Connect with us

Events

Hari Ini, Blibli.com Super Liga Junior di Magelang

Published

on

Magelang, 5 Desember 2017 – Tahun 2017 hanya menyisakan empat pekan terakhir, namun agenda bulu tangkis tanah air masih terus bergulir. Setelah pekan lalu Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2017 digelar di Pangkal pinang, Bangka Belitung, maka pekan ini, GOR Djarum Magelang akan menjadi saksi bisu bagaimana atlet muda bersaing di nomor beregu dalam Blibli.com Superliga Junior 2017.

Turnamen yang akan digelar pada 5 hingga 10 Desember ini tak hanya diikuti oleh klub-klub papan atas tanah air. Untuk kelompok umur U19, atlet muda dari Malaysia, Jepang dan Korea pun akan turun menguji kemampuan mereka. Selain U19, untuk pertama kalinya, turnamen dengan format Piala Thomas dan Piala Uber ini akan mempertandingkan kelompok umur U17.

Direktur Superliga, Achmad Budiharto menyatakan pentingnya diadakan turnamen beregu dengan sistim Thomas dan Uber Cup bagi para atlet junior. “Bulutangkis memiliki event beregu seperti Piala Sudirman, Piala Thomas, Piala Uber dan nomor beregu di turnamen multi event seperti SEA Games. Maka dengan adanya Blibli.com Superliga Junior ini diharapkan bisa memberi bekal kepada atlet-atlet muda untuk terbiasa bermain di nomor beregu, karena merekalah nanti yang akan menjadi andalan kita di turnamen-turnamen tersebut di masa yang akan datang,” ujar Direktur Superliga, Achmad Budiharto.

KetuaUmum PP PBSI, Wiranto menyambut baik turnamen Superliga Junior yang kedua ini. Ditambah tahun ini, persaingan tak hanya datang dari pemain-pemain muda tanah air. “Turnamen ini menjadi salah satu langkah yang sangat baik untuk menyiapkan atlet-atlet masa depan Indonesia. Dalam mencari seorang juara, kita tidak bisa instant, tetapi mereka harus melalui proses yang panjang. Para legenda bulutangkis yang ada pun sudah berlatih sejak mereka di usia dini. Semoga di turnamen nanti, atlet-atlet muda bisa mendapat pengalaman bertanding yang akan menjadi bekal di masa depan, menjadi atlet yang memiliki daya juang tinggi dan kemampuan mumpuni,” ujar Wiranto.

Djarum Kudus menjadi unggulan teratas di nomor beregu putra U19, diikuti oleh Jaya Raya Jakarta, Exist Jakarta, SGS PLN Bandung, Korea, Mutiara Cardinal, Malaysia dan Jepang. Sementara di beregu putri Jaya Raya menempati unggulan pertama, disusul oleh Djarum Kudus, Mutiara Cardinal, Korea, Exist Jakarta, SGS PLN Bandung, Malaysia dan Jepang.

Sementara untuk kategori U-17 putra, Exist Jakarta yang menjadi unggulan teratas. Disusul oleh Djarum Kudus, Jaya Raya Jakarta, Mutaira Cardinal, FIFA Badmitnon Club, CWIBC dan SGS PLN Bandung. Sedangkan di kategori putri U17 Djarum Kudus berada diposisi teratas unggulan. Disusul oleh Exist Jakarta, Jaya Raya Jakarta, Mutiara Cardinal, FIFA Badminton Club, SGS PLN Bandung, CWIBC dan Sarwendah.

Persaingan di arena akan semakin memanas dengan hadirnya atlet muda andalan masing-masing klub. Misalnya saja Gregoria Mariska Tunjung yang akan menjadi ujung tombak Mutiara Cardinal dan Pitha Haningtyas Mentari yang akan memperkuat Jaya Raya. Atlet spesialis ganda yang berhasil meraih gelar juara Kejuaraan Dunia Junior (WJC) ini akan menjadi motor bersama dengan Asty Dwi Widyaningrum dan Sri Fatmawati. Sementara di sektor putra Djarum Kudus patut diwaspadai. Berkekuatan atlet-atlet yang memperkuat tim Indonesia di WJC 2017 seperti Alberto Alvin Yulianto, Ikhsan Leonardo Rumbay dan Rinov Rivaldy sepertinya akan menjadi pencetak poin bagi klub yang bermarkas di Kudus ini.

Blibli.com Superliga Junior 2017 menjanjikan total hadiah sebesar Rp 610juta. Di kategori U-19 yang memperebutkan Piala Liem Swie King dan Piala Susi Susanti, masing-masing kategori akan mendapatkan hadiah sebagai Juara I Rp 100 juta, Juara II Rp 50 juta, dan Juara III bersama Rp 25 juta. Sedangkan di U-17 yang memperebutkan Piala Superliga Junior akan mendapatkan hadiah sebagai Juara I Rp 50 juta, Juara II Rp 25 juta, dan Juara III bersama Rp 15 juta untuk masing-masing kategori.

