulan Sura.

Acara ini terbuka bagi masyarakat dan para pecinta budaya yang ingin mengikuti prosesi jamasan. Panitia juga menyediakan layanan reservasi dengan kontribusi ubarampe sebesar Rp50.000 per bilah pusaka bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi pembersihan pusaka secara adat. Salah satu tim panitia, Dwi Eko Purnomo mengatakan bahwa kegiatan ini mampu menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur.

“Tradisi jamasan bukan hanya merawat benda pusaka, tetapi juga merawat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan menjaga identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.” jelasnya singkat.

Tradisi yang Sarat Makna

Dalam budaya Jawa, tradisi jamasan pusaka telah berlangsung selama ratusan tahun dan lazim dilaksanakan setiap bulan Sura. Kata jamas berarti memandikan atau membersihkan. Namun, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar membersihkan logam pusaka. Prosesi biasanya diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembersihan pusaka menggunakan air, jeruk nipis, air bunga, hingga pemberian minyak sebagai bagian dari perawatan. Tradisi ini menjadi simbol penyucian lahir dan batin serta ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Melestarikan Warisan Budaya Lokal

Pelaksanaan Jamasan Pusaka Tutupan Suran Kyai Nolobondo di Dusun Kebondalem menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya lokal di wilayah Prambanan. Selain menjaga eksistensi pusaka yang diwariskan secara turun-temurun, kegiatan ini juga menjadi media mempererat silaturahmi antarwarga, pegiat budaya, dan pemerhati sejarah. Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, masyarakat berharap tradisi ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman serta mampu menjadi daya tarik budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi lokal Sleman kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi jamasan, panitia menetapkan kontribusi ubarampe sebesar Rp50.000 per bilah pusaka. Kontribusi tersebut sudah mencakup seluruh fasilitas selama kegiatan, antara lain prosesi jamasan pusaka, jasa penjamas (tukang jamas) tanpa biaya tambahan, seluruh perlengkapan dan bahan jamasan, konsumsi makan dan minum, serta wedaran pamor dan pembahasan mengenai karakter, filosofi, serta perawatan pusaka yang disampaikan langsung oleh Empu Keris Yogyakarta. Dengan fasilitas tersebut, peserta tidak hanya memperoleh perawatan pusaka secara tradisional, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai sejarah, makna, dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap pusaka.

Continue Reading

Events

Menelusuri Jejak Sejarah dan Kehidupan Kotagede

Published

on

By

Setelah cukup lama vakum, program Cerita di Kebon akhirnya kembali digelar dengan edisi yang lebih kaya dan mendalam. Kali ini, melalui tajuk “Niti Lampah Kotagede”, acara akan mengajak peserta menyusuri kawasan Cepuri sambil bercengkerama tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Kotagede.

Cerita di Kebon #3 ini bukan sekadar mengulang catatan sejarah lama. Melalui percakapan santai, peserta diajak melihat lebih dalam jejak pengaruh Mataram Islam, perubahan tata ruang, serta cara masyarakat Kotagede hidup berdampingan dengan warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dibahas bukan hanya peninggalan fisik, melainkan bagaimana Kotagede terus dijalani, diingat, dan dihidupkan dalam keseharian masyarakat saat ini.
Acara ini akan menghadirkan tiga narasumber berkompeten:

M. Yaser Arafat
Ki Supriyadi Sapta
Madha Soentoro

Ketiganya akan berbagi perspektif berbeda tentang pengalaman ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kotagede yang terus tumbuh dan berkembang.
Cerita di Kebon #3 merupakan bagian dari rangkaian perayaan “Setahun Kembali ke Akar” — peringatan satu tahun perjalanan Peken Klangenan Kotagede.
Detail Acara:

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2026
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Kotagede
Biaya : Gratis untuk umum

Acara ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Kotagede lebih dalam — baik warga setempat, pelajar, mahasiswa, maupun pecinta sejarah dan budaya. Datanglah dengan santai, siapkan hati dan telinga untuk mendengar cerita yang penuh makna di tengah suasana kebun yang asri.

“Melalui Cerita di Kebon, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya melihat Kotagede sebagai masa lalu, tapi juga sebagai ruang hidup yang terus bernapas hingga hari ini,” ujar panitia penyelenggara.

Jangan lewatkan momen langka ini. Mari datang, mendengar, dan ikut merawat ingatan serta warisan budaya Kotagede bersama.

Continue Reading

Trending