Events
Golek Garwo Menasional, Berani Ikutan?
FENOMENA YANG TERJADI SEKARANG INI DI DUNIA BARU TERJADI KRISIS KEMANUSIAAN YANG TERJADI DI MANA-MANA DAN KHUSUSNYA NEGERI KITA BARU DILANDA KURANGNYA RASA KEBANGSAAN, DITAMBAH MARAKNYA BERITA HOAX. DIMANA JUMLAH WARGA MISKIN, DARI HARI KE HARI SEMAKIN MENINGKAT, JUGA JUMLAH POPULASI KEJOMBLOAN JUGA NAIK APALAGI SEKARANG BERKEMBANG BUDAYA GAYA HIDUP BEBAS TANPA IKATAN. SAMPAI SEKARANG MASIH BANYAK YANG BELUM SADAR AKAN BETAPA PENTINGNYA SUATU IKATAN PERNIKAHAN.DIMANA PERNIKAHAN TERSEBUT ADALAH MISAQAN GHOLIDAN SUATU JANJI SUCI DAN SAKRAL KEPADA ALLAH SWT DAN SAH YANG DICATATKAN DI SIPIL / KUA.
DENGAN PERNIKAHAN TERSEBUT DAPAT PULA TERTANAM RASA KEBANGSAAN UNTUK CINTA TERHADAP NKRI SEKALIGUS MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN RI YANG TIDAK DIDAPAT DENGAN CUMA-CUMA TETAPI PERJUANGAN DAN PENGORBANAN PARA PAHLAWAN BANGSA.
HAL INI YANG NANTINYA OLEH PARA PASANGAN DAPAT DIIMPLEMENTASIKAN, DIAMALKAN DAN DIPRAKTIKAN LANGSUNG DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI. INILAH SAATNYA PEMBENTUKAN KELUARGA BARU YANG NANTINYA AKAN MENERUSKAN KE GENERASI BERIKUTNYA, MEREKA AKAN MENDIDIK ANAK-ANAKNYA DENGAN PANCASILA. SELAIN ITU PERLU ADANYA GERAKAN YANG KONTINYU UNTUK MENINGKATKAN KEPEKAAN SOSIAL TERHADAP HAL TERSEBUT OLEH SEMUA PIHAK – PIHAK YANG PEDULI AKAN HAL TERSEBUT.
UNTUK ITU BESOK HARI MINGGU 4 AGUSTUS 2019, PUKUL 09.00 WIB BERTEMPAT DI AULA KANTOR KECAMATN SEWON, BANTUL DIY DIGELAR ACARA GOLEK GARWO YANG TERBUKA NASIONAL DAN GRATIS.
BAGI YANG BERMINAT BISA DATANG LANGSUNG DENGAN MEMBAWA DATA DIRI KTP / KK, FOTO 3X4 DAN BAGI YANG STATUS JANDA/DUDA DENGAN BAWA FOTO COPY SURAT CERAI / KEMATIAN ATAU LEBIH LANJUT BISA HUBUNGI HOTLINE : 081 579 08 232. DAN BAGI MEREKA YANG BERJODOH MENEMUKAN PASANGANNYA DISEDIAKAN NIKAH BARENG FULL FASILITAS BULAN AGUSTUS DAN OKTOBER.
DAN UNTUK JADWAL NIKAH BARENG YANG TERDEKAT ADALAH BESOK SELASA, 6 AGUSTUS 2019 PUKUL 09.00 WIB BERTEMPAT DI KAMPUS 2 UMMAGELANG DALAM RANGKA HUT RI KE – 74 DAN MILAD KE – 55 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG DI GELAR NIKAH BARENG AGUSTUSAN DENGAN PENYELENGGARA IKA (IKATAN KELUARGA ALUMNI ) UM MAGELANG, KERJA BARENG FORTAIS (FORUM TA’ARUF INDONESIA) SEWON BANTUL DIY, UMMAGELANG, HARPI MELATI MAGELANG, DG ORGANIZER DIDUKUNG BPD JATENG, HOTEL ATRIA, BPC PHRI KOTA MAGELANG BESERTA BEBERAPA PIHAK BERSIFAT TERBUKA UMUM DAN GRATIS FULL FASILITAS DARI BIAYA NIKAH, MAHAR, IJAB UNIK, TABUNGAN, BINGKISAN MANTEN, CINCIN KAWIN, DEKORASI, BUSANA / RIAS PENGANTIN, DOKUMENTASI, RESEPSI KERAKYATAN SAMPAI BULAN MADU DI HOTEL BERBINTANG DI MAGELANG.
TUJUAN DARI KEGIATAN NIKAH BARENG AGUSTUSAN INI ADALAH UNTUK MEWUJUDNYA PASANGAN SAKINAH SEJAHTERA MEMBAWA KEDAMAIAN DAN KEBERKAHAN UNTUK INDONESIA SESUAI DENGAN TATA KEHIDUPAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT BERPANCASILA DILANDASI CINTA ILLAHI DAN JUGA WUJUD MENSYUKURI 74 TAHUN INDONESIA MERDEKA. DENGAN PERBEDAAN YANG ADA INI SEBAGAI PEREKAT PERSATUAN BANGSA BERLANDASKAN BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL DAERAH DARI MASING – MASING PESERTA, SEHINGGA PERNIKAHAN INI MEMBAWA MISI: RELIGI,BUDAYA, SOSIAL, DAN KEBANGSAAN.
YANG FENOMENAL PADA KESEMPATAN NIKAH BARENG INI ADALAH MAHAR IJAB QOBUL BENDERA MERAH PUTIH DAN PENGUCAPAN TEKS PROKLAMASI YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA DAN NANTINYA PROSES NIKAH DIADAKAN DI WALL CLIMBING DAN BEBERAPA TITIK YANG PERTAMA DI DUNIA SEPERTI : LABORATORIUM FARMASI, STUDIO RADIO DAN CRANE OTOMOTIF. NANTI MANTEN, PENGHULU DAN SAKSI AKAN MEMANJAT WALL CLIMBING UNTUK MELANGSUNGKAN IJAB QOBUL.
IJAB QOBUL ADALAH JANJI SUCI KEPADA ALLOH SWT YANG DIMANA SELAIN DIA BERJANJI UNTUK MEMBINA RUMAH TANGGA DENGAN ISTRINYA DIA JUGA BERJANJI AKAN MENGISI KEMERDEKAAN DIDALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARASEMOGA ALLOH SWT SELALU MERAHMATI KITA SEMUA, BANGSA INDONESIA UNTUK SELALU MENCINTAI AGAMA, MENCINTAI TANAH AIR DAN MENCINTAI KEMANUSIAAN ”.
SELAKU KETUA FORTAIS / GOLEK GARWO RM. RYAN BUDI NURYANTO, SE MENAMBAHKAN PADA KESEMPATAN INI ADA 17 PASANG MANTEN YANG BERASAL DARI BERBAGAI DAERAH SEPERTI, MAGELANG, SRAGEN, JOGJA, SEMARANG DAN KALIMANTAN YANG MENGIKUTI PROSESI TERSEBUT DAN SUDAH ADA 2 PASANG HASIL DARI AJANG GOLEK GARWO (CARI JODOH) BERASAL DARI PALANGKARAYA KALTENG DAN DIY YANG DIGELAR SEBELUM ACARA NIKAH BARENG DAN ALHAMDULILLAH INI HASIL PERJODOHAN YANG KE 7950 PASANG.
Events
Menelusuri Jejak Sejarah dan Kehidupan Kotagede
Setelah cukup lama vakum, program Cerita di Kebon akhirnya kembali digelar dengan edisi yang lebih kaya dan mendalam. Kali ini, melalui tajuk “Niti Lampah Kotagede”, acara akan mengajak peserta menyusuri kawasan Cepuri sambil bercengkerama tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Kotagede.
