Home Travel Kendaraan Keluar Lebih Banyak dan Okupansi Hotel DIY Menurun

Kendaraan Keluar Lebih Banyak dan Okupansi Hotel DIY Menurun

13
0
SHARE
Restoran Mahaloka Kulon Progo

Anomali menarik terjadi selama libur Lebaran tahun ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan data menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang keluar dari DIY melebihi jumlah kendaraan yang masuk. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam konferensi pers di Kompleks Kepatihan, Kota Jogja, pada hari Selasa, 16 April 2024.

Dari data sementara yang dihimpun oleh Dinas Perhubungan DIY, terlihat bahwa kendaraan yang keluar DIY lebih banyak dibandingkan dengan kendaraan yang masuk. Made menjelaskan bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh penggunaan jalur-jalur alternatif yang tidak terpantau oleh Area Traffic Control System (ATCS) yang terpasang di titik-titik utama jalur masuk dan keluar DIY.

Hingga tanggal 14 April 2024, data dari Dishub DIY mencatat bahwa jumlah kendaraan pribadi yang masuk DIY sebanyak 830.404 kendaraan, sementara yang keluar mencapai 949.692 kendaraan. Angka tersebut didominasi oleh mobil pribadi, diikuti oleh sepeda motor pribadi. Selain itu, jumlah penumpang yang keluar DIY menggunakan transportasi umum juga lebih tinggi dibandingkan dengan yang masuk, dengan 344.072 penumpang keluar DIY dibandingkan dengan 333.678 penumpang masuk DIY.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengungkapkan bahwa okupansi hotel di DIY juga mengalami penurunan selama libur Lebaran tahun ini. Menurutnya, okupansi hotel hanya mencapai 80 persen hingga tanggal 15 April, turun dari target 90 persen dan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 90 persen.

Deddy menduga bahwa penurunan okupansi ini disebabkan oleh banyaknya wisatawan yang memilih menginap di homestay, penginapan, atau resort baru yang tidak tergabung dalam PHRI. Hal ini juga dikhawatirkan dapat berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga ia mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian pada homestay dan penginapan yang baru tersebut agar PAD tetap dapat meningkat.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, menyatakan bahwa pihaknya masih menghitung angka kunjungan wisatawan secara konkret selama periode libur Lebaran ini. Meskipun demikian, ia menambahkan bahwa secara umum, pergerakan wisatawan selama libur Lebaran terlihat cukup menggembirakan, meskipun terdapat variasi dalam peningkatan dan penurunan kunjungan wisatawan.

Dengan demikian, anomali dalam jumlah kendaraan yang keluar lebih banyak dari yang masuk DIY, serta penurunan okupansi hotel, menjadi sorotan menarik selama libur Lebaran tahun ini di DIY.