Events
Salvador, Tim ekskul Dance Bosa Juara 1
Gelaran event Pucuk Cool Jam 2020 ‘Make The Journey Louder’ selain BM Band Dari Makassar yang juara 1, Tim Ekstra kulikuler Salvador dari SMA Bopkri 1 Yogyakarta ini memenangkan juara 1 di Lapangan Parkir Mandala Krida, Yogyakarta dari siang hingga malam (01/02).
Juri dari kategori ekstra kulikuler, Ufa Sofura & Bisma Karisma mengatakan bahwa Salvador sukses mencuri perhatian lantaran memiliki “uniqness” saat beradu aksi di atas pentas.
kapten Salvador, Gabriella Christina pada Tim Ekbizz.com menuturkan bahwa seluruh tim fokus untuk menghadapi ajang yang saat ini dianggap salah satu event musik dan ekskul terbesar di Indonesia. “Dua bulan mempersiapkan diri dan berlatih dengan sangat serius. Sejak awal sebelum tampil kami semua sudah yakin bakal menang,” ungkap siswi kelas XI itu.
Timnya sendiri menampilkan koreografi dengan paduan modern dance, kontemporer serta tradisional dance. Alhasil, nilai paling sempurna pun didapatkan hingga mereka mendapatkan juara pertama.
Puncak gelaran final Pucuk Cool Jam 2020, dipenuhi anak muda dari berbagai lokasi. Penampilan Sal Priadi, Endank Soekamti, FSTVLST, Guyon Waton, Maliq n D’essential dan White Shoes and The Couples Company menambah acara semakin hits.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