Cerita di Kebon #3 ini bukan sekadar mengulang catatan sejarah lama. Melalui percakapan santai, peserta diajak melihat lebih dalam jejak pengaruh Mataram Islam, perubahan tata ruang, serta cara masyarakat Kotagede hidup berdampingan dengan warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dibahas bukan hanya peninggalan fisik, melainkan bagaimana Kotagede terus dijalani, diingat, dan dihidupkan dalam keseharian masyarakat saat ini.
Acara ini akan menghadirkan tiga narasumber berkompeten:
M. Yaser Arafat
Ki Supriyadi Sapta
Madha Soentoro
Ketiganya akan berbagi perspektif berbeda tentang pengalaman ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kotagede yang terus tumbuh dan berkembang.
Cerita di Kebon #3 merupakan bagian dari rangkaian perayaan “Setahun Kembali ke Akar” — peringatan satu tahun perjalanan Peken Klangenan Kotagede.
Detail Acara:
Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2026
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Kotagede
Biaya : Gratis untuk umum
Acara ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Kotagede lebih dalam — baik warga setempat, pelajar, mahasiswa, maupun pecinta sejarah dan budaya. Datanglah dengan santai, siapkan hati dan telinga untuk mendengar cerita yang penuh makna di tengah suasana kebun yang asri.
“Melalui Cerita di Kebon, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya melihat Kotagede sebagai masa lalu, tapi juga sebagai ruang hidup yang terus bernapas hingga hari ini,” ujar panitia penyelenggara.
Jangan lewatkan momen langka ini. Mari datang, mendengar, dan ikut merawat ingatan serta warisan budaya Kotagede bersama.
Events
Membaca Ulang Lahirnya Indonesia yang Inklusif dan Kritis
Sejumlah akademisi, penulis, dan aktivis berkumpul dalam forum Dialog Republik: Lahirnya Negara Indonesia yang diselenggarakan di Ballroom University Club UGM, Kamis (30/4/2026).
Diskusi yang diprakarsai Forum 2045 bersama Dewan Guru Besar UGM, LAB45, Nalar Institute, dan Institut Harkat Negeri ini membahas sejarah sebagai pembacaan kritis terhadap pembentukan, ingatan, dan praktik republik Indonesia saat ini.
Para pembicara menekankan bahwa persoalan republik tidak hanya bersifat politik, melainkan juga menyangkut cara pengetahuan dan konstruksi sejarah dibangun.
Pinurba Parama Pratiyudha selaku Ketua Forum 2045 membuka diskusi dengan mengingatkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan ‘titik nol’ Indonesia yang melampaui kemerdekaan politik, mencakup pula kemerdekaan ekonomi, ekologi, dan epistemologi.
Ia menyoroti pentingnya memahami peristiwa tersebut secara menyeluruh, termasuk peran Ibu Fatmawati dalam menjahit Bendera Merah Putih yang sering terlupakan dari ingatan kolektif.
Sementara itu, Prof. Muhammad Baiquni, Ketua Dewan Guru Besar UGM, menekankan perlunya membangun masa depan bangsa dengan mengintegrasikan kecerdasan, nurani, dan kepedulian lingkungan. “Solidaritas dengan hati menjadi pilar agar Indonesia bisa bangkit,” ujarnya.
Dra. Jaleswari Pramodhawardani, Kepala LAB45, menyatakan bahwa proklamasi bukan peristiwa yang selesai, melainkan proses berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan dalam republik berasal dari rakyat dan harus dipertanggungjawabkan.
Mengutip Hannah Arendt, Jaleswari menegaskan bahwa kekuasaan lahir dari pluralitas, sementara kekerasan muncul saat kekuasaan kehilangan legitimasi. Ia menambahkan pentingnya menjaga ruang kritik sebagai mekanisme demokrasi.
Prof. Alimatul Qibtiyah dari UIN Sunan Kalijaga melengkapi dengan perspektif bahwa proklamasi melibatkan tindakan verbal, simbolik, dan struktural, serta menyerukan pembacaan yang lebih inklusif dengan memasukkan keadilan gender dan kelompok terpinggirkan.