Kejuaraan Blibli.com Superliga Junior ini merupakan komitmen Blibli.com untukmemajukanprestasibulutangkis Indonesia. Setelah sukses dalam pelaksanaan Blibli.com Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017, maka untuk kedua kalinya Blibli.com menjadi sponsor utama ajang Super liga Junior.

Events

Dari Pasar Ngasem Sampai Prancis: YGF ke-31 Buktikan Gamelan Itu Bahasa Universal Generasi Masa Kini

Published

on

By

Gamelan sering dianggap sebagai warisan leluhur yang kaku dan kuno. Tapi, Komunitas Gayam 16 bertekad membantah stigma itu lewat perhelatan tahunan mereka. Di usianya yang ke-31, Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) yang akan digelar 21 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendatang benar-benar dibalut dengan nuansa yang jauh dari kesan “museum”.

Mengusung tema “Sukacita” atau Joy, festival yang masuk dalam rangkaian Bulan Warisan Dunia DIY ini ingin menunjukkan bahwa alat musik tradisional ini punya sisi “vibe” yang menenangkan dan membahagiakan, bukan cuma sekadar alunan instrumen pengiring wayang.

“Kami ingin kasih lihat ke generasi sekarang, bahwa main gamelan itu bisa jadi healing,” ujar Ari Wulu, Ketua Komunitas Gayam 16, saat jumpa pers di Hotel Loman Yogyakarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Ari, gamelan punya kekuatan vibrasi yang bisa bikin pikiran adem. “Kami ingin menunjukkan bahwa kegembiraan bisa lahir dari proses memainkan, mendengarkan, dan mengeksplorasi gamelan bersama. Ini bukan euforia yang bingar, tapi sukacita yang muncul dari harmoni dan kebersamaan,” tambahnya.

Yang menarik dari edisi kali ini adalah adanya sesi spesial bernama “Gamelan untuk Meditasi”. Bayangkan, biasanya kita dengerin gamelan buat ngiringi tari atau wayang, tapi di sini kamu diajak merasakan getaran genderang dan saron sebagai media meditasi. Lokakarya ini bakal digelar pada 21-22 Juli di markas Komunitas Gayam 16 dan difasilitasi oleh Gatot Danar Sulistiyanto. Cocok banget buat kalian yang lagi capek sama hiruk-pikuk perkotaan dan butuh “me time”.

Konser di Pasar Ngasem: Kolaborasi Lokal sampai Mancanegara

Puncak festival yang paling ditunggu adalah konser besar di Plaza Pasar Ngasem, Yogyakarta, pada 31 Juli hingga 2 Agustus. Yang bikin keren, di panggung sana bakal ada sekitar 16 kelompok penampil. Bukan cuma dari Jogja atau Jawa, tapi ada juga perwakilan dari Banyuwangi, Cilacap, hingga Sampang Madura, bahkan grup dari Prancis dan Belanda bakal ikut nimbrung.

“Ini membuktikan gamelan adalah bahasa universal,” tegas Ari.

Gak cuma sekadar pentas, para pelaku seniman tradisi juga bakal duduk bareng dalam forum Rembug Budaya pada 27 Juli mendatang. Di era yang serba digital ini, mereka bakal bahas soal pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) biar para musisi tradisi gak kecolongan dan karyanya punya nilai ekonomi yang jelas.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, yang juga hadir dalam konferensi pers, memberikan apresiasi besar. Menurutnya, gamelan adalah living heritage atau warisan hidup.

“Harus terus hadir dalam kehidupan sehari-hari dan bisa beradaptasi dengan zaman. Kita support banget karena sepanjang sejarahnya, YGF ini sudah melibatkan partisipasi dari 52 negara,” ungkap Dian.

Dengan rangkaian acara yang menyegarkan ini, Komunitas Gayam 16 berharap anak-anak muda bisa mulai melihat gamelan sebagai ruang berekspresi yang kekinian. Jadi, siap-siap cobain vibe baru dari gamelan di bulan Juli ini?

Continue Reading

Events

Media Lokal Didorong Adaptif Hadapi Transformasi Digital Tanpa Tinggalkan Etika Jurnalistik

Published

on

By

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Arus berita yang bergerak sangat cepat menuntut media untuk mampu beradaptasi, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik sebagai fondasi kepercayaan publik.

Sebagai upaya memperkuat daya saing media lokal di era digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menggelar Workshop Media Lokal Berkelanjutan di Isvara Riverside, Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).

Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemenkomdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan kemajuan teknologi telah menggeser pola konsumsi informasi masyarakat. Kehadiran berbagai platform digital membuat siapa pun kini dapat memproduksi sekaligus menyebarkan informasi.

Menurutnya, kondisi tersebut membawa tantangan baru berupa banjir informasi yang belum tentu akurat sehingga masyarakat semakin sulit membedakan berita yang benar dengan hoaks. Karena itu, media dituntut tidak hanya cepat menyajikan informasi, tetapi juga memastikan setiap berita telah melalui proses verifikasi.

