Connect with us

Events

PWI DIY Siap Lindungi Wartawan Korban Kekerasan, Buka Pos Pengaduan di Jalan Gambiran

Published

on

Persatuan Wartawan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PWI DIY) menyatakan kesiapannya menerima pengaduan dan mendampingi para wartawan yang menjadi korban kekerasan saat meliput aksi unjuk rasa di wilayah DIY. Dalam pernyataan sikap resmi yang dirilis pada 1 September 2025, PWI DIY menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas profesional mereka, terlebih di tengah meningkatnya nuansa kekerasan dalam aksi-aksi demonstrasi belakangan ini.

Kantor PWI DIY di Jalan Gambiran No. 45, Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta, kini menjadi pusat pelaporan bagi wartawan yang mengalami hambatan, ancaman, atau kekerasan saat meliput. Selain melalui kunjungan langsung, pengaduan juga dapat disampaikan lewat kontak Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan, Ainun Najib, SH, di nomor 087888824983.

PWI DIY secara tegas mengecam segala bentuk anarkisme dan kekerasan yang dilakukan oleh siapapun, baik di kalangan peserta unjuk rasa maupun pihak lainnya. Sesuai ketentuan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, setiap tindakan yang menghambat atau menghalangi tugas jurnalis—terutama kekerasan—diancam pidana. Hal ini menjadi dasar bagi PWI DIY untuk mendesak aparat kepolisian dan pihak terkait untuk menjamin keselamatan dan perlindungan yang optimal terhadap wartawan.

Sebagai bentuk komitmen terhadap kebebasan pers dan etika jurnalistik, PWI DIY juga mengimbau semua wartawan untuk tetap menjaga kesehatan dan keselamatan diri di lapangan. Selain itu, secara tegas diserukan agar setiap peliputan, khususnya unjuk rasa, dilakukan sesuai Kode Etik Jurnalistik dan UU Pers, termasuk memakai identitas jurnalistik yang jelas dan mudah terlihat.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua PWI DIY, Hudono SH; Sekretaris, Drs. Swasto Dayanto; serta Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan, Ainun Najib, SH, sebagai bentuk tekad kolektif PWI DIY dalam melindungi wartawan sebagai ujung tombak kebebasan menyampaikan informasi.

“PWI DIY siap menjadi teman dan pendamping bagi rekan-rekan media. Kita tidak akan tinggal diam saat kebebasan pers terancam. Jangan biarkan kekerasan menghentikan suara rakyat yang disampaikan melalui jurnalis,” tegas petinggi PWI DIY, Hudono SH.

Pernyataan sikap ini menegaskan bahwa mendukung wartawan bukan sekadar komitmen moral—melainkan tanggung jawab bersama untuk menjaga demokrasi dan keadilan di bawah payung hukum yang berlaku secara nasional.

Events

Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026

Published

on

By

Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).

Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.

Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.

Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

Continue Reading

Events

Jadwal YGF 31 Juli 2026 – 2 Agustus 2026

Published

on

By

Continue Reading

Events

Jadwal Event YGF 2026

Published

on

By

Continue Reading

Trending