Connect with us

Events

“Y.O.U for You” Long Lasting Beauty bagi Segenap Wanita Indonesia

Published

on

Y.O.U Beauty, sebagai salah satu brand kecantikan lokal di Indonesia, melalui kampanye “Y.O.U for You” hadir mendatangi kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Yogyakarta yang menjadi kota kedua didatangi. Memasuki usia ke-3 tahun ini, Y.O.U Beauty semakin percaya diri menjadi salah satu brand kecantikan lokal terpercaya dan terbaik di Indonesia untuk menghadirkan produk kosmetik, skincare, dan body care perpaduan dari bahan-bahan alami dan teknologi tinggi.

Kehadiran “Y.O.U for You” di Kota Yogyakarta, ingin membangun hubungan yang erat dan baik dengan seluruh mitra terbaiknya. Kondisi yang tidak menentu membuat Y.O.U Beauty ingin menjalin relasi bermakna dengan para wanita Indonesia untuk membantu mereka memahami berbagai kondisi yang sedang dialami.

Beberapa produk unggulan dari kategori makeup dan skincare seperti Y.O.U Golden Age Refining Serum, Y.O.U Biomecera Advanced Booster Serum, dan Y.O.U 24h Noutriwear+ Velvet Liquid Foundation. Melalui produk terbaik tersebut, Y.O.U Beauty berharap dapat mendukung dan memotivasi para wanita Indonesia memiliki tampilan cantik dan sehat dari dalam juga flawless dan glowing dari luar.

“Kehadiran Y.O.U Beauty di Yogyakarta hari ini tentunya ingin mendekatkan diri dan menjalin relasi yang kuat dengan pelanggan terbaik kami. Pada acara ini kami juga menghadirkan dermatologist untuk berbagi edukasi seputar kesehatan kulit wajah, menggunakan skincare atau makeup yang tepat, agar mendapatkan tampilan maksimal, seperti halnya tagline kami yakni ‘Long-Lasting Beauty’.” ujar Ayu Anastasya selaku Brand Director Y.O.U Beauty.

Ayu juga menambahkan bahwa selama bulan Desember, Y.O.U Beauty juga akan mengadakan Empty Bottles Campaign, yakni dimana pelanggan dapat membawa kemasan kosong seluruh produk Y.O.U Beauty berukuran full size ke mitra toko pilihan di enam kota yang dikunjungi oleh Y.O.U Beauty.

Empty Bottles Campaign akan berjalan mulai dari 7 Desember 2021 di tiga kota, yakni Kota Bandung, Kota Yogyakarta, dan Kota Surabaya. Selanjutnya, pada 9 Desember 2021 akan disusul dengan ketiga kota lain yakni Kota Denpasar, Kota Medan, dan Kota Kendari. Seluruh rangkaian kegiatan Empty Bottles Campaign akan berakhir pada akhir Desember.

“Kolaborasi kami dengan para pelanggan pada Empty Bottles Campaign, merupakan salah satu usaha sederhana Y.O.U Beauty untuk mengimplementasikan gaya hidup sustainable. Nantinya mereka yang membawa kemasan kosong dan meletakkannya ke dalam drop box yang sudah tersedia, akan mendapatkan sample size Golden Age Refining Serum gratis sesudah memposting di akun Instagram masing-masing. ” tambahnya.

Perjalanan Y.O.U Beauty selama tiga tahun telah mengantarkannya menuai banyak prestasi. Beberapa prestasi yang didapatkan antara lain seperti Guardian Indonesia Best of The Year 2019 Mascara and The Best Newcomer Brand, Guardian Indonesia The Fastest Growing Brand of The Year 2019, Top 5 Shopee’s Beauty and Skincare Category – Ranked Top 4 in 2020 Q4, dan Top 15 Ranked Katadata Top 12 Consumer’s Favorite Beauty Brand.

Di tahun ini, Y.O.U Golden Age Refining Serum yang menjadi salah satu produk unggulan Y.O.U Beauty berhasil dinobatkan sebagai “Produk Favoritnya Anti-Aging Serum di Indonesia” menurut hasil survei dari Home Tester Club, World’s Biggest Grocery Review Platform.

Rangkaian kegiatan “Y.O.U for YOU” selanjutnya akan hadir menyapa di Kota Yogyakarta, Kota Surabaya, Kota Denpasar, Kota Medan, dan Kota Kendari. Seluruh produk Y.O.U Beauty bisa didapatkan melalui toko-toko kecantikan terdekat di seluruh kota di Jawa Barat atau melalui Y.O.U Beauty official store di Shopee, Tokopedia, dan Lazada.

Events

Media Lokal Didorong Adaptif Hadapi Transformasi Digital Tanpa Tinggalkan Etika Jurnalistik

Published

on

By

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Arus berita yang bergerak sangat cepat menuntut media untuk mampu beradaptasi, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik sebagai fondasi kepercayaan publik.

Sebagai upaya memperkuat daya saing media lokal di era digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menggelar Workshop Media Lokal Berkelanjutan di Isvara Riverside, Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan kemajuan teknologi telah menggeser pola konsumsi informasi masyarakat. Kehadiran berbagai platform digital membuat siapa pun kini dapat memproduksi sekaligus menyebarkan informasi.

Menurutnya, kondisi tersebut membawa tantangan baru berupa banjir informasi yang belum tentu akurat sehingga masyarakat semakin sulit membedakan berita yang benar dengan hoaks. Karena itu, media dituntut tidak hanya cepat menyajikan informasi, tetapi juga memastikan setiap berita telah melalui proses verifikasi.

Farida menegaskan kepercayaan publik merupakan modal utama media. Di tengah algoritma platform digital yang cenderung mengutamakan konten sensasional, media harus tetap menjaga integritas dan profesionalisme agar loyalitas pembaca tetap terpelihara.

Ia juga melihat perubahan algoritma digital membuka peluang bagi media lokal karena konten yang relevan dengan kebutuhan masyarakat daerah kini semakin mendapat ruang. Keunggulan media lokal dalam memahami karakter, budaya, dan persoalan masyarakat dinilai menjadi kekuatan yang harus dimanfaatkan.

Pemerintah mendorong media lokal memperkuat kapasitas newsroom, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengembangkan distribusi multiplatform, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhammad Jazuli, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh mengurangi nilai-nilai dasar jurnalistik. Media profesional tetap harus menjunjung Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, proses penyuntingan, dan tanggung jawab kepada publik.

Ia juga mengajak media mengembangkan jurnalisme yang tidak hanya mengungkap persoalan, tetapi turut menghadirkan solusi serta mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pemberitaan. Melalui workshop ini, diharapkan insan media semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan meningkatkan kualitas jurnalistik, menjaga profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan publik agar media lokal tetap berperan sebagai pilar demokrasi.

Continue Reading

Events

Jamasan Pusaka Kyai Nolobondo Kembali Digelar di Kebondalem Prambanan

Published

on

By

Sleman, 08 Juli 2026 – Masyarakat Dusun Kebondalem, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, kembali akan menyelenggarakan Jamasan Pusaka Tutupan Suran Kyai Nolobondo pada Selasa Pahing, 14 Juli 2026, bertempat di Pendopo Dukuh Kebondalem, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan budaya yang telah menjadi agenda masyarakat ini merupakan wujud pelestarian tradisi leluhur sekaligus penghormatan terhadap pusaka yang diyakini memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi masyarakat Kebondalem. Prosesi jamasan bukan sekadar membersihkan benda pusaka secara fisik, melainkan juga menjadi simbol penyucian diri, introspeksi, serta doa bersama dalam menyambut datangnya Tahun Baru Jawa, bulan Sura.

Acara ini terbuka bagi masyarakat dan para pecinta budaya yang ingin mengikuti prosesi jamasan. Panitia juga menyediakan layanan reservasi dengan kontribusi ubarampe sebesar Rp50.000 per bilah pusaka bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi pembersihan pusaka secara adat. Salah satu tim panitia, Dwi Eko Purnomo mengatakan bahwa kegiatan ini mampu menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur.