Farida menegaskan kepercayaan publik merupakan modal utama media. Di tengah algoritma platform digital yang cenderung mengutamakan konten sensasional, media harus tetap menjaga integritas dan profesionalisme agar loyalitas pembaca tetap terpelihara.

Ia juga melihat perubahan algoritma digital membuka peluang bagi media lokal karena konten yang relevan dengan kebutuhan masyarakat daerah kini semakin mendapat ruang. Keunggulan media lokal dalam memahami karakter, budaya, dan persoalan masyarakat dinilai menjadi kekuatan yang harus dimanfaatkan.

Pemerintah mendorong media lokal memperkuat kapasitas newsroom, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, mengembangkan distribusi multiplatform, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem media yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, Muhammad Jazuli, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh mengurangi nilai-nilai dasar jurnalistik. Media profesional tetap harus menjunjung Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, proses penyuntingan, dan tanggung jawab kepada publik.

Ia juga mengajak media mengembangkan jurnalisme yang tidak hanya mengungkap persoalan, tetapi turut menghadirkan solusi serta mempertimbangkan dampak sosial dari setiap pemberitaan. Melalui workshop ini, diharapkan insan media semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan meningkatkan kualitas jurnalistik, menjaga profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan publik agar media lokal tetap berperan sebagai pilar demokrasi.

Continue Reading

Events

Jamasan Pusaka Kyai Nolobondo Kembali Digelar di Kebondalem Prambanan

Published

on

By

Sleman, 08 Juli 2026 – Masyarakat Dusun Kebondalem, Kalurahan Madurejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, kembali akan menyelenggarakan Jamasan Pusaka Tutupan Suran Kyai Nolobondo pada Selasa Pahing, 14 Juli 2026, bertempat di Pendopo Dukuh Kebondalem, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan budaya yang telah menjadi agenda masyarakat ini merupakan wujud pelestarian tradisi leluhur sekaligus penghormatan terhadap pusaka yang diyakini memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi masyarakat Kebondalem. Prosesi jamasan bukan sekadar membersihkan benda pusaka secara fisik, melainkan juga menjadi simbol penyucian diri, introspeksi, serta doa bersama dalam menyambut datangnya Tahun Baru Jawa, bulan Sura.

Acara ini terbuka bagi masyarakat dan para pecinta budaya yang ingin mengikuti prosesi jamasan. Panitia juga menyediakan layanan reservasi dengan kontribusi ubarampe sebesar Rp50.000 per bilah pusaka bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi pembersihan pusaka secara adat. Salah satu tim panitia, Dwi Eko Purnomo mengatakan bahwa kegiatan ini mampu menjadi ruang edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur.

“Tradisi jamasan bukan hanya merawat benda pusaka, tetapi juga merawat nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan menjaga identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.” jelasnya singkat.

Tradisi yang Sarat Makna

Dalam budaya Jawa, tradisi jamasan pusaka telah berlangsung selama ratusan tahun dan lazim dilaksanakan setiap bulan Sura. Kata jamas berarti memandikan atau membersihkan. Namun, maknanya jauh lebih dalam daripada sekadar membersihkan logam pusaka. Prosesi biasanya diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembersihan pusaka menggunakan air, jeruk nipis, air bunga, hingga pemberian minyak sebagai bagian dari perawatan. Tradisi ini menjadi simbol penyucian lahir dan batin serta ungkapan rasa syukur atas keselamatan dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Melestarikan Warisan Budaya Lokal

Pelaksanaan Jamasan Pusaka Tutupan Suran Kyai Nolobondo di Dusun Kebondalem menjadi salah satu bentuk nyata pelestarian budaya lokal di wilayah Prambanan. Selain menjaga eksistensi pusaka yang diwariskan secara turun-temurun, kegiatan ini juga menjadi media mempererat silaturahmi antarwarga, pegiat budaya, dan pemerhati sejarah. Melalui penyelenggaraan rutin setiap tahun, masyarakat berharap tradisi ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman serta mampu menjadi daya tarik budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi lokal Sleman kepada masyarakat yang lebih luas.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti prosesi jamasan, panitia menetapkan kontribusi ubarampe sebesar Rp50.000 per bilah pusaka. Kontribusi tersebut sudah mencakup seluruh fasilitas selama kegiatan, antara lain prosesi jamasan pusaka, jasa penjamas (tukang jamas) tanpa biaya tambahan, seluruh perlengkapan dan bahan jamasan, konsumsi makan dan minum, serta wedaran pamor dan pembahasan mengenai karakter, filosofi, serta perawatan pusaka yang disampaikan langsung oleh Empu Keris Yogyakarta. Dengan fasilitas tersebut, peserta tidak hanya memperoleh perawatan pusaka secara tradisional, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam pengetahuan mengenai sejarah, makna, dan nilai budaya yang terkandung dalam setiap pusaka.

Continue Reading

Trending