Tekno
PT Datascrip dan AIWA Berkolaborasi Hadirkan Monitor PC Berkualitas untuk Pasar Indonesia
Menghadirkan berbagai produk untuk memenuhi kebutuhan bisnis masyarakat di Indonesia, PT Datascrip, sebagai perusahaan distributor produk IT dan bisnis terkemuka di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, kembali memperluas cakupan produknya. Kali ini, PT Datascrip berkolaborasi dengan AIWA, perusahaan elektronik terkemuka asal Jepang dengan 70 tahun pengalaman di industri elektronik, untuk memasarkan produk monitor PC.
Dalam kerja sama ini, PT Datascrip ditunjuk sebagai distributor tunggal AIWA di Indonesia untuk memasarkan produk monitor PC. Produk-produk ini menawarkan berbagai macam fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di Indonesia, mulai dari monitor PC untuk keperluan bisnis hingga monitor gaming dengan desain modern dan material optic premium namun dengan harga yang lebih ekonomis.
Board Member of AIWA, Jack Lee, menyatakan optimisme terhadap kerja sama ini. “Kami optimis dengan kerja sama yang terjalin antara AIWA dengan PT Datascrip di Indonesia. Dengan jaringan distribusi yang luas serta pelayanan purnajual yang prima dan tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, kami yakin produk AIWA bisa terus berkembang dan mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia.” katanya.
Hal senada juga dikatakan Sylvia Lionggosari selaku Business Unit Director PT Datascrip, yang juga menyatakan kebanggaannya atas kolaborasi ini.
“Suatu kebanggan PT Datascrip bisa berkolaborasi dengan AIWA, sebuah perusahaan yang sudah memiliki pengalaman 70 tahun di bidang elektronik. Kami yakin dengan adanya kerja sama ini mampu memenuhi kebutuhan para penggunanya akan monitor PC yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.” jelasnya.
Berikut adalah jajaran produk yang didistribusikan oleh PT Datascrip untuk memenuhi berbagai kebutuhan para pelanggan:
- AIWA 32” Flat Gaming Monitor
Harga: Rp2.699.000,- (termasuk PPN)
Fitur: Layar flat berukuran 32” dengan panel Vertical Alignment (VA), resolusi 1920×1080, rasio kontras 3000:1, Refresh Rate hingga 240hz, response time hanya 1ms.
- AIWA 27” Flat Ultrathin Monitor
Harga: Rp1.549.000,- (termasuk PPN)
Fitur: Layar datar dengan panel In-Plane Switching (IPS), Refresh Rate 100hz, desain modern kokoh.
- AIWA 24” Flat Ultrathin Monitor
Harga: Rp1.139.000,- (termasuk PPN)
Fitur: Layar datar dengan panel In-Plane Switching (IPS), desain modern kokoh.
- AIWA 22” Flat Ultrathin Monitor
Harga: Rp949.000,- (termasuk PPN)
Fitur: Layar kekinian dengan desain premium frameless, panel layar VA.
Untuk layanan purnajual, AIWA memberikan 3 tahun garansi produk dan kerja sama dengan Primalayan Citra Mandiri (PCM) yang memiliki cabang service center tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara PT Datascrip dan AIWA, diharapkan masyarakat Indonesia dapat menikmati pengalaman menggunakan monitor PC berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Tekno
UGM Juara Dunia, Inovasinya Pakai Drone untuk Selamatkan Korban Bencana
Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Tim Tycoon berhasil meraih First Prize dalam ajang Global Sustainability Challenge (GSC) tahap Regional Final yang diselenggarakan pada 17–18 Januari 2025 di Zhejiang University, Hangzhou, China.
Global Sustainability Challenge (GSC) merupakan kompetisi tahunan berskala internasional yang mempertemukan mahasiswa dari seluruh dunia untuk merancang, menerapkan, dan memamerkan solusi inovatif bagi isu keberlanjutan. Pada tahap regional final Asia Pasifik kali ini, kompetisi diikuti oleh 66 tim dari berbagai negara.
Kolaborasi Internasional dengan Solusi Teknologi Tanggap Bencana
Tim Tycoon merupakan tim kolaboratif yang terdiri atas empat mahasiswa UGM: Najwa Waqiah Saleh (Manajemen 2022), Nikita Dinda Azizah (Manajemen 2022), Gustav Susanto (Manajemen 2022), dan Satwika Nino Wandhana (Ilmu Komputer 2023). Mereka berkolaborasi dengan dua mahasiswa dari The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST), yaitu Pranavi Kuntrapakam (Computer Engineering + AI) dan Anuk Ranaweera (Mechanical Engineering).
Dalam kompetisi tersebut, Tim Tycoon menghadirkan inovasi berbasis teknologi untuk meningkatkan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, khususnya di negara berisiko tinggi seperti Indonesia. Gagasan mereka berupa sebuah aplikasi mobile yang terintegrasi dengan teknologi drone.
“Indonesia merupakan salah satu negara yang paling terdampak bencana alam, tetapi dari tahun 2004 hingga sekarang, belum terlihat perubahan signifikan baik dari sisi rapid response maupun proactive prevention,” ungkap Najwa Waqiah Saleh, salah satu anggota tim.
Sistem yang mereka rancang memanfaatkan drone untuk memetakan area terdampak bencana dan mendistribusikan bantuan darurat seperti makanan, minuman, dan perlengkapan P3K. Sementara itu, aplikasi mobile berfungsi sebagai pusat koordinasi dan penyebaran informasi yang menghubungkan masyarakat, relawan, dan pihak berwenang untuk merespons bencana dengan lebih efektif.
Menaklukkan Tantangan Waktu dan Koordinasi Lintas Negara
Proses kompetisi dimulai sejak tahap preliminary pada Oktober 2024, dilanjutkan dengan pengembangan prototipe selama kurang lebih satu bulan. Najwa mengungkapkan bahwa tantangan terbesar terletak pada keterbatasan waktu dan sumber daya untuk mengintegrasikan dua platform teknologi yang berbeda.
“Selain tantangan teknis, dinamika kerja tim lintas negara juga menjadi ujian tersendiri. Kami harus berkoordinasi secara daring dari berbagai zona waktu tanpa pernah bertemu fisik,” tambah Najwa. Namun, hal ini justru menjadi pembelajaran berharga. Kunci keberhasilannya, menurutnya, adalah pemberian ruang bagi setiap anggota untuk berkontribusi sesuai keahlian masing-masing, sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemilikan bersama atas ide yang diusung.
Validasi Ide dan Bukti Kesiapan Bersaing di Tingkat Global
Pencapaian ini tidak lepas dari bimbingan dosen pendamping, Prof. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., M.P.U., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen FEB UGM. Menurut Prof. Wakhid, solusi yang dipresentasikan tim telah menunjukkan kedalaman analisis dan relevansi dengan kondisi aktual.
“Kasus yang diangkat Tim Tycoon adalah kasus negara berkembang yang memiliki potensi menuju negara maju. Solusi yang disampaikan sudah mengaitkan isu keberlanjutan termasuk aspek lingkungan, sehingga penyampaian solusi bisnisnya komprehensif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa capaian First Prize ini membuktikan kesiapan mahasiswa UGM untuk bersaing di tingkat internasional.
Bagi Najwa dan tim, penghargaan ini lebih dari sekadar kemenangan kompetisi. “Ini menjadi sarana untuk memvalidasi gagasan yang lahir dari kepedulian terhadap kondisi negara sendiri. Proses ini juga memberikan pembelajaran sangat berharga tentang pengambilan risiko dan pengembangan diri,” tutupnya.
Keberhasilan Tim Tycoon membuktikan bahwa kolaborasi internasional dan inovasi berbasis teknologi dapat menjadi solusi nyata untuk menjawab tantangan global, khususnya dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana.
Tekno
Cetak Lulusan Siap Kerja, Kemenperin & Sailun Group Gelar Wisuda Perdana Program Internasional
Kementerian Perindustrian RI (Kemenperin) mencatatkan tonggak bersejarah dalam pengembangan sumber daya manusia industri nasional. Angkatan pertama mahasiswa program internasional Indonesia-Luban·Mozi College (Sailun Group) telah resmi menyelesaikan studi mereka. Upacara kelulusan digelar secara hybrid dari Qingdao Technical College (QTC) di Tiongkok dan disambungkan secara daring ke Indonesia, Selasa (20/1).
Program unggulan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Politeknik ATK Yogyakarta (di bawah BPSDMI Kemenperin), Qingdao Technical College (QTC), dan raksasa industri ban Sailun Group. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kemenperin, Wulan Aprilianti Permatasari, menekankan bahwa momen ini adalah perayaan sebuah pencapaian bersejarah. “Kemitraan ini membuktikan bahwa pendidikan dan industri dapat bersinergi melintasi batas negara,” ujarnya.
Program ini dinilai berhasil menjadi jembatan efektif yang menghubungkan teori di kampus dengan praktik nyata di lantai produksi. Wulan memberikan apresiasi tinggi kepada QTC dan Sailun Group yang telah menjadi ‘rumah kedua’ bagi para mahasiswa. “Dengan mendekatkan kampus ke industri, kita sedang membangun pemimpin masa depan untuk industri karet dan ban di Indonesia,” tambahnya.
Para wisudawan angkatan pertama ini disebut sebagai pionir yang tangguh karena berhasil beradaptasi dengan budaya, bahasa, dan teknologi manufaktur canggih selama studi di Tiongkok. Lebih dari sekadar lulusan, mereka dipastikan langsung terserap ke dunia kerja. Wulan berpesan agar mereka bekerja dengan giat dan disiplin, serta mengingat bahwa mereka membawa nama bangsa dalam karier di Sailun Manufacturing Indonesia.
Acara kelulusan ini didukung penuh dan dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi, antara lain Kepala BPSDMI Kemenperin Dr. Ir. Doddy Rahadi, M.T., dan Presiden QTC Xing Guanglu. Kemenperin menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperluas program ini, termasuk bersiap mengirimkan angkatan mahasiswa berikutnya guna memperkuat ikatan bilateral Indonesia-Tiongkok.
Agenda wisuda juga diisi dengan laporan akademik, penyerahan sertifikat, serta testimoni transformatif dari perwakilan mahasiswa, M. Akbar Maulana, yang berbagi pengalaman berharganya selama menempuh pendidikan di Tiongkok. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi Kemenperin dalam menciptakan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing global.
Tekno
Perkuat Fondasi Ekonomi Digital, IDCamp 2025 Hadirkan Dua Jalur Pembelajaran Khusus AI Engineer
Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) telah menjadi pendorong utama transformasi global, menciptakan peluang ekonomi yang masif sekaligus menuntut kehadiran profesi krusial: AI Engineer. Profesi ini berperan vital dalam mengembangkan sistem cerdas yang mampu mendorong efisiensi, akurasi pengambilan keputusan, dan inovasi lintas industri. Namun, Indonesia saat ini menghadapi tantangan signifikan berupa kesenjangan talenta digital, khususnya di bidang engineering.
Data Persatuan Insinyur Indonesia (PII) mencatat jumlah engineer yang terdaftar baru mencapai sekitar 86.000 orang, dengan rasio 2.670 engineer per satu juta penduduk. Angka ini masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Vietnam (9.000 per juta) dan Korea Selatan (25.000 per juta). Padahal, kebutuhan ideal untuk menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional mencapai lebih dari 10.000 engineer per satu juta penduduk setiap tahunnya. Kesenjangan ini menjadi pengingat bahwa tanpa ketersediaan AI engineer yang memadai, Indonesia berisiko hanya menjadi pengguna teknologi, bukan pencipta inovasi.
Menjawab kebutuhan mendesak ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) secara konsisten mengambil peran strategis dalam mencetak talenta digital siap bersaing melalui program unggulannya, IDCamp 2025.
IDCamp 2025 Hadirkan Jalur Pembelajaran Khusus AI Engineer
IDCamp 2025 secara strategis mengintegrasikan dan menanamkan pembelajaran AI ke dalam kurikulum dasarnya. Tahun ini, Indosat meluncurkan dua kelas baru yang dirancang untuk melahirkan generasi baru talenta AI profesional Indonesia: AI Engineer dan Gen AI Engineer.
Jalur AI Engineer: Peserta akan menjalani pembelajaran intensif selama 440 jam, berfokus pada pengolahan data dan machine learning dari dasar hingga tingkat lanjut. Materi mencakup penguasaan Python, pemodelan end-to-end, evaluasi, dan proyek terapan untuk membangun solusi AI/ML yang aplikatif.
Jalur Generative AI Engineer: Dengan total durasi 456 jam, kurikulum ini menekankan pada pengembangan machine learning menggunakan TensorFlow, dikombinasikan dengan konsep Large Language Models (LLM) dan prompt engineering. Pembelajaran juga mencakup implementasi praktis seperti RAG (Retrieval-Augmented Generation), fine-tuning, dan prinsip responsible AI.
IDCamp 2025 menerapkan model pembelajaran self-paced yang fleksibel, dipadukan dengan pendekatan berbasis proyek dan sesi bimbingan dari fasilitator ahli, memastikan penguasaan kapabilitas praktis siap diterapkan di industri. Program ini juga diperkaya dengan bonus track unggulan, yaitu Cybersecurity bersama Cisco hingga level Advanced dan Automation bersama UiPath hingga level Intermediate.
Sejalan dengan semangat inklusivitas, IDCamp 2025 kembali menyelenggarakan Virtual Bootcamp untuk penyandang disabilitas, serta program pelatihan khusus bagi pengajar dan jurnalis untuk mengakselerasi literasi digital di seluruh lapisan masyarakat.
Vikram Sinha, President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, “Talenta digital merupakan fondasi utama transformasi Indonesia di era global. Oleh karena itu, Indosat berkomitmen untuk membekali 2 juta talenta dengan kemampuan AI, memastikan mereka siap menghadapi masa depan. Didukung penuh oleh ekosistem mitra global kami, komitmen ini terwujud melalui peluncuran program IDCamp 2025.”
Lebih lanjut, Vikram menambahkan, “Dengan menyediakan akses inklusif ke pembelajaran digital, kami tidak hanya meningkatkan daya saing individu, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi digital global, sejalan dengan tujuan besar kami untuk memberdayakan Indonesia.”
Melalui inisiatif ini, Indosat menegaskan komitmennya sebagai katalisator untuk mengakselerasi lahirnya talenta AI profesional di Indonesia. Sumber daya manusia AI yang kompeten akan menjadi motor penggerak nilai ekonomi baru melalui inovasi, efisiensi, dan solusi berbasis data, mewujudkan kemandirian dan kedaulatan digital bangsa.
Pendaftaran IDCamp 2025 masih dibuka hingga 27 Desember 2025 melalui situs resmi https://idcamp.ioh.co.id/

