Events
Temuan Residensi: Lanskap Seni Budaya dan Interaksi Sosial
Sebagai bagian dari usaha Biennale Jogja untuk memahami jalinan kebudayaan oseania di wilayah timur Indonesia, diadakan forum diskusi publik #4 “Temuan Residensi : Lanskap Seni Budaya dan Interaksi Sosial” secara daring pada Selasa, 22 Juni 2021. Forum diskusi publik kali ini mengundang dua seniman residensi yakni Dyah Retno dan Arief Budiman untuk membagikan kisah, kesan, dan pengalaman kedua seniman menjalani program residensi selama dua minggu.
Dyah Retno lahir di Medan, 1994, merupakan seorang seniman yang mempunyai fokus pada seni keramik. Program Residensi menempatkan Dyah di Mollo Utara, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Selama di Mollo Utara, ia belajar bersama komunitas Lakoat Kujawas. Dyah menjadikan program residensi sebagai sebuah kesempatan untuk mengeksplorasi material tanah lokal dan ingatan kolektif mengenai pembuatan tembikar yang merupakan bagian dari kebudayaan Astronesia.
Sementara itu, Arief Budiman lahir di Depok, 1994, merupakan seorang seniman yang mempunyai fokus pada seni multimedia. Arief berkeliling Papua, mulai dari Jayapura hingga Wamena. Melalui presentasi karya kepada Komunitas Indonesian Art Movement (IAM) dan Papuan Voices, ia mempelajari realitas sosial Papua yang jarang ditampilkan di kanal media populer. Inisiatif Arief untuk mengangkat Papua sebagai topik karya pada Biennale Jogja sontak disambut hangat dengan masukan dan usulan dari
teman-teman komunitas.
Forum diskusi publik #4 “Temuan Residensi : Lanskap Seni Budaya dan Interaksi Sosial” dipandu oleh Manshur Zikri sebagai moderator. Manshur yang sejak 2019, telah bekerja sebagai Kurator dan Manajer Artistik di Cemeti-Institute for Art and Society, Yoyakarta mempunyai latar belakang yang ekstensif di bidang seni budaya serta seringkali melakukan kajian-kajian tentang isu seputar seni, film, dan media secara independen.
Forum Diskusi Publik #4 “ Temuan Residensi : Lanskap Seni Budaya dan Interaksi Sosial”
Hari/Tanggal
Kamis, 22 Juli 2021
15:00 – 17:00 WIB/16:00 – 18:00 WITA/ 17:00 – 19:00 WIT
Seniman
Dyah Retno (Seniman Residensi BJ XVI)
Arief Budiman (Seniman Residensi BJ XVI)
Moderator
Manshur Zikri
Platform
Zoom
https://us02web.zoom.us/j/3369780227?pwd=N2VHajdEWTJqWEdMQWtCT3J5N0I0dz
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

