Events
Danone Indonesia Vaksin Anak di Sleman
ekbizzcom – Anak-anak Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengakses kemajuan untuk mendukung mereka tumbuh jadi generasi maju. Data menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan akses pendidikan, nutrisi, dan kesehatan , terlebih lagi kondisi pandemi yang membuat keadaan semakin serba terbatas.
Sebagai upaya mendukung program pemerintah untuk pemulihan dari pandemi COVID-19 serta mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, Danone Indonesia bekerja sama dengan PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Yogyakarta, kembali menghadirkan Sentra Vaksin Generasi Maju khusus untuk vaksinasi COVID-19 bagi anak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sentra Vaksin Generasi Maju yang merupakan bagian dari rangkaian kampanye “Indonesia Bangkit”, menargetkan sekitar 14,000 anak peserta vaksin dari 260 Sekolah Dasar. Lokasi penyelenggaraan Sentra Vaksin Generasi Maju Yogyakarta akan berlangsung di 15 Sekolah Dasar di Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada 6 – 10 Februari 2022.
Tahun ini, Pemerintah telah mempersiapkan 58,7 juta total dosis vaksin untuk melakukan vaksinasi pada 26,4 juta anak usia 6-11 tahun. Vaksinasi COVID-19 untuk anak ini juga telah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), karena anak juga dapat tertular dan atau menularkan virus corona dari dan ke orang lain di sekitarnya walau tanpa gejala. Guna mempercepat upaya pemerintah dalam melaksanakan program vaksinasi COVID-19 terutama bagi anak usia 6-11 tahun, tahun 2022 ini Danone Indonesia berinisiatif berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Indomaret dalam memfasilitasi sarana dan prasarana kegiatan vaksin melalui Sentra Vaksin Generasi Maju di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Yogyakarta. Dikutip dari laman covid-19.go.id, Yogyakarta masih masuk dalam 10 daerah dengan kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia, dengan jumlah 158.469 kasus. Sehingga, penting untuk mendukung percepatan pencapaian vaksinasi lengkap di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, khususnya bagi anak, yang saat ini implementasi vaksinasi dosis pertama bagi anak sudah mencapai 91,61%.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Drs. Ery Widaryana, MM. mengatakan, “Kegiatan vaksinasi anak di masa pandemi ini penting dilakukan untuk meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh anak, serta mendukung keamanan dan keselamatan anak dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka di sekolah yang tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kami sangat menyambut baik dan berharap hadirnya Sentra Vaksin Generasi Maju yang disukseskan oleh Danone Indonesia dan Indomaret dengan menjangkau sekitar 14,000 anak sekolah dasar di Kabupaten Sleman, Yogyakarta ini dapat mendukung anak-anak, serta para orang tua murid dan guru untuk melakukan vaksinasi pada anak demi menjamin kesehatan dan pendidikan mereka untuk tumbuh menjadi generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter untuk kebangkitan bangsa.”
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama, M. Kes. mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dan dukungan Danone Indonesia dan Indomaret dalam upaya mendukung pencapaian target program vaksinasi COVID-19 untuk anak di Indonesia, khususnya di Sleman, Yogyakarta, melalui Sentra Vaksin Generasi Maju yang menjangkau sekitar 14,000 anak dari 260 sekolah dasar di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kesehatan anak, khususnya di masa pandemi ini, merupakan dasar yang kuat untuk tumbuh kembang maksimalnya. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan vaksinasi pada anak tidak hanya dapat melindungi dan meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh anak dari virus, namun juga turut mempercepat pemulihan aktivitas anak, khususnya aktivitas pembelajaran tatap muka di sekolah, hingga dapat berkontribusi pada kemajuan Indonesia ke depannya.”
Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengatakan, “Dari tahun ke tahun, Danone Indonesia secara konsisten menjalankan komitmen untuk melakukan berbagai inisiatif dan kolaborasi yang berkelanjutan demi mendukung tumbuh kembang maksimal anak Indonesia. Karena kami percaya bahwa setiap anak Indonesia bisa menjadi generasi penerus untuk kemajuan bangsa, sehingga seharusnya tidak ada anak Indonesia yang boleh tertinggal akan akses kesehatan sebagai fondasi mereka untuk mencapai kemajuan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pihak swasta, sangatlah dibutuhkan untuk turut mewujudkan kemajuan anak Indonesia, terlebih lagi di masa pandemi yang semakin memberikan tantangan dalam upaya memastikan kesehatan anak tetap terjaga dengan baik.”
Lebih lanjut Vera Galuh Sugijanto mengatakan, “Inisiatif Danone Indonesia bersama berbagai pihak swasta lainnya seperti Indomaret untuk menghadirkan Sentra Vaksin Generasi Maju, sebagai salah satu rangkaian kampanye “Indonesia Bangkit”, merupakan bentuk dukungan aksi nyata dan komitmen perusahaan dalam rangka mendukung upaya Pemerintah untuk memulihkan kesehatan dan kebangkitan Indonesia dari pandemi COVID-19. Melalui inisiatif dan kolaborasi ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh sehat sehingga dapat mendukung proses pemulihan pandemi serta kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih lagi sekarang ini perkembangan varian baru kembali ada peningkatan, maka semakin penting untuk anak-anak dapat tetap terlindungi untuk mendukung mereka menjadi generasi maju.”
Senada dengan Danone Indonesia, Marketing Director PT Indomarco Prismatama, Darmawie Alie, turut memberikan dukungan bagi kesehatan anak-anak Indonesia dalam proses pemulihan pandemi. “Kami menyadari bahwa kegiatan vaksinasi anak penting sekali untuk menjaga keamanan dan keselamatan anak di masa pandemi ini, terutama untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Melengkapi protokol kesehatan yang terus dijalani, vaksinasi dapat memberikan perlindungan lebih dengan meningkatkan kekebalan tubuh anak selama beraktivitas sehari-hari. Untuk itu, Indomaret mendukung penuh kolaborasi bersama Danone Indonesia dengan menghadirkan Sentra Vaksin Generasi Maju sebagai upaya untuk mendukung pemerintah dalam percepatan pemulihan dari pandemi.”
Sentra Vaksin Generasi Maju Yogyakarta akan diselenggarakan di beberapa sekolah dasar dan Balai Kalurahan/Desa di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, di antaranya, SDN Banteran 1, Balai Kalurahan Telogoadi, SD Muhammadiyah Gondanglegi, SDN Sidomulyo, SDN Tegalyoso, Kalurahan Argomulyo, Balai Desa Kepuhharjo, SDN Gendengan, SDN Kalasan Baru, SD Teladan, SDN Balangan 1, SDN Percobaan 3, SDN Soprayan, SDN Tlacap, SD Nglempong.
Sebelumnya, Danone Indonesia juga turut mendukung akselerasi vaksinasi dengan mendukung 96 sentra vaksinasi di 27 kota di Indonesia. Pada awal tahun 2022 ini, selain di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Sentra Vaksinasi Generasi Maju juga telah hadir di Jakarta pada 20 – 24 Januari 2022 lalu. “Diharapkan, inisiatif ini dapat memotivasi lebih banyak pihak dan dunia industri lainnya untuk turut serta berkontribusi dalam peningkatan kesehatan dan pendidikan anak sebagai upaya pembangunan SDM Indonesia unggul yang juga dapat berkontribusi terhadap proses pemulihan pandemi hingga kebangkitan dan kemajuan bangsa Indonesia kedepannya,” tutup Vera Galuh Sugijanto.
Events
Warning Gen Z! Skill Menjahit & Masak Bisa Bikin Kamu Punya Side Hustle
Pada Senin (6 April 2026), UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantul resmi membuka dua pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang super praktis: Menjahit di Wirokerten, Banguntapan, dan Tata Boga di Srimulyo, Piyungan.
Gak perlu nunggu lama atau biaya mahal. Program ini pure buat ningkatin kompetensi anak muda dan masyarakat supaya lebih mandiri, bisa buka usaha sampingan, bahkan jadi content creator fashion atau kuliner yang aesthetic di TikTok & Instagram.
Detail Pelatihan yang Wajib Dicatet:
Pelatihan MTU Menjahit
Tanggal: 7 April – 12 Mei 2026 (sekitar 5 minggu full action)
Tempat: Pusdiklat Mulia, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul
Peserta: 16 orang (kelas intim, beneran hands-on)
Pelatihan MTU Tata Boga
Tanggal: 9 April – 7 Mei 2026
Tempat: Bangsal Pasca Panen Berkah Jaya, Jombor, Srimulyo, Piyungan, Bantul
Peserta: 16 orang
Pembukaan di Piyungan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T., Panewu Piyungan, Kepala UPTD BLK Bantul, dan Lurah Srimartani. Sementara di Wirokerten, Bp. Agus Sofwan selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul ikut hadir bareng Kepala Disnakertrans dan jajaran lainnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar teori, tapi langsung skill aplikatif yang bisa dipakai buat menciptakan peluang usaha mandiri. “Kami ingin anak muda Bantul punya bekal nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan desa,” ujar Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T. .
Kenapa Harus Ikutan?
Di era digital sekarang, skill menjahit bisa jadi modal bikin custom hoodie, hijab kekinian, atau bahkan brand fashion lokal. Sementara Tata Boga? Bisa langsung bikin konten mukbang, jualan catering aesthetic, atau buka kedai kopi-dessert yang hits di kalangan Gen Z.
Sekedar informasi, Pelatihan MTU merupakan program yang dilaksanakan berdasarkan pengajuan proposal langsung dari masyarakat atau kelompok masyarakat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik dan keinginan warga dalam meningkatkan kompetensi keterampilan sesuai dengan permintaan yang diajukan.
Sementara itu, pelatihan untuk masyarakat umum yang tidak melalui proposal kelompok diselenggarakan melalui program pelatihan institusional. Pelatihan institusional tersebut direncanakan akan dimulai pada sekitar bulan Juni 2026. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi bidang administrasi, otomotif, serta teknisi handphone.
Info lebih lanjut tentang program bisa datang ke UPTD BLK Bantul di Jalan Jenderal Sudirman No.1, Babadan, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul
Events
Risiko Jadi “Vassal State”? Ekonom UGM Warning soal Bahaya ART Indonesia-Amerika
Ekonom Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Rimawan Pradiptyo, Ph.D., menyoroti ketimpangan dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang ditandatangani 19 Februari 2026. Menurutnya, perjanjian ini perlu dikaji mendalam menggunakan Regulatory Impact Assessment (RIA) agar dampak jangka pendek maupun panjang terhadap ekonomi nasional bisa dipahami secara utuh.
Rimawan menilai, idealnya pemerintah melakukan RIA sebelum dan selama negosiasi. Namun, akademisi baru mengakses dokumen lengkap setelah perjanjian diunggah ke situs resmi pemerintah AS. “Kita tetap bisa lakukan analisis RIA sambil menunggu konsultasi pemerintah ke DPR,” ujarnya.
Perjanjian ini dinilai asimetris. Bagian mukadimah ART menjanjikan kedaulatan, kemakmuran, dan rantai pasok yang tangguh dengan manfaat bersama. Namun, isi utama perjanjian justru membebani Indonesia lebih berat, sementara keuntungan terbesar mengalir ke Amerika Serikat.
“Indonesia menghadapi risiko lebih tinggi, termasuk gugatan dari negara lain melalui WTO dan kemungkinan retaliasi,” jelas Rimawan. Amerika Serikat memiliki empat klausul pengaman (safeguard clause), sementara Indonesia tidak punya perlindungan setara, sehingga meningkatkan risiko ekonomi dan hukum.
Selain itu, ada potensi pelanggaran terhadap lima pasal UUD 1945, termasuk Pembukaan UUD, yang memerlukan penyesuaian regulasi besar-besaran mulai dari undang-undang hingga peraturan teknis. Rimawan menggunakan pendekatan game theory untuk menganalisis proses negosiasi, yang lebih mirip ultimatum game di mana Amerika Serikat berposisi sebagai pemimpin (leader) dan Indonesia sebagai pengikut (follower).
Beberapa pasal dinilai memberatkan, seperti kewajiban memfasilitasi pembelian barang AS, harmonisasi regulasi, pembatasan kebijakan domestik, hingga kewajiban membuka lapangan kerja dan investasi di Amerika Serikat. Perjanjian ini juga berpotensi mengganggu politik bebas aktif Indonesia dan membatasi ruang Indonesia menjalin FTA dengan negara lain karena hak veto AS.
Rimawan mengingatkan, ART mencerminkan kembalinya semangat merkantilisme era kolonial di tengah perdagangan global modern. Ia mencontohkan pengalaman Konferensi Meja Bundar (KMB) pasca-kemerdekaan, di mana Indonesia menanggung beban ekonomi berat demi kedaulatan. “ART ditandatangani tanpa perang atau krisis, tapi berpotensi menjadikan Indonesia seperti negara bawahan,” pungkasnya.
Events
Adira Finance Berangkatkan 300 Pemudik Gratis ke Solo dan Yogyakarta
Menyambut perayaan mudik Lebaran 2026, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) kembali menghadirkan Program Mudik Gratis Kembali Seru Bersama (KURMA). Program yang memasuki tahun kelima ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat menjalani perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.
Program KURMA 2026 mendapat antusiasme yang sangat tinggi dengan lebih dari 5.000 pendaftar dari wilayah Jabodetabek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 300 peserta terpilih diberangkatkan menggunakan 10 armada bus menuju dua kota tujuan utama, yaitu Solo dan Yogyakarta.
Direktur Adira Finance, Denny Riza, menyatakan bahwa Program KURMA merupakan salah satu inisiatif unggulan perusahaan yang terus dinantikan masyarakat. Menurutnya, mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan momen penuh makna untuk berkumpul kembali dengan keluarga. Melalui program ini, Adira Finance berupaya memastikan para pemudik dapat menjalani perjalanan dengan lebih tenang dan aman.
Untuk menjamin kesehatan dan keselamatan peserta, Adira Finance menyediakan layanan mini medical check-up sebelum keberangkatan, meliputi pemeriksaan tekanan darah dan konsultasi kesehatan ringan. Pemeriksaan ini difasilitasi oleh INCRESO, organisasi sosial nirlaba yang didirikan oleh karyawan Adira Finance. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan perlindungan asuransi Personal Accident (PA) dari Zurich Syariah.
Ken Sukasah, Senior Executive Vice President Partnership & Business Development Zurich Indonesia, mengatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Zurich Syariah untuk memberikan ketenangan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya saat menjalani perjalanan mudik Lebaran yang menjadi momen penting bagi keluarga Indonesia.
Salah satu peserta, Mujiono, yang mudik bersama keluarganya menuju Solo, menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah sangat bersyukur bisa ikut Program KURMA. Program ini sangat membantu kami mudik tanpa khawatir biaya transportasi. Perjalanan jadi lebih tenang dan nyaman. Terima kasih Adira Finance,” ujarnya.
Selain fasilitas di dalam bus berupa games interaktif dan hiburan, Adira Finance juga menyalurkan bantuan CSR kepada ratusan pekerja informal di Rest Area KM 166 Tol Cipali, seperti pedagang kecil, petugas kebersihan, dan pekerja layanan pendukung lainnya. Program ini turut didukung oleh tvOne sebagai mitra kolaborasi, yang juga menyalurkan bantuan sembako bagi para pekerja informal tersebut.
Direktur Bisnis Sales Marketing & Programming tvOne, Maria Goretti Limi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Adira Finance merupakan wujud nyata komitmen kedua perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat, baik bagi para pemudik maupun pekerja informal yang tetap bertugas selama periode Lebaran. Adira Finance berharap Program KURMA 2026 dapat membawa kebahagiaan dan kehangatan bagi seluruh peserta serta keluarga di kampung halaman.

