Events
Pementasan Sengkuni 2019
Mohon maaf kepada Masyarakat Pewayangan
Pertama-tama secara khusus saya bersama semua pelaku pementasan Sengkuni 2019 ini, memohon maaf kepada Masyarakat Wayang dan Pedalangan, sehubungan dengan penuturan tentang Sengkuni dalam lakon ini, yang tidak sama dengan khazanah yang selama ini dikenal luas. Terutama tentang jumlah saudara-saudari sedarah Sengkuni, serta peristiwa mereka semua dipenjara dengan hanya diberi sebutir nasi untuk setiap orang untuk makan sehari.
Segala khazanah dari masa silam sampai kepada penghuni zaman berikutnya melalui berbagai sumber informasi. Suatu wilayah kebudayaan bisa memperoleh dan kemudian meyakini salah satu versi berdasarkan informasi yang sampai kepada mereka. Bahkan dalam Agama (Islam) misalnya terdapat banyak madzhab atau aliran atau pendapat atau buah tafsir, yang bisa berbeda-beda.
Melalui lakon ini saya memohon permafhuman bahwa tidak ada kemungkinan untuk meneliti dan mendapatkan fakta mana yang benar secara mutlak. Oleh karena itu sebaiknya fokus yang kita pilih bukanlah kebenaran fakta masa silam yang bersifat sangat relatif dan tak terjangkau, melainkan produk pembelajaran apa yang masing-masing aliran bisa menggalinya, demi kebaikan bersama di zaman ini.
Tidak Menuding Sengkuni
Pekerja Sengkuni 2019 ini bukan Lembaga Penentu Kebenaran. Bukan Laboratorium Akademik, bukan Majlis Ulama, bukan Kementerian Wayang, juga bukan Kumpulan Dalang. Pementasan ini hanya partisipasi bebrayan. Hanya kontribusi pembelajaran kemanusiaan. Hanya pengasak kawruh di barisan paling belakang.
Maka lakon ini juga tidak mencari, menemukan kemudian menuding figur Sengkuni dalam suatu konstelasi. Misalnya pergulatan politik nasional Indonesia yang sedang berlangsung. Apalagi segera ada perhelatan nasional yang tak bisa dielakkan akan terjadi pada 2019, yakni Pilpres. Pecinta salah satu Capres menantikan drama ini menyebut Sengkuni di pihak lawannya. Dan pendukung Capres lainnya mengharapkan tudingan yang sama kepada musuh atau pesaingnya.
Sama sekali tidak. Andaikan benar ada tokoh Sengkuni dalam Pilpres 2019, maka yang ditolak adalah nilai perilakunya, dengan tetap menghormati manusianya. Sebab perilaku adalah produk manusianya, sedangkan manusia adalah ciptaan Tuhannya.
Khazanah pewayangan dalam kebudayaan khususnya Jawa dan Sunda, memperoleh informasi tentang kelicikan dari figur Sengkuni. Kemudian kata Sengkuni menjadi idiom populer untuk menggelari setiap laku curang. Dan setiap pelaku kecurangan, kelicikan, kedengkian, provokasi, serta berbagai watak buram jiwa manusia, disebut Sengkuni.
Dan karena setiap manusia memiliki anasir psikologis ke-Sengkuni-an, maka secara naluriah ia ingin menyembunyikan diri dari Sengkuninya masing-masing, dengan cara mencari siapa saja orang lain yang bisa dituduh Sengkuni. Semacam counter-issue atau manipulasi atau pembalikan tema dengan menerapkan potensi dirinya ke pihak lain.
Libido Politik Nasional
Pementasan Sengkuni2019 malam ini minta maaf kepada khalayak karena tidak menyiapkan bahan untuk memuaskan libido politik kekuasan siapapun. Teater malam ini tidak meracik bahan untuk pemuasan batin siapa saja yang bernafsu mencerca pihak lain sebagai Sengkuni.
Pementasan ini justru menawarkan kepada yang menontonnya agar mencari “apa Sengkuni”pada kehidupan ber-Negara dan bermasyarakat kita. Bukan “siapa Sengkuni”. Karena pada ukuran tertentu, tidak tertutup kemungkinan bahwa pada hakikinya kita semua atau masing-masing adalah Sengkuni.
Sekedar flashback kecil: seluruh ummat manusia di muka bumi didera epidemi kesempitan, kedangkalan, dan kesumbu-pendekan di dalam pengalaman kejiwaan, intelektual, mental, serta kultural. Dimulai pada abad ke-14 di belahan bumi sebelah Barat, seabad dua abad kemudian penyakit massal itu menular ke dunia Timur. Persisnya Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Pemimpin kesempitan itu justru di wilayah utara.
Peradaban yang infrastruktur keilmuannya lahir abad ke-14, memuncak kehebatan dan kemewahannya di abad ke-20-21. Canggih di kasat mata, tapi amat sempit dan mengkhawatirkan kalau dilihat dari substansi apa dan siapa manusia ini sebenarnya. Mewah, megah, gemerlap, menakjubkan, tetapi sangat menggelisahkan bagi siapa saja yang memahami Sangkan Paraning Dumadi. Seluruh penduduk dunia merasa sedang sukses, hebat, dan lebih maju dibanding seluruh era-era sejarah sebelumnya.
