Connect with us

Events

Prabowo di Persimpangan: Demo Berkobar, Solusi Mendesak dari Pakar Politik

Published

on

Gelombang demonstrasi yang mengguncang Indonesia sejak 25 Agustus 2025 menjadi titik kritis perjalanan demokrasi dan sosial bangsa. Awalnya dipicu oleh protes keras terhadap usulan kenaikan tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dianggap fantastis dan jauh dari realitas rakyat, demo ini berkembang menjadi gerakan luas yang menyuarakan keresahan mendalam atas ketimpangan ekonomi, kebijakan pemerintah yang kontroversial, serta krisis kepercayaan terhadap institusi negara.

Selamat Ginting, analis politik dan militer dari Universitas Nasional, dalam podcast Forum Keadilan TV menyatakan, “Demo ini dipengaruhi oleh gerakan tertutup yang diorkestrasi berbagai pihak dengan tujuan mendiskreditkan pemerintahan baru Prabowo Subianto.” Ia juga menyoroti, “Prabowo sedang melakukan bunuh diri politik dengan membiarkan orang-orang yang tidak punya kapasitas tetap berada di lingkaran kekuasaan.”

Lebih lanjut, Ginting mengungkapkan adanya “upaya tersembunyi menurunkan Prabowo sekaligus mengangkat Gibran,” yang mencerminkan pergulatan politik di dalam pemerintahan. Kekecewaan publik terhadap elit politik yang arogan dan jauh dari realitas rakyat menjadi pemantik utama gelombang demo yang melanda kota-kota besar. Komunikasi publik yang buruk dan tidak adanya mekanisme sanksi bagi pejabat yang menyampaikan pernyataan menyakitkan rakyat turut menjadi sorotan tajam.

Demonstrasi ini tidak hanya berkutat pada tuntutan penolakan kenaikan tunjangan DPR, tetapi juga dipicu oleh kebijakan kontroversial seperti kenaikan pajak, pemblokiran rekening bank, serta kenaikan iuran BPJS kesehatan yang membebani masyarakat bawah. Ginting menambahkan demonstrasi ini juga dipakai sebagai alat negosiasi politik untuk memperkuat posisi elit lama dan menguji legitimasi pemerintahan baru.

Tragedi kematian pengemudi ojek online Affan Kurniawan dalam demo ricuh 28 Agustus 2025 menjadi tanda bahwa aksi massa memasuki fase serius. Ginting menegaskan pentingnya “restrukturisasi kabinet (reshuffle) untuk menenangkan publik dan menghadirkan figur benar-benar kapabel serta dipercaya masyarakat.”

Ia melanjutkan, “Perlu komunikasi publik yang efektif dan empatik dari pejabat negara agar aspirasi masyarakat didengar dan ditanggapi serius. Pengelolaan demo harus dilakukan secara bijak untuk menghindari tindakan represif yang memicu konflik.”

Solusi yang diusulkan meliputi perbaikan tata kelola ekonomi dan kebijakan sosial yang lebih berpihak pada rakyat kecil serta penegakan hukum transparan terhadap korupsi dan nepotisme untuk memulihkan kepercayaan publik. Ginting juga mendorong dialog terbuka antara pemerintah, masyarakat sipil, buruh, dan mahasiswa sebagai upaya meredam ketegangan sosial.

“Kepemimpinan yang kuat dan moral menjadi kunci agar Indonesia melewati masa krisis ini dengan stabilitas dan kemajuan berkelanjutan,” tutup Ginting.

Seiring demonstrasi yang meluas ke berbagai kota besar, pemerintah didorong memberikan respons konkret dan membangun dialog substansial dengan publik. Pendekatan dialogis, transparan, dan inklusif menjadi fondasi utama dalam memperbaiki kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta menjaga keutuhan bangsa di tengah tantangan besar ini.

Podcast Forum Keadilan TV : SELAMAT GINTING: PRABOWO SEDANG BUNUH DIRI

Raliyanto Budi W
Jurnalis
22134-PWI/Wda/DP/III/2022

Events

Wali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan

Published

on

By

Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan Kota Yogyakarta Tahun 2025 kepada sembilan tokoh yang telah mengabdikan diri secara luar biasa demi kelestarian dan pengembangan budaya kota ini.

Malam penganugerahan yang khidmat berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Embung Giwangan. Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, secara simbolis menyerahkan piagam dan tanda penghargaan kepada para penerima.
Berikut sembilan tokoh yang menerima penghargaan tahun ini:

Pelestari Seni : Siswa – Among Beksa
Pelaku Seni : Kinanti Sekar Rahina
Pelestari Bahasa, Sastra, dan Aksara : Majalah Djaka Lodang
Pelaku Bahasa, Sastra, dan Aksara : Margareth Widhy Pratiwi
Pelestari Adat dan Tradisi : Raden Mas Enggar Pikantoyo
Pelaku Adat dan Tradisi : Joni Wijanarko
Budayawan : Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito
Kreator : Ishari Sahida
Pelestari Warisan Budaya Benda/Tak Benda : Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum.

Proses seleksi dilakukan secara independen oleh dewan juri lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Sri Margana (sejarah), Dr. Revianto Budi Santosa (arsitektur), Dr. Octo Lampito (media), Nanang Arisona (seni pertunjukan), serta R.M. Kristiyadi (adat dan tradisi).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyatakan, “Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pengingat bahwa kebudayaan Yogyakarta hidup karena ada orang-orang yang dengan tulus menjaga dan menggerakkannya. Mereka adalah penjaga napas kota ini.” ungkapnya.

Disisi lain, Wali Kota dr. Hasto Wardoyo menambahkan bahwa “Di tengah gempuran modernisasi yang semakin kuat, keberadaan para penerima penghargaan malam ini menjadi bukti nyata bahwa Yogyakarta tetap teguh sebagai kota budaya dunia. Komitmen kami adalah terus mendukung dan melindungi mereka yang menjaga identitas leluhur.” tukasnya.

Malam semakin semarak dengan penampilan grup musik Paksi Band yang membawakan rangkaian tembang Jawa mulai dari “Lir-Ilir” hingga “Gambirsawit”, yang disambut tepuk tangan meriah dan nyanyian bersama para tamu undangan.

Continue Reading

Events

Merekam Suara yang Setara: Pameran Arsip KERTAS UGM 2025 Sorot Kontribusi Perempuan

Published

on

By

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KERTAS Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan pameran arsip tahunannya. Pada tahun 2025 ini, Pameran Arsip KERTAS hadir dengan tema inspiratif, “SETARA: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi”, menyoroti peran sentral, dokumentasi, dan perjuangan perempuan dalam konteks demokrasi dari masa ke masa.

Pameran ini bertujuan untuk mengangkat arsip dan narasi yang mungkin terpinggirkan, memberikan sorotan yang layak bagi kontribusi perempuan di berbagai lini pergerakan dan pengambilan keputusan politik.

Detail Pameran:
Tema Utama: Perempuan, demokrasi, dan dokumentasi perjuangan.
Tanggal: 8–15 November 2025
Waktu: Pukul 09.00–19.00 WIB
Lokasi: Gedung Iso Reksohadiprojo, Sekolah Vokasi UGM
Tiket: Terbuka untuk umum dan GRATIS

Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk menyelami berbagai arsip otentik dan narasi historis yang menunjukkan bagaimana perempuan telah berjuang, bersuara, dan mendefinisikan kembali makna kesetaraan dalam ruang demokrasi di Indonesia. Arsip-arsip yang ditampilkan akan memberikan perspektif baru tentang dinamika gender dan politik yang berkelanjutan.

Continue Reading

Events

Festival Dalang Anak Tingkat Nasional Siap Digelar di Jakarta November 2025

Published

on

By

JAKARTA – Generasi penerus seni pewayangan di Indonesia akan kembali menunjukkan bakat terbaiknya dalam ajang bergengsi Festival Dalang Anak Tingkat Nasional (FDAN) tahun 2025. Acara akbar yang bertujuan untuk melestarikan dan meregenerasi seni tradisi pedalangan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 November 2025, dengan pusat kegiatan utama di Gedung Pewayangan Kautaman, Jalan Raya Pintu 1 TMII, Jakarta Timur. Festival ini menjadi panggung penting bagi anak-anak berbakat dari berbagai daerah untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan mereka di hadapan publik dan dewan juri.

Delegasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan salah satu kontingen utama, telah menyiapkan serangkaian agenda padat. Rombongan dijadwalkan berangkat dari DIY pada Senin, 3 November 2025, pukul 08.00 WIB, dan tiba di Jakarta sore harinya untuk langsung melakukan check-in di hotel. Kehadiran mereka di Jakarta bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membawa semangat pelestarian budaya Jawa, khususnya seni pedalangan, ke kancah nasional.

Sesi perlombaan dan pementasan dari kontingen DIY akan dimulai pada hari Selasa, 4 November 2025. Setelah melakukan persiapan dan gladi resik (GR) di Anjungan DIY TMII, para dalang muda akan beraksi di Gedung Pewayangan Kautaman. Dua penampilan awal yang memukau akan disajikan dalam bentuk Wayang Golek oleh Limpad Budya Asmara (DIY1) dan Eifel Adnandhiya Dhimas Nugroho (DIY2) pada sore hari. Pementasan ini menjanjikan kreativitas dan interpretasi segar dari cerita-cerita pewayangan klasik.

Kompetisi akan dilanjutkan pada hari Rabu, 5 November 2025, dengan menampilkan kepiawaian dalam membawakan Wayang Kulit. Dua dalang berbakat lainnya, Tito Zhavier Bryantara (DIY 3) dan Reyvidh Harjunatama (DIY 4), akan menunjukkan kemampuan teknik dan narasi mereka. Puncak dari seluruh rangkaian acara FDAN 2025 adalah acara Penutupan dan Pengumuman Pemenang, yang akan diselenggarakan pada malam harinya, pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Acara ini akan menjadi momen haru dan kebanggaan bagi para peserta dan pendamping.

Festival Dalang Anak Tingkat Nasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum emas untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni pewayangan di kalangan anak-anak dan masyarakat luas. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pendidikan karakter dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa. Setelah rangkaian kegiatan selesai, kontingen akan memulai perjalanan kembali ke Yogyakarta pada Kamis, 6 November 2025, dengan membawa pengalaman berharga dan semangat baru untuk terus berkarya.

Continue Reading

Trending