Connect with us

Events

Hari Guru, SGM Eksplor dan Alfamart Bangun Dua Gedung PAUD dan Berikan Bantuan

Published

on

Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui merek susu pertumbuhan SGM Eksplor bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) mendukung akses pendidikan di Indonesia melalui program “SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart”, yang merupakan rangkaian dari gerakan sosial “#AyoTunjukTangan”. Program yang juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, merupakan sebuah upaya kolaborasi untuk memberikan apresiasi kepada para guru inspiratif yang telah mendukung untuk mencetak generasi maju Indonesia yang tumbuh maksimal. Melalui program apresiasi ini, SGM Eksplor dan Alfamart memberikan dukungan fasilitas pengajaran kepada guru PAUD dan Sekolah Dasar inspiratif dan renovasi sekolah.

Guru merupakan dasar yang menentukan kualitas pendidikan. Dimana guru yang hebat akan memberi dampak besar dalam kehidupan siswanya, tidak hanya dalam prestasi akademik, namun juga dalam hal sosial yakni pengembangan potensi dan karakter hingga ketenagakerjaan yang akan berlangsung dalam jangka panjang. Saat ini, berbagai keterbatasan dialami oleh seluruh lapisan masyarakat di tengah pandemi, salah satunya adalah aktivitas belajar dan mengajar di sekolah. Namun semangat dari para guru tidak pernah padam agar dapat terus mendidik dan melayani para peserta didik yaitu anak-anak Indonesia agar dapat memaksimalkan potensi prestasi menjadi generasi maju.

Sales Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Widianto Juwono mengatakan, dengan pengalaman lebih dari 65 tahun, ia percaya bahwa setiap anak Indonesia bisa menjadi generasi penerus untuk kemajuan bangsa. “Sehingga seharusnya tidak ada anak Indonesia yang tertinggal akan akses nutrisi dan pendidikan sebagai fondasi mereka untuk mencapai kemajuan. Hal ini tentunya bisa diwujudkan jika anak mendapatkan pembelajaran dan stimulasi yang baik untuk meningkatkan tumbuh kembang sesuai usianya. Upaya tersebut bukan hanya ada di tangan para orangtua, namun juga merupakan hasil perjuangan para guru dalam mendidik anak-anak di sekolah,” terangnya.

Widianto Juwono menambahkan bahwa pentingnya dukungan dan apresiasi kepada para guru, sehingga dalam rangka Hari Guru Nasional, SGM Eksplor berkolaborasi bersama Alfamart melalui program ‘SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart’ berkontribusi mendukung dan mengapresiasi para guru PAUD dan Sekolah Dasar.

“Seperti apresiasi yang kami berikan kepada salah seorang guru TK dari Pulau Lae-lae, Makassar, yaitu Ibu Sarifah. Kisah Ibu Sarifah menurut kami sangat inspiratif, karena tidak lelah untuk menjadi pelita bagi anak-anak negeri. Ibu Sarifah pantang lelah mengajar, meskipun banyak rintangan, harus naik becak, menyeberang laut melawan ombak demi mendukung masa depan anak-anak di Pulau Lae-lae. Upaya yang kami lakukan bersama Alfamart ini diharapkan dapat mendukung para guru seperti Ibu Sarifah untuk dapat maksimal dalam memberikan akses pendidikan dan kemajuan kepada anak-anak generasi maju Indonesia,” tambahnya.

Program donasi “SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart” ini berasal dari kontribusi otomatis konsumen dalam setiap pembelian produk SGM Eksplor 1Plus, 3Plus, dan 5Plus periode 25 Agustus hingga 30 September 2021 di jaringan gerai Alfamart ataupun melalui aplikasi Alfacart dan Alfagift. Donasi yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk dukungan akses nutrisi dan pendidikan. Untuk dukungan akses nutrisi disalurkan kepada 500 anak usia di atas 1 tahun dari 10 PAUD yang membutuhkan. Sedangkan, dukungan akses pendidikan berupa laptop dan renovasi sekolah, diberikan kepada guru PAUD dan Sekolah Dasar inspiratif di mulai dari Kota Medan, Jambi, Tangerang, Bogor, Klaten, Semarang, Pontianak, Manado, Makassar hingga Sorong.

Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin menyambut baik kolaborasi bersama SGM Eksplor dalam upaya memberikan dukungan akses nutrisi dan pendidikan. “Bukan hanya untuk mendukung anak-anak namun juga memberikan apresiasi kepada para guru yang inspiratif, yang tetap berjuang di tengah keterbatasan, khususnya di masa pandemi ini. Melalui program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam mendukung penyediaan akses nutrisi dan pendidikan bagi anak Indonesia,” terangnya.

Ibu Sarifah, Guru TK Pulau Lae-lae, Makassar, Sulawesi Selatan, sangat berterima kasih kepada SGM Eksplor dan Alfamart yang telah memberikan apresiasi kepadanya sebagai guru PAUD. “Apresiasi ini akan menjadi pemicu bagi saya yang telah mengajar TK lebih dari 25 tahun untuk terus berjuang dan memberikan pendidikan berkualitas sejak usia dini, demi mencetak generasi maju Indonesia yang tumbuh maksimal. Walaupun di tengah keterbatasan fasilitas mengajar, seperti biasa mengajar di halaman rumah penduduk atau di pinggir pantai, bahkan untuk mengajar harus menyeberang laut melawan ombak, saya tidak akan lelah untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak di Pulau Lae-lae. Saya berharap SGM Eksplor dan Alfamart dapat terus mendukung akses pendidikan di Indonesia serta dapat merangkul masyarakat, membantu sekolah dan memberikan apresiasi kepada para guru untuk pendidikan Indonesia yang lebih maju,” ujar Sarifah.

Selain menghadirkan program SGM Eksplor Apresiasi Guru Bersama Alfamart, SGM Eksplor juga telah meluncurkan bantuan renovasi sekolah dalam Sekolah Generasi maju di awal tahun 2021 lalu. “Kami juga akan meresmikan 2 sekolah yang telah direnovasi sebagai bagian dalam Sekolah Generasi Maju. Adapun sekolah ini berlokasi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta dan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Melalui inisiatif gerakan sosial #AyoTunjukTangan di tahun 2021 ini, kami berupaya memfasilitasi semangat gotong royong dan kolaborasi dalam mendukung mewujudkan anak-anak Indonesia menjadi Generasi Maju untuk Indonesia maju di masa mendatang” jelas Widianto Juwono.

Dengan semakin kita bisa memfasilitasi dan memberikan proses pembelajaran yang baik kepada anak-anak usia dini dan sekolah dasar, maka akan semakin memberikan kesiapan kepada mereka dalam mengeksplorasi semua potensinya serta memberikan harapan generasi maju di masa yang akan datang.

Events

Warning Gen Z! Skill Menjahit & Masak Bisa Bikin Kamu Punya Side Hustle

Published

on

By

Pada Senin (6 April 2026), UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantul resmi membuka dua pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang super praktis: Menjahit di Wirokerten, Banguntapan, dan Tata Boga di Srimulyo, Piyungan.

Gak perlu nunggu lama atau biaya mahal. Program ini pure buat ningkatin kompetensi anak muda dan masyarakat supaya lebih mandiri, bisa buka usaha sampingan, bahkan jadi content creator fashion atau kuliner yang aesthetic di TikTok & Instagram.

Detail Pelatihan yang Wajib Dicatet:

Pelatihan MTU Menjahit
Tanggal: 7 April – 12 Mei 2026 (sekitar 5 minggu full action)
Tempat: Pusdiklat Mulia, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul
Peserta: 16 orang (kelas intim, beneran hands-on)

Pelatihan MTU Tata Boga
Tanggal: 9 April – 7 Mei 2026
Tempat: Bangsal Pasca Panen Berkah Jaya, Jombor, Srimulyo, Piyungan, Bantul
Peserta: 16 orang

Pembukaan di Piyungan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T., Panewu Piyungan, Kepala UPTD BLK Bantul, dan Lurah Srimartani. Sementara di Wirokerten, Bp. Agus Sofwan selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul ikut hadir bareng Kepala Disnakertrans dan jajaran lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar teori, tapi langsung skill aplikatif yang bisa dipakai buat menciptakan peluang usaha mandiri. “Kami ingin anak muda Bantul punya bekal nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan desa,” ujar Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T. .

Kenapa Harus Ikutan?
Di era digital sekarang, skill menjahit bisa jadi modal bikin custom hoodie, hijab kekinian, atau bahkan brand fashion lokal. Sementara Tata Boga? Bisa langsung bikin konten mukbang, jualan catering aesthetic, atau buka kedai kopi-dessert yang hits di kalangan Gen Z.

Sekedar informasi, Pelatihan MTU merupakan program yang dilaksanakan berdasarkan pengajuan proposal langsung dari masyarakat atau kelompok masyarakat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik dan keinginan warga dalam meningkatkan kompetensi keterampilan sesuai dengan permintaan yang diajukan.

Sementara itu, pelatihan untuk masyarakat umum yang tidak melalui proposal kelompok diselenggarakan melalui program pelatihan institusional. Pelatihan institusional tersebut direncanakan akan dimulai pada sekitar bulan Juni 2026. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi bidang administrasi, otomotif, serta teknisi handphone.

Info lebih lanjut tentang program bisa datang ke UPTD BLK Bantul di Jalan Jenderal Sudirman No.1, Babadan, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul

Continue Reading

Events

Rayakan Dua Tahun, 1O1 STYLE Yogyakarta Gelar Donor Darah dan Kartini Spirit Forum

Published

on

By

Menyambut ulang tahun ke-dua yang jatuh pada 8 April 2026, 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro menghadirkan rangkaian kegiatan spesial sebagai bentuk apresiasi mendalam kepada para tamu, mitra, serta masyarakat yang telah mendukung perjalanan hotel selama dua tahun terakhir. Kegiatan ini sekaligus memperkuat konektivitas dengan berbagai pihak terkait di ekosistem pariwisata Yogyakarta. Hotel yang berlokasi strategis di Jl. Gajah Mada No. 30, Pakualaman, Purwokinanti ini terus berkomitmen menjadi bagian integral dari kemajuan kota.

Perayaan diawali dengan kegiatan sosial donor darah pada 6 April 2026 di ruang Srimpi 1, 2, dan 3. Kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Rumah Sakit AMC Muhammadiyah, Akur Optic Kotagede, serta 2b Shine menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan, kulit, dan mata secara gratis bagi para peserta. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi hotel bagi kesehatan masyarakat sekitar.

Rangkaian anniversary dilanjutkan dengan Kartini Spirit Forum 2026 pada 8 April 2026. Forum sarasehan lintas organisasi ini merupakan hasil kolaborasi KADIN DIY, ASITA DIY, dan PHRI DIY. Menghadirkan pembicara inspiratif seperti GKR Mangkubumi (Ketua KADIN DIY), Prof. Dr. Wening Udasmoro, Atok Sunarjati (Ketua ASITA DIY), serta Deddi Pranowo (Ketua PHRI DIY), acara mengusung tema “From Spirit to Action: Menguatkan Ekosistem Bisnis & Pariwisata Yogyakarta”. GKR Mangkubumi menegaskan dukungan penuh KADIN terhadap kolaborasi lintas organisasi untuk kemajuan bersama.

Acara dibuka dengan sambutan dari AR Atik Damarjati selaku Hotel Manager 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro, Wikan Trispratiwi selaku General Manager Cluster Region Yogyakarta PHM Hotels, dan Wawan Hermawan selaku Wakil Walikota Yogyakarta. Suasana semakin meriah dengan pertunjukan seni tari, fashion show UMKM KADIN DIY, serta pass around menu terbaru dari chef AMERTA Restaurant yang disajikan secara eksklusif.

Selain melibatkan mitra dan tamu undangan, hotel juga menggelar syukuran internal sebagai apresiasi kepada seluruh karyawan. Momen kebersamaan ini menjadi wadah refleksi atas pencapaian bersama selama dua tahun berdiri. Pada awal tahun ini, 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro berhasil meraih tiga penghargaan dari Panorama Hospitality Management: Gold Winner Hotel of the Year 2025, Gold Winner Culinary Experience Excellence 2025, serta Bronze Winner Best Guest Experience 2025.

AR Atik Damarjati menyampaikan, “Perayaan anniversary ini bukan hanya tentang merayakan perjalanan kami, tetapi juga bagaimana kami terus bertumbuh bersama komunitas. Melalui Kartini Spirit Forum 2026, kami berharap 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro dapat terus menjadi ruang bertemunya gagasan dan menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan bisnis serta pariwisata Yogyakarta.” Sementara Wikan Trispratiwi menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Dengan bertambahnya usia, 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro akan terus mengembangkan fasilitas dan inovasi baru guna memberikan pengalaman terbaik. Berbagai package menarik dapat diakses melalui www.BOOK1O1.COM atau menghubungi 08112 8008 101. Hotel siap menyambut tamu dengan pelayanan berkelas di jantung Malioboro.

Continue Reading

Events

Risiko Jadi “Vassal State”? Ekonom UGM Warning soal Bahaya ART Indonesia-Amerika

Published

on

By

Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rimawan Pradiptyo, Ph.D., menyoroti ketimpangan dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani 19 Februari 2026. Menurutnya, perjanjian ini perlu dikaji mendalam menggunakan Regulatory Impact Assessment (RIA) agar dampak jangka pendek maupun panjang terhadap ekonomi nasional bisa dipahami secara utuh.

Rimawan menilai, idealnya pemerintah melakukan RIA sebelum dan selama negosiasi. Namun, akademisi baru mengakses dokumen lengkap setelah perjanjian diunggah ke situs resmi pemerintah AS. “Kita tetap bisa lakukan analisis RIA sambil menunggu konsultasi pemerintah ke DPR,” ujarnya.

Perjanjian ini dinilai asimetris. Bagian mukadimah ART menjanjikan kedaulatan, kemakmuran, dan rantai pasok yang tangguh dengan manfaat bersama. Namun, isi utama perjanjian justru membebani Indonesia lebih berat, sementara keuntungan terbesar mengalir ke Amerika Serikat.

“Indonesia menghadapi risiko lebih tinggi, termasuk gugatan dari negara lain melalui WTO dan kemungkinan retaliasi,” jelas Rimawan. Amerika Serikat memiliki empat klausul pengaman (safeguard clause), sementara Indonesia tidak punya perlindungan setara, sehingga meningkatkan risiko ekonomi dan hukum.

Selain itu, ada potensi pelanggaran terhadap lima pasal UUD 1945, termasuk Pembukaan UUD, yang memerlukan penyesuaian regulasi besar-besaran mulai dari undang-undang hingga peraturan teknis. Rimawan menggunakan pendekatan game theory untuk menganalisis proses negosiasi, yang lebih mirip ultimatum game di mana Amerika Serikat berposisi sebagai pemimpin (leader) dan Indonesia sebagai pengikut (follower).

Beberapa pasal dinilai memberatkan, seperti kewajiban memfasilitasi pembelian barang AS, harmonisasi regulasi, pembatasan kebijakan domestik, hingga kewajiban membuka lapangan kerja dan investasi di Amerika Serikat. Perjanjian ini juga berpotensi mengganggu politik bebas aktif Indonesia dan membatasi ruang Indonesia menjalin FTA dengan negara lain karena hak veto AS.

Rimawan mengingatkan, ART mencerminkan kembalinya semangat merkantilisme era kolonial di tengah perdagangan global modern. Ia mencontohkan pengalaman Konferensi Meja Bundar (KMB) pasca-kemerdekaan, di mana Indonesia menanggung beban ekonomi berat demi kedaulatan. “ART ditandatangani tanpa perang atau krisis, tapi berpotensi menjadikan Indonesia seperti negara bawahan,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending