Events
Ngabuburit Merajut Hati Di Hari Fitri, Bersatu Mencerahkan Negeri
www.ekbizz.com – Pandemi Covid-19 sudah lebih dari setahun menghantam Dunia khususnya Indonesia. Virus ini membawa perubahan besar di berbagai aspek peradaban manusia. Di Indonesia penyebaran Covid-19 di seluruh provinsi membuat pertumbuhan ekonomi terkoreksi. Selain menghantam sektor ekonomi dan beragam sektor lain tak terkecuali sektor pernikahan dan perjodohan, Khusus di sektor pernikahan dengan meningkatnya angka perceraian dan jomblo pada masa pandemi ini. Akan tetapi hal positif yang perlu disyukuri adalah pandemi mengembalikan semangat kegotongroyongan. Semua pihak bahu-membahu berkontribusi secara nyata dan maksimal dalam pengendalian kasus, penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi, peningkatan kesejahteraan sosial dan kestabilan keamanan.
Sebagai wujud komitmen kami yang berperan aktif dalam usaha melawan Covid-19 sekaligus mengentaskan para Jomblo dalam rangka Bulan Suci Ramadhan dan Lebaran juga Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) akan digelar acara unik sederhana secara Online besok tanggal 2 Mei 2021 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyatukan tekad dan semangat para Jomblo di tengah pandemi tidak bisa mudik berjuang mencari tambatan hati dan menggerakkan perekonomian di Indonesia melalui ajang pencarian pasangan hidup (cari jodoh) dan bersinergi dengan program pemerintah terhadap penanggulangan wabah virus corona (covid-19).
Acara ini sekaligus mengkampanyekan program 5 M, Vaksinasi dan tidak mudik dulu dalam kondisi PPKM Mikro sekarang ini, maka, kami mempersembahkan Golek Garwo Ora Iso Mudik (Online) dilaksanakan besok hari Minggu, 2 Mei 2021, mulai pukul : 13.00 – 16.00 WIB dengan tema Ngabuburit Merajut Hati Di Hari Fitri, Bersatu Mencerahkan Negeri, direncanakan akan menghadirkan Tokoh Nasional di ajang pencarian jodoh tersebut. Acara ini persembahan dari FORTAIS Indonesia (Forum Ta’aruf Indonesia ), Sewon, Bantul, DIY bekerjasama UNIMMA (Universitas Muhammadiyah Magelang) didukung Latifa Jewelry, Java Videotron, Pita Biru Production, Taman Bunga Kotagede, Kopi Kemuning Pulowatu.
Saat ini kami masih membuka pendaftaran sampai dengan tanggal 27 April 2021 buat para Jomblowers dari mana saja dengan cara yang sangat mudah cukup dengan satu jari mengklik Link : https://unimma.link/DaftarGolekGarwo atau Hotline : 081 579 08 232 / Ryan. Pada kesempatan acara sebelumnya yaitu Golek Garwo Indonesiana #2 minggu lalu Rektor UNIMMA Dr. Suliswiyadi, M.Ag mengatakan menyambut baik acara ini dan semoga hal ini bisa bermanfaat bagi banyak orang ditengah – tengah Pandemi dan hal ini merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi hadir pada acara tersebut Drs. Isa Ashari,MM (Ketua IKA UNIMMA), Subur, MSI (Kepala Divisi Pembedayaan Alumni UNIMMA) beserta jajarannya dengan menghadirkan motivatur Gus Zuhron dan diikuti oleh ratusan jomblo dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut ketua FORTAIS Indonesia, RM Ryan Budi Nuryanto, SE. FORTAIS memang menjembatani peserta dengan media sosial sehingga bisa berkomunikasi secara online melalui ZOOM. Kami harapkan walau tatap muka tidak bisa dilakukan secara langsung semoga dengan media sosial diantaranya dengan zoom dan youtube dapat saling berinteraksi maksimal dengan tetap Protokol Kesehatan”, katanya. Ketahanan Keluarga menjadi kunci dalam menekan penularan Covid-19 sekaligus Bangsa Kuat dimulai dari Keluarga Kuat.
Keluarga sakinah dan sejahtera itu tidak terwujud begitu saja, ia dibangun dan diciptakan dengan proses panjang salah satu indikatornya pemilihan pasangan hidup (golek garwo) yang tepat dan berkualitas. Karena hal tersebut menjadi masalah yang subtansial untuk meningkatkan kualitas hidup dan kualitas SDM.
Setelah mereka mendapatkan pasangan hidup, lanjutnya FORTAIS juga membantu pelaksanaan pernikahan bagi mereka yang tidak mampu dengan program nikah bareng secara gratis yang insyaalooh selalu istimewa dan unik full fasilitas baik biaya nikah, mahar, cincin kawin, rias/busana, dokumentasi hingga bulan madu di hotel, tutur Ryan. Sementara itu salah satu calon peserta, Ana (27 th) mengaku senang dengan adanya ajang golek garwo ini dan mengatakan hal ini bukan hal yang tabu justru sesuai anjuran agama. Ia berharap dapat menemukan pendamping hidup yang sesuai kriteriannya. “ Harapannya dapat jodoh sesuai yang diinginkan, akan tetapi jika Alloh SWT mempertemukan yang kriterianya kurang sesuai ya belajar disyukuri, katanya cinta dan sayang itu perlu dibangun dan diperjuangkan yang penting setia”, ujar wanita sawo matang dengan paras manis tersebut.