Dosen Fisipol UGM Milda Longgeita Br. Pinem menyoroti kecenderungan sejarah yang hanya mengingat tindakan formal seperti pembacaan teks proklamasi, sementara mengabaikan kerja-kerja nyata yang mendukungnya, termasuk penjahitan bendera oleh perempuan.
“Teks menyatakan kemerdekaan, tetapi bendera yang dijahit membuat kemerdekaan menjadi tampak,” katanya.
Penulis Okky Madasari menambahkan bahwa pemaknaan proklamasi saat ini mengalami depolitisasi dan kekurangan keberanian politik. Ia menyoroti pelemahan demokrasi dan kebebasan berekspresi, serta mendesak agar proklamasi dimaknai kembali sebagai upaya mengembalikan kedaulatan rakyat.
Diskusi ditutup dengan kesepakatan para pembicara bahwa tantangan utama bukan kurangnya pengetahuan sejarah, melainkan bagaimana menghidupkan makna republik dalam kehidupan sehari-hari.
Jaleswari menekankan peran generasi muda untuk terus mengawal praktik bernegara. “Republik bukan sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang harus terus diulang,” ujarnya. Forum ini menegaskan bahwa membaca ulang republik merupakan tindakan penting untuk menjaga nilai keadilan dan memperkuat masyarakat sipil dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia saat ini.
Events
Warning Gen Z! Skill Menjahit & Masak Bisa Bikin Kamu Punya Side Hustle
Pada Senin (6 April 2026), UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantul resmi membuka dua pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang super praktis: Menjahit di Wirokerten, Banguntapan, dan Tata Boga di Srimulyo, Piyungan.
Gak perlu nunggu lama atau biaya mahal. Program ini pure buat ningkatin kompetensi anak muda dan masyarakat supaya lebih mandiri, bisa buka usaha sampingan, bahkan jadi content creator fashion atau kuliner yang aesthetic di TikTok & Instagram.
Detail Pelatihan yang Wajib Dicatet:
Pelatihan MTU Menjahit
Tanggal: 7 April – 12 Mei 2026 (sekitar 5 minggu full action)
Tempat: Pusdiklat Mulia, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul
Peserta: 16 orang (kelas intim, beneran hands-on)
Pelatihan MTU Tata Boga
Tanggal: 9 April – 7 Mei 2026
Tempat: Bangsal Pasca Panen Berkah Jaya, Jombor, Srimulyo, Piyungan, Bantul
Peserta: 16 orang
Pembukaan di Piyungan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T., Panewu Piyungan, Kepala UPTD BLK Bantul, dan Lurah Srimartani. Sementara di Wirokerten, Bp. Agus Sofwan selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul ikut hadir bareng Kepala Disnakertrans dan jajaran lainnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar teori, tapi langsung skill aplikatif yang bisa dipakai buat menciptakan peluang usaha mandiri. “Kami ingin anak muda Bantul punya bekal nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan desa,” ujar Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T. .
Kenapa Harus Ikutan?
Di era digital sekarang, skill menjahit bisa jadi modal bikin custom hoodie, hijab kekinian, atau bahkan brand fashion lokal. Sementara Tata Boga? Bisa langsung bikin konten mukbang, jualan catering aesthetic, atau buka kedai kopi-dessert yang hits di kalangan Gen Z.
Sekedar informasi, Pelatihan MTU merupakan program yang dilaksanakan berdasarkan pengajuan proposal langsung dari masyarakat atau kelompok masyarakat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik dan keinginan warga dalam meningkatkan kompetensi keterampilan sesuai dengan permintaan yang diajukan.
Sementara itu, pelatihan untuk masyarakat umum yang tidak melalui proposal kelompok diselenggarakan melalui program pelatihan institusional. Pelatihan institusional tersebut direncanakan akan dimulai pada sekitar bulan Juni 2026. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi bidang administrasi, otomotif, serta teknisi handphone.
Info lebih lanjut tentang program bisa datang ke UPTD BLK Bantul di Jalan Jenderal Sudirman No.1, Babadan, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul

