Connect with us

Events

Selebrasi Warna Warni Dalam Harmoni.

Published

on

Dalam rangka selebrasi menuju HUT Ke-33 dan sebagai upaya turut memeriahkan HUT Ke-267 Kota Yogyakarta, PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. (Adira Finance) selenggarakan Adira Festival di Stadion Mandala Krida pada 6-8 Oktober 2023. Event yang berlangsung sejak Agustus hingga Desember ini hadir di 5 kota besar Indonesia, seperti : Medan, Surabaya, Yogyakarta, Jabodetabek, dan Makasar.

Dengan tema “Selebrasi Warna Warni Dalam Harmoni.”, festival ini sebagai one-stop entertainment yang menghadirkan berbagai aktivitas menarik untuk semua kalangan, dari Adira Expo (pameran otomotif, test ride hingga SIM keliling), bazaar fesyen, kuliner, dan kriya, berbagai kegiatan Adira Fit (Fun Walk, Fun Bike & Zumba), booth karir, area bermain anak, hingga konser musikaria dengan penampilan artis nasional yang menghibur, Wali dan Armada.

Dewa Made Susila, selaku Direktur Utama Adira Finance mengatakan, “Adira Festival bukan hanya sebuah perayaan bagi perusahaan, tetapi juga merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberikan yang terbaik kepada pelanggan, mitra, karyawan, dan masyarakat umum. Kami ingin memperkuat ikatan dengan komunitas, menghadirkan pengalaman berharga, dan memberikan dampak positif bagi ekosistem perusahaan kami. Bagi mitra kami, ini adalah kesempatan untuk berkolaborasi lebih erat dengan dan meningkatkan keberadaan bisnis mereka. Bagi karyawan kami, ini adalah momen untuk merayakan keberhasilan bersama dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Adira Finance. Sedangkan bagi pelanggan dan masyarakat umum, kami ingin menghadirkan pengalaman yang menginspirasi dan bernilai lebih dalam hidup mereka”.

Adira Festival memanjakan masyarakat Yogyakarta dengan rangkaian kegiatan yang menghibur dan berkesan, seperti Sobat Keliling, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari yang memberikan berbagai keseruan di setiap titiknya dengan lomba karaoke berhadiah dan melibatkan 75 anggota komunitas motor dari Yogyakarta. Selain itu, ada juga Xschool Festival di SMAN 5 Yogyakarta, yang menggelar lomba musik antar siswa hingga kegiatan mini talkshow dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya untuk berbagi pengetahuan kepada para siswa.

Di Adira Festival sendiri, pengunjung dapat berkunjung ke area Adira Expo yang merupakan pameran otomotif (baru dan bekas), sparepart, pameran usaha (franchise), test ride, SIM keliling, dan moservice (ganti oli). Pengunjung juga bisa mendapatkan berbagai penawaran menarik dan spesial serta persetujuan pembiayaan langsung di tempat (instant approval) selama diselenggarakannya Adira Festival di kota Yogyakarta, seperti:

  1. Untuk pengajuan pembiayaan motor baru akan diberikan cashback adirapoin 250 ribu, cashback trade in melalui momotor atau adiraku sebesar 750 ribu adirapoin, instant approval, dan subsidi green financing senilai 2,5 juta.
  2. Khusus pengajuan pembiayaan motor bekas akan mendapatkan voucher aksesoris motor senilai 350 ribu, cashback adirapoin 250 ribu, free gimmick helm dan free asuransi mesin selama 6 bulan.
  3. Untuk pengajuan pembiayaan mobil akan mendapatkan rate mulai 2,19% dan bebas biaya provisi khusus mobil baru dan tipe passenger, gratis voucher belanja senilai 1 (satu) juta rupiah untuk mobil bekas, cashback 500 ribu adirapoin. Pada kesempatan ini, Adira finance juga menyediakan souvenir menarik bagi pengajuan pembiayaan dengan prinsip syariah.

Adira Festival dapat terlaksana berkat dukungan dan kolaborasi dari berbagai mitra seperti : Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) untuk kegiatan Festival Kreatif Lokal, VIVA Group sebagai media partner dan penyelenggara event, Jakcloth sebagai penyelenggara event bazaar fesyen serta sponsor utama seperti MUFG Bank, Bank Danamon Indonesia, Zurich Asuransi Indonesia, dan Adira Finance Syariah.

“Keikutsertaan Bank Danamon Indonesia dalam Adira Festival di kota Yogyakarta adalah untuk menunjukkan kolaborasi dan sinergi Danamon bersama Adira Finance sebagai satu grup dalam berkontribusi bagi pertumbuhan industri otomotif dan perekonomian negara sebagai mitra bank dan multifinance pilihan masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa Yogyakarta sebagai kota spesial penuh kenangan bagi banyak orang, memiliki potensi ekonomi yang juga istimewa. Oleh karena itu, kami hadir selama Adira Festival dengan harapan agar masyarakat bisa tumbuh bersama Danamon dan Adira Finance melalui berbagai produk dan layanan Danamon yang akan kami perkenalkan di ajang ini, yang dapat membantu mereka memegang kendali atas setiap kebutuhan dan tujuan keuangan mereka,” ujar Samuel Sugeng Rijadi selaku Regional Corporate Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Di kesempatan yang sama, Edhi Tjahja Negara, Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, mengatakan bahwa Sebagai mitra asuransi Adira, Zurich bangga untuk terus mendukung rangkaian Adira Festival 2023, di semua kota event ini diselenggarakan. Kerja sama strategis kami melengkapi program kepemilikan kendaraan impian Adira Finance dengan proteksi salah satunya asuransi mobil Zurich Autocillin, yang tersedia secara konvensional maupun syariah. Proteksi ini melindungi dari risiko kerusakan dan kehilangan, dengan layanan digital Autocillin Mobile Claim dan jaringan bengkel resmi, Autocillin Garage, yang tersebar di Indonesia termasuk di Yogyakarta. Di acara ini, kami juga menyediakan beragam promo spesial untuk produk asuransi lainnya seperti asuransi motor Zurich Motopro, serta perlindungan diri dan asuransi kesehatan mikro.

Adira Festival juga mengedepankan kepedulian sosial melalui program kebajikan Adira Finance Syariah dengan memberikan donasi kepada 55 anak yatim dari Panti Asuhan Yatim Putri Islam RM Suryowinoto Yogyakarta dalam bentuk perlengkapan sholat, sekolah, dan bed cover. “Kali ini Adira Finance Syariah melalui program Corporate Social Responsibility Dana Kebajikan memberikan santunan anak yatim kepada 55 anak yang ada di Kota Yogyakarta. Sebagaimana islam mengajarkan, kasihilah anak yatim niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu tercukupi.” ucap Yusron, selaku Kepala Unit Usaha Syariah, Adira Finance.

Adira Festival Yogyakarta menghadirkan berbagai aktivitas tambahan yang istimewa diantaranya yaitu Festival Kuliner Angkringan Cemilan Jadul Khas Yogyakarta, yang memanjakan pengunjung dengan beragam makanan tradisional yang lezat. Kemudian, pertunjukan “Layang Kangen, Tribute to Didi Kempot,” yang dibawakan langsung oleh Anak-anak Alm. Didi Kempot, sebagai bentuk penghormatan yang indah untuk mendiang maestro musik campursari. Tidak ketinggalan, pengunjung juga dapat mengikuti Festival Melukis Layang-layang dan kegiatan Adira Festival akan ditutup dengan kemeriahan konser musik dari musisi asal Yogyakarta, Shaggy Dog.

“Kami berharap event ini dapat menjadikan pengunjung lebih dekat dengan Adira Finance dan mitra bisnis kami. Selain menikmati beragam hiburan, kesenian dan penawaran yang kami berikan di Adira

Festival, kami juga mengajak masyarakat Yogyakarta untuk mengunjungi booth adiraku untuk bisa mendapatkan hadiah menarik yang telah disediakan oleh Adira Finance. Jadi untuk warga Yogyakarta dan sekitarnya kami tunggu kehadirannya untuk event ini.” tutup Surya Almada, selaku Kepala Wilayah Jawa Tengah Adira Finance. Informasi lebih lanjut terkait Adira Festival bisa diakses melalui bit.ly/adirafest2023, akun media sosial adira finance @adirafinanceid maupun di website adira.co.id. Sampai bertemu di Adira Festival Yogyakarta.

Events

Menelusuri Jejak Sejarah dan Kehidupan Kotagede

Published

on

By

Setelah cukup lama vakum, program Cerita di Kebon akhirnya kembali digelar dengan edisi yang lebih kaya dan mendalam. Kali ini, melalui tajuk “Niti Lampah Kotagede”, acara akan mengajak peserta menyusuri kawasan Cepuri sambil bercengkerama tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Kotagede.

Cerita di Kebon #3 ini bukan sekadar mengulang catatan sejarah lama. Melalui percakapan santai, peserta diajak melihat lebih dalam jejak pengaruh Mataram Islam, perubahan tata ruang, serta cara masyarakat Kotagede hidup berdampingan dengan warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dibahas bukan hanya peninggalan fisik, melainkan bagaimana Kotagede terus dijalani, diingat, dan dihidupkan dalam keseharian masyarakat saat ini.
Acara ini akan menghadirkan tiga narasumber berkompeten:

M. Yaser Arafat
Ki Supriyadi Sapta
Madha Soentoro

Ketiganya akan berbagi perspektif berbeda tentang pengalaman ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kotagede yang terus tumbuh dan berkembang.
Cerita di Kebon #3 merupakan bagian dari rangkaian perayaan “Setahun Kembali ke Akar” — peringatan satu tahun perjalanan Peken Klangenan Kotagede.
Detail Acara:

Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2026
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Kotagede
Biaya : Gratis untuk umum

Acara ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Kotagede lebih dalam — baik warga setempat, pelajar, mahasiswa, maupun pecinta sejarah dan budaya. Datanglah dengan santai, siapkan hati dan telinga untuk mendengar cerita yang penuh makna di tengah suasana kebun yang asri.

“Melalui Cerita di Kebon, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya melihat Kotagede sebagai masa lalu, tapi juga sebagai ruang hidup yang terus bernapas hingga hari ini,” ujar panitia penyelenggara.

Jangan lewatkan momen langka ini. Mari datang, mendengar, dan ikut merawat ingatan serta warisan budaya Kotagede bersama.

Continue Reading

Events

Membaca Ulang Lahirnya Indonesia yang Inklusif dan Kritis

Published

on

By

Sejumlah akademisi, penulis, dan aktivis berkumpul dalam forum Dialog Republik: Lahirnya Negara Indonesia yang diselenggarakan di Ballroom University Club UGM, Kamis (30/4/2026).

Diskusi yang diprakarsai Forum 2045 bersama Dewan Guru Besar UGM, LAB45, Nalar Institute, dan Institut Harkat Negeri ini membahas sejarah sebagai pembacaan kritis terhadap pembentukan, ingatan, dan praktik republik Indonesia saat ini.

Para pembicara menekankan bahwa persoalan republik tidak hanya bersifat politik, melainkan juga menyangkut cara pengetahuan dan konstruksi sejarah dibangun.

Pinurba Parama Pratiyudha selaku Ketua Forum 2045 membuka diskusi dengan mengingatkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan ‘titik nol’ Indonesia yang melampaui kemerdekaan politik, mencakup pula kemerdekaan ekonomi, ekologi, dan epistemologi.

Ia menyoroti pentingnya memahami peristiwa tersebut secara menyeluruh, termasuk peran Ibu Fatmawati dalam menjahit Bendera Merah Putih yang sering terlupakan dari ingatan kolektif.

Sementara itu, Prof. Muhammad Baiquni, Ketua Dewan Guru Besar UGM, menekankan perlunya membangun masa depan bangsa dengan mengintegrasikan kecerdasan, nurani, dan kepedulian lingkungan. “Solidaritas dengan hati menjadi pilar agar Indonesia bisa bangkit,” ujarnya.

Dra. Jaleswari Pramodhawardani, Kepala LAB45, menyatakan bahwa proklamasi bukan peristiwa yang selesai, melainkan proses berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan dalam republik berasal dari rakyat dan harus dipertanggungjawabkan.

Mengutip Hannah Arendt, Jaleswari menegaskan bahwa kekuasaan lahir dari pluralitas, sementara kekerasan muncul saat kekuasaan kehilangan legitimasi. Ia menambahkan pentingnya menjaga ruang kritik sebagai mekanisme demokrasi.

Prof. Alimatul Qibtiyah dari UIN Sunan Kalijaga melengkapi dengan perspektif bahwa proklamasi melibatkan tindakan verbal, simbolik, dan struktural, serta menyerukan pembacaan yang lebih inklusif dengan memasukkan keadilan gender dan kelompok terpinggirkan.

Dosen Fisipol UGM Milda Longgeita Br. Pinem menyoroti kecenderungan sejarah yang hanya mengingat tindakan formal seperti pembacaan teks proklamasi, sementara mengabaikan kerja-kerja nyata yang mendukungnya, termasuk penjahitan bendera oleh perempuan.

“Teks menyatakan kemerdekaan, tetapi bendera yang dijahit membuat kemerdekaan menjadi tampak,” katanya.

Penulis Okky Madasari menambahkan bahwa pemaknaan proklamasi saat ini mengalami depolitisasi dan kekurangan keberanian politik. Ia menyoroti pelemahan demokrasi dan kebebasan berekspresi, serta mendesak agar proklamasi dimaknai kembali sebagai upaya mengembalikan kedaulatan rakyat.

Diskusi ditutup dengan kesepakatan para pembicara bahwa tantangan utama bukan kurangnya pengetahuan sejarah, melainkan bagaimana menghidupkan makna republik dalam kehidupan sehari-hari.

Jaleswari menekankan peran generasi muda untuk terus mengawal praktik bernegara. “Republik bukan sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang harus terus diulang,” ujarnya. Forum ini menegaskan bahwa membaca ulang republik merupakan tindakan penting untuk menjaga nilai keadilan dan memperkuat masyarakat sipil dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia saat ini.

Continue Reading

Events

Warning Gen Z! Skill Menjahit & Masak Bisa Bikin Kamu Punya Side Hustle

Published

on

By

Pada Senin (6 April 2026), UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantul resmi membuka dua pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang super praktis: Menjahit di Wirokerten, Banguntapan, dan Tata Boga di Srimulyo, Piyungan.

Gak perlu nunggu lama atau biaya mahal. Program ini pure buat ningkatin kompetensi anak muda dan masyarakat supaya lebih mandiri, bisa buka usaha sampingan, bahkan jadi content creator fashion atau kuliner yang aesthetic di TikTok & Instagram.

Detail Pelatihan yang Wajib Dicatet:

Pelatihan MTU Menjahit
Tanggal: 7 April – 12 Mei 2026 (sekitar 5 minggu full action)
Tempat: Pusdiklat Mulia, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul
Peserta: 16 orang (kelas intim, beneran hands-on)

Pelatihan MTU Tata Boga
Tanggal: 9 April – 7 Mei 2026
Tempat: Bangsal Pasca Panen Berkah Jaya, Jombor, Srimulyo, Piyungan, Bantul
Peserta: 16 orang

Pembukaan di Piyungan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T., Panewu Piyungan, Kepala UPTD BLK Bantul, dan Lurah Srimartani. Sementara di Wirokerten, Bp. Agus Sofwan selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul ikut hadir bareng Kepala Disnakertrans dan jajaran lainnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar teori, tapi langsung skill aplikatif yang bisa dipakai buat menciptakan peluang usaha mandiri. “Kami ingin anak muda Bantul punya bekal nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan desa,” ujar Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T. .

Kenapa Harus Ikutan?
Di era digital sekarang, skill menjahit bisa jadi modal bikin custom hoodie, hijab kekinian, atau bahkan brand fashion lokal. Sementara Tata Boga? Bisa langsung bikin konten mukbang, jualan catering aesthetic, atau buka kedai kopi-dessert yang hits di kalangan Gen Z.

Sekedar informasi, Pelatihan MTU merupakan program yang dilaksanakan berdasarkan pengajuan proposal langsung dari masyarakat atau kelompok masyarakat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik dan keinginan warga dalam meningkatkan kompetensi keterampilan sesuai dengan permintaan yang diajukan.

Sementara itu, pelatihan untuk masyarakat umum yang tidak melalui proposal kelompok diselenggarakan melalui program pelatihan institusional. Pelatihan institusional tersebut direncanakan akan dimulai pada sekitar bulan Juni 2026. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi bidang administrasi, otomotif, serta teknisi handphone.

Info lebih lanjut tentang program bisa datang ke UPTD BLK Bantul di Jalan Jenderal Sudirman No.1, Babadan, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul

Continue Reading

Trending