Events
Pendaftaran Nikah Gratis Hingga 3 Mei 2020
www.ekbizz.com – Fenomena yang terjadi sekarang ini di Dunia baru terjadi wabah virus corona yang ini berdampak pula terhadap kunjungan wisatawan di Indonesia, oleh karena itu bersinergi dengan Jogja Heboh dalam rangka meningkatkan pariwisata DIY sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia khususnya DIY aman dan bebas dari virus corona kami mempersembahkan Nikah Bareng The Series. www.ekbizz.com – Fenomena yang terjadi sekarang ini di Dunia baru terjadi wabah virus corona yang ini berdampak pula terhadap kunjungan wisatawan di Indonesia, oleh karena itu bersinergi dengan Jogja Heboh dalam rangka meningkatkan pariwisata DIY sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia khususnya DIY aman dan bebas dari virus corona kami mempersembahkan Nikah Bareng The Series.
Hal ini juga didasari akan jumlah warga miskin, dari hari ke hari semakin meningkat,penipuan WO, juga jumlah populasi kejombloan juga naik ( berdasarkan data tiap bulan acara Golek Garwo selama 8 tahun ) apalagi sekarang berkembang budaya gaya hidup bebas tanpa ikatan. Sampai sekarang masih banyak yang belum sadar akan betapa pentingnya suatuikatan pernikahan, dimana prosesnya dimulai dari pencarian pasangan hidup.
Keluarga sakinah dan sejahtera itu tidak terwujud begitu saja, ia dibangun dan diciptakan dengan proses panjang salah satu indikatornya pemilihan pasangan hidup yang tepat dan berkualitas. Karena hal tersebut menjadi masalah yang subtansial untuk meningkatkan kualitas hidup dan kualitas SDM.
Berkaitan dengan hal itu, maka kami, Dinas Sosial DIY dan FORTAIS ( Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon Bantul DIY kerja bareng Jogja Heboh, Gerbang Banyu Langit, Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi, Sindu Kusuma Edupark, Balai Yanpus BPAD DIY didukung Pemkab Sleman, Paguyuban Rias Sekar Kantil Jaya Jogja, puluhan Make Up Artist (MUA), desainer Novi Bambu dan berbagai pihak akan mengadakan event Nikah Bareng The Series.
Diharapkan dengan pernikahan tersebut dapat pula tertanam rasa kebangsaan untuk cinta terhadap NKRI sekaligus melakukan restorasi sosial menjadikan budaya sebagai perekat bangsa. Hal ini yang nantinya oleh para pasangan dapat diimplementasikan, diamalkan dan dipraktikan langsung dalam kehidupan sehari – hari. Inilah saatnya pembentukan keluarga baru yang nantinya akan meneruskan ke generasi berikutnya, mereka akan mendidik anak-anaknya dengan Pancasila dan budaya kita yang adi luhung. Nikah Bareng The Series ini Pertama di Indonesia dan Dunia diadakan dengan konsep unik dan tema khusus di tiap pelaksanannya terbuka umum / nasional dan gratis full fasilitas dari biaya nikah, mahar unik, cincin kawin tematik, rias dan baju pengantin, dokumentasi, ijab unik, pesta kerakyatan, hingga bulan madu yang akan digelar insyaalloh sebagai berikut :
1. Nikah Bareng Gerbang Banyu Langit di Piyungan, Bantul, Kamis 5 Maret 2020 mulai jam 09.00 WIB dengan nikah unik di wahana GBL.
2. Nikah Bareng Advanture Merapi di Kali Kuning, Cangkringan, Sleman, Sabtu 21 Maret 2020 mulai jam 09.00 WIB dengan nikah unik di atas Jip
3. Nikah Bareng The SKY di Sindu Kusuma Edupark, Mlati, Sleman, Senin 20 April 2020 mulai jam 09.00 WIB dengan nikah unik di wahana SKE
4. Nikah Bareng The Library di Grahatama Pustaka Jl. Janti, Banguntapan, Bantul, Minggu 10 Mei 2020 mulai jam 15.00 WIB dengan nikah unik di Library sekaligus acara buka puasa bersama masyarakat
Sampai saat ini pendaftaran sudah mencapai 10 pasangan yang berasal dari DIY maupun luar DIY dan bagi yang berminat dapat segera menghubungi Hotline : 081 579 08 232 (Ryan) atau Dinas Sosial DIY.
