Events
HiSTORYCAL TRAiL, JERON JOURNEY
HiSTORYCAL TRAiL
*JERON JOURNEY*
_*Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya Jeron Benteng*_
Minggu, 4 Agustus 2019
Titik Nol Km – Jeron Beteng Kraton Jogja
Start pk. 08:00 WIB
*Syarat dan Ketentuan :*
– Peserta kelompok/team terdiri dari 5 Orang
– Minimal usia 17 tahun
– Sehat jasmani & rohani
– Setiap kelompok boleh terdiri dari
Laki-laki dan Perempuan
– Setiap kelompok wajib mempunyai
Instagram (Follow
@dinaskebudayaankotajogja &
@jogjaworldculture)
– Peserta menggunakan pakaian
tradisional atau nuansa perjuangan
– Pendaftaran GRATIS, isi formulir di _http://bit.ly/historycaltrail_ , sebelum 31 Juli 2019
*Hadiah :*
Juara 1 Rp 2.500.000,00 + Trophy
Juara 2 Rp 2.000.000,00 + Trophy
Juara 3 Rp 1.500.000,00 + Trophy
cp : 0821 3933 1189 (Inos)
#HistoricalTrail #GistoricalTrail2019 #JeronJourney #SejarahJogja #BudayaJogja #JogjaBudaya #TitikNol #JeronBeteng #DinasKebudayaanKotaJogja #JogjaWorldCulture #JogjaCrossCulture #CrossCulture #Hamongdaya #Kancadaya
Events
Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026
Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).
Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.
Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.
Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

