Events
Padi Reborn Bakal Guncang Jogja
Www.ekbizz.com – Setelah menggebrak Palembang dan hangatkan kota Bandung, ajang berkelas untuk unjuk performa dengan musikalitas tinggi kini hadir di kota Yogyakarta. Dengan tajuk AUTHENTICITY FEST 2017 beberapa band indie dan band legendaris serta soloist akan melantun di lapangan Kridosono kota Yogyakarta pada tanggal 25 November 2017 mendatang.
Yogyakarta merupakan kota ke empat setelah Lampung, Palembang dan Bandung dari rangkaian tour dengan kemasan ala Authenticity yang kali ini digelar dengan atmosfir yang berbeda dengan memadukan gelaran konser musik dengan berbagai aktifitas art dan komunitas kreatif.
Soloist Danilla akan tampil dengan lagu-lagu bergenre pop, jazz, bossa nova, traditional pop dan vocal yang akan tampil sebelum puncak event dimana akan hadir bertepatan kembalinya group band legendaris PADI menjadi momentum penyelenggaraan AUTHENTICITY FEST 2017 yang kali pertama digelar di kota Jogjakarta setelah vakum selama kurang lebih tujuh tahun. Eksistensi kembalinya PADI di blantika musik Indonesia ditandai dengan nama baru yaitu PADI Reborn.
Masih dengan format personil yang sama sejak tahun 1997 yaitu Satriyo Yudi Wahono (Piyu) sebagai gitaris utama, Andy Fadly Arifuddin (Fadly) vokalis utama; Surendro Prasetyo (Yoyo) pada drum; Rindra Risyanto Noor (Rindra) pembetot bas dan Ari Tri Sosianto pada gitar. Meski dengan personel yang sama, PADI Reborn akan menampil lagu-lagu meraka dengan performa musik yang fresh, dan menyapa para Sobat PADI (sebutan fans PADI) yang ada di kota Yogyakarta.
Yoyo penggebuk drum, salah satu personel PADI yang ditemui saat kick off Authenticity Fest 2017 di Jakarta mengatakan “Selama satu tahun belakangan kami susun manajemen sistem yang lebih baik. Ini kebetulan ada tawaran dan kesempatan yang luar biasa untuk tampil dalam tur Authenticity Fest, Ini pas banget momennya, kami juga sudah kangen dengan Sobat Padi (sebutan penggemar Padi),” terang Yoyo.
Yoyo menambahkan, untuk menandai eksistensinya PADI pun telah menyiapkan single baru. Sayangnya Yoyo enggan memberikan bocoran, “Kami juga menyiapkan single baru, sebenarnya lagu lama sebelum kami vakum, tetapi liriknya pas dan kami aransemen ulang. Nantikan saja penampilan kami di kota-kota yang akan kami hangatkan dengan penampilan terkini kami,” ujar Yoyo. “Bikin single baru menandakan proklamasi kami kembali lagi untuk Sobat Padi,” timpal Rindra yang juga ditemui di tempat yang sama.
SementaraPiyu, punggawa PADI mengatakan “Sesuatu yang membuat terharu ketika di Palembang dan Bandung 11 dan 18 November lalu, para penonton sangat antusias menyambut kehadiran kami, dan hampir sebagian besar mereka masih ingat lirik lagu-lagu PADI diantaraanya Begitu Indah, Kasih Tak Sampai, Mahadewi, Menanti Sebuah Jawaban dan Sobat,” ungkap Piyu.
Selain itu di AUTHENTICITY FEST 2017, beberapa komunitas kreatif seperti Ruru Radio dan Komik Anu dan irockumentary juga unjuk ketrampilan dalam karya seni yang direalisasikan dalam mural dimana hal ini akan memberikan pengalaman unik di konser musik dengan balutan seni. Event AUTHENTICITY FEST 2017 yang menghadirkan konser musik berpadu dengan seni dan komunitas kreatif merupakan nutrisi bagi blantika musik di Indonesia.
Events
Wali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan
Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan Kota Yogyakarta Tahun 2025 kepada sembilan tokoh yang telah mengabdikan diri secara luar biasa demi kelestarian dan pengembangan budaya kota ini.
Malam penganugerahan yang khidmat berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Embung Giwangan. Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, secara simbolis menyerahkan piagam dan tanda penghargaan kepada para penerima.
Berikut sembilan tokoh yang menerima penghargaan tahun ini:
Pelestari Seni : Siswa – Among Beksa
Pelaku Seni : Kinanti Sekar Rahina
Pelestari Bahasa, Sastra, dan Aksara : Majalah Djaka Lodang
Pelaku Bahasa, Sastra, dan Aksara : Margareth Widhy Pratiwi
Pelestari Adat dan Tradisi : Raden Mas Enggar Pikantoyo
Pelaku Adat dan Tradisi : Joni Wijanarko
Budayawan : Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito
Kreator : Ishari Sahida
Pelestari Warisan Budaya Benda/Tak Benda : Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum.
Proses seleksi dilakukan secara independen oleh dewan juri lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Sri Margana (sejarah), Dr. Revianto Budi Santosa (arsitektur), Dr. Octo Lampito (media), Nanang Arisona (seni pertunjukan), serta R.M. Kristiyadi (adat dan tradisi).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyatakan, “Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pengingat bahwa kebudayaan Yogyakarta hidup karena ada orang-orang yang dengan tulus menjaga dan menggerakkannya. Mereka adalah penjaga napas kota ini.” ungkapnya.
Disisi lain, Wali Kota dr. Hasto Wardoyo menambahkan bahwa “Di tengah gempuran modernisasi yang semakin kuat, keberadaan para penerima penghargaan malam ini menjadi bukti nyata bahwa Yogyakarta tetap teguh sebagai kota budaya dunia. Komitmen kami adalah terus mendukung dan melindungi mereka yang menjaga identitas leluhur.” tukasnya.
Malam semakin semarak dengan penampilan grup musik Paksi Band yang membawakan rangkaian tembang Jawa mulai dari “Lir-Ilir” hingga “Gambirsawit”, yang disambut tepuk tangan meriah dan nyanyian bersama para tamu undangan.
Events
Merekam Suara yang Setara: Pameran Arsip KERTAS UGM 2025 Sorot Kontribusi Perempuan
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KERTAS Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan pameran arsip tahunannya. Pada tahun 2025 ini, Pameran Arsip KERTAS hadir dengan tema inspiratif, “SETARA: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi”, menyoroti peran sentral, dokumentasi, dan perjuangan perempuan dalam konteks demokrasi dari masa ke masa.
Pameran ini bertujuan untuk mengangkat arsip dan narasi yang mungkin terpinggirkan, memberikan sorotan yang layak bagi kontribusi perempuan di berbagai lini pergerakan dan pengambilan keputusan politik.
Detail Pameran:
Tema Utama: Perempuan, demokrasi, dan dokumentasi perjuangan.
Tanggal: 8–15 November 2025
Waktu: Pukul 09.00–19.00 WIB
Lokasi: Gedung Iso Reksohadiprojo, Sekolah Vokasi UGM
Tiket: Terbuka untuk umum dan GRATIS
Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk menyelami berbagai arsip otentik dan narasi historis yang menunjukkan bagaimana perempuan telah berjuang, bersuara, dan mendefinisikan kembali makna kesetaraan dalam ruang demokrasi di Indonesia. Arsip-arsip yang ditampilkan akan memberikan perspektif baru tentang dinamika gender dan politik yang berkelanjutan.
Events
Festival Dalang Anak Tingkat Nasional Siap Digelar di Jakarta November 2025
JAKARTA – Generasi penerus seni pewayangan di Indonesia akan kembali menunjukkan bakat terbaiknya dalam ajang bergengsi Festival Dalang Anak Tingkat Nasional (FDAN) tahun 2025. Acara akbar yang bertujuan untuk melestarikan dan meregenerasi seni tradisi pedalangan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 November 2025, dengan pusat kegiatan utama di Gedung Pewayangan Kautaman, Jalan Raya Pintu 1 TMII, Jakarta Timur. Festival ini menjadi panggung penting bagi anak-anak berbakat dari berbagai daerah untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan mereka di hadapan publik dan dewan juri.
Delegasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan salah satu kontingen utama, telah menyiapkan serangkaian agenda padat. Rombongan dijadwalkan berangkat dari DIY pada Senin, 3 November 2025, pukul 08.00 WIB, dan tiba di Jakarta sore harinya untuk langsung melakukan check-in di hotel. Kehadiran mereka di Jakarta bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membawa semangat pelestarian budaya Jawa, khususnya seni pedalangan, ke kancah nasional.
Sesi perlombaan dan pementasan dari kontingen DIY akan dimulai pada hari Selasa, 4 November 2025. Setelah melakukan persiapan dan gladi resik (GR) di Anjungan DIY TMII, para dalang muda akan beraksi di Gedung Pewayangan Kautaman. Dua penampilan awal yang memukau akan disajikan dalam bentuk Wayang Golek oleh Limpad Budya Asmara (DIY1) dan Eifel Adnandhiya Dhimas Nugroho (DIY2) pada sore hari. Pementasan ini menjanjikan kreativitas dan interpretasi segar dari cerita-cerita pewayangan klasik.
Kompetisi akan dilanjutkan pada hari Rabu, 5 November 2025, dengan menampilkan kepiawaian dalam membawakan Wayang Kulit. Dua dalang berbakat lainnya, Tito Zhavier Bryantara (DIY 3) dan Reyvidh Harjunatama (DIY 4), akan menunjukkan kemampuan teknik dan narasi mereka. Puncak dari seluruh rangkaian acara FDAN 2025 adalah acara Penutupan dan Pengumuman Pemenang, yang akan diselenggarakan pada malam harinya, pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Acara ini akan menjadi momen haru dan kebanggaan bagi para peserta dan pendamping.
Festival Dalang Anak Tingkat Nasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum emas untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni pewayangan di kalangan anak-anak dan masyarakat luas. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pendidikan karakter dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa. Setelah rangkaian kegiatan selesai, kontingen akan memulai perjalanan kembali ke Yogyakarta pada Kamis, 6 November 2025, dengan membawa pengalaman berharga dan semangat baru untuk terus berkarya.
-
Events2 hari agoWali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan
-
Shopping1 minggu agoLawan GTM Tanpa Drama, Milna Floss Tawarkan Olahan Rumahan Rendah Gula dan Garam untuk Si Kecil
-
Promo7 hari agoEtawalin Sereal Gabungkan Kearifan Lokal & Gaya Hidup Modern


You must be logged in to post a comment Login