Events
Gamelan 4.0 Ini Bius Penonton Milenial
www.ekbizz.com – Tampak ada yang berbeda dari penampilan Tashoora, band hits Jogja ini memadukan musik modern dengan gamelan dan hasil akhir yang dicapai pun, ‘boom’ banyak yang takjub dengan karya ini. Penonton yang mulai menyemut semenjak jam 19.00 WIB, pun tak surut akan rintik hujan yang mulai menyapa Lapangan GSP UGM (30/11).
Event akbar unik ini diinisiasi oleh fakultas ilmu sosial ilmu politik (fisipol) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dalam rangka Lustrum ke-14 UGM dan Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (fisipol) ke-64. Event bertajuk Rhapsody Of The Archipelago: Gamelan 4.0 (ROAR GAMA) ini menghadirkan sejumlah band kenamaan lain seperti Letto, FSTVLST, Mantra Vultura, dan OM New Pallapa feat Brodin.
Menurut Prof Dr Erwan Agus Purwanto, Dekan FISIPOL UGM mengatakan bahwa event ini merupakan Statemen Politik Kebudayaan Nusantara. “Potensi kreatif berbasis lokal bisa memberi sumbangan berharga bagi peradaban musikal global,” katanya.
Mengemas setiap lagu dengan gamelan, acara ini berupaya mendekatkan gamelan dengan kesukaan anak muda. Bahkan beberapa lagu yang dinyanyikan seringkali disambung ataupun diubah liriknya menggunakan bahasa jawa, seperti Letto pada lagu Sebelum
Cahaya.
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