“Tradisi jamasan bukan hanya merawat benda pusaka, tetapi juga merawat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan menjaga identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.” jelasnya singkat.

Tradisi yang Sarat Makna

Dalam budaya Jawa, tradisi jamasan pusaka telah berlangsung selama ratusan tahun dan lazim dilaksanakan setiap bulan Sura. Kata jamas berarti memandikan atau membersihkan. Namun, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar membersihkan logam pusaka. Prosesi biasanya diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembersihan pusaka menggunakan air, jeruk nipis, air bunga, hingga pemberian minyak sebagai bagian dari perawatan. Tradisi ini menjadi simbol penyucian lahir dan batin serta ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Melestarikan Warisan Budaya Lokal

Pelaksanaan Jamasan Pusaka Tutupan Suran Kyai Nolobondo di Dusun Kebondalem menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya lokal di wilayah Prambanan. Selain menjaga eksistensi pusaka yang diwariskan secara turun-temurun, kegiatan ini juga menjadi media mempererat silaturahmi antarwarga, pegiat budaya, dan pemerhati sejarah. Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, masyarakat berharap tradisi ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman serta mampu menjadi daya tarik budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi lokal Sleman kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi jamasan, panitia menetapkan kontribusi ubarampe sebesar Rp50.000 per bilah pusaka. Kontribusi tersebut sudah mencakup seluruh fasilitas selama kegiatan, antara lain prosesi jamasan pusaka, jasa penjamas (tukang jamas) tanpa biaya tambahan, seluruh perlengkapan dan bahan jamasan, konsumsi makan dan minum, serta wedaran pamor dan pembahasan mengenai karakter, filosofi, serta perawatan pusaka yang disampaikan langsung oleh Empu Keris Yogyakarta. Dengan fasilitas tersebut, peserta tidak hanya memperoleh perawatan pusaka secara tradisional, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai sejarah, makna, dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap pusaka.

Continue Reading

Events

Menelusuri Jejak Sejarah dan Kehidupan Kotagede

Published

on

By

Setelah cukup lama vakum, program Cerita di Kebon akhirnya kembali digelar dengan edisi yang lebih kaya dan mendalam. Kali ini, melalui tajuk “Niti Lampah Kotagede”, acara akan mengajak peserta menyusuri kawasan Cepuri sambil bercengkerama tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Kotagede.

Cerita di Kebon #3 ini bukan sekadar mengulang catatan sejarah lama. Melalui percakapan santai, peserta diajak melihat lebih dalam jejak pengaruh Mataram Islam, perubahan tata ruang, serta cara masyarakat Kotagede hidup berdampingan dengan warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dibahas bukan hanya peninggalan fisik, melainkan bagaimana Kotagede terus dijalani, diingat, dan dihidupkan dalam keseharian masyarakat saat ini.
Acara ini akan menghadirkan tiga narasumber berkompeten:

M. Yaser Arafat
Ki Supriyadi Sapta
Madha Soentoro

Ketiganya akan berbagi perspektif berbeda tentang pengalaman ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kotagede yang terus tumbuh dan berkembang.
Cerita di Kebon #3 merupakan bagian dari rangkaian perayaan “Setahun Kembali ke Akar” — peringatan satu tahun perjalanan Peken Klangenan Kotagede.
Detail Acara:

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2026
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Kotagede
Biaya : Gratis untuk umum

Acara ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Kotagede lebih dalam — baik warga setempat, pelajar, mahasiswa, maupun pecinta sejarah dan budaya. Datanglah dengan santai, siapkan hati dan telinga untuk mendengar cerita yang penuh makna di tengah suasana kebun yang asri.

“Melalui Cerita di Kebon, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya melihat Kotagede sebagai masa lalu, tapi juga sebagai ruang hidup yang terus bernapas hingga hari ini,” ujar panitia penyelenggara.

Jangan lewatkan momen langka ini. Mari datang, mendengar, dan ikut merawat ingatan serta warisan budaya Kotagede bersama.

Continue Reading

Trending