Connect with us

Events

Pemotretan Model dan Pre wedding di Pesawat

Published

on

Dunia khususnya Indonesia saat ini memasuki gelombang ketiga Covid-19 dengan varian Omicron yang berdampak kesemua aspek lini kehidupan di masyarakat , dimana kita harus selalu tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti program vaksinasi Covid-19 yang digalakkan oleh Pemerintah. Di momentum tanggal yang cantik ini, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD) bersama Forum Ta’aruf Indonesia (FORTAIS) Sewon, Bantul, DIY didukung beberapa Make Up Artis (MUA) dan Fotografer di Jogjakarta menggelar kampaye Aksi Protokol Kesehatan yang unik yaitu dengan membuat acara pemotretan model dan prewedding di pesawat dengan protokol kesehatan bertempat di hanggar b737-200 Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Yogyakarta (STTKD).

Acara ini diikuti oleh 3 pasang calon peserta nikah bareng yaitu : (1). Siti / Bantul & Wahyudi / Kulon Progo, (2) Parti / Bantul & Kasidi / Bantul., (3). Arista / Sleman & Ahmad / Sleman, sedangkan 6 pasang model yaitu : (3) Nadia & Yogi (4). Yasinta & Yusuf, (5). Rahma & Rian., (6) Desi & Zulfikar., (7). Dafiq & Maria, (8). Faiza & Elang , (9) Arista / Sleman & Ahmad / Sleman (calon pasangan pengantin). Menurut pengakuan dari ketiga calon pasangan pengantin hal Ini merupakan pengalaman yang belum pernah mereka alami dan istimewa karena mereka belum pernah naik pesawat apalagi diabadikan oleh fotografer dan media masa sekaligus turut serta mengkampanyekan protokol kesehatan, insyaallah ini akan menambah keberkahan ketika mereka nanti menikah dan akan dikenang sampai akhir hayat.

Acara diawali dengan proses menuju cek ini di bandara dengan tahapan prokes ketat termasuk dengan tes swab antigen yang dilakukan oleh pasangan calon pengantin dan panitia yang terlibat di acara tersebut. Selanjutnya mereka menunggu di ruang tunggu bandara dan pembukaan diawali dengan sambutan oleh Ketua FORTAIS Sewon & Pelaksana RM. Ryan Budi Nuryanto, SE yang menyatakan bahwa acara ini adalah yang kesekian kalinya digelar kerjasama dengan STTKD untuk berbagi terhadap sesama khususnya para calon pasangan pengantin agar mempunyai kenangan terindah berupa dokumentasi yang bersejarah sekaligus turut serta untuk mengkampanyekan protokol kesehatan.

“Kami juga masih membuka pendaftaran bagi masyarakat umum yang ingin mengikuti program Nikah Bareng Unik & Istimewa gratis full fasilitas dapat segera menghubungi di hotline: 0815 790 8232 , dimana Nikah Bareng akan digelar tanggal : 22 Maret 2022 di Guwosari, Bantul,tanggal 29 Maret 2022 di Wonosari, Gunung Kidul dan tanggal 19 Mei 2022 di Pakem, Sleman,” katanya.

Acara selanjutnya dibuka oleh Solekan, S.Pd.I, M.Pd. Kepala Departemen Kerohanian dan Peribadatan sekaligus Ketua Dies Natalis ke-27 yang dalam sambutannya mengatakan bahwa di tanggal yang cantik ini kami STTKD Yogyakarta bersama FORTAIS Sewon dengan bakti sosial ini ingin berbagi kebahagiaan kepada para pasangan calon pengantin sekaligus mengkampanyekan Protokol Kesehatan di dunia Kedirgantaraan, wedding dan pemotretan. Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian Dies Natalis ke-27 STTKD semoga bermanfaat bagi masyarakat dan dapat berkesinambungan kedepannya.

Acara dilanjutkan dengan para calon pengantin dan model berjalan di run way di bawah pesawat dilanjutkan dengan pemotretan di luar dan dalam berbagai macam pesawat yang berada di hanggar STTKD Yogyakarta. Walau mereka bukan model yang biasa berjalan diatas catwalk akan tetapi dengan penuh percaya diri mereka berjalan diatas run way sambil tersenyum sambil membawa beberapa poster ajakan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang disaksikan oleh awak media yang meliput acara tersebut. Demikian press relese ini semoga bermanfaat dan atas dukungan kerjasamanya dihaturkan terima kasih. Wassalam Ketua Fortais / Pelaksana : RM. Ryan Budi Nuryanto, SE (0815 7908 232), Ketua Dies Natalis ke- 27 STTKD : Solekan, S.Pd.I, M.Pd. (0813 2834 1234 ).

Events

Wali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan

Published

on

By

Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan Kota Yogyakarta Tahun 2025 kepada sembilan tokoh yang telah mengabdikan diri secara luar biasa demi kelestarian dan pengembangan budaya kota ini.

Malam penganugerahan yang khidmat berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Embung Giwangan. Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, secara simbolis menyerahkan piagam dan tanda penghargaan kepada para penerima.
Berikut sembilan tokoh yang menerima penghargaan tahun ini:

Pelestari Seni : Siswa – Among Beksa
Pelaku Seni : Kinanti Sekar Rahina
Pelestari Bahasa, Sastra, dan Aksara : Majalah Djaka Lodang
Pelaku Bahasa, Sastra, dan Aksara : Margareth Widhy Pratiwi
Pelestari Adat dan Tradisi : Raden Mas Enggar Pikantoyo
Pelaku Adat dan Tradisi : Joni Wijanarko
Budayawan : Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito
Kreator : Ishari Sahida
Pelestari Warisan Budaya Benda/Tak Benda : Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum.

Proses seleksi dilakukan secara independen oleh dewan juri lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Sri Margana (sejarah), Dr. Revianto Budi Santosa (arsitektur), Dr. Octo Lampito (media), Nanang Arisona (seni pertunjukan), serta R.M. Kristiyadi (adat dan tradisi).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyatakan, “Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pengingat bahwa kebudayaan Yogyakarta hidup karena ada orang-orang yang dengan tulus menjaga dan menggerakkannya. Mereka adalah penjaga napas kota ini.” ungkapnya.

Disisi lain, Wali Kota dr. Hasto Wardoyo menambahkan bahwa “Di tengah gempuran modernisasi yang semakin kuat, keberadaan para penerima penghargaan malam ini menjadi bukti nyata bahwa Yogyakarta tetap teguh sebagai kota budaya dunia. Komitmen kami adalah terus mendukung dan melindungi mereka yang menjaga identitas leluhur.” tukasnya.

Malam semakin semarak dengan penampilan grup musik Paksi Band yang membawakan rangkaian tembang Jawa mulai dari “Lir-Ilir” hingga “Gambirsawit”, yang disambut tepuk tangan meriah dan nyanyian bersama para tamu undangan.

Continue Reading

Events

Merekam Suara yang Setara: Pameran Arsip KERTAS UGM 2025 Sorot Kontribusi Perempuan

Published

on

By

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KERTAS Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan pameran arsip tahunannya. Pada tahun 2025 ini, Pameran Arsip KERTAS hadir dengan tema inspiratif, “SETARA: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi”, menyoroti peran sentral, dokumentasi, dan perjuangan perempuan dalam konteks demokrasi dari masa ke masa.

Pameran ini bertujuan untuk mengangkat arsip dan narasi yang mungkin terpinggirkan, memberikan sorotan yang layak bagi kontribusi perempuan di berbagai lini pergerakan dan pengambilan keputusan politik.

Detail Pameran:
Tema Utama: Perempuan, demokrasi, dan dokumentasi perjuangan.
Tanggal: 8–15 November 2025
Waktu: Pukul 09.00–19.00 WIB
Lokasi: Gedung Iso Reksohadiprojo, Sekolah Vokasi UGM
Tiket: Terbuka untuk umum dan GRATIS

Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk menyelami berbagai arsip otentik dan narasi historis yang menunjukkan bagaimana perempuan telah berjuang, bersuara, dan mendefinisikan kembali makna kesetaraan dalam ruang demokrasi di Indonesia. Arsip-arsip yang ditampilkan akan memberikan perspektif baru tentang dinamika gender dan politik yang berkelanjutan.

Continue Reading

Events

Festival Dalang Anak Tingkat Nasional Siap Digelar di Jakarta November 2025

Published

on

By

JAKARTA – Generasi penerus seni pewayangan di Indonesia akan kembali menunjukkan bakat terbaiknya dalam ajang bergengsi Festival Dalang Anak Tingkat Nasional (FDAN) tahun 2025. Acara akbar yang bertujuan untuk melestarikan dan meregenerasi seni tradisi pedalangan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 November 2025, dengan pusat kegiatan utama di Gedung Pewayangan Kautaman, Jalan Raya Pintu 1 TMII, Jakarta Timur. Festival ini menjadi panggung penting bagi anak-anak berbakat dari berbagai daerah untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan mereka di hadapan publik dan dewan juri.

Delegasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan salah satu kontingen utama, telah menyiapkan serangkaian agenda padat. Rombongan dijadwalkan berangkat dari DIY pada Senin, 3 November 2025, pukul 08.00 WIB, dan tiba di Jakarta sore harinya untuk langsung melakukan check-in di hotel. Kehadiran mereka di Jakarta bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membawa semangat pelestarian budaya Jawa, khususnya seni pedalangan, ke kancah nasional.

Sesi perlombaan dan pementasan dari kontingen DIY akan dimulai pada hari Selasa, 4 November 2025. Setelah melakukan persiapan dan gladi resik (GR) di Anjungan DIY TMII, para dalang muda akan beraksi di Gedung Pewayangan Kautaman. Dua penampilan awal yang memukau akan disajikan dalam bentuk Wayang Golek oleh Limpad Budya Asmara (DIY1) dan Eifel Adnandhiya Dhimas Nugroho (DIY2) pada sore hari. Pementasan ini menjanjikan kreativitas dan interpretasi segar dari cerita-cerita pewayangan klasik.

Kompetisi akan dilanjutkan pada hari Rabu, 5 November 2025, dengan menampilkan kepiawaian dalam membawakan Wayang Kulit. Dua dalang berbakat lainnya, Tito Zhavier Bryantara (DIY 3) dan Reyvidh Harjunatama (DIY 4), akan menunjukkan kemampuan teknik dan narasi mereka. Puncak dari seluruh rangkaian acara FDAN 2025 adalah acara Penutupan dan Pengumuman Pemenang, yang akan diselenggarakan pada malam harinya, pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Acara ini akan menjadi momen haru dan kebanggaan bagi para peserta dan pendamping.

Festival Dalang Anak Tingkat Nasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum emas untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni pewayangan di kalangan anak-anak dan masyarakat luas. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pendidikan karakter dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa. Setelah rangkaian kegiatan selesai, kontingen akan memulai perjalanan kembali ke Yogyakarta pada Kamis, 6 November 2025, dengan membawa pengalaman berharga dan semangat baru untuk terus berkarya.

Continue Reading

Trending