Connect with us

Events

Wedding di Atas Crane PJU Pertama di Dunia

Published

on

www.ekbizz.com – Fenomena yang terjadi sekarang ini masih banyak masyarakat yang belum bisa menikah dan mendapatkan status kejelasan, ini ditandai dengan jumlah warga miskin, dari hari ke hari semakin meningkat, apalagi sekarang berkembang budaya gaya hidup bebas tanpa ikatan.

Dimana pernikahan tersebut adalah misaqan gholidan suatu janji suci dan sakral kepada Allah SWT dan sah yang dicatatkan di KUA / Kantor Catatan Sipil sekaligus sebagai penciptaan generasi baru yang cinta kebhinekaan Indonesia. Dan masih banyak juga masyarakat terutama calon manten yang belum sadar betapa pentingnya Pemilu untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sesuai dengan konsep Pemilih berdaulat negara kuat, diharapkan pemilih benar – benar memilih dengan kesadaran penuh tentang siapa yang akan dipilih dengan menjadi pemilih berdaulat ini pula pemilih akan memiliki kemauan dan kemampuan untuk menyaring informasi yang masuk.

Berkaitan dengan hal itu, dalam Rangka Sambut HUT ke – 262 Kota Yogyakarta dan Pesta Demokrasi Pemilu 2019, maka kami, FORTAIS (Forum Ta’aruf Indonesia) Sewon Bantul Yogyakarta bekerjasama Pemkot Yogyakarta, KPU DIY, Paguyuban Rias Kinasih Jogja, didukung Taman Pintar Yogyakarta dan Program Studi S1 FSMR ISI Yogyakarta menggelar acara “Pre – Post Wedding Bareng Jogja Istimewa” terbuka umum dan gratis dengan tema Mahadaya Cinta Untuk Indonesia besok minggu 16 September pukul 14.00 WIB s/d. selesai di Taman Pintar Yogyakarta.

Kegiatan ini adalah pertama di Indonesia dan Dunia, karena memadukan pre dan post wedding yang dilakukan di crane PJU di atas ketinggian 20 meter dari tanah. Selain itu juga dilakukan di Taman Pintar dan seputaran kawasan Titik Nol KM. Ini sebagai wujud pelestarian tradisi budaya yang hanya dimiliki Indonesia dan dapat meringankan mereka yang tidak mampu untuk memberikan kenangan terindah dan sekaligus sebagai motor pengerak mensukseskan Pemilu dari keluarga. Selain itu ini merupakan destinasi wisata DIY khususnya kota Yogyakarta tercinta. Dan bagi yang masih jomblo atau sendiri akan dicarikan pasangan dalam acara Golek Garwo besok 9 September 2018, yang Alhamdulillah selama 7 Tahun ini sudah 7000 pasangan Alumni baik yang Nikah Bareng atau sendiri.

Peserta direncanakan akan diikuti oleh 20 s/d. 26 pasang manten dari DIY dan sekitarnya dan sampai saat ini sudah ada 16 pasangan baik dari hasil golek garwo atau masyarakat umum. Dan insyaalloh dari antuisme peserta insyaalloh akan ada yang menikah di atas crane PJU, skiranya persyaratan untuk nikah bisa terpenuhi. Bagi masyarakat yang akan ikut masih bisa mendaftar baik untuk prewedding atau post wedding sampai tanggal : 13 September 2018 terbuka umum dan gratis serta full fasilitas ( cincin kawin, rias / busana pengantin nusantara/modern, dokumentasi ) di Hotline: 081 579 08 232 (Ryan).

Bagi pasangan yang ingin merayakan pernikahan perak dan emas dapat juga mendaftar karena kesempatan terbatas. Dengan semangat Kebhinekaan Indonesia ini, dengan perbedaan dan kekuatan cinta mari kita sukseskan Pemilu 2019 dan di HUT Kota Jogja ke- 262 ini kita sebarkan virus Kasih Sayang dan Perdamaian untuk Indonesia dan Dunia.. Jogja Istimewa.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mewujudnya pasangan sakinah sejahtera membawa keberkahan untuk Indonesia sesuai dengan tata kehidupan dan penghidupan masyarakat berPancasila dilandasi cinta Illahi dan NKRI. Dengan perbedaan yang ada ini sebagai perekat Persatuan Bangsa berlandaskan budaya dan kearifan lokal daerah dari masing – masing peserta, sehingga nantinya pernikahan ini membawa misi: religi,budaya, demokrasi & destinasi wisata DIY.

Events

Compagnie Kotekan Pukau Penonton YGF 2026

Published

on

By

Musisi asal Prancis yang tergabung dalam Compagnie Kotekan memukau penonton dengan memadukan gamelan dan instrumen musik Barat dalam Konser Gamelan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 2026. Aksi tersebut berlangsung di Plaza Ngasem, Yogyakarta, Jumat (31/7/2026).

Konser Gamelan yang menjadi bagian utama YGF 2026 ini berlangsung hingga Minggu (2/8/2026). Acara diikuti oleh musisi dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara asing. Melalui perhelatan ini, penyelenggara ingin mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.

Penampilan Compagnie Kotekan menjadi salah satu highlight hari pertama. Mereka memadukan bunyi gamelan Jawa dengan elemen musik Barat, menciptakan harmoni yang segar sekaligus tetap menghormati akar tradisi. Penonton yang hadir di Plaza Ngasem tampak antusias menyaksikan kolaborasi lintas budaya tersebut.

Yogyakarta Gamelan Festival 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai ajang pertemuan seniman gamelan dari dalam dan luar negeri. Selain konser, festival ini juga menjadi ruang dialog budaya yang mempertemukan generasi muda dengan warisan musik tradisional Indonesia.

Continue Reading

Events

Jadwal YGF 31 Juli 2026 – 2 Agustus 2026

Published

on

By

Continue Reading

Events

Jadwal Event YGF 2026

Published

on

By

Continue Reading

Trending