Tidak ada perangkat atau sensor atau parameter atau tolok ukur atau tester untuk memahami seluruh kehebatan peradaban Ilmu Katon di seluruh dunia itu bukan sekedar merupakan ancaman bagi kehancuran manusia. Malahan sudah semakin hancur, namun ummat manusia tidak mengerti bahwa mereka hancur.
Sebab ilmu manusia selama tujuh abad belakangan ini memutus hubungannya dengan kelengkapan sangkan paran serta asal-usul dan tujuan hidupnya. Mereka bukan tidak berhitung sebab akibat, tetapi skala di mana perhitungannya itu berlaku, sangat sempit. Manusia sedang memasuki pesawat ruang angkasa, yang tidak matang hitungan trayek kesemestaannya. Begitu take off, sangat banyak manusia yang terlempar ke ruang hampa. Menunggu waktu di mana mereka dikumpulkan untuk ditagih pertanggungjawabannya.
Tiba-tiba kita menjumpai diri kita menjadi warga dari suatu Negara yang sangat sedikit di antara kita, terutama para Pemimpinnya, yang siap ber-Negara. Tiba-tiba kita menemukan diri kita sebagai pelengkap penderita, objek bahkan budak dari materialisme, kapitalisme dan industrialisme, tanpa bisa bergeser sedikit pun untuk mengelak atau apalagi mengkritisinya.
Dalam Bahasa Dajjalisme, kita semua sudah terlanjur tergantung, mencintai dan menikmati Neraka, yang kepada kita diperkenalkan sebagai Sorga. Bangsa kita merasa sedang terbang ke angkasa kesuksesan zaman hanya dengan gedung tinggi, alat-alat teknologi pragmatis, gadget dan internet. Kita sangat “beriman” bahwa masa depan anak cucu kita baik-baik saja.
Pertama kita disandera oleh Sengkuni Zaman untuk ber-Negara, merasa merdeka dan berdaulat. Kemudian Negara dibatalkan oleh Sengkuni Globalisasi di mana mayoritas ummat manusia menjadi mur-baut dari libido ultra-kapitalisme dan maniak-materialisme. Kemudian kita dipersaingkan secara ekspertasi dan skill. Kemudian kita dipertengkarkan oleh pseudo-ideologi. Kemudian masing-masing orang dan pihak menjadi ancaman bagi orang dan pihak lain. Sampai Agama, Nabi dan Tuhan pun hadir sebagai ancaman. Semua makanan membawa penyakit. Semua pemikiran membawa mudarat. Kebenaran tidak menjadi kebaikan. Dan niat baik susah menjadi kemaslahatan.
Maka hari-hari ini semua pihak menghimpun kekuatan. Dan itu berarti merupakan ancaman bagi pihak lain. Setiap golongan membangun benteng, energi, daya hidup dan peluang masa depan. Sebagai golongan-golongan, tidak sebagai “kita semua”.
Mohon maaf untuk penguraian ini, yang toh sifatnya relatif, belum tentu mengandung kebenaran yang solid.
2019 Gerbang Zaman
Itulah sebabnya lakon ini berjudul Sengkuni2019. Kenapa ada 2019 pada judul lakon teater ini? Karena bagi bangsa ini, 2019 adalah gerbang zaman, adalah peluang terakhir untuk bercermin.
Berkaca, menatap wajah sendiri yang terpantul. Siapa bisa menjamin bahwa wajah di balik cermin kita masing-masing atau bersama-sama itu ternyata beraura Sengkuni, berpotensi Sengkuni, atau bahkan memang Sengkuni itu sendiri. Bangsa ini membutuhkan keikhlasan dan ketajaman untuk jujur kepada dirinya sendiri.
M Ainun Nadjib
Events
JIFFINA 2026 Resmi Digelar, Indonesia Siap Jadi Pusat Sourcing Eco Lifestyle Products Dunia
Yogyakarta, 4 Maret 2026 – JIFFINA 2026 (Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia) kembali digelar sebagai pameran furnitur dan kerajinan berskala internasional yang mempertemukan produsen, buyer, desainer, serta pelaku industri kreatif dari berbagai negara. Memasuki edisi ke-10, event tahunan ini semakin menegaskan posisinya sebagai pusat sourcing eco lifestyle products Indonesia yang kompetitif dan siap menjawab kebutuhan pasar global. JIFFINA 2026 akan diselenggarakan pada 7–10 Maret 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.
Mengusung tema “The Right Sources for the Eco Lifestyle Products”, JIFFINA 2026 memperkuat peran strategisnya sebagai platform bagi brand dan produsen yang mengedepankan keberlanjutan, inovasi desain, serta standar kualitas internasional. Tema ini menjadi jawaban atas tren global yang semakin menuntut produk ramah lingkungan tanpa mengorbankan estetika dan fungsionalitas. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang transaksi, melainkan wadah kolaborasi internasional untuk mengembangkan eco lifestyle products yang kian diminati buyer dunia.
Sebagai event business-to-business (B2B), JIFFINA 2026 menghadirkan beragam kategori produk mulai dari furnitur, home décor, kerajinan (craft), hingga perlengkapan rumah tangga berbasis material alami dengan proses produksi ramah lingkungan. Ratusan exhibitor dari seluruh Indonesia akan memamerkan karya terbaiknya, menjadikan JIFFINA sebagai one-stop sourcing destination bagi buyer internasional yang mencari produk berkualitas tinggi dan berkelanjutan.
Salah satu exhibitor yang turut serta adalah KWaS (Wooden Kitchenware & Sustainable Living). Brand asal Indonesia ini fokus pada pengembangan wooden kitchenware dan produk lifestyle berbahan kayu jati bersertifikasi FSC 100% serta berstandar food grade. Kehadiran KWaS sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperluas penetrasi pasar ekspor melalui pengenalan konsep KWaS Omah Kayoe kepada buyer global.
Dalam ajang ini, KWaS Omah Kayoe menghadirkan rangkaian produk unggulan dengan nilai utama awet, kuat, dan ramah lingkungan. Setiap item diproses melalui kontrol kualitas ketat menggunakan material legal dan berkelanjutan, sehingga tidak hanya unggul dari segi estetika dan fungsi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Komitmen ini selaras dengan semangat JIFFINA 2026 dalam mendorong pertumbuhan industri eco lifestyle products yang beretika dan berdaya saing tinggi.
Partisipasi KWaS bersama ratusan exhibitor lain semakin memperkuat ekosistem JIFFINA sebagai hub industri kreatif berbasis sustainability. Melalui penyelenggaraan ini, Indonesia kembali menunjukkan potensinya sebagai pusat produksi eco lifestyle products berkualitas dunia. Kehadiran KWaS Omah Kayoe menjadi bukti nyata upaya kolektif menjadikan produk lokal sebagai pilihan utama buyer internasional yang mengutamakan kualitas, desain, dan keberlanjutan.
Events
Super Happy Buka Puasa Bareng di SD Al Azhar 38 Bantul
SD Islam Al Azhar 38 Bantul sukses menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama yang diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 bersama orang tua/wali murid pada Kamis (26/02). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para siswa selama bulan Ramadan 1447 H.
Acara yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua Bidang Keagamaan Al Azhar Yogyakarta World Schools, Dr. H. Yogi E. Ginanjar, MA, Kepala SMP Al Azhar 66 Bantul, Indra Juharni, M.Pd dan Kepala TK Al Azhar 38 Bantul, Latifah Hanum, S.Pd.
Kegiatan diawali dengan penampilan hadroh dari tim Al Lathifah yang membawakan lantunan selawat dan shalawat, disambut antusias oleh para siswa dan orang tua. Suasana semakin meriah dengan penampilan sulap edukatif dari Kak Maulana Ranger yang menyisipkan pesan penting tentang bersedekah dan keikhlasan dalam beramal.
Puncak acara adalah kajian keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Miftahul Khoir atau yang akrab disapa Kak Miko Cak Coy. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan keutamaan dan hikmah berpuasa serta mengajak seluruh siswa untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki akhlak selama Ramadan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif sehingga siswa terlihat sangat antusias mengikuti hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Salah satu siswa kelas 3, Sasi Kirana Syahbania, mengungkapkan kegembiraannya “Seru sekali, ada sulap, hadiah, dan berselawat bersama teman-teman sambil menunggu buka puasa.” tukasnya.
Kepala SD Islam Al Azhar 38 Bantul menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai keimanan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta menanamkan kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini di kalangan siswa.
“Kami ingin Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi momentum pembentukan karakter generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” tutupnya.
Events
Mudik Gratis Kereta Api Jateng 2026 Dibuka – Buruan Daftar Sebelum Habis!
Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah bersama program Ngopeni Nglakoni Jateng secara resmi membuka pendaftaran Mudik Gratis Jateng 2026 untuk moda transportasi Kereta Api mulai besok pagi.
Pendaftaran dibuka pada:
Rabu, 18 Februari 2026 pukul 09.00 WIB
Pendaftaran hanya dilakukan secara online melalui dua kanal resmi:
Website resmi: pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id
Aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) – dapat diunduh gratis di Play Store dan App Store.
Tidak ada pendaftaran offline.
Program Mudik Gratis Jateng 2026 ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memudahkan masyarakat yang ingin pulang kampung menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tanpa biaya.
Cara Mendaftar
Akses website atau aplikasi JNN
Isi data sesuai ketentuan
Tunggu konfirmasi hasil seleksi
Cetak atau simpan e-ticket secara digital
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website resmi atau media sosial Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah.
Informasi lebih lanjut hubungi:
Instagram: https://www.instagram.com/penghubungjateng/