Witing Tresno Jalaran Upoyo (cinta datang karena usaha) lan Ketemu Sedino Kanggo Nang Donyo lan Swargo (ketemu sehari untuk di dunia hingga di surga) menjadi slogan FORTAIS untuk membantu setiap insan (para Jomblo se-Dunia) untuk menemukan pasangan dan benar-benar ingin membina keluarga. Senyum dan Kebahagiaan mereka akan membuat Dunia akan lebih Indah. Alhamdulillah hingga sekarang sudah 15 ribu Alumni dan ketika pandemi ini kita bisa buat 8 kali nikah bareng dengan protokol kesehatan ketat dan mengkampanyekan 5 M dan Vaksinasi Covid-19, katanya.
Events
Menelusuri Jejak Sejarah dan Kehidupan Kotagede
Setelah cukup lama vakum, program Cerita di Kebon akhirnya kembali digelar dengan edisi yang lebih kaya dan mendalam. Kali ini, melalui tajuk “Niti Lampah Kotagede”, acara akan mengajak peserta menyusuri kawasan Cepuri sambil bercengkerama tentang sejarah dan kehidupan masyarakat Kotagede.
Cerita di Kebon #3 ini bukan sekadar mengulang catatan sejarah lama. Melalui percakapan santai, peserta diajak melihat lebih dalam jejak pengaruh Mataram Islam, perubahan tata ruang, serta cara masyarakat Kotagede hidup berdampingan dengan warisan budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Yang dibahas bukan hanya peninggalan fisik, melainkan bagaimana Kotagede terus dijalani, diingat, dan dihidupkan dalam keseharian masyarakat saat ini.
Acara ini akan menghadirkan tiga narasumber berkompeten:
M. Yaser Arafat
Ki Supriyadi Sapta
Madha Soentoro
Ketiganya akan berbagi perspektif berbeda tentang pengalaman ruang, sejarah, dan kehidupan masyarakat Kotagede yang terus tumbuh dan berkembang.
Cerita di Kebon #3 merupakan bagian dari rangkaian perayaan “Setahun Kembali ke Akar” — peringatan satu tahun perjalanan Peken Klangenan Kotagede.
Detail Acara:
Hari/Tanggal : Sabtu, 30 Mei 2026
Waktu : 11.00 WIB
Tempat : Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Kotagede
Biaya : Gratis untuk umum
Acara ini sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Kotagede lebih dalam — baik warga setempat, pelajar, mahasiswa, maupun pecinta sejarah dan budaya. Datanglah dengan santai, siapkan hati dan telinga untuk mendengar cerita yang penuh makna di tengah suasana kebun yang asri.
“Melalui Cerita di Kebon, kami ingin mengajak masyarakat tidak hanya melihat Kotagede sebagai masa lalu, tapi juga sebagai ruang hidup yang terus bernapas hingga hari ini,” ujar panitia penyelenggara.
Jangan lewatkan momen langka ini. Mari datang, mendengar, dan ikut merawat ingatan serta warisan budaya Kotagede bersama.
Events
Membaca Ulang Lahirnya Indonesia yang Inklusif dan Kritis
Sejumlah akademisi, penulis, dan aktivis berkumpul dalam forum Dialog Republik: Lahirnya Negara Indonesia yang diselenggarakan di Ballroom University Club UGM, Kamis (30/4/2026).
Diskusi yang diprakarsai Forum 2045 bersama Dewan Guru Besar UGM, LAB45, Nalar Institute, dan Institut Harkat Negeri ini membahas sejarah sebagai pembacaan kritis terhadap pembentukan, ingatan, dan praktik republik Indonesia saat ini.
Para pembicara menekankan bahwa persoalan republik tidak hanya bersifat politik, melainkan juga menyangkut cara pengetahuan dan konstruksi sejarah dibangun.
Pinurba Parama Pratiyudha selaku Ketua Forum 2045 membuka diskusi dengan mengingatkan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 merupakan ‘titik nol’ Indonesia yang melampaui kemerdekaan politik, mencakup pula kemerdekaan ekonomi, ekologi, dan epistemologi.
Ia menyoroti pentingnya memahami peristiwa tersebut secara menyeluruh, termasuk peran Ibu Fatmawati dalam menjahit Bendera Merah Putih yang sering terlupakan dari ingatan kolektif.
Sementara itu, Prof. Muhammad Baiquni, Ketua Dewan Guru Besar UGM, menekankan perlunya membangun masa depan bangsa dengan mengintegrasikan kecerdasan, nurani, dan kepedulian lingkungan. “Solidaritas dengan hati menjadi pilar agar Indonesia bisa bangkit,” ujarnya.
Dra. Jaleswari Pramodhawardani, Kepala LAB45, menyatakan bahwa proklamasi bukan peristiwa yang selesai, melainkan proses berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan dalam republik berasal dari rakyat dan harus dipertanggungjawabkan.
Mengutip Hannah Arendt, Jaleswari menegaskan bahwa kekuasaan lahir dari pluralitas, sementara kekerasan muncul saat kekuasaan kehilangan legitimasi. Ia menambahkan pentingnya menjaga ruang kritik sebagai mekanisme demokrasi.
Prof. Alimatul Qibtiyah dari UIN Sunan Kalijaga melengkapi dengan perspektif bahwa proklamasi melibatkan tindakan verbal, simbolik, dan struktural, serta menyerukan pembacaan yang lebih inklusif dengan memasukkan keadilan gender dan kelompok terpinggirkan.
Dosen Fisipol UGM Milda Longgeita Br. Pinem menyoroti kecenderungan sejarah yang hanya mengingat tindakan formal seperti pembacaan teks proklamasi, sementara mengabaikan kerja-kerja nyata yang mendukungnya, termasuk penjahitan bendera oleh perempuan.
“Teks menyatakan kemerdekaan, tetapi bendera yang dijahit membuat kemerdekaan menjadi tampak,” katanya.
Penulis Okky Madasari menambahkan bahwa pemaknaan proklamasi saat ini mengalami depolitisasi dan kekurangan keberanian politik. Ia menyoroti pelemahan demokrasi dan kebebasan berekspresi, serta mendesak agar proklamasi dimaknai kembali sebagai upaya mengembalikan kedaulatan rakyat.
Diskusi ditutup dengan kesepakatan para pembicara bahwa tantangan utama bukan kurangnya pengetahuan sejarah, melainkan bagaimana menghidupkan makna republik dalam kehidupan sehari-hari.
Jaleswari menekankan peran generasi muda untuk terus mengawal praktik bernegara. “Republik bukan sesuatu yang diwariskan, tetapi sesuatu yang harus terus diulang,” ujarnya. Forum ini menegaskan bahwa membaca ulang republik merupakan tindakan penting untuk menjaga nilai keadilan dan memperkuat masyarakat sipil dalam kehidupan sosial dan politik Indonesia saat ini.
Events
Warning Gen Z! Skill Menjahit & Masak Bisa Bikin Kamu Punya Side Hustle
Pada Senin (6 April 2026), UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantul resmi membuka dua pelatihan Mobile Training Unit (MTU) yang super praktis: Menjahit di Wirokerten, Banguntapan, dan Tata Boga di Srimulyo, Piyungan.
Gak perlu nunggu lama atau biaya mahal. Program ini pure buat ningkatin kompetensi anak muda dan masyarakat supaya lebih mandiri, bisa buka usaha sampingan, bahkan jadi content creator fashion atau kuliner yang aesthetic di TikTok & Instagram.
Detail Pelatihan yang Wajib Dicatet:
Pelatihan MTU Menjahit
Tanggal: 7 April – 12 Mei 2026 (sekitar 5 minggu full action)
Tempat: Pusdiklat Mulia, Kepuh Kulon, Wirokerten, Banguntapan, Bantul
Peserta: 16 orang (kelas intim, beneran hands-on)
Pelatihan MTU Tata Boga
Tanggal: 9 April – 7 Mei 2026
Tempat: Bangsal Pasca Panen Berkah Jaya, Jombor, Srimulyo, Piyungan, Bantul
Peserta: 16 orang
Pembukaan di Piyungan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T., Panewu Piyungan, Kepala UPTD BLK Bantul, dan Lurah Srimartani. Sementara di Wirokerten, Bp. Agus Sofwan selaku Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul ikut hadir bareng Kepala Disnakertrans dan jajaran lainnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Kab. Bantul menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar belajar teori, tapi langsung skill aplikatif yang bisa dipakai buat menciptakan peluang usaha mandiri. “Kami ingin anak muda Bantul punya bekal nyata untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan desa,” ujar Bp. Agus Yuli Herwanta, S.T., M.T. .
Kenapa Harus Ikutan?
Di era digital sekarang, skill menjahit bisa jadi modal bikin custom hoodie, hijab kekinian, atau bahkan brand fashion lokal. Sementara Tata Boga? Bisa langsung bikin konten mukbang, jualan catering aesthetic, atau buka kedai kopi-dessert yang hits di kalangan Gen Z.
Sekedar informasi, Pelatihan MTU merupakan program yang dilaksanakan berdasarkan pengajuan proposal langsung dari masyarakat atau kelompok masyarakat. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik dan keinginan warga dalam meningkatkan kompetensi keterampilan sesuai dengan permintaan yang diajukan.
Sementara itu, pelatihan untuk masyarakat umum yang tidak melalui proposal kelompok diselenggarakan melalui program pelatihan institusional. Pelatihan institusional tersebut direncanakan akan dimulai pada sekitar bulan Juni 2026. Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi bidang administrasi, otomotif, serta teknisi handphone.
Info lebih lanjut tentang program bisa datang ke UPTD BLK Bantul di Jalan Jenderal Sudirman No.1, Babadan, Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul

