Events
Reuni Wontop di Yogyakarta
www.Ekbizz.com – Alumni SMP N 1 Wonogiri dan SMA N 1 Wonogiri yang tergabung dalam paguyuban Wonogiren Top (Wontop) menggelar reuni lintas angkatan di Yogyakarta, 10-11 Maret 2018, yang dirangkai dengan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Reuni ini juga diharapkan makin menciptakan keakraban antar warga Wonogiri di perantauan.
Menurut Penanggungjawab Operasional Reuni, Suhatmini Hardyastuti, kegiatan reuni tahunan kali ini mengajak seluruh alumni SMP N 1 Wonogiri & SMA N 1 Wonogiri lintas angkatan yang ingin menjalin keakraban dan kekeluargaan serta bekerjasama dalam kegiatan sosial. Sekitar 70 peserta yang mayoritas dari angkatan tahun 1960-an hingga 1970-an hadir dalam reuni tahunan ke-4 ini.
“Tidak hanya bertemu dan berkumpul kangen-kangenan, reuni kali ini juga ada konten seni budayanya. Selama dua hari para peserta diajak mengunjungi beberapa tempat serta menyaksikan seni budaya tradisi di Yogyakarta,” tambahnya.
Peserta diajak mengunjungi Museum Gunung Merapi, serta menyampaikan bantuan sosial dan menghibur para penghuni Balai Pelayanan Sosial “Tresno Wreda” di daerah Pakem, Sleman. Peserta juga menikmati sunset di Candi Ratu Boko sambil menyaksikan kesenian Srandul. Pada malam harinya, di Wisma Kagama, dilakukan rapat reuni untuk penyelenggaraan reuni tahun selanjutnya. Kesenian Siteran juga ditampilkan di Wisma Kagama untuk menghibur peserta reuni.
Peserta reuni juga melakukan penanaman pohon jambu dersono di kompleks Merapi Park. Pada reuni ini, Yani Saptohoedojo turut menyumbangkan 1000 bibit pohon sengon yang akan ditanam di Tameng, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri.
“Melalui reuni ini kami ingin menunjukkan potensi-potensi wisata dan seni di Yogyakarta sekaligus berbagi kebahagian bersama para wreda. Kami juga ingin menunjukkan kepedulian lingkungan dengan penghijauan. Tujuan selanjutnya adalah membangun Wonogiri dengan memberdayakan para alumni yang sekarang sudah sukses dimana-mana,” terang Suhatmini.
Selama dua hari di Wisma Kagama juga dipajang sejumlah lukisan dari 6 pelukis asal Wonogiri, yakni Sumadi, Ledek Sukadi, Indarin, Supri Cemen, Godod Sutejo, dan Heriyanto.
Events
Wali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan
Pemerintah Kota Yogyakarta menyerahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan Kota Yogyakarta Tahun 2025 kepada sembilan tokoh yang telah mengabdikan diri secara luar biasa demi kelestarian dan pengembangan budaya kota ini.
Malam penganugerahan yang khidmat berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 20.00 WIB di Taman Budaya Embung Giwangan. Wali Kota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, secara simbolis menyerahkan piagam dan tanda penghargaan kepada para penerima.
Berikut sembilan tokoh yang menerima penghargaan tahun ini:
Pelestari Seni : Siswa – Among Beksa
Pelaku Seni : Kinanti Sekar Rahina
Pelestari Bahasa, Sastra, dan Aksara : Majalah Djaka Lodang
Pelaku Bahasa, Sastra, dan Aksara : Margareth Widhy Pratiwi
Pelestari Adat dan Tradisi : Raden Mas Enggar Pikantoyo
Pelaku Adat dan Tradisi : Joni Wijanarko
Budayawan : Prof. Dr. Ir. Murdijati Gardjito
Kreator : Ishari Sahida
Pelestari Warisan Budaya Benda/Tak Benda : Prof. Dr. Kuswarsantyo, M.Hum.
Proses seleksi dilakukan secara independen oleh dewan juri lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Sri Margana (sejarah), Dr. Revianto Budi Santosa (arsitektur), Dr. Octo Lampito (media), Nanang Arisona (seni pertunjukan), serta R.M. Kristiyadi (adat dan tradisi).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyatakan, “Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan pengingat bahwa kebudayaan Yogyakarta hidup karena ada orang-orang yang dengan tulus menjaga dan menggerakkannya. Mereka adalah penjaga napas kota ini.” ungkapnya.
Disisi lain, Wali Kota dr. Hasto Wardoyo menambahkan bahwa “Di tengah gempuran modernisasi yang semakin kuat, keberadaan para penerima penghargaan malam ini menjadi bukti nyata bahwa Yogyakarta tetap teguh sebagai kota budaya dunia. Komitmen kami adalah terus mendukung dan melindungi mereka yang menjaga identitas leluhur.” tukasnya.
Malam semakin semarak dengan penampilan grup musik Paksi Band yang membawakan rangkaian tembang Jawa mulai dari “Lir-Ilir” hingga “Gambirsawit”, yang disambut tepuk tangan meriah dan nyanyian bersama para tamu undangan.
Events
Merekam Suara yang Setara: Pameran Arsip KERTAS UGM 2025 Sorot Kontribusi Perempuan
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KERTAS Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan pameran arsip tahunannya. Pada tahun 2025 ini, Pameran Arsip KERTAS hadir dengan tema inspiratif, “SETARA: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi”, menyoroti peran sentral, dokumentasi, dan perjuangan perempuan dalam konteks demokrasi dari masa ke masa.
Pameran ini bertujuan untuk mengangkat arsip dan narasi yang mungkin terpinggirkan, memberikan sorotan yang layak bagi kontribusi perempuan di berbagai lini pergerakan dan pengambilan keputusan politik.
Detail Pameran:
Tema Utama: Perempuan, demokrasi, dan dokumentasi perjuangan.
Tanggal: 8–15 November 2025
Waktu: Pukul 09.00–19.00 WIB
Lokasi: Gedung Iso Reksohadiprojo, Sekolah Vokasi UGM
Tiket: Terbuka untuk umum dan GRATIS
Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk menyelami berbagai arsip otentik dan narasi historis yang menunjukkan bagaimana perempuan telah berjuang, bersuara, dan mendefinisikan kembali makna kesetaraan dalam ruang demokrasi di Indonesia. Arsip-arsip yang ditampilkan akan memberikan perspektif baru tentang dinamika gender dan politik yang berkelanjutan.
Events
Festival Dalang Anak Tingkat Nasional Siap Digelar di Jakarta November 2025
JAKARTA – Generasi penerus seni pewayangan di Indonesia akan kembali menunjukkan bakat terbaiknya dalam ajang bergengsi Festival Dalang Anak Tingkat Nasional (FDAN) tahun 2025. Acara akbar yang bertujuan untuk melestarikan dan meregenerasi seni tradisi pedalangan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 November 2025, dengan pusat kegiatan utama di Gedung Pewayangan Kautaman, Jalan Raya Pintu 1 TMII, Jakarta Timur. Festival ini menjadi panggung penting bagi anak-anak berbakat dari berbagai daerah untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan mereka di hadapan publik dan dewan juri.
Delegasi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang merupakan salah satu kontingen utama, telah menyiapkan serangkaian agenda padat. Rombongan dijadwalkan berangkat dari DIY pada Senin, 3 November 2025, pukul 08.00 WIB, dan tiba di Jakarta sore harinya untuk langsung melakukan check-in di hotel. Kehadiran mereka di Jakarta bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membawa semangat pelestarian budaya Jawa, khususnya seni pedalangan, ke kancah nasional.
Sesi perlombaan dan pementasan dari kontingen DIY akan dimulai pada hari Selasa, 4 November 2025. Setelah melakukan persiapan dan gladi resik (GR) di Anjungan DIY TMII, para dalang muda akan beraksi di Gedung Pewayangan Kautaman. Dua penampilan awal yang memukau akan disajikan dalam bentuk Wayang Golek oleh Limpad Budya Asmara (DIY1) dan Eifel Adnandhiya Dhimas Nugroho (DIY2) pada sore hari. Pementasan ini menjanjikan kreativitas dan interpretasi segar dari cerita-cerita pewayangan klasik.
Kompetisi akan dilanjutkan pada hari Rabu, 5 November 2025, dengan menampilkan kepiawaian dalam membawakan Wayang Kulit. Dua dalang berbakat lainnya, Tito Zhavier Bryantara (DIY 3) dan Reyvidh Harjunatama (DIY 4), akan menunjukkan kemampuan teknik dan narasi mereka. Puncak dari seluruh rangkaian acara FDAN 2025 adalah acara Penutupan dan Pengumuman Pemenang, yang akan diselenggarakan pada malam harinya, pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Acara ini akan menjadi momen haru dan kebanggaan bagi para peserta dan pendamping.
Festival Dalang Anak Tingkat Nasional 2025 ini diharapkan menjadi momentum emas untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni pewayangan di kalangan anak-anak dan masyarakat luas. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga berfungsi sebagai pendidikan karakter dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa. Setelah rangkaian kegiatan selesai, kontingen akan memulai perjalanan kembali ke Yogyakarta pada Kamis, 6 November 2025, dengan membawa pengalaman berharga dan semangat baru untuk terus berkarya.
-
Events2 hari agoWali Kota Hasto Wardoyo Serahkan Penghargaan Seniman dan Budayawan di Taman Budaya Embung Giwangan
-
Shopping1 minggu agoLawan GTM Tanpa Drama, Milna Floss Tawarkan Olahan Rumahan Rendah Gula dan Garam untuk Si Kecil
-
Promo7 hari agoEtawalin Sereal Gabungkan Kearifan Lokal & Gaya Hidup Modern


You must be logged in to post a comment Login