Dan bagi yang masih Jomblo tidak usah khawatir dapat mengikuti ajang Golek Garwo / Cari Jodoh di Kecamatan Sewon, Bantul, DIY tanggal : 1 Maret, 5 April dan 3 Mei 2020 jam 09.00 WIB dan bagi yang mendapatkan pasangan bisa ikut menikah di acara nikah bareng tersebut.
Tujuan dari kegiatan Nikah Bareng ini adalah untuk mewujudnya pasangan sakinah sejahtera membawa kedamaian dan keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat berPancasila dilandasi cinta Illahi dan juga mewujudkan Indonesia Maju.
Dengan perbedaan yang ada ini sebagai perekat Persatuan Bangsa berlandaskan budaya dan kearifan lokal daerah dari masing – masing peserta, sehingga pernikahan ini membawa misi: religi, budaya, sosial, kebangsaan dan destinasi wisata DIY.
Events
Wali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan
Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan Kota Yogyakarta Tahun 2025 kepada sembilan tokoh yang telah mengabdikan diri secara luar biasa demi kelestarian dan pengembangan budaya kota ini.
Malam penganugerahan yang khidmat berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Embung Giwangan. Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, secara simbolis menyerahkan piagam dan tanda penghargaan kepada para penerima.
Berikut sembilan tokoh yang menerima penghargaan tahun ini:
Pelestari Seni : Siswa – Among Beksa
Pelaku Seni : Kinanti Sekar Rahina
Pelestari Bahasa, Sastra, dan Aksara : Majalah Djaka Lodang
Pelaku Bahasa, Sastra, dan Aksara : Margareth Widhy Pratiwi
Pelestari Adat dan Tradisi : Raden Mas Enggar Pikantoyo
Pelaku Adat dan Tradisi : Joni Wijanarko
Budayawan : Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito
Kreator : Ishari Sahida
Pelestari Warisan Budaya Benda/Tak Benda : Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum.
Proses seleksi dilakukan secara independen oleh dewan juri lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Sri Margana (sejarah), Dr. Revianto Budi Santosa (arsitektur), Dr. Octo Lampito (media), Nanang Arisona (seni pertunjukan), serta R.M. Kristiyadi (adat dan tradisi).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyatakan, “Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pengingat bahwa kebudayaan Yogyakarta hidup karena ada orang-orang yang dengan tulus menjaga dan menggerakkannya. Mereka adalah penjaga napas kota ini.” ungkapnya.
Disisi lain, Wali Kota dr. Hasto Wardoyo menambahkan bahwa “Di tengah gempuran modernisasi yang semakin kuat, keberadaan para penerima penghargaan malam ini menjadi bukti nyata bahwa Yogyakarta tetap teguh sebagai kota budaya dunia. Komitmen kami adalah terus mendukung dan melindungi mereka yang menjaga identitas leluhur.” tukasnya.
Malam semakin semarak dengan penampilan grup musik Paksi Band yang membawakan rangkaian tembang Jawa mulai dari “Lir-Ilir” hingga “Gambirsawit”, yang disambut tepuk tangan meriah dan nyanyian bersama para tamu undangan.
Events
Merekam Suara yang Setara: Pameran Arsip KERTAS UGM 2025 Sorot Kontribusi Perempuan
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KERTAS Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan pameran arsip tahunannya. Pada tahun 2025 ini, Pameran Arsip KERTAS hadir dengan tema inspiratif, “SETARA: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi”, menyoroti peran sentral, dokumentasi, dan perjuangan perempuan dalam konteks demokrasi dari masa ke masa.
Pameran ini bertujuan untuk mengangkat arsip dan narasi yang mungkin terpinggirkan, memberikan sorotan yang layak bagi kontribusi perempuan di berbagai lini pergerakan dan pengambilan keputusan politik.
Detail Pameran:
Tema Utama: Perempuan, demokrasi, dan dokumentasi perjuangan.
Tanggal: 8–15 November 2025
Waktu: Pukul 09.00–19.00 WIB
Lokasi: Gedung Iso Reksohadiprojo, Sekolah Vokasi UGM
Tiket: Terbuka untuk umum dan GRATIS
Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk menyelami berbagai arsip otentik dan narasi historis yang menunjukkan bagaimana perempuan telah berjuang, bersuara, dan mendefinisikan kembali makna kesetaraan dalam ruang demokrasi di Indonesia. Arsip-arsip yang ditampilkan akan memberikan perspektif baru tentang dinamika gender dan politik yang berkelanjutan.
Events
Festival Dalang Anak Tingkat Nasional Siap Digelar di Jakarta November 2025
JAKARTA – Generasi penerus seni pewayangan di Indonesia akan kembali menunjukkan bakat terbaiknya dalam ajang bergengsi Festival Dalang Anak Tingkat Nasional (FDAN) tahun 2025. Acara akbar yang bertujuan untuk melestarikan dan meregenerasi seni tradisi pedalangan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 November 2025, dengan pusat kegiatan utama di Gedung Pewayangan Kautaman, Jalan Raya Pintu 1 TMII, Jakarta Timur. Festival ini menjadi panggung penting bagi anak-anak berbakat dari berbagai daerah untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan mereka di hadapan publik dan dewan juri.
Delegasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan salah satu kontingen utama, telah menyiapkan serangkaian agenda padat. Rombongan dijadwalkan berangkat dari DIY pada Senin, 3 November 2025, pukul 08.00 WIB, dan tiba di Jakarta sore harinya untuk langsung melakukan check-in di hotel. Kehadiran mereka di Jakarta bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membawa semangat pelestarian budaya Jawa, khususnya seni pedalangan, ke kancah nasional.
Sesi perlombaan dan pementasan dari kontingen DIY akan dimulai pada hari Selasa, 4 November 2025. Setelah melakukan persiapan dan gladi resik (GR) di Anjungan DIY TMII, para dalang muda akan beraksi di Gedung Pewayangan Kautaman. Dua penampilan awal yang memukau akan disajikan dalam bentuk Wayang Golek oleh Limpad Budya Asmara (DIY1) dan Eifel Adnandhiya Dhimas Nugroho (DIY2) pada sore hari. Pementasan ini menjanjikan kreativitas dan interpretasi segar dari cerita-cerita pewayangan klasik.
Kompetisi akan dilanjutkan pada hari Rabu, 5 November 2025, dengan menampilkan kepiawaian dalam membawakan Wayang Kulit. Dua dalang berbakat lainnya, Tito Zhavier Bryantara (DIY 3) dan Reyvidh Harjunatama (DIY 4), akan menunjukkan kemampuan teknik dan narasi mereka. Puncak dari seluruh rangkaian acara FDAN 2025 adalah acara Penutupan dan Pengumuman Pemenang, yang akan diselenggarakan pada malam harinya, pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Acara ini akan menjadi momen haru dan kebanggaan bagi para peserta dan pendamping.
Festival Dalang Anak Tingkat Nasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum emas untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni pewayangan di kalangan anak-anak dan masyarakat luas. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pendidikan karakter dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa. Setelah rangkaian kegiatan selesai, kontingen akan memulai perjalanan kembali ke Yogyakarta pada Kamis, 6 November 2025, dengan membawa pengalaman berharga dan semangat baru untuk terus berkarya.
-
Events2 hari agoWali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan
-
Shopping1 minggu agoLawan GTM Tanpa Drama, Milna Floss Tawarkan Olahan Rumahan Rendah Gula dan Garam untuk Si Kecil
-
Promo7 hari agoEtawalin Sereal Gabungkan Kearifan Lokal & Gaya Hidup Modern

